Cinta Merubah Segalanya

Cinta Merubah Segalanya
Bab 95 : Berbagai Siksaan


__ADS_3

"Aih, kamu pergi atau tidak? Kalau tidak, katakan kepadaku. Jika tahu lebih awal, pagi ini ketika Arya pergi, aku memintanya membangunkanku lebih awal, jadi aku tidak akan kelaparan sampai sekarang "Dia berkata kepada dirinya sendiri, sambil melihat orang yang sedang mengemudi di kursi kemudi.


Pengawal itu akhirnya mulai tidak tenang, dia berpikir berulang kali, lalu dengan hati-hati menjawab, "Baik, aku akan turun dan membelikannya untukmu!"


Pengawal itu masuk ke toko sarapan, setelah bertanya, dia mendapati toko sarapan ini hanya menjual susu kedelai dan roti, mereka tidak menjual cakwe. Setelah berpikir sebentar, dia membeli dua ini dulu.


Dia kembali ke mobil dengan membawa sarapan, lalu dia membuka pintu kursi belakang dengan hati-hati dan bergegas tersenyum sambil menyerahkan sarapan, "Non fanie , di toko ini tidak ada cakwe. Adanya hanya susu kedelai dan roti saja!"


fanie melirik sarapan di tangannya, tapi dia tidak menjulurkan tangan untuk mengambilnya, "Tidak ada cakwe? Tapi aku paling suka cakwe."


"Ah, anda masih mau cakwe, kalau begitu aku akan mengemudi ke depan untuk melihat-lihat, kalau di depan masih ada toko sarapan aku akan berhenti dan bertanya lagi! Susu kedelai dan roti ini masih panas, dan aku sudah membelinya, bagaimana kalau Non fanie, makan dulu! "Ekspresi wajah pengawal itu terlihat seperti hendak menangis. Sampai sebesar ini, ini pertama kalinya dia diperintahkan oleh seorang wanita untuk membeli sarapan.


"Boleh!" fanie berpikir sebentar, dan dengan terpaksa menerima susu kedelai dan roti itu. Sebenarnya dia memang sedang lapar, kalau tidak, dia tidak akan dengan mudah melepaskan pengawal ini .


Akhirnya, sampai di toko sarapan ketiga, dia menemukan cakwe yang diinginkan fanie.


"Aih, sepertinya sangat berminyak, tiba-tiba aku tidak mau makan lagi. Kalau begitu kamu bantu aku memakannya. Kamu pasti sudah lama menunggu di luar villa, seharusnya kamu belum sarapan kan!" melihat cakwe yang berminyak memang membuatnya tidak ingin makan lagi, jadi muncullah ide ini.

__ADS_1


"Non fanie, saya sudah makan!" Sebenarnya, pengawal ini tidak suka gorengan seperti cakwe. Tidak hanya itu, dia tidak suka makanan yang digoreng.


"Sudah makan? Sepertinya sangat sayang, bagaimana ini?" Sekarang mobil melaju dengan kecepatan tinggi, fanie berpikir sebentar lalu dia kembali memasukkannya ke dalam kantongan dan kembali menyerahkannya ke depan, " Sudah makan juga tidak apa-apa, bukankah biasanya nafsu makan pria sangat besar? Makan satu gorengan tidak apa-apa kan! "


fanie langsung menjulurkan tangannya yang mengenggam kantongan, kalau pengawal itu berani tidak mengambilnya, dia akan terus memegangnya seperti ini sampai mobil tiba di tempat parkir perusahaan.


Melihat hal ini, pengawal itu baru menyadari Fanie benar-benar sengaja mempersulitnya!


"Baiklah, aku akan mengambilnya, nanti aku akan memakannya." dia bergegas mengambil kantongan itu dengan sebelah tangannya.


Fanie kembali duduk dengan baik, dan kemarahan di dalam hatinya tiba-tiba menghilang karena hasil yang memuaskan ini.


“Nona fanie itu...” Dia mengemudi sambil berkata dengan suara pelan.


Tetapi karena suaranya terlalu pelan, mengakibatkan Fanie yang duduk di kursi belakang tidak bisa mendengarnya sama sekali.


“Non fanie?” di karenakan tidak mendengarkan respon dari belakang, dia meninggikan volume suranya sedikit, dan kembali memanggilnya dengan ragu-ragu.

__ADS_1


Saat ini, Fanie baru terbangun, “Ada apa, sudah sampai?” dia duduk dengan tegak, dan melihat keluar, tapi mobil masih melaju, dan mereka belum sampai di depan gerbang perusahaan.


Dia merasa sedikit bingung, tapi disaat yang sama, dia merasa dia benar-benar mengantuk, jika tidak, mana mungkin dalam waktu yang singkat ini dia tertidur di dalam mobil.


“Non Fanie , anda baik-baik saja kan?” saat ini, pengawal yang sudah dengan jelas melihat situasi di belakang lewat kaca spion, berpura-pura bertanya dengan penuh perhatian.


"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja." fanie tidak ingin menjawab panjang lebar. Baik apanya, dia sama sekali tidak baik , tapi hal ini tidak bisa dia katakan kepada pengawal ini!


Karena semua hal yang tidak baik ini disebabkan oleh si arya putra yang bossy itu.


"Non fanie, maaf tadi malam saya sudah menyinggung anda. Tolong anda memakluminya dan tidak memasukkannya ke dalam hati." Pengawal itu ragu-ragu sejenak tapi akhirnya memilih untuk berbicara, kalau masalah ini tidak dibicarakan dengan baik, dia tidak akan bisa bekerja dengan tenang.


“Tadi malam, hal menyinggung apa yang kami lakukan kepadaku?” saat fanie yang sedang bingung mendengar hal ini, dia langsung sadar sepenuhnya, dia tidak menyangka pengawal yang sedang mengemudi di depan akan begitu blak-blakan!


"Soal saya mengikat anda dan membawa anda ke tempat parkir bawah tanah. Saat itu, saya juga bingung, CEO Arya memerintahkan saya harus membawa anda ke tempat parkir bawah tanah dan dia akan menunggu di mobil yang diparkir di tempat parkir bawah tanah. Dia juga mengatakan jika saya tidak bisa menyelesaikan tugas ini, dia menyuruhku berhenti bekerja di sini. Mendengar nada bicaranya, sepertinya sangat serius. Saat itu saya juga tidak berpikir panjang, jadi saya melakukan beberapa tindakan kasar kepada anda, jika di pikirkan saya memang telah melakukan hal yang menyinggung anda! Di sini, saya ingin meminta maaf kepada Non Fanie atas kekasaran saya tadi malam!" sambil mengemudi dia meminta maaf dengan serius.


"Memangnya tidak menyinggung? Kalau saat itu aku memiliki kekuatan, aku bahkan berniat menendang kakimu, jadi seharusnya kamu tahu aku membencimu kan. Pagi ini ketika aku melihatmu keluar dari mobil, aku sudah merasa tidak senang, dan mengingat tadi malam kamu bersikap sangat kasar kepadaku, heh, aku juga tidak bisa bersikap baik kepadamu!

__ADS_1


Tadi aku sengaja memerintahkanmu keluar dari mobil untuk membeli sarapan karena aku sengaja ingin menyiksamu! " fanie tidak menyembunyikannya, sebaliknya dia memberitahunya secara terus terang


__ADS_2