Cinta Naira

Cinta Naira
Rumah Nenek Naira


__ADS_3

Didalam mobil tampak Naira sering melamun dan selalu melihat ponselnya,Naira berharap Akmal mengirimkan pesan kepadanya.


"Baru juga dua hari liburan, sudah kangen saja sama kamu"kata Naira dalam hatinya.


    "Naira,kamu mengantuk sayang"ucap ibunya sambil menepuk pundak Naira.


   "Tidak Bu"sahut Naira kepada ibunya.


   "Ibu,Nita lapar ingin makan"kata Nita sambil memegang tangan ibunya.


   "Mas,Carikan warung makan,kita istirahat sebentar"ucap ibunya.


  "Disana ada warung makan mama Delia,kita bisa singgah disana"kata ayah Naira sambil memarkir mobilnya didepan warung.


Ketika turun dari mobil,Naira melihat banyak orang yang sedang makan dengan lahapnya.


  "yuk,kita duduk disana"kata ayahnya sambil menunjuk meja kosong.


  "Mba,mau pesan apa?"tanya pelayan itu dengan ramah.       


  "Ada apa saja disini"sahut ibu Naira.


  "Banyak,ada Nasi sayur asem,Nasi sayur lodeh,Nasi jengkol,Nasi semur  daging,Nasi empal dan minumannya es teh,teh hangat,es good day,susu,dan jus buah"sahut pelayan itu.


  "Saya mau Nasi semur daging dan minum nya teh es saja"sahut ayah Naira.


  "Saya mau Nasi jengkol dan teh hangat"ucap ibu Naira.


  "Nita mau apa sayang?"tanya ibunya.


  "Yang ini"sahut Nita sambil menunjuk menu Nasi sayur asem dan susu hangat.


  "Kalau aku mau Nasi sayur lodeh dan jus buah mangga"sahut Naira.


  "Tunggu sebentar ya"ucap pelayan itu sambil berjalan.


Setelah menunggu hampir lima menit,pesanan mereka pun akhirnya datang.


        *********


Setelah hampir 7 jam melakukan perjalanan ke villa,akhirnya Akmal dan keluarganya sampai disebuah villa.Akmal melihat villa itu sangat besar dan megah,dihalaman belakang tampak kolam renang yang begitu sangat luas.


Saat memasuki villa,mama Akmal begitu takjub melihat villa yang bersih dan rapi.Saat mama Akmal sedang asyik melihat villa,tiba-tiba ada seorang wanita yang berada tepat dibelakang mama Akmal.


"Baru datang sis"kata Mirna.


"Iya,baru sampai"sahut mama Akmal.


"Silahkan duduk dulu"ucap Mirna.


"Besar banget villa kamu"kata Mama Akmal kepada Mirna.


"Kurang besar ini"sahut Mirna.


"Anak kamu dimana Mirna?"tanya Mama Akmal sambil melihat setiap kamar.


"Bentar ya saya panggilkan"sahut Mirna.


    "Shinta sini sayang,ada teman bunda mau nginep di villa"ucap Mirna.


 "Ya bunda"sahut Shinta sambil membuka kamar.


 "Akmal"kata Bella dengan rasa terkejut.


Begitu juga dengan Akmal terkejut melihat Shinta Bella.


"Kalian saling kenal?"tanya Mama Akmal.


  "Kami sekelas Tante"sahut Bella  sambil duduk di samping bundanya.


  "Oh,jadi kamu sekelas dengan anak Tante"kata Mama Akmal sambil memandangi Bella.


"Sama dong,bunda juga satu kelas dulu sama mama Akmal"sahut Mirna.


  


"Asyik,bisa bareng Akmal di villa ini,aku harus bisa merebut hati Akmal,akan a ku buat Akmal lupa dengan Naira"kata Bella dalam hatinya.


"Nama kamu siapa?"tanya Mama Akmal kepada Bella.


"Nama saya Shinta Bella, tante bisa dipanggil Shinta ataupun Bella"sahut Bella.


"Cantik banget anak kamu mir"kata Mama Akmal sambil melirik Akmal.


"Mama,aku ngantuk ingin bobo"sahut Ara sambil memeluk mamanya.


"Ini,adiknya Akmal ya"kata Bella.


"Iya,adiknya Akmal namanya Ara Aura Ramadhani"kata Mama Akmal.


"Oh,iya kamar kamu disana,dan untuk Akmal disebelahnya"sahut Mirna sambil menunjuk kamar.

__ADS_1


"Terimakasih"sahut mama Akmal.


"Silahkan,istirahat dulu,kasihan Ara sudah ngantuk"ucap Mirna.


"Iya,ayo sayang kita ke kamar"ucap mama Akmal sambil mengendong putrinya.


      ***********


  Setelah 6 jam lebih melakukan perjalanan,akhirnya Naira dan keluarganya sampai dirumah neneknya.


"Assalamu'alaikum"kata ibunya Naira.


"Waalaikumsalam"sahut Firda.


  Firda adalah adik kandung dari ayahnya Naira.Ayah Naira hanya memilik satu kakak dan satu adik.


Firda adalah anak bungsu,sedangkan ayahnya Naira anak kedua.


"Kakak"sahut Firda sambil mencium tangan kakaknya dan ibu Naira.


"Silahkan duduk"ucap Firda sambil melangkah ke dapur.


"Nak,siapa yang datang?"tanya Nenek Naira.


"Kakak Lukman dan kakak ipar"sahut Firda dari dapur.


Neneknya Naira segera keluar dari kamar mendengar bahwa anak dan menantunya datang.


"Kau datang nak"kata Nenek Naira.


"Iya,Ma"sahut ayah Naira sambil mencium tangan mamanya disusul istrinya.


"Naira,Nita ayuk cium tangan nenek"kata ibunya.


"Salam nek"sahut Naira sambil mencium tangan neneknya.


"Sudah besar rupanya Naira"ucap nenek sambil menyentuh jilbab Naira.


Tiba-tiba dari dapur,Firda membawa nampak besar yang berisi teh hangat dan kue kering.


"Silahkan,dimakan"ucap Firda sambil meletakkan teh hangat dan kue kering di atas meja.


"Naira,kamu sudah besar ya sekarang,dulu kamu masih kecil"kata Firda.


Naira hanya tersenyum mendengar perkataan tantenya.


"Gimana kabar mama?"tanya ayah Naira.


  "Ya sudah, kakak dan kakak ipar istirahat saja dulu,kamarnya sudah saya rapikan,kasihan Nita pasti ngantuk"ucap Firda.


"Bawa istri dan anakmu kedalam kamar"ucap nenek Naira.


"Naira,kamu bisa tidur bareng dengan Tante"ucap Firda kepada ponakannya.


"Iya,Tante"sahut Naira.


Naira memasuki kamar Tantenya, kamarnya begitu rapi,banyak boneka tersusun di dalam lemari kaca.


  "Ayok,letakkan koper mu disana"ucap Firda.


"Baik,Tante"sahut Naira.


"Tante,apa boleh aku ke kamar mandi untuk ganti baju"kata Naira sambil mengambil baju di dalam koper.


"Silahkan"ucap Firda sambil duduk di meja belajarnya.


Ketika Naira sudah ganti baju,Naira merebahkan tubuhnya di atas kasur yang begitu nyaman.


  "Naira,kamu sekolah kelas berapa?"tanya Firda sambil fokus ke komputernya.


    "Baru saja naik ke kelas X1"sahut Naira sambil melihat ponselnya.


  "Kenapa, Akmal gak mengirimkan aku kabar ya"tanya dalam hati Naira.


   "Naira, jika kamu lelah, kamu bisa tidur duluan.Tante akan ke kamar nenek dulu"ucap Firda sambil keluar kamar.


  


       ********


Didalam ruang tengah,Nampak Mirna,Shinta dan keluarga Akmal sedang makan di atas meja.


"Banyak banget makanannya Mirna"kata Mama Akmal sambil mau duduk"


  "Enak banget makanannya ini"sahut papa Akmal sambil makan dengan lahapnya.


  "Siapa yang masak Mirna?"tanya Mama Akmal.


  "Anakku Shinta"sahut Mirna.


"Makanan yang kamu masak, enak banget, tante suka"sahut mama Akmal sambil menatap Shinta.

__ADS_1


"Terimakasih tante atas pujiannya"sahut Shinta.


   "Cocok neh jadi menantu Tante"ucap Mama Akmal.


  Shinta hanya tersenyum dan memandangi Akmal yang sedang makan.Mendengar perkataan mama Akmal,Akmal gak berselera untuk makan.


   "Ma, Akmal sudah kenyang, Akmal mau ke taman dulu nemenin Ara main"ucap Akmal sambil membawa adiknya.


  "Bunda, aku mau nyusul Akmal ya"ucap Bella.


"Boleh kok sayang"sahut mama Akmal.


"Iya"sahut Mirna.


         


   


     Di taman Ara bermain boneka kesayangannya,tiba-tiba Akmal kepikiran tentang Naira,Akmal ingin sekali mengirim pesan kepada Naira tapi pulsa Akmal tidak mencukupi.


"Naira,aku kangen sama kamu"dalam hati Akmal sambil menatap langit yang cerah.


 


     "Akmal"sahut Bella yang baru datang itu.


  "Kenapa?"tanya Akmal yang begitu cuek.


  "Aku tidak nyangka, kalau mama kamu dan bunda aku berteman"sahut Bella.


  "Kak, ayuk kita ke sana"ucap Ara.


Akmal hanya menuruti keinginan adiknya dan pergi meninggalkan Bella sendiri.


  Lalu Bella mengikuti Akmal dan Ara yang sedang bermain ayunan.


"Ara,boleh kakak yang mengayunkan mu"kata Bella kepada Ara.


"Aku tidak mau, aku hanya ingin kak Akmal yang mengayunkan aku"sahut Ara.


  "Gak boleh gitu sayang, kakak Bella hanya ingin mengayunkan Ara saja"sahut mama Akmal yang baru datang dibelakang mereka.


  "Tidak mau"sahut Ara sambil berlari memeluk mamanya.


    "Ma, Akmal ke kamar dulu ya"sahut Akmal.


   "Temenin Bella disini sayang"sahut mama Akmal kepada putranya.


    "Nanti saja ma" sahut Akmal sambil berjalan meninggalkan mamanya dan Bella.


   "Ma, Akmal kenapa?"tanya papa Akmal sambil melihat Akmal pergi.


  "Gak tau pa"sahut mama Akmal sambil menggendong Ara.


  "Tante,om, Bella masuk sebentar ya"sahut Bella sambil berjalan meninggalkan mama dan papa Akmal.


  "Papa ingin bicara sama mama"ucap papa Akmal sambil duduk di kursi taman.


  "Ada apa?"tanya Mama Akmal sambil memeluk Ara yang sedang tidur.


   "Sebaiknya, kamu gak ikut campur dalam pilihan Akmal, Akmal bisa memilih di masa depan pilihannya sendiri, tidak usah menjodohkan Shinta dengan Akmal"ucap papanya sambil menatap istrinya.


    "Pa, mama gak menjodohkan Akmal dengan Shinta, hanya untuk candaan saja"kata Mama Akmal.


   "Tadi, papa lihat masakan yang di buat Shinta,buka masakannya melainkan ia memesan makanan itu"ucap papanya.


  "Papa, tau dari mana"ucapnya.


  "Ini,papa baru saja menemukan struk pembayaran makanan"sahut papanya.


  "Dimana papa menemukannya?"tanya istrinya.


    "Ditempat sampah dapur"sahut suaminya itu.


  "Iya ,ya pa"ucap mama Akmal.


  "Jadi,teman mama itu berbohong kepada kita,soal masakan yang kita makan barusan"kata papa Akmal.


"Iya,bukan masakan Bella"sahut mama Akmal dengan perasaan syok.


"Ya, sudah kita ke kamar ,kasihan Ara sudah tidur dari tadi"ucap papanya.


Mama dan papa Akmal berjalan meninggalkan taman dan masuk ke dalam kamar untuk merebahkan Ara yang sedang tidur.


*Bersambung*


 


 


  

__ADS_1


__ADS_2