Cinta Merubah Segalanya

Cinta Merubah Segalanya
Bab 123 : Arto ayahnya julia


__ADS_3

Asalkan dia dan anton memang tidak ada apa-apa, tidak ada hubungan pribadi, maka tidak perlu takut siapa pun yang akan curiga atau menyelidiki.


Memangnya siapa yang menentukan tidak boleh saling memberikan perhatian dan bantuan dengan status teman di perusahaan?


Serta peraturan perusahaan ke berapa yang akan tertulis jelas karyawan perusahaan tidak boleh mengobrol sebentar di lorong pintu darurat saat istirahat siang? Sepertinya juga tidak ada.


“Kamu sunggu berpikir seperti itu? fanie, apakah ini benar-benar kata hatimu?” Saat membaca pesan ini, tangan anton tersentak sampai hampir membuang ponselnya, hampir saja.


“Iya, Anton, kamu dan aku tidak perlu terluka oleh beberapa patah kata Julia yang sembarangan itu, tidak pantas, sama sekali tidak pantas kita risau olehnya, bukankah begitu?” Jelas sekali Fanie sudah berpikiran jernih, dengan demikian otomatis hatinya sudah lebih tenang.


“Bagus sekali, Fanie, terus terang aku sangat takut, takut kamu akan mengabaikan aku karena perkataan Julia.” Mungkin tanpa perlu berhadapan langsung, mungkin hanya dengan berkirim pesan seperti ini, jadi Anton bisa mengeluarkan isi hatinya tanpa halangan.


“Tidak, aku bukan orang seperti itu!” Sekali lagi Fanie tersenyum pahit.


Anton ini, jelas-jelas dia sendiri sangat berprestasi, jelas-jelas adalah pangeran piano yang hebat, pria berkualitas tinggi seperti dia yang pembawaannya berpendidikan dan berpenampilan menonjol, serta dalam soal pekerjaan juga melampaui orang seusiana, bagaiman mugkin bukan bintang yang berkilau? Jadi, sebenarnya dia sama sekali tidak perlu membuntuti dirinya seperti ini.


Dirinya termasuk apa? Palingan hanya bebek buruk rupa.


Saling berkirim pesan sampai sini, keduanya pun menghembuskan nafas lega.


Setelah merasa tidak rela dan membuat onar di perusahaan, Julia diangkat pergi dengan tegas oleh satpam, barulah dirinya keluar dari gedung perusahaan, di saat yang bersamaan, di bagian resepsionis dan satpam pintu utama sudah memasukkan nama Julia dalam blacklist, yang berarti kelak tidak mungkin bagi Julia untuk bisa melangkahkan kaki di perusahaan.


Hanya saja, masalah masih jauh dari kata selesai.


Sebelumnya Julia bisa magang di perusahaan ini, bukanlah mengandalkan prestasi dirinya, melainkan lewat relasi orang tuanya yang berkedudukan tinggi di dalam perusahaan, sehingga ia bisa dengan lancar diterima magang di sini.


Saat dia pulang sambil menangis dan mengadu masalah yang menimpanya, orang tuanya langsung tidak terima.


Terutama ayahnya, Arto, mendengar putri kesayangannya diperlakukan begitu sampai dipecat oleh perusahaan, mau dipikir bagaimana pun dia merasa tidak bisa membiarkannya.


“Dasar tidak berguna, untuk apa menangis, apakah menangis bisa menyelesaikan masalah? Kalau semua hal di dunia ini bisa diselesaikan dengan menangis, mungkin seluruh dunia sudah ditenggelamkan oleh air!”


Dia tidak membuka mulut mengomel masih mending, sekali membuka mulut langsung mengkritik, Julia semakin sedih.


“Ayah, aku benar-benar sudah berhati-hati, aku juga berusaha merendah diri di perusahaan, tapi tidak tahu mengapa mereka masih demikian ke aku?”


Arto paling tidak bisa melihat wanita di keluarganya bersedih, terutama ini adalah putri kesayangannya, dalam hatinya sungguh tidak tega, “Baik, Julia, jangan menangis lagi! Ayah pasti akan membantu kamu, menegakkan keadilan untuk kamu!”


Dia adalah orang tua kandung anak ini, kalau bukan dia tidak menampakkan diri untuk membantunya, siapa lagi?


Melihat keadaan seperti ini, ibu Julia juga memeluk putrinya yang dipersulit di luar dengan hati tidak tega.


“Tapi, ayah, bagaimana caranya kamu menegakkan keadilan untuk aku? Para petinggi di perusahaan kami itu tidak masuk akal, sebelumnya aku sudah pergi mencari penanggung jawab divisi personalia, tapi penanggung jawab itu sama saja dengan petinggi lainnya, sama sekali tidak memberitahu jelas penyebab aku dipecat!” Semakin dipikir, Julia semakin marah.


“Hanya penanggung jawab divisi personalia bisa apa! Kamu tenang saja, ayah punya relasi di sana, kamu masih ingat waktu kamu mau magang di perusahaan ini? Saat itu kamu tidak memenuhi standar, tapi bukankah ayah juga berhasil mencari relasi dan meminta tolong ke mereka? Waktu itu relasi yang aku dapatkan adalah orang yang kedudukannya lebih tinggi lagi di perusahaan ini, lebih tinggi jauh dari penanggung jawab divisi personalia itu! Kekuasaannya juga lebih tinggi dari penanggung jawab divisi personalia! Kamu tenang saja, urusan ini serahkan ke ayah! Ayah yakin pasti akan berhasil!” Kali ini Arto ayahnya juli ini benar-benar akan nekat demi putrinya.

__ADS_1


“Benarkah? Ayah, kamu punya relasi seperti itu, kenapa tidak beritahu aku dari awal?” Julia dari menangis menjadi tertawa.


“Dulu pikirnya tidak beritahu kamu juga karena ingin kamu baik-baik bekerja di sana, menapakkan kaki di dalam situ dengan stabil berdasarkan kemampuan kamu sendiri, lalu bisa dengan cepat menjadi karyawan tetap.” Jawab Arto .


“Oh, lalu apakah pimpinan tinggi itu akan membantu aku?” Sekarang Julia lebih khawatir kalau pimpinan tersebut tidak ingin membantunya karena sudah diblacklist oleh perusahaan, “Setidaknya ayah harus menanyakan seluk beluk masalah ini dan penyebabnya bukan? Kalau memang perusahaan itu mau memecat putriku, apa alasan dipecat, kesalahan apa yang dilakukan putriku di perusahaan, semua ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.” Arto membulatkan tekad, kalaupun putrinya tidak menyarankan demikian, dia sendiri juga memutuskan untuk tidak akan membiarkan begitu saja.


“Benar, harus diperjelas, kita tidak boleh dibuli tanpa sebab begini!” Ujar ibunya Julia menyetujui.


Pas sekali Arto adalah orang yang sifatnya bertindak cepat dan tegas, putrinya dibuli di luar sampai pulang dengan menangis, kalau dia yang sebagai ayah tidak bersikap tegas, mungkin putrinya sendiri pun akan meremehkan ayah kandungnya ini.


“Julia, jangan menangis, ayah ke perusahaan kamu sekarang juga, aku akan mencari pimpinan tinggi itu dan mencari tahu masalahnya, ponsel kamu jangan dimatikan, kalau ada apa-apa atau ada kemajuan, ayah akan telepon ke kamu!” Setelah menasihatinya, Arto pun meninggalkan rumah dengan tergesa-gesa.


Tapi pimpinan itu adalah orang penting, bagaimana boleh ia langsung datang begitu saja, Arto masih termasuk tahu sopan santun, setelah meninggalkan rumah, Arto menghentikan mobil di tepi jalan dan segera menelepon ke pimpinan tinggi tersebut.


Di balik telepon sana, pimpinan itu bilang dirinya sedang diluar, tidak di perusahaan, jadi keduanya pun sepakat untuk ketemuan di luar saja.


Pimpinan tinggi yang disebut itu sebenarnya wakil CEO divisi usaha.


Status wakil CEO ini memang lebih tinggi dari penanggung jawab divisi personalia, serta divisi usaha adalah divisi utama satu perusahaan, semua prestasi perusahaan mengandalkan divisi usaha.


"Wakil CEO leo, perihal tentang anak magang Julia anak saya, terima kasih banyak atas segala bantuan anda, apa anda masih mengingatnya?" Setelah Arto bertemu dengan Wakil CEO Leo ini, dia berkata dengan hormat dan sangat hati-hati.


Lagi pula sekarang dia sedang dalam posisi ingin meminta tolong kepada orang itu, mau bagaimana pun juga dia harus merendahkan sikap, kemudian barulah dia bisa terlihat seperti orang yang meminta tolong.


"Ingat, ada apa, kamu ini ayah dari gadis cilik Julia itu?" Wakil CEO Leo merupakan seorang pria setengah baya, jadi meskipun dia menganggap Julia sebagai seorang gadis cilik, juga tidak keterlaluan.


"Setelah sampai di rumah, ibunya baru menyadari ada yang berbeda darinya, saat ditanya, barulah tahu ternyata ada kejadian seperti ini, kami sebagai orang tuanya, juga sangat mengerti keadaaan anak kamu sendiri, Julia ini, meskipun terkadang mudah emosi, tapi di atas masalah besar, dia tidak pernah berlaku ceroboh, lagi pula kami juga sudah bertanya kepadanya, apakah dia sudah melakukan suatu kesalahan yang besar di kantor, dia terus menerus menggelengkan kepala dan berkata tidak, kami sebagai orang tua nya juga merasa aneh, bagaimana pun juga, mengapa perusahaan sebesar ini, bisa memberi keputusan seperti itu, Wakil CEO Leo, jika bukan karena tidak ada cara lain, apakah saya juga akan mencari anda?"


Demi anak semata wayangnya, Arto pun menundukan kepala dan melanjutkan: "Kami ini, sebenarnya juga bukanlah tipe orang yang langsung protes tanpa ada alasan yang jelas, jika anak ini sungguh telah melakukan suatu kesalahan yang sangat fatal di kantor, maka jika perusahaan mengeluarkannya, ini juga adalah masalah yang dicari olehnya sendiri! Tetapi jika tidak, kita juga harus memiliki argumen yang masuk akal, benarkan? Anak itu berkata besar atau kecil, setelah terjadi hal seperti ini, pastilah akan mempengaruhi perkembangan karir anak ini nantinya, menimbulkan suatu efek yang tidak diharapkan di kehidupannya."


Arto menjelaskan perkaranya dari awal sampai akhir dengan sangat detail, Wakil CEO Leo pun paham sebagian dari maksudnya.


"Jadi, anda sekarang ingin saya membantu bagaimana?"


"Wakil CEO Leo, saya rasa anda sebagai seorang wakil CEO, ketika kantor mengeluarkan peringatan seperti itu, anda tentunya bisa tahu apa yang ada di baliknya, contohnya alasan sebenarnya mengapa Julia anak saya dikeluarkan, iya, kamu ingin alasan yang sebenarnya, dan bukan beberapa patah kata yang asal-asalan itu." Arto berkata dengan tulus.


Wakil CEO Leo ini berpikir untuk beberapa saat, lalu dengan serius menjawab, "Karena aku yang membantu Julia ini untuk masuk ke perusahaan, maka aku juga akan mencari tahu ujungnya, dan membantu kalian untuk menyelesaikan masalah ini! Tapi, aku akan mengatakannya dengan jelas dari awal, aku hanya bisa bertanggung jawab membantu kalian bertanya kepada beberapa atasan di kantor, tapi bagaimana hasil dari pertanyaanku itu, aku tidak berani menjaminnya, keahlian ku ada di bidang bisnis, dan jaringanku juga ada di sekitar dunia bisnis, bagi yang lainnya, aku ini juga tidak memiliki pengaruh yang besar!"


Arto yang melihat Wakil CEO Leo sudah mengatakan sesuatu, merasa sangat berterima kasih.


"Saya yakin, jika anda turun tangan, masalah ini akan terselesaikan dengan jelas, jika anda turun tangan, dan masalah ini masih belum bisa terselesaikan dengan jelas, maka sudah tidak ada orang lain lagi yang bisa membantu Julia kami ini!" Arto berkata sambil menyanjungnya.


"Begini saja, tunggulah berita dariku, paling lambat sebelum nanti malam, aku pasti akan meneleponmu, ditambah lagi, pagi ini aku akan langsung mengurus negosisasi bisnis, sepanjang pagi ini, tidak sempat pergi ke kantor, jika bukan karena kamu memberitahuku tentang hal ini, aku sungguh tidak akan tahu terjadi kejadian seperti ini di kantor!" Wakil CEO Leo ini pun juga tampak agak terkejut, hal seperti ini, tidak pernah terjadi di perushaannya .


Tapi terkadang juga ada kecelakaan, seperti kali ini.

__ADS_1


"Kalau begitu silahkan anda lanjutkan dulu, saya juga merasa sungkan menganggu anda seperti ini, perihal tentang Julia anak saya, kami mohon bantuan anda sebesar-besarnya! Dalam kotak ini ada sedikit oleh-oleh, anggap saja Anak kami yang memberikannya kepada anda sebagai rasa hormat!" Saat Arto datang, dia tidak datang dengan tangan kosong, masa-masa sekarang ini, saat meminta pertolongan seseorang tentunya tidak bisa datang begitu saja dengan tangan kosong, jika tidak ada barang yang sedikit berharga saja di tangan, maka permintaan tolong ini tidak akan dianggap ada.


"Repot-repot sekali!" Wakil CEO Leo yang melihat kotak itu, awalnya menolaknya, tapi pada akhirnya juga menerimanya.


Di sisi lain, setelah kotak itu diterima, Arto pun menghela nafas panjang, dengan orang menerima hadiah darinya, maka orang itu akan mengurus masalahnya dengan serius, jika bahkan hadiah ini tidak diterimanya, maka itu berarti masalah ini sudah tidak ada harapannya lagi, zaman sekarang ini siapapun juga tidaklah bodoh, terlebih lagi seorang pria paruh baya yang telah menduduki posisi atas dalam waktu yang cukup lama.


Di sore hari, pimpinan HDR perusahaan menyambut seorang pengunjung lain yang tidak disukai oleh bagian bisnis, tentunya orang itu adalah Wakil CEO yang dimintai bantuan oleh Arto ayahnya julia..


Sedangkan Wakil CEO Leo ini, di kantor nya merupakan bidang keahliannya, sesampainya di kantor hal pertama yang dia dengar adalah peringatan tentang pengeluaran itu dikeluarkan oleh pihak HRD, di atas kertas peringatannya pun ada cap dari bagian HRD.


Jadi tanpa banyak basa basi, Wakil CEO Leo pun segera mencari pimpinan dari bagian HRD.


"Yo, Wakil CEO leo, anda seorang yang amat lah sibuk, di kantor ini pun snagat jarang sekali melihat anda, hari ini bagaimana ada waktu luang untuk datang ke kantor HRD ini?" Mereka berdua dalah atasan di perusahaan ini, jadi pembicaraan di antara mereka pun tidak terlalu sungkan, karena hubungan yang tidak terlalu dekat, jadi kesopanan yang umum pun masih diperlukan.


"hehe, apakah jika tidak ada waktu luang bisa mengunjungi departmen kalian? Sobat, kamu mengurus para pekerja ini masihlah lebih nyaman, setiap hari berada di dalam ruangan dingin ini, tidak terkena angin dan tidak terkena hujan, bagaiaman bisa tahu kesusahan kami yang harus bekerja di luar kantor?" Wakil CEO Leo ini juga adalah seorang pemimpin yang solid, dulu di departmen bisnis dia mulai dari jabatan paling rendah dan selangkah demi selangkah mulai naik, sangat tidak mudah baginya untuk mencapai jabatannya sekarang.


"Tapi saat penjumlahan akhir bulan, bukankah semua anggota dari departmen bisnis sangat senang, pencapaian kalian di departmen bisnis, hampir mencapai dua kali lipat dari gaji kami di bagian HRD, bahkan bisa lebih dari 3 atau 4 kali lipat, mengeluarkan sesuatu, tentu akan mendapat balasan yang setimpal, di sini kesulitan seperti ini, itu hanya untuk melayani orang lain!" Pimpinan bagian HRD meratapi dengan tulus keputusasaannya dibandingkan dengan departmen bisnis.


"Sepanjang pagi aku berada di luar terus untuk negosiasi bisnis, dan belum sama sekali masuk ke dalam kantor, begitu kembali, aku dengar kalian di HRD mengeluarkan seorang anak magang yang baru? Sebenarnya apa yang terjadi?" Wakil CEO Leo juga adalah seseorang yang cerdik, dalam memimpin topik pengeluaran.


"Eh, yang kamu maksud itu si Julia itu ya! Aku tidak akan menutupinya darimu, orang muda zaman sekarang ini, benar-benar tidak beretika, hari ini pagi-pagi buta dia sudah datang ke kantorku dan membuat keributan? Anak magang yang baru ini terlihat begitu lemah gemulai, aku kira dia adalah seorang gadis yang lembut, saat dia diam saja sih baik-baik saja, begitu dia membuka mulutnya, dia benar-benar gila, benar-benar seorang lunatik yang tidak berakal sehat!" Begitu mengungkit tentang Julia , pimpinan bagian HRD itu teringat akan pengalaman buruk yang menimpanya di kantor tadi pagi.


Wajah Wakil CEO Leo menjadi sedikit suram, dia sama sekali tidak menyangka, seorang pimpinan bagian HRD yang bermartabat ini memiliki kesan yang buruk terhadap Julia, ini sungguh berada di luar perkiraannya.


"Kantor ini mengeluarkan orang, tentunya juga mempunyai suatu alasan bukan? Yang baik-baik saja, lalu tiba-tiba dikeluarkan, orang itu pasti akan merasa sedih dan sangat terpukul, iya kan? Apakah anak magang baru itu membuat suatu kesalahan besar yang fatal saat sedang bekerja?" Wakil CEO Leo juga merasa ini merupakan suatu alasan yang paling masuk akal baginya.


"Kesalahan besar? Bukankah itu merupakan suatu kesalahan besar?" Pimpinan bagian HRD itu juga tidak menganggap Wakil CEO Leo sebagai orang luar, melihatnya berinisiatif untuk bertanya, dia pun tak berhenti berceloteh.


"Sebenarnya hal ini, jika kamu menanyakan tentang alasannya, aku sungguh tidak bisa mengatakannya! Kamu pastilah akan bertanya mengapa, bukankah peringatan dikeluarkan ini dikeluarkan oleh bagian HRD? Bukankah di kertas peringatan itu ada cap dari bagian HRD, tidak salah, semua itu memang diurus oleh bagian HRD, tapi ingin mengeluarkan orang itu, bukanlah keinginan dari kami orang HRD!"


Pimpinan HRD itu bangkit berdiri dan menutup pintu kantornya, serta menguncinya, memastikan apa yang mereka bicarakan di dalam tidak akan bocor keluar.


Wakil CEO Leo dari departmen bisnis itu pun melipat tangannya, dia merasa bingung, "Iya, aku juga sama dengan mereka, ada banyak sekali pertanyaan yang kusimpan."


"Sebenarnya, kami di bagian HRD juga hanya mendengarkan perintah dari atas, ini semua adalah keinginan dari atasan!" Pimpinan HRD itu menunjuk ke langit-langit di atasnya.


Wakil CEO Leo tidak paham untuk sesaat, akhirnya setelah beberapa saat kemudian barulah dia merespon, "Yang kamu tunjuk itu adalah Presdir yang baru? Ini keinginannya? Presdir baru ini akan mengeluarkan tiga orang pekerja, jadi Julia ini secara tidak sengaja tertendang keluar? Apa begini maksudnya?"


JIka sungguh bermasalah dengan Presdir baru yang baru saja datang itu, maka masalah ini bertambah rumit, karena Presdir yang baru datang itu, dengar-dengar sangat berbakat, dan kemampuannya sangat luar biasa, jadi dia berencana untuk mengeluarkan tiga pekerja, saat ini, siapa pun yang berani macam-macam dengannya, maka konsekuensi mereka nantinya pun hanya akan berakhir dengan kepahitan.


"Kira-kira begitulah, tapi kejelasan karena apanya, atasan tidak mau mengatakannya, sebenarnya atasan kita itu juga tidak mengatakannya dengan jelas sendiri, semuanya dikatakan lewat asisten pribadinya selama rapat. Pagi ini saat sampai di kantor, belum saja aku duduk dengan benar, aku sudah cepat dipanggil ikut rapat? Ini masalahnya! Mereka hanya mengatakannya dengan lisan menyuruh kami dari bagian HRD untuk langsung mengurusnya! Urusan lainnya kamu diminta untuk tidak banyak ikut campur!"


Pimpinan bagian HRD itu tampak ragu untuk mengulang kronologinya dari awal hingga akhir.


"Tapi, seorang anak magang, meskipun melakukan suatu kesalahan sekali pun, juga tidak akan mungkin berurusan dengan Presdir baru yang barusan datang bukan? Bukankah di antara itu seperti ada sesuatu yang disembunyikan dari kita?" Wakil CEO Leo masih tidak bisa memahaminya.

__ADS_1


"Eh, ya maka dari itu, siapa yang tahu? Tapi, perihal tentang masalah ini, lebih baik jangan kalian gali lebih dalam! Presdir baru ini akan mengeluarkan 3 orang, ini baru orang pertama, siapa yang tahu siapa korban selanjutnya? Siapa pun juga tidak ada yang tahu." Pimpinan HRD itu berkata dengan rasa khawatir yang membayangi hatinya.


Jangan Lupa Like dan komentarnya ya ...


__ADS_2