
"Non Fanie kamu cukup beruntung. Bos Arya begitu pekerja keras, kehidupanmu untuk kedepannya pasti tidak akan susah. Apalagi dia begitu mempedulikan kamu!" Di mata sang supir pasangan ini termasuk kategori mesra, dia sangat yakin dengan fanie.
Fanie memiliki perkataan yang tidak bisa diucapkan. Sebenarnya dia dengan Arya bagaimana bisa disebut sebagai pasangan mesra?
Di dalam kontrak itu memiliki isi bahwa dia tidak boleh mengungkit masalah tersebut kepada orang lain, termasuk kakak laki-lakinya sendiri. Bagi dunia luar dia merupakan wanita Arya Putra.
Untung saja perjalanan tidak begitu jauh, ketika mobil berhenti di depan sebuah bangunan mewah, Fanie baru mengetahui ternyata ini merupakan bangunan perkantoran milik Arya yang merupakan bangunan termewah di kota ini.
Semua orang mengetahui bahwa bangunan di perkotaan seperti ini, meskipun hanya menyewa perkantoran saja juga memiliki harga yang sangat tinggi.
"Non Fanie, ini merupakan kantor Bos Arya. Begitu Anda memasuki lantai satu, di sana ada resepsionis, dia akan memberi tahu Anda dimana keberadaan lift khusus. Anda bisa menggunakan lift khusus tersebut untuk mencari Bos Arya !" Sang supir dengan selamat mengantarnya sampai di sini, bisa disebut sebagai misinya sudah selesai untuk sementara ini.
"Baik, aku akan naik sendiri. Tetapi, kamu berkeliling saja di sekitar sini, kira-kira setengah jam kemudian, kemungkinan aku akan turun!" Hanya mengantar makan siang, setelah selesai mengantar tentu saja dia harus turun dan kembali ke villa. Sehingga dia masih membutuhkan supir dan kendaraan ini.
"Baik, setengah jam kemudian, aku akan menunggu di sini." Sang supir melihat arlojinya dan diam-diam mengingat jam.
__ADS_1
Fanie menenteng termos turun dari belakang mobil, dan memasuki gedung perkantoran yang mewah ini.
Rupanya benar saja di lantai satu ada meja resepsionis yang sangat besar. Pada resepsionis terdapat banyak pegawai wanita muda yang sedang sibuk mengangkat telepon.
"Halo Nona! Ada yang bisa kami bantu?"
Fanie buru-buru menjawab, "halo, aku mencari Bos Arya.
oh Ceo Arya ? Apakah Anda sudah membuat janji sebelumnya?" Pegawai wanita muda itu mengulas senyuman yang profesional, membuatnya terkesan sopan dan murah hati.
"Maaf nona, jika Anda tidak membuat janji dengan CEO Arya sebelumnya, kami tidak bisa memperbolehkan Anda untuk naik ke atas! Jadwal ceo kami sangat padat dan Beliau juga sangat sibuk!" Perkataan wanita resepsionis itu berhasil menahan Fanie di lantai satu.
"Apakah kalian bisa membantu aku untuk menghubungi dia? Beritahu dia nama aku adalah anie, dia akan segera tau siapa aku." Fanie berharap yang terakhir kalinya.
"Maaf, ini melanggar peraturan kami! Kami pihak resepsionis tidak bisa menghubungi telepon CEO Arya, bahkan asisten atau sekretarisnya juga sangat sibuk!" Dapat terlihat dengan jelas resepsionis sudah sering bertemu dengan orang-orang yang ingin bertemu dengan CEO Arya, tentu saja dia tidak akan terlalu mempedulikan Fanie.
__ADS_1
"Lalu bagaimana? Bukannya usahaku sia-sia jika tidak bertemu dengan dia!" Dia berekspresi sedih, gawat sudah ketika dia keluar, dia lupa membawa ponselnya, jika membawa ponselnya, maka dia bisa menghubungi nomor pribadi dia, dan tidak perlu melewati resepsionis, dia memang mencari masalah untuk dirinya sendiri.
"Kalau begitu maaf aku ingin bertanya sekali lagi, apakah aku boleh meminjam telepon kalian di sini? Aku akan mencarinya sendiri!" fanie merasa tidak berdaya sehingga dia tetap melangkah maju dan meminta bantuan kepada resepsionis.
"Aku akan mencarinya sendiri!" Terlihat dengan jelas ketika dia mengucapkan perkataan ini, beberapa hati pegawai wanita resepsionis bergetar.
"Nona, Anda yakin Anda memiliki nomor telepon pribadi CEO Arya?" Untuk saat ini jika tidak menelepon nomor telepon pribadi CEO Arya, tentu saja tidak dapat bertemu dengannya. Ini merupakan pengalaman mereka sebagai resepsionis selama ini.
"Nomor telepon? Aish, aku tidak mengingat nomornya." Pada awalnya dia hanya menyimpan nomornya di dalam ponselnya, karena dia memang jarang menghubunginya, tentu saja tidak akan menghafal nomor telepon dia. Dia melakukan banyak kesalahan di saat-saat penting seperti ini, memang sangat bodoh!
Lalu beberapa pegawai wanita resepsionis itu tidak lagi menghiraukan dia, mereka merasa apakah dia sudah gila atau mungkin wanita penggemar CEO Arya yang datang hingga ke perusahaan untuk mencarinya?
Fanie merasa putus asa, dia tidak bisa menahan untuk tidak berceloteh, "kelihatannya, aku seharusnya tidak datang kemari."
Di saat dia menenteng termos dan bersiap-siap untuk pergi, pintu lift khusus yang berada di samping terbuka.
__ADS_1