
"Meri hukuman apa yang diberikan oleh pihak sekolah? Dan juga, mengenai masalah sebelumnya yang kamu katakan masih harus kamu selidiki, perkembangannya sudah seperti apa?" memanfaatkan waktu disaat rapat sudah berakhir, Boss Besar bergegas memanggil asisten pribadinya ke kantornya.
Meri masih memegang setumpuk folder di tangannya, dokumen-dokumen di dalam folder itu kebetulan merupakan dokumen-dokumen yang harus ditandatangani langsung oleh Boss Besar. Dia meletakkan dokumen-dokumen ini di atas meja, lalu kembali berdiri tegak dan berbicara.
"Bos Arya, di bawah tekananku pihak sekolah, telah memutuskan untuk mengeluarkan mahasiswi yang melakukan pengeroyokan itu dari sekolah, dan juga menempelkan pemberitahuan yang bertuliskan kritikan yang serius di papan pengumuman sekolah.
Tentu saja, dalam pemberitahuan itu, mereka tidak menerakan nama nona. Dengan pelindungan yang sangat menyeluruh ini Nona Fanie tidak akan diganggu oleh dunia luar. Saya yakin begitu Nona pergi ke sekolah hari ini, dia akan langsung dipanggil ke kantor kepala sekolah, dan dia akan tahu mengenai hukuman ini. "
"Hmm, pihak sekolah mengurusnya dengan cukup baik! Bagaimana dengan yang lain? Bagaimana hasil pemeriksaan yang kamu katakan sebelumya?"
Meskipun Boss Besar arya ini setiap harinya sangat sibuk, dan memiliki urusan perusahaan dan urusan pribadi yang sangat banyak, tetapi mengenai hal yang berkaitan dengan Fanie, Boss Besar ini memiliki ingatan yang sangat luar biasa. Sebelumnya Meri hanya mengungkitnya sedikit. Tak disangka sampai hari ini, dia masih ingat menanyakan hasil penyelidikan.
Mengenai hukuman pengeluaran dari sekolah ini, awalnya merupakan permintaan Arya dan dia mendesak pihak sekolah untuk melaksanakannya, jadi tentu saja dia merasa puas.
“Saya sudah menyelidiki masalah itu, tapi, bos arya, apakah anda yakin anda benar-benar ingin tahu?” Meri sangat bimbang. Hasil penyelidikan sangat mengejutkannya.
Dia tidak tahu apakah dia harus mengatakan yang sebenarnya atau tidak, bagaimana pun masalah ini berkaitan dengan si bos ini.
"Katakan! Yang aku inginkan adalah kebenaran, kebenaran! Dan bukan hanya ingin mendengarkan hal yang baik saja!" Arya bahkan tidak berpikir, dan langsung meminta asisten pribadinya untuk melaporkan hasil pemeriksaan sesuai dengan yang sebenarnya.
Sebagai seorang Boss Besar yang selalu harus merencanakan strategi, jika dia hanya mendengarkan kata-kata yang baik, dan bukannya langsung menghadapi kenyataan yang sebenarnya, maka takutnya kariernya tidak akan sebesar dan semulus sekarang ini.
"Bos, begini. Sebelumya di kamera pengawas sekolah, saya menemukan hal lain. Melalui beberapa rekaman video kamera pengawas sekolah, saya menemukan di sekolah Nona fanie tidak di sukai mahasiswa satu departemen mereka. Saat para mahasiswa itu bertemu dengannya, jika mereka tidak berjalan menghindarinya makan mereka akan menunjuk-nunjuknya di belakang, dengan ekspresi wajah yang aneh. Saat itu saya merasa sangat aneh, tetapi saat aku melakukan pemeriksaan malam itu sudah terlalu larut. Jadi pada keesokan harinya saya mencari kesempatan untuk memeriksanya lagi. Saat itu saya menemukan kebenarannya. "
Berbicara sampai disini Meri dengan hati-hati mengintip ekspresi wajah Boss Besarnya, melihat Arya ini bermuka masam, kelihatannya dia sedikit tidak senang.
"Lanjutkan!"
Dia menggerakkan bibirnya yang tipis, tetapi dia hanya mengucapkan satu kata yang singkat ini.
"Baik, kebenaran yang saya temukan juga membuat saya sangat terkejut. Alasannya karena di sekolah, para mahasiswa ini, sudah dengan gila-gilaan menyebarkan rumor Nona fanie diperlihara orang kaya yang misterius.
Dikarenakan rumor ini para mahasiswa jadi memandang rendah dan membencinya. Selain itu, juga dikarenakan nona memiliki prestasi yang luar biasa di sekolah, dan setiap tahun dia mendapatkan beasiswa, jadi mengakibatkan para mahasiswa itu merasa sangat iri. Jadi pada saat ini mereka menindas nona! Mereka mengucilkan Nona Fanie dan bahkan mengkritiknya! "
Meri seperti sedang menuang kacang dari tabung, dia melaporkan semua kebenaran yang telah dia selidiki sesuai dengan situasi yang sebenarnya.
__ADS_1
Selanjutnya, dia memperhatikan bos arya ini yang sedang duduk di belakang meja bos ini, ekspresi wajahnya memiliki perubahan yang sangat cepat. Pertama-tama dia bingung selama beberapa saat, ini mungkin pertama kalinya dia mendengar hal seperti ini. Dia merasa hal ini sangat aneh dan mengagetkan. Lalu wajahnya mulai cemberut, dia sudah mulai naik darah, yang terakhir sudut mulut terangkat dengan lembut, lalu emosinya tiba-tiba mereda?
Bukankah rangkaian perubahan ini terlalu cepat? Jika bukan karena saat ini Mark berdiri sangat dekat dengan bos arya, maka semua ini akan luput dari padangannya!
"Tak disangka kabar dia dipelihara olehku, menyebar begitu cepat, dan bahkan sudah menyebar ke seluruh sekolah?" Pada akhirnya, arya ini sudah tidak marah lagi.
Meri berdeham, tentu saja dia kaget dengan reaksi bosnya yang cepat. "Bos arya, lebih tepatnya, mahasiswa di sekolah nona, tidak tahu orang yang memeliharanya adalah anda !
Tak disangka beredar rumor seperti ini, bos arya tidak marah sama sekali? Harus tahu, biasanya Bos ini sangat mementingkan reputasi dirinya dan reputasi perusahaan.
Biasanya bos arya ini sangat menutupi kehidupan pribadinya, tentu saja, kecuali pada saat perlu melakukan publisitas yang memiliki tujuan.
Dia hanya seorang asisten pribadi, dia benar-benar tidak bisa memahami pemikiran orang besar seperti dia!
Bos, apakah anda benar-benar tidak marah?” Meri tidak terima dan bertanya dengan suara pelan.
“Kenapa saya harus marah?” saat ini kelihatannya suasana hati bos besar lumayan baik, jadi dengan langkanya dia tidak keberatan asisten pribadinya bergosip sebentar.
"Soal hubunganmu dengan Nona fanie, sepertinya dikuak oleh seseorang. Tidak, lebih tepatnya, seharusnya ada orang yang sengaja menyebarkan informasi ini. Coba anda pikir, anda tidak pernah pergi secara langsung ke sekolah Nona fanie! Anda tidak pernah muncul disana, dan supir hanya pernah mengantar Nona fanie dua kali, tetapi berita tentang dia memiliki sugardaddy telah menyebar begitu cepat? Apa alasan dibalik semua ini? bos pernahkah anda memikirkannya? Menurut saya, apakah Nona fanie sendiri yang secara tidak sengaja menyebarkannya? "
Bagaimanapun, para mahasiswi sekarang tidak lugu dan baik seperti kelihatannya. Beberapa mahasiswi bahkan memiliki perilaku yang buruk dan memiliki niatan yang tidak baik.Jika mereka memiliki pemikiran dan tujuan tersembunyi dan mencoba mendekati orang-orang dengan kedudukan seperti Bos besar, maka bukankah bos ini kebetulan terjerumus ke dalam jebakan?
Sebagai asisten pribadi yang berkompeten, dia merasa dirinya benar-benar perlu mengingatkan Boss Besarnya.
“Dia tidak akan melakukannya, pasti bukan dia yang menyebarkannya sendiri!” Arya sangat yakin akan hal ini.
"Kenapa? Bos. anda tidak pernah mengenalnya sebelumnya, kenapa anda bisa begitu yakin dengan kepribadiannya?" Meri tidak terima.
"Karena dua hari yang lalu supir memberitahuku dia tidak membiarkan mobil dan supir yang aku utus menunggunya di gerbang sekolah. Dia harus menunggunya di persimpangan dari gerbang sekolah. Jelas sekali dia tidak ingin terlalu mencolok, juga tidak ingin mahasiswa lain di sekolahnya mengetahui dia sudah aku pelihara, jadi, apakah kamu masih merasa dia yang menyebarkannya ? "Arya menjawab dengan penuh percaya diri.
"Tapi, orang lain tidak mungkin tahu melalui cara lain. Saya sudah memeriksanya, awal berita ini berasal dari salah satu teman SMAnya. Teman SMA itu tidak berada di departemen yang sama dengan dia. Jika bukan karena dia salah bicara saya tidak mengerti bagaimana teman SMA nya bisa tahu! Jadi, bos, kelak jangan terlalu percaya kepada Fanie ini!
"Meri mengungkapkan semua hasil penyelidikan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, setelah dia menganalisis secara serius dan mendalam dia mendapatkan kesimpulan seperti ini.
Arya memikirkannya dengan serius, dia sedikit mengernyitkan dahinya. Sepertinya kata-kata Meri sedikit banyaknya ada masuk ke telinganya.
__ADS_1
Orang tua mahasiswi yang akan dikeluarkan juga datang ke sekolah karena mereka tidak menerima keputusan ini.
Tentu saja, ini adalah sesuatu yang harus diselesaikan pihak sekolah, jadi ini benar-benar tidak ada kaitannya dengan fanie.
Masalah ini juga menimbulkan kehebohan besar di antara para guru dan mahasiswa di sekolah.
Tapi bagi fanie , sekolah telah mencari keadilan untuknya, jadi sebagai korban sekarang fanie tidak peduli dengan masalah yang terjadi di luar, dan sekarang dia hanya memfokuskan semua perhatian dan pikirannya pada buku yang ada di depannya, dan dia telah mencurahkan perhatiannya untuk belajar.
Setelah kelas di ruang kelas berakhir, dia bergegas ke perpustakaan, tempat dia bisa tinggal sepanjang sore. Tempat yang tenang dan tidak ada yang mengganggunya.
Tapi di perpustakaan terjadi sesuatu yang membuatnya tidak senang.
"Hei, apakah kalian sudah mendengarnya, pagi ini saat siska datang ke sekolah, sepertinya dia tidak sengaja mematahkan kakinya. Saat ini, dia masih terbaring di rumah sakit, dan tidak tahu bagaimana keadaan lukanya. Cuti sakitnya juga aku yang memintakan izin kepada guru. "
Dalam lingkungan yang tenang seperti ini, mungkin juga ada mahasiswa lain yang duduk di sini dan berpura-pura membaca buku tapi sebenarnya mereka sedang bergosip.
"Bukankah kemarin dia masih baik-baik saja? Kenapa tiba-tiba kakinya patah? Eh, tunggu sebentar, aku ingat setiap kali dia pulang, sepertinya dia naik bus. Aku pernah duduk bersamanya sebentar. Kebetulan kami naik bus yang arahnya sama, tapi aku hanya naik sampai beberapa pemberhentian bus saja. Tempat tujuannya lebih jauh daripada aku. Jika dia naik bus kenapa dia bisa jatuh hingga kakinya patah? Kamu tidak salah? "
Awalnya, gosip kecil mereka ini tidak menarik perhatian fanie . Lagi pula, itu bukan urusannya, dia malas untuk mendengarkannya.
Tapi nama siska’ ini sangatlah ajaib.
Dia tidak lupa di luar toilet sekolah hari itu, dia menghentikan teman baiknya dan sekaligus teman SMAnya ini untuk bertanya tentang rumor yang tersebar di sekolah, tapi temannya ini malah menghindari dirinya.
Setelah itu dia dengan bodohnya berjongkok di toilet dan mendengar semua kebenaran, apa kebenaran yang sebenarnya. Kebenaran yang sebenarnya adalah teman baik dan teman SMAnya ini, adalah orang pertama yang menyebarkan rumor ini.
Bagaikan sambaran petir di hari yang cerah, dia dikhianati oleh teman baiknya.
"Aku juga tidak begitu jelas, pokoknya di telepon dia berkata seperti ini kepadaku. Pada saat itu, sepertinya dia masih di rumah sakit, dan dari teleponku terdengar suara yang berisik.
Jika kalian tidak percaya, nanti saat lukanya sembuh dan saat kita bertemu dengannya lagi, kita baru bertanya dengan jelas kepadanya. "
"Kedengarannya sangat misterius! Apakah kalian masih ingat, dia adalah orang yang menyebarkan berita fanie memiliki sugardaddy.
Menurutmu, apakah si bodoh fanie akhirnya tahu semua rumor yang tidak baik ini disebarkan oleh teman SMA nya, lalu karena tidak senang dia memberi tahu sugardaddynya, lalu pria tua kaya itu menjadi marah, dan mencari beberapa preman untuk mencegatnya di tengah jalan lalu memukulinya,
__ADS_1
menurut kalian, apakah ini memungkinkan? "