Cinta Merubah Segalanya

Cinta Merubah Segalanya
Bab 045 : Hadiah


__ADS_3

Tiba-tiba seperti ini, membuat ia tidak tahu selanjutnya harus berkata apa.


“Kamu bukannya bilang ada hal yang ingin dibicarakan dengan aku? Katakan saja, ada apa?” Arya sendiri duduk dengan santai di kursi di depan meja rias, bagaimana pun, kamar tidur utama ini adalah miliknya, dan seluruh vila juga merupakan tempatnya.


Fanie hanya bisa duduk di samping ranjang dengan tidak bedaya, karena di dalam kamar tidur sudah tidak ada kursi lagi.


“Akhir-akhir ini sepertinya kamu sangat sibuk?” Sebenarnya Fanie lebih ingin menanyakan kenapa akhir-akhir sepertinya Arya sangat berjarak dengan dirinya, namun saat ucapan sudah sampai di ujung mulut, tiba-tiba fanie mengubah ucapannya.


“Aku bukannya memang seperti ini, selalu sibuk.” Jawab Arya Putra, namun tetap jawab dengan singkat.


“Abang aku sekarang rawat inap di rumah sakit, kata Dokter sejauh ini masih oke, semua indikatornya bagus.” fanie tidak tahu harus ngomong apa lagi lalu mencoba mencari topik.


“Ini aku juga tahu.” Arya menyalakan sebuah rokok dengan tidak sabar, malam ini, wanita bodoh ini tidak tahu mencari dirinya untuk membicarakan apa, tapi ngomong sana sini, tidak ngomong pada topik utama, ini membuat Arya merasa kurang senang.


Demi menghabiskan waktu yang membosankan, dia menyalakan sebuah rokok untuk meringankan suasana.


"Aku sebenarnya ingin mengucapkan terima kasih kepadamu untuk beberapa waktu ini, baik itu menjaga aku atau abangku, aku harus berterima kasih padamu, walaupun aku juga tahu kalau kata-kata terima kasih ini, aku sudah mengatakan berkali-kali kepadamu, tapi hari ini aku tetap harus berterima kasih kepadamu dengan baik!


Jika bukan karena kesediaan kamu untuk membayar biaya operasi sebesar 250 juta itu, Abang aku juga tidak mungkin dapat menjalani operasi, dan jika bukan karena operasi Abangku berhasil, aku juga tidak bisa mulai belajar dengan sepenuh hati, dan melaksanakan ujian dengan lancar, jadi, ucapan terima kasih aku benar-benar tulus! Mohon kamu untuk menerimanya!


Meskipun pada awalnya itu karena mereka bedua menandatangani sebuah kontrak, karena kontrak tersebut, Arya baru setuju untuk memberinya 250 juta sebagai biaya operasi, tetapi saat berada di rumah sakit, dia meminta seorang perawat khusus untuk menjaga Abangnya, dan juga memanggil seorang supir khusus untuk menjemputnya ke sekolah rumah sakit dan lain-lain, Arya sebenarnya tidak harus melakukan semua ini, tetapi dia tidak hanya duduk diam saja, malah membantu Fanie dan Abangnya dengan murah hati.


“Asal kamu paham saja! Lain kali tidak perlu mengulangi kata-kata itu terus!” Arya tidak suka mendengar ucapan terima kasih.


Dia berpikir bahwa semua yang dia lakukan memiliki tujuannya sendiri. Misalnya, kadang-kadang dia hanya ingin membantunya saja, dengan kemampuan dirinya saat ini, tentu saja dengan mudah dia akan mencapai apa yang ingin dia lakukan, namun bagi fanie, kehidupan sangat nyata dan kejam. Terkadang Arya hanya demi ketenangan hati diri sendiri saja, iya, ketenangan hati.


Kalau fanie terjadi sesuatu yang tidak baik, dan kehidupan pribadi juga akan kacau balau, tentu saja bisa mempengaruhi hubungan mereka berdua dan kualitas kehidupan pribadi Arya Putra sendiri, bisa dikatakan demi kenyamaan diri sendiri juga, jadi Arya bersedia untuk membantu fanie untuk menyelesaikan hal-hal kecil seperti itu.


Kalau di lihat Arya, kebanyakan waktu, dia hanya membantu dengan seadanya saja, namun bagi Fanie, itu merupakan bantuan yang sangat besar.


“Aku tidak pandai ngomong, tapi apa yang ingin aku ungkapkan sangat jelas, selain itu, ada satu hal yang ingin aku tanyakan kepada kamu, tapi belum menemukan kesempatan yang cocok, aku hari ini ujian, bagaimana kamu bisa tahu?


Masalah lain aku di sekolah, apakah kamu juga mengetahui semuanya dengan jelas?” fanie teringat masalah kaki siska patah, ia pun tidak menahan diri ingin menguji sikap Arya.


“Bagaimana mungkin aku tidak tahu hal besar seperti ujian penerimaan pascasarjana, kamu masih ada masalah lain di sekolah?”Arya sambil mengangkat ujung bibirnya, dia tahu wanita bodoh ini pasti telah mendengarkan sesuatu, atau sudah merasa curiga kepada dirinya, makanya bisa menanyakan hal ini untuk mengetahui sikapnya, tapi Arya bukan tidak ingin membiarkan fanie tahu, Arya sudah meminta Meriando untuk membantu menyelesaikan semua masalah dia di sekolah dengan diam-diam.


Arya tidak ingin dia mengetahui hal-hal ini, dia juga tidak perlu tahu.


“Tidak, tidak ada masalah apa-apa, hanya saja ada seorang teman SMA aku, beberapa hari yang lalu dia kurang berhati-hati, terjatuh lalu kakinya patah saja, tapi bagaimana dia bisa terjatuh, aku juga kurang tahu masalah tersebut dengan detil, hanya merasa terkejut saja.”


Fanie melihat Arya kurang bersemangat, jadi dia pun tidak berani memastikan apakah masalah ini ada hubungannya dengan Arya atau tidak, alhasil dia hanya bisa mengubah topik pembicaraan dengan diam-diam.


“Bukan teman sekolah yang memiliki hubungan sangat baik, kamu tidak perlu terlalu khawatir dengan urusan orang lain, perhatian sekali! Kalau ada waktu luang, mending kamu memperhatikan dirimu sendiri.” Terhadap teman SMA yang bernama siska itu, bagaimana mungkin Arya tidak tahu.

__ADS_1


Sekarang mengungkit orang yang disebut sebagai teman SMA ini, Arya tetap membela Fanie, sebenarnya teman semacam apa yang dia punya, bisa bisanya berteman dengan orang yang menjadikan hal merugikan teman sebagai kesenangan, teman sekolah dan sahabat seperti ini, tidak berteman juga tidak apa-apa.


“Setelah aku menyelesaikan ujian, aku bisa bersantai-santai dalam 3 4 hari ini.” Fanie mengungkit dengan bermaksud.


Sebenarnya, jika pada saat ini Arya mengusulkan untuk mengajaknya untuk liburan bersama atau bepergian, dia pun tidak akan merasa keberatan, dia sendiri juga ingin mengambil kesempatan ini, untuk bersantai-santai.


“Memang seharusnya! Kamu ingin kemana, beritahu saja kepada supir, biarkan supir yang mengantar jemput kamu!” sikap Arya, terlihat sangat datar.


fanie melihat ia seperti ini, tidak dapat dihindari dirinya pun merasa kurang bersemangat,


Kalau aku pergi sendiri saja, mending aku di rumah saja, aku tinggal sendiri di rumah mungkin lebih nyaman!”


Benar juga, dia memang bukan tipe anak gadis yang suka kemana-mana, sebaliknya, kebanyakan waktu, dia lebih suka keheningan, lebih suka diam di rumah.


“Kamu ngomong apa? Suara mu besarin sedikit, aku tidak kedengaran!” Arya hanya melihat wanita bodoh ini sambil menggerak-gerakan bibirnya, lalu bergumam sendiri, tapi apa yang ia ucapakan, Arya sama sekali tidak mendengarnya.


“Tidak kenapa-kenapa, kamu kalau sibuk, kamu sibuk saja dulu, waktu kosong untuk beberapa waktu ini, aku akan mengatur waktu aku dengan baik!” diam di rumah sebenarnya juga ada banyak hal yang bisa dikerjakan. Misalnya membaca berbagai macam novel di rumah, menonton semua jenis flim, mengikuti semua serial drama tv yang popular.


“Yang ingin aku bicarakan hanya ini saja, aku sudah ngantuk, ingin tidur.” Selanjutnya, fanie langsung menggaruk kepalanya dengan kesal, dia memang bukan tipe orang yang bisa menghangatkan suasana, sebaliknya, dia adalah raja suasana dingin, dimanapun dia muncul, suasana di tempat tersebut pasti jadi sangat dingin.


fani sangat kesal dengan penampilan dia sendiri, lalu dia berjalan ke samping ranjang, benar-benar berencana untuk beristirahat.


Arya duduk di samping ranjang, rokoknya sudah hampir habis, hanya sisah punting rokok, dia mematahkan rokok tersebut, dan menekan puntung rokok tersebut di asbak.


Kalau tidak, dia merasa dirinya pasti tidak bisa menahan diri untuk tidak mendekati fanie, tidak berbaring di sampingnya, tidak bisa tidur jika tidak memeluknya.


Sebulan ini, Arya seperti masuk ke sebuah kuil dengan aturan yang ketat, setiap hari tidak berani melanggar perintah.


fanie sudah meringkuk, dia berbaring di sisi yang sering dia tidur.


Arya tidak menahan diri lagi, dari sisi dia sendiri, dia pun berbaring.


Tempat di samping ranjang, sedikit tenggelam, fanie tertegun, lalu ia segera sadar apa yang terjadi, lalu badannya pun langsung menjadi tegang.


Bahkan tidak tidur bersama selama sebulan, reaksi badannya terhadap hal ini, seperti berbeda dengan biasanya.


Tangan besarnya, dengan alamiah merangkul pinggang fanie, pinggang yang dirangkul dengan pelan itu, sepertinya pinggang ini menjadi lebih kurus akhir-akhir ini, sebenarnya dia harus makan lebih banyak lagi, biar menjadi lebih gendut sedikit, sehingga rasa genggaman pun lebih nyaman.


Badan fanie menjadi tegang, sama sekali tidak berani gerak.


Tapi di saat yang begitu harmoni, Boss Besar ini malah dengan wajah yang tidak senang langsung terduduk dari ranjang besar yang di kamar utama ini, lalu turun dari ranjang.


Dia bisa bilang, saat tangannya tersentuh dengan kain baju tidur yang murahan ini, sudah membuatnya merasa tidak senang?

__ADS_1


Semua harapan, semua rasa ambigu kecil, tiba-tiba lenyap semua.


Hanya karena baju tidur yang murahan dan sangat kuno itu.


fanie terkejut, ini orang kenapa tiba-tiba turun dari ranjang, maksudnya apa? Apakah si arya ini sudah mulai menbenci dirinya?


Tapi tadi masih baik-baik saja, fanie benar-benar tidak paham.


Tapi Boss Besar ini yang pergi lalu kembali, langsung ke kamar tamu, namun ia bukan karena marah jadi kembali ke kamar tamu untuk tidur, tapi karena di dalam lemari kamar tamu, ada sebuah kotak besar, dan kotak besar tersebut masih belum dibuka sebelumnya.


Dia pun langsung membawa kotak besar yang belum pernah di buka ini, kembali ke kamar utama.


Dia meletakkan kotak kardus besar itu di lantai samping ranjang kamar utama.


Suara tersebut mengejutkan fanie, dia pun ikut terduduk di ranjang, dan melihat gerakan Arya dengan bingung, melihat kota besar yang di taruh di lantai, merasa bingung.


“Coba buka dan lihat!” Arya langsung menunjuk kotak besar yang ada di lantai, bermaksud untuk menyuruh dia membukanya.


“Apa itu? Kenapa harus aku yang buka?” hati fanie merasa gelisah, di luar kotak tersebut tidak terlihat apa-apa, sama sekali tidak kelihatan apa yang ada di dalam kotak tersebut, tapi kotak tersebut terlihat lumayan, di kemas dengan kertas yang bagus.


“Kamu buka sendiri saja, nanti kamu juga tahu!” Arya tidak ingin memberitahunya sekarang.


Di bawah tatapannya, fanie hanya bisa sambil membuka kotak tersebut dengan berjongkok, untung saja kotak tersebut gampang dibuka, saat ia merobek segel terakhir, mulut kotak pun terbuka.


“Apa sih? Misterius sekali, jangan-jangan itu adalah bom atau semacem itu ya!” dia sambil membuat lelucon yang tidak relevan.


Tapi, saat kotak tersebtu terbuka, langsung menunjukkan isi barang dari kotak tersebut.


Bagus, ternyata ada bungkusan bungkusan kecil, warna-warni, membuat matanya terlihat sedikit pusing.


Dia mengambil salah satu bungkusan kecil dengan tangannya, kemudian wajahnya langsung memerah sampai ke bagian belakang telinga.


Karena bungkusan kecil yang digantung di jarinya itu, bukan barang lain tapi merupakan satu set pakaian dalam dengan renda hitam yang seksi.


Dan di atas bungkusan kecil tersebut, tertulis merk dalam bahasa inggris, adalah salah satu nama merk barang mewah di luar negeri, meskipun dia belum pernah membeli apapun dari merk tersebut, tapi dia tahu. ( maklum dari dulu sering beli ke tegal lega bandung bersama kakak nya )


“Ini.” wajah fanie sambil memerah dan berdiri di samping, sambil memeluk kedua tangan, dan melihat arya yang sedang melihat, “Barang-barang ini apa saja?”


“Barang ini apa, kamu sendiri bukannya sudah tahu? Coba kamu pilih dua set, lalu ganti di dalam kamar mandi! Aku lihat hasilnya seperti apa!” Arya sambil berdiri di tempat dan menjawab dengan tenang, wajah pun tidak memerah, tidak merasa deg-deg an juga.


Benar, dalam satu kotak penuh ini, adalah baju dalam dan piyama yang baru ia beli dari luar negeri, artinya barang di dalam kotak ini, kedepannya merupakan milik Fanie semua.


“Aku? Berarti, semua ini kamu beli untuk aku? Tapi, ini juga sudah terlalu banyak!” wajah kecilnya merasa semakin malu, mana ada orang membeli piyama dan pakaian dalam seperti ini, dan sekali beli beli segitu banyak, dan ini adalah merk barang mewah di luar negeri, menghabiskan uang seperti air yang sedang mengalir, sama sekali tidak menyayangkan uang kah?

__ADS_1


__ADS_2