
Saat Naira berjalan menuju kelasnya,Naira gak menyangka kalau hari ini,hari terakhirnya bersekolah di SMA Angkasa 2.
Ketika Naira memasuki kelas,ia melihat teman-temannya sudah membaca Al-Qur'an. Naira segera duduk dan melepaskan tasnya,ia melihat teman-temannya yang ia sayangi,begitu juga Akmal yang disukai sejak dulu.Naira tak sadar kalau ia meneteskan air matanya.
Ting...Ting..
Pelajaran pertama akan segera dimulai.
"Naira,kamu menangis"kata Lilis yang melihat Naira meneteskan air mata.
"Tidak, mata aku kemasukan debu"sahut Naira sambil melirik Akmal,begitu juga Akmal menatap Naira.
"Naira,mata kamu sembap,apa kamu habis menangis?"tanya Farrah.
"tidak, malam tadi aku tidak bisa tidur karena ada pikiran"sahut Naira.
"Apa yang dipikirkan?"tanya Indra.
Naira gak menjawab pertanyaan Indra,tiba-tiba ibu Asri datang dari balik pintu.
"Assalamu'alaikum"kata ibu Asri.
"Waalaikumsalam"jawab semua siswa.
"Ada yang tidak hadir?"tanya ibu Asri sambil membuka Absen kelas.
"Tidak ada Bu"jawab Indra
"Naira,tolong tuliskan rangkuman dibuku ini ke papan tulis"ucap ibu Asri.
Dimeja kedua,Farrah dan Lydia sedang asyik mengobrol.
"Apa iya,cuma tidak bisa tidur mata bisa sembap"kata Farrah.
"Tidak mungkin, pasti Naira menangis malam tadi, sehingga matanya sembap"sahut Lydia.
"Apa yang membuat Naira menangis?"tanya Farrah.
"Tidak tahu"sahut Lydia.
"Apa benar ya,Naira malam tadi menangis,jadi matanya sembap"kata hati Akmal.
"Sudah Bu"kata Naira sambil menyerahkan buku kepada ibu Asri.
"Kita sambung pelajaran kita tentang dinamika Penduduk"kata ibu Asri.
"Dinamika Penduduk adalah perubahan atau pertumbuhan jumlah penduduk dari waktu ke waktu,hal ini disebabkan karena adanya peristiwa kelahiran,kematian dan perpindahan penduduk"kata ibu Asri sambil melihat bukunya.
Ting..Ting..
"Ada yang ingin ditanyakan sebelum ibu keluar,jika tidak ada ibu keluar dulu"kata ibu Asri sambil berjalan keluar kelas.
Melihat ibu Asri keluar kelas, Naira langsung keluar kelas dan menyusul ibu Asri yang sedang turun tangga.
"Ibu"kata Naira.
"Ada apa Naira?"tanya ibu Asri sambil melihat Naira.
"Ibu,Naira minta surat pindah sekolah karena ortu Naira mau pindah ke kota"sahut Naira sambil menundukkan kepala.
"Baiklah,nanti setelah istirahat ibu akan panggil kamu kembali"ucap ibu Asri sambil berjalan.
Naira segera kembali ke kelasnya,ia melihat teman-temannya sedang asyik mengobrol.
"Naira,kamu tadi bicara apa sama ibu Asri?"tanya Amara.
"tidak,itu cuma masalah nilai pelajaran saja"sahut Naira.
"Yakin cuma masalah nilai,atau caper"sahut Bella dari belakang.
Naira segera berdiri dari kursinya dan berjalan menuju ke arah Bella.
"Bella,aku minta maaf jika aku salah sama kamu"kata Naira sambil menatap Bella.
"Kesalahan kamu itu banyak"kata Bella.
"Iya,kamu benar kesalahan aku banyak,tapi hari ini dan seterusnya aku tidak akan mengulanginya lagi bahkan kamu tidak akan pernah menatapku lagi,begitu juga aku tidak akan menjadi saingan kamu lagi"sahut Naira sambil berjalan menuju mejanya.
"Maksudmu apa Naira?"tanya Farrell yang gak mengerti ucapan Naira.
Naira hanya diam dan tidak merespon perkataan Farrell.
"Assalamu'alaikum"kata bapak Aryo yang baru datang.
__ADS_1
"Waalaikumsalam"sahut semua murid.
"Kita lanjutkan pembelajaran yang kemarin,buka buku kalian halaman 3"sahut Bapak Aryo.
Dimeja belakang Ryan,Farrell dan Bella asyik mengobrol.
"Apa ya yang dikatakan Naira tadi?"tanya Bella.
"Aku juga tidak mengerti,seolah-olah dia akan pergi dari sini"sahut Ryan.
"Kamu sih suka banget adu mulut terus dengan Naira"kata Farrell.
"Naira kan tadi mau minta sama kamu"sahut Ryan.
"Ya sudah aku yang salah,nanti besok minta maaf sama dia"sahut Bella.
**********
"Assalamu'alaikum"kata ibu Mila.
"Waalaikumsalam"sahut semua murid.
"Hari ini kita koreksi latihan kita kemarin,tolong bagikan Indra dan Akmal"ucap ibu Mila.
"Sudah dapat semuanya".
"Jika,sudah ibu akan menuliskan jawabannya dipapan tulis,silahkan kalian lihat dengan teliti punya teman kalian masing-masing"kata ibu Mila.
"Kenapa tulisan ini mirip banget dengan si penulis surat misterius itu,apakah Akmal yang mengirimkan surat itu,tapi kapan dia melakukan itu"kata hati Naira.
"Setelah istirahat,temui aku di perpustakaan"kata Naira sambil menulis dibuku Akmal.
"Jika sudah selesai,kembalikan buku yang kalian koreksi kepada yang punya bukunya".
"Ayo kita lanjutkan pembelajaran kita".
"Naira mau ngomong apa ya,kenapa dia ingin bertemu dengan aku,kan bisa bicara langsung"kata hatinya Akmal.
Ting...Ting...
"Pembelajaran kita cukup sampai disini,pertemuan selanjutnya kita lanjutkan kembali,silahkan kalian istirahat"
"Aku mau ke perpustakaan dulu,mau mengembalikan buku yang ku pinjam"sahut Naira sambil memberikan kode kepada Akmal.
Naira segera keluar dari kelas dan ia masuk ke dalam ruang perpustakaan.
Disana hanya 3atau 5 orang yang berkunjung ke perpustakaan. Dua menit kemudian Akmal datang dan menghampiri Naira.
"Ada apa Naira?".
"Aku ingin kamu jujur sebelum aku pergi".
"Jujur tentang apa?"tanya Akmal.
"Apakah kamu pernah memberikan aku surat cinta waktu kelas X"sahut Naira.
"Naira,maafkan aku".
"Aku menyukaimu sejak kelas X dan sampai sekarang".
"Kenapa kamu baru mengatakannya sekarang"ucap Naira.
"Aku takut kamu tidak menyukaiku"sahut Akmal.
"Ciye ciye lagi ngapain kalian"ucap Ryan yang baru datang disusul Farrell,dan Bella.
"Dari mana,kalian tahu kami ada disini?"tanya Naira.
"Ya dari buku Akmal, kamu kan yang menulis ingin bertemu"sahut Bella.
"Jadi kamu membuka buku ku"sahut Akmal.
"Tak sengaja"sahut Bella.
"Ngomongin apa sih kalian?"tanya Ryan.
"Katanya, tidak mau jadi saingan aku,eh ternyata"kata Bella.
"Aku keluar dulu"sahut Naira sambil melangkah keluar perpustakaan.
"Naira,bicara apa?"tanya Farrell.
"tidak tahu,aku keluar duluan ya"sahut Akmal.
__ADS_1
"Kenapa sih,mereka seperti ada yang disembunyikan"ucap Bella.
"Mungkin sepertinya"sahut Ryan.
"Ayuk,kita ke kelas, bentar lagi bel berbunyi" ucap Farrell.
Ting.... Ting...
Bunyi bel menandakan istirahat telah berakhir,saat semua murid sedang asyik mengobrol dengan teman sebangkunya,ibu Asri pun datang dan berdiri di depan pintu kelas.
"Kalian setelah istirahat mata pelajaran apa?"tanya ibu Asri sambil melihat Siswa dan siswi sedang berisik.
"Mata pelajaran bahasa Inggris"sahut Indra.
"Ibu Yuli ya"ucap ibu Asri.
"Iya"sahut Indra.
"Hari ini,ibu Yuli tidak masuk,kalian belajar sendiri saja dulu dan jangan keluar kelas"kata ibu Asri.
Semua murid diam mendengar perkataan ibu Asri,tidak ada satupun yang berbicara,mereka saling menatap ibu Asri.
"Untuk Naira Utami,silahkan ikut ibu"kata ibu Asri.
Naira segera keluar kelas dan berjalan dibelakang ibu Asri.
"Naira,ini surat pindah kamu,ibu minta maaf jika selama mengajar ibu ada salah sama kamu"kata ibu Asri.
"Naira juga minta maaf sama ibu"kata Naira sambil meneteskan air mata.
"Ada masalah apa, kok Naira dipanggil ibu Asri?"tanya Farrah.
"Aku juga tidak tahu"sahut Lilis.
Saat Naira memegang surat itu,ia pun mulai menangis.
"Ya Allah,jika ini jalan terbaik ku,aku akan ikhlas untuk menjalaninya"kata hati Naira sambil berjalan menuju kelas.
Saat Naira memasuki kelas,ia masih saja menangis.
"Naira,kenapa kamu menangis?"tanya Farrah sambil menghampiri dan memeluk Naira yang berdiri didekat pintu.
"Naira,kamu kenapa?"tanya Lilis sambil menghampiri Naira disusul Anaya dan Amara.
"Kenapa Naira menangis?"tanya Ryan yang heran dari kursi belakang.
"Aku juga tidak tahu"sahut Bella.
"Naira apa yang terjadi?dan surat apa ini?"tanya Farrah sambil mengusap air mata Naira.
"Aku akan pindah sekolah"sahut Naira.
"Apa"kata Amara sambil memeluk Naira.
"Kenapa kamu bisa pindah?"tanya Lilis sambil ikut menangis.
"Ayah dan ibuku akan pergi keluar kota"sahut Naira.
"Ada apa?"tanya Indra yang melihat teman-temannya Naira ikut menangis.
"Naira,akan pindah sekolah"sahut Lilis.
Indra dan Akmal terkejut,begitu juga dengan Bella,Ryan,dan Farrell.
"Baguslah, Naira pindah tidak ada saingan lagi aku"kata hati Bella.
"Teman-teman,maaf kan aku jika ada salah"ucap Naira.
"Kami juga minta maaf"sahut Anaya.
"Aku juga minta maaf"sahut Farrah.
Ting...Ting
"Kamu akan pindah ke mana?"tanya Akmal sambil menatap Naira.
"Aku akan masuk pesantren"sahut Naira.
"Naira maafkan aku"sahut Akmal.
"Kamu tidak salah, aku pulang duluan ya dan selamat tinggal,tetap semangat ya sekolahnya"sahut Naira sambil menangis keluar dari kelas.
"Aku akan terus mencintaimu"teriak Akmal dari dalam kelas.
*Bersambung*
__ADS_1