
fanie yang tersadar, segera bergegas memasuki mobil Anton.
Ketika mereka tiba di hotel, mereka sudah mendekorasi semuanya, para karyawan di hotel, sangat bekeja keras, mereka sudah mendekorasinya dari awal, jika ada yang tidak puas, mereka akan segera menggantinya.
"Apakah Welcoming Party diadakan di sini? Ya tuhan, bukankah ini sangat berlebihan!" fanie menatap tempat pesta ini dengan terkejut, dia seperti mengikuti pesta yang diadakan di villa pribadi.
"Tentu saja, para petinggi perusahaan sangat menganggap penting Welcoming Party ini, Presdir baru ini, tampaknya sangat hebat, tidak bisakah kamu lihat betapa mewahnya tempat ini? Nanti, jagalah dirimu!" kata Anton, lalu berjalan pergi meninggalkannya.
Setelah Anton pergi, fanie berjalan mengelilingi tempat pesta ini, dan menyadari bahwa dia tidak memiliki hal yang dapat dilakukannya.
Itu membuatnya sedikir frsutasi, jadi dia mencari sebuah tempat di sudut ruangan, dan berusaha menyembunyikan keberadaan dirinya.
Dia melihat ke sekeliling di tempat pesta, dan melihat seseorang, dia berpikir bahwa dirinya telah salah lihat, dia menggosok matanya, dan menyadari bahwa dia tidak salah lihat, orang yang mengenakan gaun berwarna putih adalah Gabbie. Gaun putihnya membuat dia terlihat seperti bidadari, dan sekejap menjadi orang tercantik di tempat pesta ini.
__ADS_1
Tetapi, yang membingungkan adalah, sejak kapan dia mengganti pakaiannya? Apakah dia pulang kerja lebih awal, lalu berganti pakaian dan mengenakan gaun yang mewah ini, lalu datang ke hotel ini? Demi meninggalkan kesan yang mendalam kepada para petinggi perusahaan, dan Presdir baru, Gabbie ini, benar-benar sangat bekerja keras!
Dia melirik pakaian yang dia kenakan, dia masih memakai pakaian formal untuk bekerja, meskipun dia terlihat sedikit profesional, tetapi dia merasa dirinya sangat dusun.
Sebelumnya, dia tidak tahu masalah Welcoming Party ini, jadi dia tidak menyiapkan apa-apa, jika dia mengetahui masalah ini sebelumnya, mungkin dia akan menaruh gaun cantik dari lemarinya ke dalam tasnya, lalu sebelum dia akan pergi ke tempat pesta, dia bisa mengganti pakaiannya di dalam kamar mandi perusahaan.
Tetapi sekarang semua itu sudah telat.
Malam ini Gabbie, berusaha menonjolkan dirinya, gaun putih yang dia kenakan sekarang, telah menghabiskan sebagian uangnya ketika dia membelinya kemarin, karena kemarin dia tahu bahwa Welcoming Party akan diadakan di sini, dan mendengar bahwa Presdir baru akan datang, jadi dia telah menyiapkan banyak hal, termasuk dengan dia pergi melakukan spa kemarin malam, lalu pergi ke salon untuk merapikan rambutnya, hanya demi hari ini dia bisa tampil dengan cantik di tempat pesta ini, dan menjadi pusat perhatian semua orang.
Meskipun di perusahaan, Gabbie bukanlah anak magang yang patuh dan penurut, tetapi anak magang tetaplah anak magang, anak magang yang baru datang, tidak akan mendapat perhatian semua orang.
Tetapi dia tampil dengan elegan malam ini, percayalah, mulai dari malam ini, para petinggi perusahaan, dan juga rekan kerja pria pasti akan dengan cepat mengingat nama Gabbie dan itu merupakan tujuannya.
__ADS_1
Suara musik mulai terdengar, dan suasana mulai menjadi rilleks, para petinggi perusahaan mulai berdatangan ke tempat pesta ini.
"Mengapa kamu bersembunyi di sudut ruangan seperti ini? Kenapa kamu tidak pergi ke sana, di sana lebih ramai!" mata Anton sangat tajam, ketika dia memasuki tempat pesta ini, dia melihat fanie yang sedang bersembunyi di sudut dan tidak melakukan apa-apa.
"Bukankah ini karena aku merasa pesta ini terlalu mewah, dan sepertinya tidak ada hubungannya denganku!" dia berkata dengan canggung, dia sama sekali tidak suka tempat yang ramai seperti ini.
"Siapa bilang? Siapa bilang ini tidak ada hubungannya denganmu? Jika Presdir baru datang, setelah resmi menduduki jabatannya, mungkin dia akan menaikkan jabatan para karyawannya, bisa saja kamu mendapat kesempatan itu, selain itu, meskipun kamu adalah anak magang, kamu tidak tahu banyak tentang operasi dan sistem perusahaan, tetapi aku tidak suka dengan sikap negatifmu yang sekarang!" Anton tahu bahwa dia merasa bahwa ia adalah anak magang baru, jadi merasa tidak nyaman dengan Welcoming Party ini.
Tentu saja, dia dapat memahami perasaannya.
"Aku mengerti, aku seharusnya tidak boleh bersikap negatif seperti ini! Bagaimanapun juga ini adalah pekerjaan pertamaku, seharusnya aku lebih berani." jawab fanie yang sedikit kesal dengan kepengecutan dalam dirinya.
"Dulu, ketika aku baru masuk ke perusahaan ini, aku juga sepertimu, beberapa kali merasa bingung, dan juga pernah mendapat masalah, tetapi, kita harus bangkit di tempat kita terjatuh, setelah melewati beberapa kegagalan, akhirnya kamu baru bisa melihat aku yang sekarang!" demi menenangkan fanie, Anton sampai membicarakan pengalamannya.
__ADS_1
"Benarkah? Sangat disayangkan aku tidak bisa melihat dirimu yang sedang bekerja keras!" suasana hati fanie menjadi lebih baik setelah mendengarkan ucapan Anton.