Cinta Merubah Segalanya

Cinta Merubah Segalanya
Bab 017 : Jangan Pura-Pura Bodoh


__ADS_3

Fanie yang berada dalam kamar mandi, mendengar pergerakan di luar dengan panik. Dia buru-buru memakai baju tidurnya, lalu berkaca. Setelah memastikan tidak ada kesalahan, dia baru pelan-pelan berjalan di pintu.


Hanya dipisahkan oleh sebuah pintu. Diluar pintu mungkin berdiri pria itu,


Tapi dia, malah tidak ada kesempatan untuk kabur.


Dia membuka kunci pintu kamar mandi dengan tangan bergetar. Pintu terbuka. Benar saja, pria yang berdiri di depan kamar mandi, bukankah merupakan pemilik dari villa ini,


"Kenapa kamu berdiri di sini?" sial, wajahnya seketika memerah.


Tidak untuk yang lain, pria yang berdiri di hadapannya ini, telanjang dada, di pinggangnya tertutup sebuah handuk. Dada yang begitu kuat, bahkan dapat terlihat sixpack yang jelas. Pemandangan itu begitu saja terlihat di depan matanya.


Mata Arya terdapat kobaran api. Kobaran api itu sudah semakin besar. Dia tidak banyak bicara, langsung memeluk wanita bodoh yang jelas-jelas tahu tapi masih bertanya itu, setiap gerakan wanita itu, selalu saja dapat menarik perhatiannya.


Dalam ketidaktahuan fanie, dia ditarik ke dalam pelukan Arya begitu saja. Jarak mereka berdua langsung hilang. Begitu dekat, benar-benar membuat jantung orang berdegup kencang.


"Apa yang ingin kamu lakukan?" fanie bertanya dengan tidak tenang. Dia selalu merasa ada firasat yang tidak enak. Arya malam ini, kelihatannya sedikit berbeda.


Arya mengerutkan dahi dan menatap baju kuno yang fanie pakai malam ini. Pakaian sekuno ini, benar-benar sangat tidak dia suka, "Apa ini kamu yang pilih? Pilihan macam apa, kenapa memilih model yang begini kuno?"


Wajah fanie semakin tidak enak.


"Bukankah baju tidur selalu seperti ini? Apa sangat kuno? Aku tidak merasa seperti itu kok!" saat tinggal di wisma sekolah, teman-teman yang satu kamar dengannya, rata-rata memakai model baju tidur yang sama.


"Heh!" arya saat ini memandang langit-langit kamar dengan pasrah, "Benar-benar wanita yang jelek! Kelihatannya, aku harus menyuruh orang untuk mempersiapkan beberapa 'baju tidur yang sesungguhnya'. Sampai nanti kamu pasti bisa melihat baju tidur sesungguhnya yang seksi dan juga menggoda."


"Tidak mau, aku mau memakai punyaku ini. Menurutku lumayan bagus kok, kenapa harus diganti?" bahkan fanie pun merasa ada yang tidak beres. 'Baju tidur yang sesungguhnya' itu pasti bukanlah ide yang bagus.


Arya ini sebenarnya memiliki banyak ide jahat dalam otaknya.


"Ayo, sekarang buka ! Yang jelas sebentar lagi juga tidak perlu pakai lagi!" Arya semakin tidak suka melihat baju tidur ini. Melihat sebentar lagi, mungkin kesenangannya hari ini akan hilang semua! Apa yang dinamakan pemandangan buruk? Baju tidur kuno yang jelek seperti ini, adalah pemandangan buruk.


Arya mulai menggerakan tangannya. Terlalu mengganggu pemandangan, harus dihilangkan baru bisa!


"Apa yang ingin kamu lakukan?" fanie langsung melawan, "Kenapa membuka bajuku?"


Arya tersenyum jahat. Tangannya bukan hanya tidak berhenti, malah semakin hebat bergerak, "Menurutmu? Jangan Pura-Pura Bodoh lagi. Sekarang sudah malam. Menurutmu apa yang bisa dilakukan di malam hari? Tentu saja tidur!"


Kata 'tidur', dibuat sangat biasa oleh si Arya ini.

__ADS_1


Tapi, maksud dan pengertian di dalamnya, malah sangat berbeda.


"Aku sudah lelah seharian. Aku tidur di kamar tamu saja ya?" sekarang, fanie memang merasa lelah, juga tidak ada hati untuk menemani Arya.


"Kalau kamu lelah, maka kamu tidur saja, tidur di kamar utama ini! Tidak boleh tidur di kamar tamu!" Arya sangat diktator. Hal yang tidak dia setujui, tentu saja tidak akan terjadi. Kebalikannya, apapun yang dia inginkan, dia pasti akan mengerahkan kekuatan penuh untuk membuatnya terjadi.


Contohnya saja sekarang. Dia sudah menginginkan wanita ini, maka bagaimanapun caranya, dia akan melakukannya.


"Tapi kalau kamu menggangguku seperti itu, bagaimana aku bisa tidur?" fanie melihat bahunya sendiri, bahkan sudah terbuka. Badannya sedikit bergetar. Dia berusaha sekuat tenaga melindungi dirinya sendiri, tapi bagaimanapun itu, kekuatan wanita dan pria sangat berbeda jauh, tidak bisa dibandingkan.


Sama seperti biasanya dia mengira kekuatannya besar, tapi di hadapan Arya, itu bukanlah apa-apa. Arya dengan mudah, sudah dapat melepaskan bajunya.


Misalnya saja sekarang, dia dapat melindungi tubuh bagian atas, tapi tidak dapat melindungi tubuh bagian bawah. Dia menutupi dengan buru-buru, tapi pria itu malah melepaskannya dengan senang dan bersemangat.


Tidak lama kemudian, Arya sudah melepaskan semua baju tidur Fanie yang kuno.


Sebenarnya, mana mungkin semuanya dibuka, ada beberapa bagian yang dirobek. Benar, tidak salah lihat, dirobek. Baju tidur yang kuno itu, tentu saja sudah menjadi sampah!


Fanie merasa tidak berdaya. Baju tidur ini, adalah baju yang sudah dia pakai selama dua tiga tahun. Modelnya kuno, ditambah dicuci berulang kali, jadi kainnya sudah tidak terlalu kuat. Kalau tidak, mana mungkin bisa begitu mudah dirobek.


"Baju tidurku!" dia masih merasa sayang.


"Tenang saja, besok aku akan menyuruh orang membawa baju tidur yang seksi kemari! Kamu tidak usah khawatir besok kamu tidak mempunyai baju untuk tidur!" Arya sangat puas terhadap kerusakan yang sekarang dia buat.


Tapi bagaimana mungkin sang Arya membiarkan harapan dia terkabul. Seperti menangkap mangsa, Arya langsung menimpa tubuh kecil fanie ke atas ranjang.


Ranjang yang empuk, sprei yang lembut, fanie sudah masuk ke dalamnya. Yang membuat dia kesal adalah, pria di atasnya ini, benar-benar berat!


Pria ini kelihatan tidak gemuk, kelihatannya kurus, tapi kenapa seberat ini? Dia benar-benar tidak mengerti.


"Hei, masih tidak fokus. Memang benar adalah salahku. Kelihatannya, selanjutnya aku harus menyayangimu baik-baik habis ini." Arya melepaskan baju atasan berwarna putihnya, lalu membuangnya ke bawah ranjang.


Mengenai celana panjangnya, sudah ditendang jatuh ke lantai.


Pergerakan Arya, selalu sangat baik.


Arya mulai mencium fanie, dari dahi wanita itu, dan turun perlahan-lahan ke bawah. Tidak lama kemudian, fanie pun dicium sampai merasa malu, bahkan sedikit sesak napas. Dalam bidang ini, Arya selalu sangat hebat, selain itu juga mengerti bagaimana cara membuat tubuh fanie merasa cantik dalam waktu singkat!


Dengan segera, ruangan menjadi indah, bahkan bulan di luar jendela, bersembunyi di belakang awan. Tidak berani menunjukkan wajah. Malam yang memabukkan, orang semakin mabuk!

__ADS_1


Setelah Arya mendapat kepuasan, dia baru melepaskan Fanie dan berbaring di samping.


Fanie yang kasihan, kaki dan pinggangnya sakit, sekujur tubuhnya terasa nyeri.


Setiap malam, dia bisa dimasuki seperti ini oleh pria itu tapi tidak mencapai kepuasan, lalu menggunakan berbagai cara, tapi dia malah seringkali tidak mampu menghadapi.


Dalam hati dia ingin mencoba untuk bangkit, tapi setelah mencoba-coba lagi, dia kesulitan, tubuhnya lemah sampai tahap tidak bisa berdiri.


"Coba kamu lihat tubuh kecilmu ini. Hanya begini, sudah lemah sampai tidak bisa berdiri? Jadi, aku bilang mulai sekarang, kamu harus banyak-banyak latihan!"


Arya sekarang masih belum puas terhadap kondisi tubuh Fanie. Tentu saja, karena tidak dapat mengikuti 'laju'nya.


Bagi dia, masih ada sedikit kekurangan. Tapi kalau diberi waktu lagi, dengan pengajaran dan pelatihannya, juga efek vitamin-vitamin, maka pasti akan lebih sempurna lagi.


Arya inisiatif menggendong wanita itu, lalu membawanya masuk ke dalam kamar mandi.


"Bagaimana kalau aku bersih-bersih sendiri saja?" dia bertelanjang badan seperti ini, mana enak hati menyuruh pria itu menggendongnya. Apalagi mata pria itu menatap tubuhnya dengan terang-terangan, sama sekali tidak tahu untuk menyembunyikannya.


Pria itu tidak tahu malu, membuat dia juga jadi tidak enak hati.


"Kamu yakin mau bersih-bersih sendiri? Jangan begitu aku lepaskan tangan, kamu menggelinding sendiri di atas lantai ya!" Arya sih tidak keberatan kalau dia harus membantu fanie mandi, yang jelas, selama proses itu, dia adalah pihak yang lebih menikmati.


"Kenapa wajahmu begitu mudah malu? Kita saja sudah bersama, ini juga bukan pertama kalinya. Aku kira kamu sudah terbiasa." Arya mengejek. Wajah Fanie yang memerah, benar-benar lucu!


Fanie benar-benar merasa malu. Tumbuh sebesar ini, dia selalu fokus belajar. Bahkan tidak pernah berpacaran yang resmi, lebih tidak mempunyai seorang pacar lagi. 'Pacaran muda' yang teman-teman dan guru-gurunya katakan, tidak ada hubungannya sama sekali dengan dirinya. Dia selalu fokus belajar. Dalam lingkungan teman-temannya, dia juga seorang kutu buku yang terkenal.


Kutu buku sih kutu buku, tapi nilainya setiap kali ulangan selalu sangat bagus. Hal itu yang membuktikkan kalau dia adalah murid baik.


Dia menengadahkan kepala, melihat dirinya dalam cermin, hal itu semakin membuat dia malu. Pria yang katanya akan membantunya mandi ketika masuk ke kamar mandi, sekarang berdiri di belakang tubuhnya. Apa yang terjadi? Selain itu, pria itu juga tidak memakai baju apapun!


Saat ini, Arya juga melihat wanita dan dirinya dalam cermin. Harus dikatakan, sebelumnya dia sudah sedikit menahan diri, sekarang melihat pemandangan panas di depan mata, api yang tadi sudah padam, tiba-tiba naik dan membakar tubuhnya lagi.


Karena itu, tempat pertempuran berpindah dari ranjang, ke kamar mandi pribadi. Untung saja kamar mandi ini lumayan besar, peralatan-peralatan juga sangat lengkap, kalau tidak, tempat terlalu sempit, benar-benar tidak bisa membuka lebar.


Fanie disenderkan di depan kaca, rambutnya yang berantakan, benar-benar kelihatan sedikit gila.


Tentu saja, akan terjadi pertempuran yang panas dan juga gila.


Setelah semuanya selesai, Fanie dimandikan dengan hati-hati, lalu kembali ke digendong ke atas ranjang.

__ADS_1


Danie benar-benar sangat ngantuk, tapi pria di sampingnya malah sangat semangat.


Bagaimana, apakah Kamu puas ?


__ADS_2