
Setelah sarapan pagi,ibu Naira,Naira dan Nita pergi ke kebun sayuran untuk memanen terong,labu dan yang lainnya.
"Naira,tolong petik cabe itu"kata ibunya sambil membawa bakul ditangannya.
"Letakkan disini"ucap ibunya sambil memetik terong.
"Nita,jangan jauh-jauh"kata ibunya ketika melihat Nita berlari.
"Kakak ipar,Naira dan Nita ke sini, saya sudah buatkan teh es"kata Firda.
"Kebetulan,aku haus banget"sahut Naira sambil mengambil gelas dari nampan.
"Ini petik kan hari ini,kamu bisa jual ke pasar"kata ibu Naira kepada Firda.
"Iya,kak"sahut Firda sambil angkat karung terong dipundaknya.
"Suamimu dimana Nak?"tanya nenek Naira yang baru datang.
"Di teras Ma"sahut ibu Naira sambil mau minum.
Di teras nampak ayah Naira sedang minum kopi sambil membaca koran.
"Nak"kata nenek Naira sambil duduk di kursi.
"Ada apa Ma?"tanya ayah Naira sambil menatap mamanya.
"Begini, apakah kamu bisa, memberikan sedikit uang untuk Firda,untuk bayar kuliahnya"kata Nenek Naira.
"Baiklah,nanti jika kami pulang,saya akan memberikan uang untuk Firda"kata ayah Naira sambil minum kopi.
"Ma,Firda pergi dulu ya,mau berangkat ke kampus"kata Firda sambil mencium tangan nenek Naira.
"Kakak,aku pergi dulu"kata Firda sambil mencium tangan ayah Naira.
Ketika Firda sudah pergi ke kampus,Naira datang dan menghampiri ayah dan neneknya.
"Ayah,Minggu depan Naira akan masuk sekolah"ucap Naira kepada ayahnya.
"Iya,ayah juga tahu"kata ayahnya sambil mencubit pipi putrinya.
"Belikan Naira tas dan alat tulis"sahut Naira.
"Iya,nanti ayah belikan"kata ayahnya.
"Terimakasih, ayah"ucap Naira.
**********
Di taman belakang,didekat kolam renang,mama Akmal sedang asyik melihat Ara main lempar bola bersama Akmal.
"Hore"kata Ara sambil tertawa.
"Tangkap Ara"kata Akmal sambil melempar bola ke arah Ara.
"Yee dapat"teriak Ara sambil menatap mamanya.
"Apa aku boleh bergabung dengan kalian?"tanya Shinta yang baru datang.
"Ma,aku ke kamar dulu ya"kata Akmal sambil berjalan meninggalkan mamanya dan Ara.
"Hai,Ara kita main yuk"ucap Shinta sambil mengelus rambut Ara.
Melihat itu mama Akmal hanya diam, tiba-tiba mama Akmal teringat bahwa ia lupa mencolok rice cooker.
"Astaga, aku lupa bisa-bisa gak matang itu nasi"kata mama Akmal sambil berdiri dari kursi.
"Shinta,tante titip Ara sebentar ya"kata mama Akmal sambil berjalan meninggalkan Ara dan Shinta.
"Ara, Ayuk kita main lempar bola"kata Shinta.
"Iya"jawab Ara.
Saat asyik bermain, tiba-tiba ponsel Shinta berbunyi.
__ADS_1
"Kakak Shinta,menerima telepon dulu ya"kata Shinta sambil membelakangi Ara yang sedang asyik main lempar bola sendiri.
Ketika Shinta asyik menelpon,bola Ara jatuh di kolam renang,Ara mencoba menggapainya tapi Ara terpeleset dan terjatuh didalam kolam.
"Tolong mama"teriak Ara sambil melambaikan tangannya.
Mendengar teriakan Ara,mama Akmal segera berlari ke taman belakang dan ia melihat Ara hampir tak bernapas.
"Ara,anakku"teriak mama Akmal sambil menceburkan dirinya untuk menyelamatkan Ara.
Mendengar teriakan mama Akmal, Shinta segera menoleh ke belakang dan terkejut melihat Ara berada di pelukan mama Akmal.
"Apa yang terjadi dengan Ara?"tanya papa Akmal yang baru datang disusul Akmal.
"Ara tercebur pa"sahut mama Akmal.
"Ya,sudah ayuk kita bawa ke rumah sakit"kata papa Akmal sambil angkat tubuh putrinya.
Sesampainya dirumah sakit,Ara dimasukkan ke dalam ruangan UGD.
"Bapak dan ibu,bisa tunggu diluar sebentar ya"ucap perawat itu sambil menutup pintu.
"Apa yang terjadi dengan Ara?"tanya papa Akmal.
"Ini salah mama,mama meninggalkan Ara dengan Shinta"ucap mama Akmal sambil menatap tembok rumah sakit.
"Maaf,tante,om aku ceroboh"kata Shinta yang juga ikutan ke rumah sakit.
Mama dan papa Akmal hanya diam dan tidak merespon perkataan Shinta.
Lima menit kemudian,Ara keluar dari ruangan dan dimasukkan ke dalam ruang rawat inap kamar melati.
"Dokter,bagaimana keadaan putriku?"tanya papa Akmal kepada dokter.
"Alhamdulillah,anak bapak tidak banyak menghirup air,untung bapak membawa tepat waktu,kami sudah memberikan obat,insyaallah anak bapak bisa segera siuman"kata Dokter itu sambil meninggalkan ruangan.
Mama Akmal masuk segera ke dalam ruangan,dan melihat putrinya berbaring dirumah sakit.
"Sudah ma, biarkan putri kita istirahat dulu"kata papa Akmal.
Sementara diluar ruangan,tampak Akmal hanya terduduk memandangi adik tercintanya.
"Akmal, maafin aku"kata Shinta sambil menundukkan kepalanya.
Akmal hanya diam dan tidak menjawab perkataan Shinta.
************
Keesokan paginya,Keluarga Naira pamit kepada nenek Naira dan Firda untuk pulang ke rumahnya karena liburan telah usai.
"Mama, kami mau pamit pulang dulu,kalau ada waktu kami akan kesini lagi"kata ayah Naira sambil mencium tangan.
"Iya,hati-hati dijalan,dan jaga anak dan istrimu"kata Nenek Naira sambil meneteskan air mata.
"Firda, jaga mama ya, ini ada uang sedikit untuk bayar kuliah kamu"kata Ayah Naira.
"Terimakasih,kak"sahut Firda.
"Tante,Naira pamit pulang dulu,karena liburan Naira telah berakhir"kata Naira sambil mencium tangan.
"Nenek, Naira pulang dulu"kata Naira sambil mencium tangan disusul ibunya Naira.
Didalam mobil,Naira tak sabar untuk bertemu Akmal,ia kangen banget karena 2 bulan tidak bertemu.
"Mas,kita berhenti sebentar,Nita ingin beli cilok"kata ibunya sambil membuka kaca mobil.
"Naira,kamu ingin beli sayang"kata ibunya.
"Tidak,Bu"sahut Naira.
"Bang,beli cilok nya sepuluh ribu"kata ibu Naira sambil menyerahkan uang.
__ADS_1
"Ini Bu"kata Abang cilok sambil menyerahkan bungkusan kecil.
Diperjalanan pulang,Naira melihat kendaraan berlalu lalang,tiba- tiba Naira melihat toko menjual peralatan sekolah.
"Ayah,berhenti dulu,kita singgah di toko itu"kata Naira sambil menunjuk ke toko menjual peralatan sekolah.
Ayah Naira pun memarkir mobilnya dihalaman toko itu.Dan Naira pun segera turun dari mobil.
"Ibu,Naira mau buku dan pena ini"kata Naira sambil memegang bukunya.
"Boleh,terus mau apa lagi?"tanya ibunya.
"Ini saja Bu"kata Naira.
"Ya,sudah ayuk kita ke kasir dulu"ucap ibunya sambil berjalan ke arah kasir.
"Mbak,berapa buku dan penanya?"tanya ibu Naira.
"Rp.20.000"sahut mbak kasir.
Setelah selesai,Naira dan ibunya masuk kedalam mobil dan melanjutkan perjalanan mereka.
**********
Setelah tiga hari dirumah sakit, akhirnya Ara boleh pulang kerumahnya.Didalam mobil mama Akmal memeluk Ara yang sedang main boneka ditangannya.
"Mama,Papa,kita pulang yuk ke rumah,sebentar lagi Akmal akan masuk sekolah"kata Akmal.
"Iya,sayang"kata mama Akmal.
"Waktu kamu dirumah sakit nemenin Ara,kami sudah memasukkan baju kamu ke dalam koper,dan kita akan langsung pulang ke rumah kita bukan ke villa"kata papa Akmal sambil fokus nyetir mobil.
"Hore Pulang"kata Ara.
"Ara,sukanya pulang"ucap mamanya sambil mencium kening putrinya.
"Iya,Ara tidak suka dengan kakak Shinta"sahut Ara sambil menatap mamanya.
"Kenapa tidak suka dengan kakak Shinta?"tanya mamanya.
Ara gak menjawab pertanyaan mamanya,Ara sedang asyik main boneka nya.
Sedangkan Akmal hanya diam menatap adik dan mamanya.
"Papa,kita berhenti sebentar dulu"kata Akmal kepada papanya.
"Ada apa Akmal?"tanya papa sambil berhentikan mobilnya.
Akmal tidak menjawab papanya dan langsung keluar dari dalam mobil.
Lima menit kemudian,Akmal masuk lagi ke dalam mobil.
"Akmal,beli apa sayang?"tanya mamanya sambil melihat Akmal.
"Ini,Akmal beli gelang"sahut Akmal sambil memandangi gelang itu.
"Coba mama lihat gelangnya"kata mamanya.
"Kenapa gelangnya huruf N sayang bukan A"kata mama Akmal.
"Untuk diberikan kepada dia ma"sahut Akmal tersenyum.
"Kalau kamu suka sama seseorang,kamu harus kerja dulu"sahut papanya.
"Nanti perkenalkan dengan mama ya"ucap mamanya.
"Iya,ma kalau sudah jadian"kata Akmal sambil tertawa.
*Bersambung*
__ADS_1