Cinta Merubah Segalanya

Cinta Merubah Segalanya
Bab 031 : Insiden Fani Membuat Arya Marah


__ADS_3

Dalam rekamannya, Fanie dikepung oleh teman kampus yang tidak jauh dari sana, mereka sepertinya tidak berniat baik, ekspresi mereka cukup mengerikan dan membahayakan, rekaman layarnya berubah kemudian muncul adegan mereka mulai memukulnya dengan kasar.


"Sial." Dia menggeram kemudian sekali lagi memukul meja di depannya sehingga gelas susu kosong di atasnya ikut bergetar.


Mereka dengan beraninya memukul wanita milik Arya Putra! Dia benar-benar sangat marah!


Yang membuatnya marah bukan hanya jumlah banyak menyiksa jumlah kecil.


Namun yang membuatnya semakin marah adalah rekaman terakhir yaitu seorang gadis tinggi dengan beraninya menendang wanita miliknya dengan kuat dan menendang pada posisi betis Fanie, bagaimana mungkin tendangan itu tidak menyebabkan memar? Namun, wanita bodoh itu sama sekali tidak memberitahu fakta yang dialaminya saat dia bertanya dan khawatir pada kondisinya ketika dia sampai di rumah.


Dia telah dipukul di luar sana, tetapi setelah pulang ke rumah, mengapa dia tidak berani mengatakan yang sebenarnya? Arya tidak mengerti.


Apakah Arya tidak bisa membantu balas dendam jika wanita miliknya disiksa di luar sana, apakah dia tidak memiliki kemampuan untuk melindungi wanita miliknya?


Atau mungkin dia tidak percaya padanya sehingga Insiden yang dialaminya tidak ingin dicampur tangan oleh arya.


Apapun itu, dia merasa sangat sedih.

__ADS_1


Di akhir rekaman tersebut, dia melihat dirinya seperti sedang menelepon, kemudian dia buru-buru bangkit dan berusaha meninggalkan tempat di mana kekerasan itu dilakukan, setelah itu tidak ada seorang pun yang melewati tempat itu atau menyadari kekerasan yang terjadi di sana.


Dia menyipitkan matanya, menatap waktu yang ditampilkan di layar, kemudian teringat sesuatu dan dengan cepat mengeluarkan ponselnya, mulai mencari waktu pada daftar panggilan kemudian dibandingkan dengan waktu yang berada dalam rekaman tersebut, hasilnya adalah sama persis.


Dia akhirnya menyadari bahwa saat Fanie mengangkat telepon yang berisi pertanyaan dimana posisinya karena supir telah menunggu dirinya cukup lama di luar kampus yang bahkan sangat khawatir sehingga menghubungi Arya,


kemudian Arya menelepon Fanie yang saat itu baru selesai dipukul teman sekampusnya, padahal melalui telepon itu, Fanie seharusnya bisa memberitahu atau melaporkan insiden ini kepadanya, namun dia tidak mengatakan apapun dan bereaksi seperti biasanya.


Apakah dia begitu tidak ingin bergantung padanya? Tidak ingin dia ikut campur dalam hidupnya?


Malam ini sudah ditakdirkan akan mengalami insomnia, dia tidak kembali ke kamar tidurnya, tetapi langsung menuju kamar tamu.


Karena hari ini adalah jadwal operasi abangnya, jadi dia bangun sangat pagi, tentu saja, Arya sudah berjanji tidak akan menyentuhnya lagi, sehingga dia bisa tidur lebih awal, setelah istirahat cukup dia juga akan bangun lebih pagi keesokan harinya.


Saat dia turun, Bibi Leni masih sibuk di dapur.


"Non Fanie, kamu bangun pagi sekali hari ini, tetapi Den Arya lebih awal, Den Arya baru saja keluar dari rumah." Bibi Leni sibuk bekerja sembari menyapa Fanie dengan ceplos.

__ADS_1


"Ah, dia sudah keluar lagi? Sungguh pagi!" Dia sudah bangun pagi hari ini, dia tidak menyangka Arya akan lebih pagi dari dirinya sendiri!


"Bukankah arya tiap hari bangun pagi? Dia juga tertidur larut malam, aku bingung bagaimana dia bisa begitu ketat pada dirinya sendiri, pengontrolan dirinya terlalu kuat! "Bahkan Bibi Leni juga mengagumi si arya putra ini.


"Tapi, apa yang terjadi semalam? Tadi pagi aku pergi membersihkan kamar tamu, aku menemukan jejak tidur seseorang di dalamnya, apakah itu den arya ?" Bibi Leni memang ramah, tetapi terkadang pola pikirnya terlalu sederhana, seperti pada saat ini, dia secara tidak sengaja menceritakan insiden tadi pagi.


"Kamar tamu? Tadi malam dia tidur di kamar tamu?" Fanie benar-benar tidak tahu, karena tadi malam dia tidur sangat nyenyak, ketika dia tertidur, dia masih belum kembali ke kamar tidur dan masih berada di ruang kerja, apakah dia masuk ke kamar atau tidak, Fanie benar-benar tidak tahu, ketika dia bangun di pagi hari, sampingnya tidak ada orang.


Namun hanya mereka berdua yang tinggal di lantai atas, dia tidur di kamar tidur mereka, jadi orang yang tidur di kamar tamu hanyalah dia.


Tapi mengapa dia mendadak tidur di kamar tamu?


Apakah karena perjanjian sebelumnya? Demi menaatinya dengan memilih tidur beda kamar?


Setelah dia berpikir panjang, dia tidak menemukan jawabannya, karena kepribadiannya memang susah ditebak.


“Mungkin iya, Non Fanie, apakah kalian berdua bertengkar atau ada sesuatu yang terjadi?” Satu-satunya kemungkinan yang Bibi Leni pikirkan adalah mungkin ada sesuatu yang terjadi diantara pasangan muda ini,

__ADS_1


jika tidak, bagaimana mungkin seorang pria seperti Den arya ini tidak tidur di kamar tidurnya malah tidur di ruang tamu, ditambah kamar tidurnya terdapat wanita yang begitu menawan, dia benar-benar tidak habis pikir.


Tidak, kami tidak bertengkar !


__ADS_2