
fanie masih mengira dia sudah menghentikan mobilnya, setidaknya dia akan turun, dan menjemputnya, namun tidak disangka dia hanya duduk didalam mobilnya dan melambaikan tangan kepadanya dan menyuruhnya pergi?
Apakah dia menganggap fanie adalah anjing yang sekali dilambaikan tangan dan akan langsung menhampirinya?
fanie sangatlah marah, namun otaknya tetap saja sadar, dia marah terhadap orang ini, entah kenapa, kedua kakinya mulai tidak dapat dikendalikan dan perlahan melangkah kearah mobilnya.
Ini sangatlah jelas bahwa ucapan dan pemikiran berbeda.
Dia berjalan mendekat dengan malu, lalu berdiri didepan pintu mobil dan tidak terburu-buru untuk naik.
Arya tengah menunggunya naik, ditempat ini tidak boleh menghentikan mobil terlalu lama, namun sekali dia menoleh dan menyadari bahwa wanita ini berdiri didepan pintu mobilnya, namun tidak bergerak sama sekali, apa yang sebenarnya terjadi? Tidak mau naik mobilnya?
"Naik! Apa lagi yang kamu renungkan? Apakah kamu bodoh!" Arya sudah sibuk seharian dikantor, saat ini dia capek dan bertemu dengan seorang gadis yang begini, bagaimana mungkin dia tidak marah?
"Kamu sengaja datang untuk menjemputku pulang?" fanie awalnya ingin menanyakan Arya mengapa tidak turun dari mobil melainkan sebagai seorang bos besar dan melambaikan tangan saja? Namun perkataannya kembali dirubahnya.
"Bukankah ini omong kosong? Jika aku bukan segaja datang untuk menjemputmu, aku dari jauh-jauh menyetir hingga ke rumah sakit, apakah aku gila?" Nada bicara Arya sangatlah kasar hari ini dan sangat tidak bersahabat.
Namun logika fanie memang berbeda dengan orang lain.
__ADS_1
Jika gadis lain yang mendengar kata itu maka pasti akan marah.
Namun fanie tiba-tiba tersenyum, meskipun dia tidak makeup, namun dia muda, kulit dan wajahnya bagus, hanya dengan senyuman saja sudah sangatlah mempesona.
Senyumannya ini membuat kemarahan Arya yang tersisa sedikit itu menjadi hilang semua.
Semenjak ini, barulah Arya percaya dengan alur najis dari film dan sinetron yang mengatakan bahwa orang cantik sekali tersenyum akan menhancurkan sebuah dunia, memang seperti begitu.
"Cepat naik mobil, jangan melongo!" Arya mendesaknya lagi dengan cepat.
Barulah fanie tersadar dan membuka pintu mobil, lalu masuk kedalamnya.
Jelas bahwa penataan dalam mobil ini jauh lebih bagus dan berkelas daripada mobil yang dia duduki tadi pagi, meskipun dia tidak ahli dibidang mobil, namun dia juga bisa langsung melihatnya.
"Tentu saja, orang yang punya identitas tinggi mana mungkin hanya punya satu mobil, kenapa, mobilku ini lumayan kan, aku yang memilihnya sendiri, aku seorang presdir arya akan membawamu jalan-jalan!" Arya memuji dengan bangga, lalu dia menyalakan mobilnya dan mobilnya melaju dengan cepat.
Disaat ini, langit berubah hitam dan lampu dijalanan sudah menyala, kota ini adalah sebuah kota besar yang modern, setelah malam hari, sekeliling jalanan diterangi oleh lampu.
"Apakah kita benar-benar akan pergi jalan-jalan?" Tanya fanie dengan hati-hati, "Kamu sudah sibuk seharian kan? Apakah kamu sudah makan malam?"
__ADS_1
"Belum, bagaimana denganmu?" jawab Arya tanpa memperhatikannya.
Bagi orang hebat dibidang bisnis, malam hari barulah adalah awal mulainya kehidupan malam, baru adalah awal dari kesenangan dan mabuk-mabukan, dia sering menemani orang makan dan ditambah lagi dengan dia suka ke bar, dan juga suka main, bahkan mainnya juga bagus, dia murah hati dan suka memberi, oleh karena itu dia mempunyai banya kartu VIP di banyak tempat hiburan ternama dikota bandung ini.
"Bagaimana jika kita makan dulu! Jalan-jalan dengan perut lapar sungguh tidak seru." Kebetulan fanie malu untuk langsung mengatakan bahwa dia lapar, ketika di rumah sakit tadi siang, demi untuk hemat, dia hanya membungkus seporsi makanan untuk kakaknya saja di kantin rumah sakit, lalu ketika memberikannya kepada kakaknya, dia menipunya bahwa dirinya sudah makan dibawah sana, sebenarnya dia sama sekali belum makan.
Biaya operasi dan tunggakan sudah diatasi, namun fanie yang pada saat ini masih saja bertemu dengan masalah yang membutuhkan uang dikehidupan nyata ini, jika dia tidak hemat, bagaimana dia bisa mengatasi beberapa keadaan darurat?
Anak orang miskin memang cepat memegang sebuah keluarga, ketika dia masih kecil, dia sudah saling menjaga dengan kakaknya, dia sudah mahir dengan sendirinya mengenai teknik hemat, asalkan bisa hemat, dia pasti akan boros satu rupiah sekalipun.
Karena mereka kakak beradik sudah terbiasa dengan miskin, dan juga takut dengan miskin.
Semenjak kecil, mereka yatim piatu, hari-hari yang susah ini tentu saja sangatlah susah, dia sudah lama belajar bersabar dan belajar untuk memegang sebuah keluarga, dia menghitung setiap rupiah yang dia pergunakan, dia merencanakan pengeluaran mereka berdua.
"Baik, ayo pergi aku bawa kamu pergi makan! Apa yang ingin kamu makan? jepanese food atau western food indonesi food chines Food ?" Arya tetap menyetir dengan santai, spesifikasi mobilnya ini bagus sekali.
"Terserah, tapi kita hanya pergi asal makan saja, seharusnya tidak perlu begitu banyak aturan kan?" meskipun punya kesempatan untuk makan western food, namun fanie juga tahu makanan barat yang lagi viral ini di bandung sangatlah mahal, dan yang terpenting adalah uangnya sudah dikeluarkan dan makannya juga masih saja tidak kenyang.
"Chinese food saja, aku tahu ada sebuah restoran chinese food yang rasanya original sekali dekat jalan antapani, sangatlah bagus, sama sekali tidak kalah daripada masakan bibi Leni, namun tempat itu sedikit kecil, apakah kamu keberatan?" Itu adalah sebuah toko yang sangatlah disukai oleh fanie dulu, terkadang dia juga akan berkumpul dengan teman wanita dikelasnya untuk pergi kesana sekali seminggu untuk memperbaiki gizinya, bagaimanapun juga makanan disekolah sejujurnya tidak seberapa enak namun harganya juga sedikit mahal.
__ADS_1
Waktu itu, mereka biasanya bayar sendiri sendiri, dua orang memesan dua lauk dan bisa saling berbagi kedua lauk ini.