
"Pemikiran seperti apa ini?"
fanie merasa gawat, bos arya ini mulai lagi.
Sekali dia begini, maka apapun keputusannya itu benar ataupun salah, dia kaan terus mengutamakan pemikirannya, dan menisyaratkannya menunduk dan bekerja sama tanpa syarat.
Dititik ini, fanie tidaklah puas namun dia juga sangatlah tidak berdaya.
"Ini bukanlah pemikiran yang salah, ini hanyalah pengetahuan dasar dalam hidup, apakah kamu tahu atau tidak? Apakah ketika kamu sekolah kamu terus saja tidur diatas meja?
Masih mengatakan dirimu adalah murid teladan, ini saja juga tidak tahu! Sudahlah, aku menunggumu di mobil! Cepat selesaikan!" Arya sudah tidak sabaran, dia berdiri.
Kursi disini juga membuatnya merasa sangat tidak nyaman.
Orang dengan identitas sepertinya bagaimanapun juga tidak mirip dengan orang yang akan makan ditempat pinggir jalan seperti begini.
Melihat dia sudah berdiri dan meninggalkan restoran, barulah fanie panik dan tidak makan lagi, dia juga bergegas berdiri dengan panik.
Namun arya sudah keluar dari restoran, dia berjalan menelusuri jalan yang mereka lewati tadi, barulah fanie bergegas memanggil kearah dapur.
"Tante, mau bayaran!"
Bos wanita yang berada di dapur bergegas keluar, dan bertanya, "Bukankah masakannya baru saja disajikan? Mengapa kalian makannya begitu cepat, dan sudah selesai?" Namun setelah dia mendekat dan melirik kearah meja, barulah dia menyadari bahwa masakannya hampir tidak disentuh sama sekali.
"Apakah masakan pamanmu sudah tidak enak lagi? Masakannya tidak enak? Mengapa kalian tidak makan?" Karena juga adalah orang kenal. bos wanita ini juga bertanya dan memberi perhatian karena baik hati.
Dan fanie menjadi tidak tenang dan merasa bersalah, dia bergegas mengerakkan tangannya, "Tidak, tidak seperti itu, tante, anda jangan berpikir seperti itu !
Faktanya karena kami ada urusan mendadak, baru saja makan tadi temanku langsung mendapatkan telepon dari perusahaannya dan ada urusan penting yang menunggunya untuk diselesaikan, tidak ada cara lain, orang yang berpekerjaan memang seperti itu!
Tolonglah maklumi!"
Untuk tidak membuat bos wanita ini salah paham, dan merasa tidak senang, fanie hanya bisa mencari sebuah alasan untuk mengelabuinya.
"Ternyata seperti begitu, pantas saja ketika anak muda itu masuk aku sudah merasa identitasnya memang berbeda, fanie, temanmu ini sepertinya adalah bos besar dari keluarga orang kaya kan!" Melihat orangnya sudah tidak ada disini, bos wanita bergegas bertanya kepada fanie.
fanie malu, dia ditanyakan seperti itu mengenai arya dia merasa malu, "Aku tidak terlalu tahu, sebenarnya aku juga tidak begitu kenal dengannya, yang aku tahu juga tidaklah banyak!"
Siapa sangka bos wanita itu tidak peduli, dia berkata, "Sembarangan, kamu ini, didepan tante juga tidak mau jujur, tante sudah pernah mengalaminya, kalian sekali masuk toko aku sudah melihat sesuatu, jangan tipu tante, apakah kalian sedang pacaran?
Tentu saja kalian para anak muda sekarang suka yang namanya pacaran."
__ADS_1
"Tidak ada, tidak ada tante, anda berpikir terlalu banyak!" fanie bergegas menjelaskan, "Hubunganku dengannya benar-benar bukan seperti yang kamu bayangkan!"
aku adalah seorang gadis miskin, mana mungkin adalah pacar dari bos arya ini? Hanya seorang pacar dengan kontrak saja, dengan kata lain yaitu palsu.
"Lihat ini, masih saja ingin menipu tante, tante juga pernah muda, juga pernah berpacaran, pernah menyukai orang dan pernah disukai juga, anak muda ini aku lihat tatapannya terhadapmu tidaklah biasa, didalam matanya ada ekspresi yang tersimpan, setidaknya dia mempedulikanmu! Dititik ini, tante bisa menjamin kepadamu." Bos wanita yang ramah ini mencari struk yang dicatatnya dan menghitung.
"fanie, totalnya 192 ribu, begini saja, kamu juga adalah pelangan setia toko ini, hari ini tante diskon 20% untukmu, ok?" Bos wanita ini tidak hanya ramah dan baik hati, dia juga baik dalam berbisnis, dia pintar untuk menarik pelanggan.
"Terima kasih tante!" fanie bergegas membuka tas yang terus saja dia bawa, dan mengeluarkan uang 200 ribu yang tersisa.
Awalnya uang ini ingin dia simpan, mana tahu sekarang dia harus mentraktir bos arya ini makan, uangnya sih sudah dibayar, namun masakan yang tersisa itu boleh dibilang sama sekali tidak disentuh , bukankah itu pemborosan?
"fanie, kamu lihat ini masakannya juga tidak terlalu disentuh, bagaimana jika tante bungkusin saja, jika begini, kamu juga bisa bawa pulang dan makan!
Kalian para murid sekarang juga tidaklah mudah, makanan dikantin pasti tidaklah begitu bagus, terkadang keluar untuk makan yang enak-enak juga memang seharusnya!" Bos wanita yang ramah ini bergegas akan pergi mengambil kotak bungkusan.
fanie juga sangatlah tidak ingin boros, namun sekali terpikiran dengan arya yang sudah pergi, dia mengelengkan kepalanya, dia menolak saran bos wanita dengan kejam, "Sudahlah, tidak perlu!"
Jika dia masih membawa 3 buah makanan sampah seperti begini, mungkin saja dia akan langsung ditinggalkan oleh arya untuk dibawa pulang ke villa.
Orang itu begitu milih-milih, dan juga punya mysophobia.
"Benar-benar tidak perlu? Sungguh sayang sekali." Bos wanita ini jelas terlihat juga adalah orang yang hemat.
"Baiklah, fanie, jika nanti punya waktu harus sering datang ya, sekalipun tidak makan juga harus sering main kesini!" Bos wanita mengantarkannya keluar ke toko, sebelum berpisah, dia masih saja tidak lupa untuk mengingatkan.
fanie kehabisan kata-kata, sekarang untuk berbisnis kecil seperti begini saja juga tidaklah mudah, pelanggan yang setia benar-benar sedikit, setiap pelanggan setia adalah pelanggan penting disini, hubungannya tetap harus dijaga.
HIngga setelah dengan susah payah akhirnya fanie mengejar hingga ke depan, dari kejauhan terlihat mobil arya yang sangatlah menarik perhatian itu masih saja berhenti ditempat semula.
Ternyata, dia masih menunggunya disini, dia tidak langsung pergi dengan sendirinya!
fanie bergegas masuk kedalam mobil.
Sebelum fanie mengikat sabuk pengaman, arya sudah menyalakan mobil dan melaju dengan cepat.
Hari semakin malam, lampu jalanan bersinar terang, malam hari dikota ini terus saja selalu begitu memesona, begitu seru dan menarik, tentu saja begitu seru dan menarik juga hanya terhadap orang kaya seperti arya saja,
bagi rakyat biasa seperti fanie, persyaratan keluarganya begitu buruk, hidupnya kesusahan, sepertinya yang paling banyak juga hanya bersantai dijalanan saja dan mengeluh dirinya begitu miskin dan memusuhi orang kaya untuk sebentar saja.
"Kemanakah kita akan pergi? Sepertinya ini bukanlah jalan menuju ke villa?" Setelah mobil melaju sessat barulah fanie menyadari kejanggalannya, rute perjalanannya salah.
__ADS_1
"Siapa bilang akan kembali ke vila?" Jawab arya dengan masih fokus pada jalanan.
"Tidak kembali ke vila lalu akan kemana?" Tanya fanie dengan hati-hati.
"Aku sang bos arya masih saja kelaparan, apakah kamu menginginkan aku kelaparan semalaman seperti begini?" arya sedikit menaikkan alisnya dan menjawabnya dengan biasa.
"Tadi tadi kita jelas berada direstoran sana, dan masakannya nyaris tidak disentuh sama sekali..." fanie masih ingin mengatakan hal seperti ini sungguh terlalu boros dan lainnya, namun sekali bertatapan dengan tatapan seram dari arya, dia langsung diam.
Seterusnya, kata-katanya habis, hingga mobil melaju masuk kedalam sebuah business street yang makmur ditengah kota bandung, dia berhenti di parkiran sebuah restoran .
Meskipun fanie masih belum dengan sepenuhnya mencoba masakan barat, namun ditemannay juga ada beberapa orang kaya, mereka itu pernah pergi, fanie sekalipun belum pernah mencobanya pasti pernah mendengarkannya kan.
"Diam!" arya pertama kalinya merasa wanita ini sungguh berisik, mengapa dia punya begitu banyak perkataan, sepanjang perjalanan terus saja mengomel hingga kemari dan masih saja belum berhenti!
Di depan pintu restoran yang mewah, ada pelayan penjaga pinntu disini, dari kejauhan melihat ada tamu yang datang, langsung membuka pintu dengan ramah tamah kepada mereka.
"Silakan masuk! Selamat datang!"
Pelayan pintu itu mengenakan pakaian yang rapi dan dengan tersenyum, sekali dilihat langsung kelihatan professional.
fanie dan arya masuk kedalam restorannya, diatasnya adalah lampu kristal yang mengantung, sungguh indah sekali, dan menyinari seluruh ruangan menjadi seolah adalah pagi hari, dan saling berinteraktif dengan permukaan lantainya yang terbuat dari batu marmer.
Dirinya bagaikan adalah badut yang masuk kedalam sebuah istana mewah, datang kesebuah tempat yang bukan menjadi miliknya.
Jelas bahwa Arya sangatlah familiar terhadap tempat ini, dia langsung membawanya ke lantai dua dan dilantai satu semuanya adalah tempat terbuka sedangkan di lantai dua jelas berbeda, dilantai dua semuanya berbasis ruangan.
konsumsi diruangan tentu saja berbeda level dengan berada dilantai satu.
Tentu saja ruangan yang kosong ini, juga karena dia sering datang dan sengaja disisakan untuknya, bisa dilihat bahwa dia adalah pelanggan setia toko ini dan mempunyai kedudukan yang luar biasa.
"Bos arya ? Layanan apa yang anda butuhkan?" Pelayannya sangatlah sopan ketika menanyakannya.
"Sama seperti biasanya saja! Tapi steaknya dua porsi, dan dessertnya juga dua porsi!" Dia memesan dengan mudah, terlihat bahwa dia sangatlah familiar dengan makanan serta pelayan disini.
Ini adalah pertama kalinya fanie masuk kedalam tempat mewah seperti begini, dulu ketika disekolah, dia belajar dengan giat, dia juga menggunakan waktu istirahatnya untuk bekerja part time, namun dia juga tidak bisa masuk kerestoran mahal seperti begini.
Boleh dibilang bahwa dari semenjak masuk hingga sekarang, lingkungan disini sungguh membuatnya kaget! Sekali lagi memperbaharui image dia terhadap konsumsi orang kaya.
"Makan disini pastilah tidaklah murah kan?" Disaat fanie merasa kaget, dia mulai merasa khawatir dengan uang arya.
"Kamu hanya perlu membuka mulutmu saja, aku tidak menyuruhmu bayar!" Ketika arya masuk kedalam ruangan, dia memilih sebuah kursi lunak dan sebagian besar badannya masuk terduduk didalam kursi, dia bahkan menyilangkan kakinya.
__ADS_1
fanie berpikir dalam hati, inilah tempat yang bisa membuatnya nyaman dan tenang sepertinya.