Cinta Merubah Segalanya

Cinta Merubah Segalanya
Bab 88 : Maaf, aku benar-benar tidak mengerti


__ADS_3

Bagaimana ini? Kalau sekarang dia melarikan diri, akan terlalu kentara, dan saat ini orang-orang tidak ada yang bergerak, kalau hanya dia sendiri yang bergerak, bukankah semakin kentara?


Tetapi jika dia tidak melarikan diri sekarang, apakah dia akan menunggu Arya menangkap dirinya?


Setelah berpisah hampir lebih dari satu bulan, dia tidak menyangka pertemuan pertama mereka terjadi di pesta penyambutan yang luar biasa ini?


Dan status mereka tiba-tiba berubah menjadi presiden direktur baru dan pekerja magang baru.


Takdir benar-benar mempermainkan manusia.


Entah sudah berlalu berapa lama, tiba-tiba dari atas panggung tidak lagi terdengar suara, sebaliknya di bawah panggung terdengar suara tepuk tangan yang lebih meriah dari sebelumnya, Fanie yang baru sadar juga ikut bertepuk tangan.


Selanjutnya, para eksekutif perusahaan lainnya, seperti wakil presiden direktur, satu per satu mulai memberikan pidato mereka.


Arya sudah dipersilahkan untuk turun panggung, tepatnya, dipersilahkankan ke ruang istirahat di belakang panggung.


Pidato di atas panggung masih berlanjut, dan orang-orang di bawah panggung juga tidak ada yang bergerak atau pun pergi meninggalkan lokasi. Stefanie berdiri diam ditempat, tetapi dia semakin merasa gelisah.


Apakah tidak ada waktu atau kesempatan untuk pergi sama sekali? Bagaimana ini? Bagaimana ini? Dia terus melihat ke segala penjuru, tetapi malah mengecewakannya lagi dan lagi.


Dalam pesta penyambutan seperti ini, saat paling lama dan paling sulit adalah saat para eksekutif perusahaan memberikan pidato secara bergantian, tapi ini merupakan hal yang paling penting dan hal yang paling tidak boleh dilewatkan.

__ADS_1


Fanie tidak mood untuk mendengarkannya lagi, dari waktu ke waktu matanya mengarah ke ruang istirahat di belakang panggung, sayangnya, karena di batasi oleh pintu yang tebal dan berjarak lumayan jauh dia tidak bisa melihat apa-apa.


"Mari kita bertepuk tangan sekali lagi! Berikutnya adalah acara bebas untuk semuanya!" pidato yang panjang akhirnya berakhir, MC juga akhrinya merasa lega.


Para karyawan yang berada di bawah panggung mulai bergerak, fanie menggunakan kesempatan ini untuk mulai 'bergerak'.


Dia melirik ke seluruh lokasi pesta, selain pintu masuk, dia tidak tahu harus pergi lewat mana. Sebelumnya dia tidak perlu memperhatikan soal ini, tapi sekarang dia harus mencari pintu keluar dengan seksama.


Untungnya usahanya tidak sia-sia, akhirnya dia menemukan pintu keluar lain, posisi pintu keluar itu tidak begitu mencolok.


Pesta penyambutan masih berlangsung, seharusnya tidak ada yang memerhatikan kepergiannya yang hanya seorang anak magang baru ini. Dia berpindah ke arah pintu keluar itu , dia terus berpindah hingga hanya berjarak lima langkah ke arah pintu keluar, dan dia bisa dengan cepat berlari melewati pintu keluar.


Tapi siapa sangka, kali ini keberuntungan tidak lagi berada di pihaknya.


Dia berpura-pura tenang, tetapi sialnya, target pemuda itu memang dia.


“Non fanie, tolong ikut denganku!” Suara pemuda itu sedikit tegas.


"Siapa kamu? Aku tidak mengenalmu!" tanpa sadar Fanie bersikap waspada, dia benar-benar tidak mengenal orang ini!


“Tidak apa-apa jika Non fanie tidak mengenalku, tapi Non Fanie pasti kenal dengan Direktur Arya kan!”jawab pemuda itu, kelihatannya dia datang dengan persiapan.

__ADS_1


"Direktur Arya ? Direktur Arya m yang mana?" Fanie mulai berpura-pura bodoh, dia tidak akan mengakuinya, dia bukan orang bodoh.


“Jangan memainkan permainan kata-kata yang membosankan ini, Non Fanie, Direktur Arya meminta anda pergi menemuinya!” lalu pemuda berjas hitam itu memberi isyarat mempersilahkankan kepadanya.


Tapi, Fanie sama sekali tidak ingin menemui Arya, dengan tidak mudah dia berhasil menghindarinya, jadi dia bersikeras menolak bertemu dengannya.


"Maaf, aku benar-benar tidak mengerti apa yang sedang kamu katakan. Ini adalah tempat umum, kalau kamu terus bersikap seperti ini, aku akan berteriak!" jawab Fanie sambil berpura-pura tidak sabar, dan mengambil kesempatan bergegas berlari menuju pintu keluar.


Tapi diluar dugaannya, tangan besar pemuda itu dengan cepat meraih kerah bajunya.


“Non fanie, dikarenakan kamu tidak mau bekerja sama, maka aku tidak akan sungkan lagi kepada anda!” diluar dugaannya, pemuda berjas hitam itu memiliki kaki yang panjang dan tangannya juga sedikit cekatan, pemuda itu menangkapnya dengan mudah, dan kali ini Fanie tidak bisa lari lagi, dia sangat ingin menangis tapi tidak ada air mata yang keluar.


"Apa yang ingin kamu lakukan, apakah kamu tahu ini melanggar hukum! Apakah tidak ada satpam di hotel ini? Kalau kamu masih begini, aku benar-benar akan berteriak dengan keras!" kata fanie tidak terima.


Dia bisa menghindar, dia pasti bisa menghindar!


"Maaf, Non fanie, aku adalah pengawal pribadi Direktur Arya, kalau anda masih tidak mau bekerja sama, Direktur Arya berpesan dia tidak keberatan aku mengikat anda kesana! Kalau anda tidak bekerja sama dan berteriak lalu menarik perhatian orang-orang, akhirnya hanya akan membuat anda sendiri yang merasa malu! "kata-kata pemuda ini bernada mengancam.


Fanie ingin melarikan diri, tetapi dia tidak bisa melarikan diri. Dia merasa sangat kesal, apa-apaan ini? Apakah pengawal pribadinya sangat hebat?


Pemuda itu ‘menangkapnya’, tapi tidak membawanya kembali ke lokasi pesta, sebaliknya dia berbalik dan membawanya ke pintu keluar, setelah berjalan melewati banyak belokan, akhirnya pemuda itu langsung membawanya ke tempat parkir bawah tanah hotel.

__ADS_1


“Hei, buat apa kamu membawaku kesini?” Fanie semakin panik, ini adalah tempat parkir bawah tanah, saat ini tidak ada orang, dan suasananya sangat sunyi.


Di tempat-tempat seperti ini biasanya adalah tempat-tempat rawan terjadi pembunuhan .


__ADS_2