
Dibelakang pepohonan sana, meskipun juga termasuk tempat tenang, namun saat ini yang kabur dari kelas jelas bukan hanya Fanie saja.
Dia bisa kabur dari kelas dan memilih untuk membaca buku dengan tenang disini, maka teman lainnya juga bisa memilih kelas yang ribet dan kabur untuk mengobrol disini atau bermain untuk menghabiskan waktu yang bosan.
Perlu diketahui bahwa didalam lingkungan sekolahan, bukan semua orang akan begitu semangat dan rajin seperti Fanie, dan juga bukan setiap siswa akan mengangap penting nilai dan belajar disekolah, ada banyak murid yang setelah sampai di sekolah, kerjaan mereka setiap hari yaitu makan ini itu, dan hadir dibeberapa kelas wajib yang harus datang, lalu berpacaran, bagi mereka, inilah kehidupan kuliahan yang menarik.
Dan ada sebagian dari mereka sudah lama merencanakan tugas untuk mereka setelah kuliah nanti, mereka sudah lama mencari part time yang bersangkutan dan sambil mencari uang, sambil menyelesaikan sks untuk lulus secara perlahan.
"Pelajaran ini sepertinya Fanie yang menjadi simpanan orang kaya itu juga tidak masuk kelas sepertinya, ketika aku meniinggalkan kelas, aku masih sengaja mencarinya, benar-benar tidak ada dia, sepertinya sama seperti kita memilih untuk kabur dari pelajaran."
Fanie, nama ini terdengar begitu jelas dari tempat tidak jauh dari Fanie, sekarang sosok itu sementara tertutup dibelakang sebuah pohon barulah Fanie tidak berhasil mengenali orang itu.
Dia tersenyum masam, ternyata sekarang karena dirinya menjadi simpanan, dia sudah menjadi orang terkenal disekolah dia?
Dulu, dia setiap tahun berada dipanggung dan menerima beasiswa, dia tidak pernah terkenal, tidak sampai jalan kemana-mana juga bisa mendengar orang lain merundingkan namanya.
Benar saja, hal baik tidak tersebar keluar rumah, kejadian buruk menyebar kemana-mana, kecepatan penyebaran gossip ini sudah jauh berada diluar imajinasi dia, sepertinya sekarang sudah menjadi sebuah berita buruk diseluruh sekolah.
Seperti tadi ketika berada dikantor saja, guru pembimbing nya yang yakin terhadapnya tidak mengatakan hal ini, dan tampangnya masih saja baik seperti dulu, dan sedikit ketat, sepertinya guru pembimbingnya masih belum mendengarkan hal ini.
Jika guru pembimbingnya mengetahui berita ini, maka apakah dia juga akan mulai membenci dirinya yang mana murid yang berubah jahat? Dia sudah tidak berani membayangkannya lagi.
Disaat ini, perbincangan orang itu terdengar dengan jelas lagi.
"Duh, apa-apaan ini, hanya kabur dari kelas saja, dia sudah berhasil mendapatkan orang kaya, apakah masih perlu peduli dengan pelajaran yang tidak ada gunanya? Sekalipun dengan susah payah mendapatkan s2 masih bisa bagaimana lagi? Sekarang dia tengah menjadi simpanan orang kaya, mana peduli dengan ini? benar saja, seorang wanita jika menjadi jahat, dia akan menjadi kaya! Setelah ada uang, ujian untuk s2 dan lainnya juga sama sekali tidak perlu dipedulikan lagi!"
Maksud diluar perkataannya penuh dengan sindiran.
"Lihatlah dia dulu adalah gadis yang begitu rajin, mengapa bisa langsung saja menjadi simpanan orang kaya, sungguh tidak mengerti, dia bahkan mendapat beasiswa setiap tahunnya."
"Iya memang, aku juga tahu dia, kan keluarganya miskin, sudah terbiasa miskin, jadi sekali dengan susah payah ada orang kaya yang suka, dia lansung tidak mempedulikan apa-apa! Dengan adanya orang kaya, bukankah itu sama saja dengan mempunyai sebuah mesin atm, ingin berapa banyak tinggal langsung ambil saja!
Kita yang rajin part time diluar sekolah saja baru bisa mendapatkan berapa banyak gaji sebulan, orang kaya kan punya banyak uang! dan bersedia mencari murid sekolahan seperti itu, jika bukan karena menginginkan badannya kamu kira apa!"
Segaala jenis perkataan kurang mengenakan ditelinga terdengar ditelinga Fanie.
__ADS_1
Kali ini, Fanie tidak bisa menahannya lagi, dia bangun dan berteriak kearah orang yang duduk diarah sana, "Darimana kalian mendengar gossip-gossip seperti ini? Apakah kalian sudah belajar begitu banyak buku dan menerima begitu lama Pendidikan perguruan tinggi, dan hanya bisa membicarakan gossip dan keburukan orang lain dibelakang saja?"
Dia benar-benar marah besar, murid-muridnya sungguh pantas didendami.
Mereka mengira dengan sembarangan bergosip dibelakang orang bisa tidak perlu sama sekali tidak betanggung jawab atas hokum? Nama baiknya, kehidupan privasinya, apakah boleh sembarangan difitnah?
"Lihat, itu dia, dia adalah murid yang menjadi simpanan orang kaya." Langsung ada murid yang satu jurusan langsung berhasil mengenalnya, dan berbisik kepada temannya.
Mungkin saja karena dibongkar didepan mata, jadi murid-murid yang suka bergosip ini semuanya terlihat malu.
"Kenapa, mengapa kalian semua sekarnag menjadi bisu? bukankah tadi luamayan seru mengobrolnya? Beritahu aku, darimana kalian mendengar runmor yang tidak benar ini?
Siapa, siapa sebenarnya yang sembarangan menyebarkan rumor seperti ini?" Fanie sangatlah marah, akibatnya sangat parah, dia sudah melaju kesamping murid-murid itu dan ingin menanyakan dengan jelas kepada mereka.
Jika tidak diberitahu seolah tidak akan melepaskan mereka yang sembarangan bergosip!
Awalnya murid wanita ini semua terlihat sedikit kaget, karena kemunculannya, namun setelah mereka sedikit sadar, wanita yang cukup berani diantara mereka langsung mulai membantahnya dengan tidak takut apapun.
"Hampir semua orang didalam sekolah mengetahuinya, apakah kamu kira berita memalukan kamu ini bisa ditutup selamanya?
Fanie sudah memperkirakan murid-murid ini tidaklah mudah untuk disinggung, benar saja, jelas adalah kesalahan mereka, dan sekarang malah mengatakan kesalahan dirinya, apa yang namanya membalikan kenyataan, akhirnya Fanie berhasil mengetahuinya.
"Aku sekarang hanya tanya, siapa sebenarnya yang membuat rumor seperti ini? Rumor yang sama sekali tidak ada pembuktian ini apakah kalian sangatlah senang menyebarkannya?" Fanie sudah sangatlah marah.
"Semua dengar dari prang lain, tentu saja ada orang yang membocorkannya, jika kamu tidak menjadi simpanan orang kaya, mengapa bisa ada isu seperti ini, pasti ada hal seperti ini!" Murid-murid itu sangatlah sombong, mereka seolah benar saja, seperti yang salah itu bukanlah mereka.
"Kentut! Siapa si anjing keparat yang terlalu bosan dan menyebarkan rumor seperti ini? Kalian punya nyali merundingkan rumor seperti ini dibalukku, sekarang aku berada diahdapan kalian, kalian begitu tidak punya nyali dan tidak berani memberitahuku secara langsung anjing keparat mana yang membuat rumor dibelakangku?" Amarah Fanie sudah memuncak.
Jika dia menemukan orang yang menyebarkan rumor itu, dia pasti akan mengulitinya.
"Untuk apa kamu begitu emosian, tidak perlu berakting disini! Sekalipun semirip apapun, juga tidak akan ada orang yang percaya kamu kasihan! Benar-benar, kami juga bukanlah orang kaya, mengapa kamu mengadu ditempat kami? Kamu sebaiknya pergi mencari orang kayamu dan menangislah, mungkin saja dia akan senang dan membelikan tas lv untukmu."
Salah seorang murid yang berani masih saja merendahkannya.
Fanie sudah marah hingga tidak bisa membantah mereka, terlihat dia mengangkat tangannya dan meninju kearah orang yang paling berani dan berkata jelek itu.
__ADS_1
Tinjuan itu dikerahkan sekuat tenaga.
"Beraninya kamu memukulku? Fanie, apakah kamu marah karena malu? Kamu boleh menjual diri dan tidak boleh ada orang yang bergosip tentangmu?
Fanie, kamu adalah dasar psk, tidak tahu malu, kamu menjual diri, kenapa? Aku mau bilang, aku memang mauy bilang, aku mau membiarkan seluruh murid dan guru disekolah tahu akan keburukanmu!" Gadis yang dipukul itu tidak tidak siap dan menerima tinju ini.
Tinju ini membuat wajah murid itu biru-biru, perlu diketahui bahwa Fanie adalah orang miskin, dari kecil dia mengangkat air dan memindahkan bata dan lainnya, pekerjaan berat semuanya pernah dia lakukan, jadi tenaganya juga sangatlah besar, seolah tidak bisa habis.
"Jika kamu masih sembarangan bicara, percaya atau tidak, aku akan menghajarmu lagi!" Mata Fanie sudah menjadi merah karena marah.
Namun sekarnag dia sudah terbodohi oleh amarahnya sendiri, dia sudah tidak logis dan menahan diri, dia lupa, sekarang dirinya hanya sendiri saja, dan mereka jelas mempunyai orang berkali-kali lipat dibandingkan dengannya, orangnya banyak, sekalipun dia kuat, juga sama sekali bukanlah lawan dari mereka semua sekali bekerja sama.
dengan cepat, dia langsung ditekan oleh murid-murid wanita yang juga marah dilantai, dan dipukul terus, tinju terus saja berjatuhan padanya dipunggung dan pahanya, bahkan ada yang menendangnya.
Fanie kesakitan hingga keringatan dinging, tapi apa boleh buat? Disini memang lumayan jauh dari kelasnya, dan disekitar sini juga tidak ada orang yang lewat, sekalipun dia punya tenaga untuk berteriak minta tolong, sepertinya itu juga percuma.
"Kupukul kamu, pukul kamu, dasar psk tidak tahu malu, kamu adalah sampah masyarakat diantara kami! Sekarang semuanya terbongkar dan kamu menjadi marah kan!"
"Beraninya, Sudah menjadi psk masih berani ingin terlihat polos? Sungguh tidak tahu malu! Wajahmu ini sungguh lebih tebal daripada dinding!"
setelah memukul dan menendangnya, mereka masih belum merasa puas, dan menyerangnya dengan ucapan, kelakukan murid-murid ini juga sungguh buruk sekali.
Fanie terbaring diatas lantai dengan penuh luka, dia tidak bisa bergerak, makian mereka terus saja terdengar olehnya, dia menutup kedua matanya dengan menderita.
Siapa yang sebenarnya dia singgung, mengapa sekarang sekolah yang paling dia sukai, murid-murid disini sudah tidak bisa menerimanya?
Dia lupa, dirinya dulunya adalah murid teladan dimulut para guru, setiap tahun, beasiswanya pasti diambil olehnya, dia sudah lama menjadi orang yang diiri dan dengki oleh seluruh murid.
Sekarang, akhirnya dia punya berita buruk, tentu saja sekali menyebar akan sangatlah cepat, dan membuatnya tidak bisa menahannya.
Jadi, kekuatan rumor dan gossip itu sungguh menakutkan, membawakan daya hancur yang tidak bisa dibayangkan oleh orang yang mendapatkan masalah.
"Siapa sebenarnya? Siapa yang menyebarkannya?" Sekalipun terbaring diatas lantai, Fanie masih saja tidak lupa untuk mencari orang yang menusuk dari belakangnya!
Ini adalah orang yang mempunyai maksud lain, dia menghancurkan segala ketenangan dan keindahannya disekolah ini, orang itulah yang membuat diirnya menerima begitu banyak makian dan pelecehan.
__ADS_1