Cinta Merubah Segalanya

Cinta Merubah Segalanya
Bab 66 : Mengantar Makan Siang


__ADS_3

‘Makan siang cinta’, ketika Fanie mengucapkan kata ini, bulu kuduknya juga berdiri.


“Ya sudah begitu saja, bibi akan sibuk di dapur, dijamin akan masak yang enak! Jamin akan membuat den arya suka! Bukankah iklan di tv ada perkataan yang bagus, namanya ‘jika ingin mengambil hati seorang pria, terlebih dahulu harus mengetahui makanan kesukaan sang pria!’, kadang-kadang mengirim makan siang cinta, yang dikirim adalah cinta sejati dan perhatian!” Bi leni jauh lebih antusias dan agresif daripada Fanie sendiri.


“Tetapi, bagaimana jika dia tidak suka aku mencarinya ke kantor? Seharusnya dia tidak suka orang lain mengganggunya ketika sedang bekerja, dulu ketika dia bekerja di ruang baca villa, aku juga jarang masuk ke ruang baca.” Fanie ragu.


Dia tidak pernah ke kantornya, tidak tahu seperti apa kantornya, juga tidak tahu bagaimana kondisinya ketika bekerja di kantor, apa perbedaannya dengan dia ketika berada di villa, dia sangat penasaran.


Namun jika mengantar makan siang cinta untuknya ke kantor, dia merasa agak malu.


Dalam pandangannya perusahaan merupakan tempat untuk bekerja, tidak cocok untuk mengobrol urusan pribadi, terlebih lagi tidak cocok untuk membina hubungan apapun, dengan statusnya ini muncul begitu saja di kantor sepertinya tidak baik.


“Den Arya biasanya sangat memperhatikanmu dan pengertian, bagaimana mungkin dia tidak suka makan siang cinta yang kamu kirim, takutnya dia malah sangat senang, bibi sudah berpengalaman, kamu harus percaya dengan pengalaman bibi!” Bibi Leni sangat yakin tentang hal ini.


“Tetapi biarpun dia tidak senang, namun tanpa pemberitahuan datang ke kantornya, bukankah akan mengganggunya dan tidak leluasa? Atau aku telepon dia tanya dulu? Setelah mendapatkan persetujuannya baru antar juga tidak telat!” fanie penuh keraguan, tidak bisa mengambil keputusan dengan tegas.


Dia terus kebiingunan antara ingin pergi dan tidak.


“Untuk apa menelepon? Menelepon memberitahu Arya baru pergi mengirim makan siang cinta, ini sudah bukan kejutan kan? Pengiriman makan siang cinta tujuannya adalah memberikan kejutan!” bi Leni mulai meragukan pemahamannya tentang cinta dan standardnya tentang cinta.


Mengapa dirinya yang telah lanjut usia saja mengerti semua ini, mengapa gadis muda ini tidak mengerti? Mungkin bukan tidak mengerti melainkan malu?


“Begitu saja ya, kamu jangan menelepon sekarang, kamu naik ke atas berdandan, pertama kali kamu pergi ke perusahaan, jadi harus memakai pakaian yang resmi, sebisanya bersikap anggun, bisa pilih gaun yang membuat dirimu terlihat lebih dewasa, karena di sana adalah perusahaan tempat bekerja, bukan tempat untuk bersenang-senang, selesai kamu dandan, makanan juga sudah siap!” bibi leni segera mulai sibuk.


Fanie kembali naik ke atas, dia agak kebingungan, perkataan Bibi Lenii muncul berulang kali di otaknya, dia ingin sekali menggigit lidahnya sendiri, mengapa tadi dia keceplosan mengatakan makanan pesanan tidak sehat, untuk apa memberikan perhatian yang sia-sia untuk Bos Besar Arya itu?


Ketika tanpa sadar berdiri di depan cermin, baru dia menyadari ternyata wajahnya kuning pucat dan tidak bersemangat, dengan lingkaran hitam mata yang besar, bagaikan seekor panda! Bagaimana dia bisa pergi bertemu dengan orang di kantornya dengan kondisi sekarang?”

__ADS_1


Tidak bisa, tidak boleh dengan penampilan seperti ini.


Dia yang biasanya tidak terlalu memperhatikan penampilan, hari ini pertama kali menemukan wajahnya pucat di depan cermin, sungguh tidak sanggup melihatnya dan tidak pantas dilihat orang! Tidak tahu dulu bagaimana dia bisa keluar rumah dengan berani pergi ke berbagai tempat.


Sebelum pindah kemari, dia hampir tidak memiliki kosmetik, sepanjang tahun hanya ada sebotol kecil pelembab muka saja, karena tidak perlu dan ingin hemat.


Setelah pindah kemari, Arya melihat meja riasnya kosong, beberapa kali memberikan isyarat kepadanya sebagai wanita boleh sedikit berdandan, karena isyaratnya maka fanie terpaksa membeli sebotol susu pembersih wajah, sebotol sun-block dan sebuah lipstik.


Tetapi walaupun sudah dibeli pun juga jarang dipakai, juga tidak ada kebiasaan berdandan setiap pagi.


Apa daya dia adalah wanita pemalas, wanita pemalas yang tidak bisa dandan.


Sekarang dia mulai duduk di depan cermin rias berdandan dengan hati-hati, dia mencoba untuk berdandan tipis dulu untuk menutupi lingkaran hitam matanya, memakai lisptik yang muda warnanya, mukanya terlihat lebih cerah.


Terakhir dia mengeluarkan gaun lain dari dalam lemari, gaun tersebut dipilih oleh Arya ketika mereka keluar bersama, dia kaget sekali ketika melihat harga yang tertera waktu itu! Langsung menarik Arya untuk meninggalkan toko bermerek itu.


Sekarang dia memakai gaun yang dipilih Arya, orang yang berdiri di depan cermin bagaikan orang yang berbeda, gadis kota yang modern dan agak seksi.


“Haiya, manusia memang butuh pakaian yang bagus,!” Pilihan Arya terbukti sangat bagus, tentu saja harganya juga pantas, baju yang mahal memiliki niilainya tersendiri.


Dia melempar handphone di sampingnya, tetapi dia sangat ragu, perlukah menelepon memberitahu dulu?


Lagipula dia tidak tahu dimana kantornya, bagaimana caranya pergi? Dia teringat supir khususnya, dia memang tidak tahu kantornya, tetapi supir khusus itu pasti tahu dimana kantornya, lagipula dia memiliki nomor telepon sang supir, bisa dihubungi langsung.


Ketika sang supir langsung mengiyakan untuk mengantarnya ke kantor, dia tidak bisa mundur, walaupun tidak ingin pergi pun juga harus memaksakan diri untuk pergi!


Ketika dia turun, bi Leni hampir selesai mempersiapkan semua makanan, hanya tinggal menuangkan sayur terakhir ke dalam termos penghangat.

__ADS_1


Ketika dia balik badan melihat seorang wanita modern yang cantik berdiri pintu dapur, tanpa sadar terpana, kemudian setelah lihat dengan jelas baru menyadari dia adalah Fanie.


“Aduh, kamu ini ya, seharusnya dari dulu berdandan! Untuk apa berpakaian sederhana setiap hari, tubuhmu sungguh bagus, dengan sedikit dandan langsung berbeda, aku yang wanita tua ini saja terkejut melihatmu, nanti saat dwn arya melihat dirimu yang cantik di kantor, pasti akan berbunga-bunga!” Bi leni bercanda dengannya.


“Masak sih Bi ? Tetapi aku berpakaian seperti ini apakah pantas? Aku merasa agak aneh, tidak nyaman!” Gaun panjang ini pertama kali dia pakai semenjak dibeli, selama ini disimpan tidak tega memakainya.


Bahkan dia pernah berniat untuk mengembalikan gaun ini, sebab harga yang tertera sungguh membuat tubuhnya sakit!


“Aneh apa, bagus sekali, ya begini saja bagus! Ayo, sayur yang mau dibawa sudah aku masukkan dalam termos, sekarang kamu hanya perlu membawa termos ini kemudian muncul dengan cantik di hadapan den arya saja! Untuk hal lain jangan terlalu banyak dipikirkan, percaya padaku, dia pasti akan senang melihatmu, juga akan kaget!” Bibi Leni dengan tersenyum mendorong Fanie untuk menunjukkan diri dengan berani.


Mobil sang supir pas tiba di luar, Fanie sulit untuk mundur saat ini, tidak ada kemungkinan untuk berubah pikiran.


Dengan tanpa daya dia membawa termos itu dengan perlahan jalan keluar, agar cocok dengan gaun ini, dia bahkan sengaja memakai hak tinggi yang jarang dipakai, hak tingginya adalah model yang depannya lancip, hanya saja haknya sedikit lebih kasar.


“Non Fani, kamu sangat cantik hari ini! Apakah termos ini adalah makan siang cinta untuk Bos Arya? Bukankah Bos Arya akan senang setengah mati!” Supir sudah lebih akrab dengan Fanie, saat ini juga tersenyum menggodanya.


“Ini idenya Bibi Leni !” Fanie merasa sangat terpaksa, duduk di mobil pun merasa seluruh badan tidak nyaman.


“Kamu belum pernah pergi ke perusahaan Bos Arya?” Supir sangat santai, berusaha mencari bahan pembicaraan.


“Hm, tidak pernah, kamu seharusnya sangat akrab!” Fanie sedikit tertarik dengan topik ini.


“Termasuk akrab, aku sering antar jemput Bos Arya ke kantor, hampir semua pegawai mengenalku, tetapi aku tidak kenal akrab dengan mereka semua, yang paling akrab paling 2 gadis yang bagian pelayanan di meja depan kantor, mereka umurnya sebaya dengan Nona Fanie, mahasiswa yang baru lulus, muda, cantik, bermulut manis, saat tersenyum juga sangat cantik!” Supir mengobrol sambil tersenyum.


“Bisnis apa perusahaan Arya Putra itu ? Apakah sangat ramai bisnisnya?” Sesungguhnya dia tahu sedikit sekali mengenai bisnis dan perusahaan Arya , dulu juga tidak berniat untuk tahu.


“Non Fanie juga tidak tahu hal ini? Bos arya dalam bidang usaha ini merupakan pengusaha muda yang sangat terkenal di kota ini, termasuk pengusaha yang sukses, dia merupakan pengusaha kaya yang masih perjaka di kota Bandung ini, dia mendirikan Arcamanic dengan nama Tiffany Manic , sudah menjadi model perhiasan yang trend di dalam maupun luar negeri serta perhiasan berkelas tinggi yang ditiru oleh berbagai Arcamanic .” Bahkan supir pun ingat jelas dengan berita yang tersebar ini.

__ADS_1


Fanie keringatan tanpa sadar, dirinya ternyata tidak memahaminya, ternyata dia jauh lebih kuat dari pada perkiraannya!


__ADS_2