
Setelah satu Minggu berlalu,kini tibalah saatnya Naira bertunangan dengan dokter Akmal. Naira memakai gaun berwarna putih serta jilbab dan tidak lupa ia mengenakan cadarnya membuat Naira seperti seorang ratu begitu juga dokter Akmal yang terlihat tampan dan ganteng dengan pakaiannya.
"Saya tidak menyangka bahwa kita sebentar lagi akan menjadi besan"kata Sisca kepada Rahmawati.
"Iya, saya juga"dengan senyum dari bibirnya.
Semua para tamu yang berada di gedung itu tampak semua mata tertuju kepada Naira dan Akmal. Kini tiba saatnya dokter Akmal memasangkan cincin ke jari Naira, saat Naira ingin memasangkan cincin ke jari Akmal,tiba-tiba dari arah pintu masuk Bella datang dan mengacaukan pertunangan Naira dengan Akmal.
"Berhenti"teriak Bella yang membuat para tamu undangan menatap kearah Bella.
"Mama,itukan Bella, apa dia ingin mengacaukan pertunangan Naira dengan Akmal"ungkap Anton yang melihat Bella menghampiri Naira.
"Siapa perempuan itu?"tanya Rahmawati kepada Rania.
"Aku tidak tahu"sahutnya.
"Bella"ucap Naira yang melihat Bella berdiri dihadapannya.
"Aku hamil, kamu harus tanggung jawab"ungkap Bella yang menangis dan membuat semua yang berada ruangan itu terkejut, termasuk Sisca yang hampir mau pingsan.
"Hamil"ungkap Rahmawati yang mendengar itu langsung pingsan.
"Ibu bangun"kata Rania.
"Cepat,bawa ibumu keluar dari sini"kata Fatimah.
"Maksud kamu apa?"tanya Akmal.
"Aku hamil anak kamu, kamu harus bertanggung jawab"kata Bella.
"Aku tidak pernah menyentuhmu sama sekali"ungkap Akmal dengan nada marah.
"Apa kamu tidak ingat, saat kamu dalam keadaan mabuk kamu datang ke kontrakan aku, dan kamu memperkosa aku, sekarang aku lagi hamil dua bulan"mendengar perkataan Bella, Naira segera keluar dan pergi dari gedung itu.
"Naira"panggil Akmal yang akan menyusul Naira tapi dicegah oleh papanya.
"Kita akan bicara secara kekeluargaan kepada Naira"ucap papanya.
Naira menangis sambil keluar dari gedung, disusul oleh Attar yang juga berlari mengikuti Naira.
"Naira,kamu mau kemana?".
"Tinggalkan saya sendiri disini".
"Tidak, saya tidak ingin meninggalkan kamu sendiri dalam keadaan seperti ini".
"Bisakah kak Attar antar kan saya pulang kerumah"kata Naira yang menghapus air matanya.
"Baik, saya mengambil motor dulu"sahutnya.
Didalam gedung, para tamu mulai pulang kerumahnya masing-masing, kini tersisa hanya keluarga Akmal, keluarga Naira, Zainal dan istrinya serta Bella bersama ibundanya.
"Akmal, apa benar kamu menghamili Bella?"tanya Anton dengan nada marah.
__ADS_1
"Tidak papa, aku tidak pernah melakukan perbuatan keji seperti itu"sahut Akmal yang membela dirinya benar.
"Tidak mungkin, anakku Bella tidak mengetahui siapa ayah anak yang dikandungnya"ungkap Mirna dengan kesal.
"Mama, papa percaya dengan aku, aku tidak mungkin melakukan perbuatan seperti itu"katanya.
"Kalau kamu tidak percaya dengan anak yang aku kandung, kamu bisa tes DNA anak yang ada di rahim aku"kata Bella sedang menangis.
"Sisca, kami pulang dulu, silahkan selesaikan masalah kalian"kata Rahmawati.
"Sisca, saya ingin Akmal menikahi Bella, saya tidak mau anak itu lahir tanpa seorang ayah"Mirna yang menatap Sisca yang mau menangis.
"Tidak, aku tidak akan bertanggung jawab karena itu bukan darah dagingku"ungkap Akmal yang keluar dari gedung.
"Tante, aku mohon, aku ingin Akmal menikahi aku, kasihan anak ini lahir tanpa seorang ayah"kata Bella mengelus perutnya yang sudah berisi.
"Apa kamu yakin anak itu adalah anak Akmal?"tanya Anton.
"Iya, saya yakin anak Akmal karena kami pernah berhubungan intim"katanya.
"Baiklah, kami pulang dulu, nanti akan kami bicarakan dengan Akmal"kata Anton sambil membawa istrinya untuk segera pulang kerumah.
Setelah kepergian Sisca dan Anton,Mirna pun tersenyum bahagia karena telah mengacaukan pertunangan anak mereka.
"Kamu berakting dengan bagus putriku"kata Mirna kepada putrinya.
"Ya dong bunda, anak bunda gitu loh"senyum licik Bella.
"Pokoknya, kita harus menghancurkan keluarga Sisca karena telah membuat ayahmu meninggal"balas senyum kemenangan dari Mirna.
"Rencana kita berjalan dengan sempurna"kata Mirna.
"Terimakasih, anak Mama, kehadiran kamu membawa mama dan nenekmu menuju kesuksesan"sahut Bella tertawa kecil.
"Apa kamu sudah menutup mulut laki-laki yang menghamili kamu?"
"Sudah bunda, laki-laki itu pergi jauh dan tidak akan pernah kembali lagi"
"Kamu tidak membunuhnya kan"kata Mirna.
"Tidak bunda, ayah dari anak ini pergi ke luar kota".
"Yuk,kita pulang,dan pikiran rencana selanjutnya"ajak Mirna kepada putrinya.
Setelah pulang Rahmawati,Rania dan Nita mendengar Naira menangis dalam kamarnya.
"Naira, kamu harus percaya dengan dokter Akmal, kalau dia tidak mungkin menghamili perempuan itu"Rahmawati yang memeluk Naira.
"Siapa nama perempuan itu kak Naira?"tanya Rania.
"Namanya Shinta Bella"sahutnya.
"Kenapa nama itu tidak asing aku dengar, seperti pernah mendengar namanya"kata hati Rania.
__ADS_1
"Sudahlah, kita tunggu kabar dari calon mertuamu"Rahmawati yang menghapus air mata putrinya.
"Kak Naira, ibu benar dokter Akmal tidak mungkin melakukan perbuatan seperti itu, kita serahkan semuanya kepada Allah"peluk Rania kepada Naira.
"Iya"sahutnya.
"Yuk, kita sholat dzuhur dulu, kita serahkan semuanya kepada Allah"ajak Rahmawati yang menatap ketiga putrinya.
**********
Dirumah suaminya,Firda seperti dijadikan pembantu oleh suami sendiri dan mertuanya serta adik iparnya.
"Ini cuci pakaian saya"kata mertua yang melemparkan baju kotor kemukanya.
"Baik"sahutnya sambil memotong sayur.
"Kak Firda, minta uang buat jajan disekolah dong"kata Raya adik iparnya.
"Kamu bisa minta ke ibu, uang kakak habis buat beli sayur"kata Firda.
"Enak saja kamu menyuruh adikmu minta ke saya, kamu saja yang pelit"sahut mertuanya.
Setiap hari Firda dimaki oleh mertua dan adik iparnya, serasa dia dijadikan pembantu dirumah ini. Selalu aja ada kesalahan yang membuat mertuanya selalu memarahi dirinya. Entah itu hal sepele atau masalah besar.
"Ada apa sih, pagi-pagi udah ribut"ungkap Zaky yang baru bangun tidur.
"Ini istrimu tidak mau memberikan uang kepada Raya"sahut mertuanya yang melotot kearahnya.
"Maaf ibu, uangnya sudah habis untuk membeli kebutuhan dapur"sahutnya.
"Kamu saja yang terlalu boros"ungkap mertuanya.
"Mulai sekarang kamu tidak boleh memberikan uang terlalu banyak kepada Firda, biar ibu saja yang memegang seluruh uang gaji kamu"kata ibunya yang melihat Firda masuk dapur.
Firda yang mendengar pembicaraan Mertuanya, ia merasa tidak dianggap menantu dirumah ini, tidak ada kebebasan terhadap dirinya, ia diizinkan menelpon kakaknya satu Minggu sekali itupun kalau mertuanya tidak ada dirumah, ingin rasanya Firda mengadukan semua ini kepada kakaknya tapi ia takut akan kejahatan mertuanya.
"Firda"panggil mertua dari dalam kamarnya.
"Ada apa?"
"Sudah berapa Minggu kamu menikah dengan Zaky?"
"Sudah dua minggu"katanya Firda.
"Apakah ada tanda-tanda kamu hamil?"terkejut Firda mendengar pertanyaan mertuanya.
"Belum"jawabannya gugup.
"Kenapa kamu juga belum hamil?kamu tahu usia Zaky itu sudah memasuki 35 tahun"tatapan marah dari mertuanya membuat Firda meneteskan air mata.
"Belum diberi"sahutnya.
"Kamu saja yang tidak berusaha, pokoknya dalam satu tahun ini, kamu belum juga hamil saya akan menyuruh Zaky untuk menceraikan kamu"kata-kata tajam dari mertuanya membuat Firda menangis sambil keluar dari dapur.
__ADS_1
Firda tidak menyangka perkataan mertuanya kali ini membuatnya depresi.
*Bersambung*