
" Assalamu'alaikum"kata ibu Asri yang baru datang.
"Waalaikumsalam"sahut semua murid.
"Gimana kabar hari ini,apa ada yang tidak hadir ke sekolah?"tanya ibu Asri sambil membuka Absen.
"Hadir semua"sahut Indra yang duduk didepan meja guru.
"Baiklah,hari ini kita akan memilih perangkat kelas,siapa yang bersedia jadi ketua kelas"ucap ibu Asri.
Semua murid diam dan tidak ada satu pun yang ingin menjadi ketua kelas.
"Baiklah,biar ibu yang memilihnya, yang akan jadi ketua kelas adalah Farrel,wakil ketua kelas Farrah, Sekretaris Naira Utami,Bendara Amara,seksi kebersihan Shinta Bella dan Akmal Ramadhan,Seksi keamanan dan ketertiban Indra dan seksi olahraga Ryan"kata ibu Asri sambil menatap muridnya.
"Sekarang,Naira ibu minta tuliskan ini dipapan tulis,ibu akan keluar sebentar"ucap ibu Asri sambil menyerahkan buku kepada Naira.
Lima menit kemudian,ibu Asri masuk kelas dan kembali duduk di kursi.
"Naira,apa kamu sudah selesai?"tanya ibu Asri.
"Sudah Bu"kata Naira sambil mengembalikan buku kepada ibu Asri.
"Ibu akan menjelaskan tentang Dinamika Kependudukan Di Indonesia"kata ibu Asri.
*******
"Lilis,apa aku boleh minjam buku catatan kamu"ucap Naira.
"Boleh"sahut Lilis.
"Aku tidak ingin jadi bendahara"kata Amara yang berada di belakang Naira.
"Kenapa?"tanya Lilis.
"Aku takut uangnya hilang"sahut Amara.
"Simpan di tasmu menggunakan gembok"kata Anaya sambil tertawa-tawa.
"Ih,kamu ini malah bercanda"kata Amara.
"Naira,kamu kalau lulus mau kuliah dimana?"tanya Lilis.
"Aku bingung,dan tidak tahu mau kuliah dimana"ucap Naira.
"Kita nikah muda saja"sahut Anaya sambil tersenyum.
"memang kamu ingin nikah muda?"tanya Lilis kepada Anaya.
"Lebih baik nikah muda,dari pada kuliah mikirin diskripsi belum lagi di marahi dosen,sakit kepala ku"sahut Anaya.
"Ya,itulah namanya kuliah"sahut Amara.
"kalau aku mau nikah muda,asalkan"sahut Naira.
"Asalkan apa Naira?"tanya Lilis.
"Asalkan aku dengan dia"sahut Naira sambil melirik Akmal.
"Dia itu siapa sih?"tanya Indra yang mendengar Suara Naira.
"Dia itu kamu"sahut Lilis dengan nyaring.
Naira hanya tertawa mendengar perkataannya Lilis begitu juga dengan Anaya dan Amara.
"Ciye ciye"kata Akmal kepada Indra.
"Apa sih"kata Indra"
"Sisa lima menit lagi,waktu ibu akan habis,ibu keluar duluan ya"kata ibu Asri sambil berjalan keluar kelas.
Ting..Ting ..
"Assalamu'alaikum"ucap ibu Mila yang baru datang.
"Waalaikumsalam"sahut serentak.
"Hari ini ibu minta buka buku halaman 2,tulis soal dan jawabannya di buku latihan kalian masing-masing,jika sudah selesai bisa dikumpulkan di atas meja"kata ibu Mila.
"Ibu,keluar sebentar kerjakan dan jangan ribut"kata ibu Mila sambil berjalan Keluar kelas.
"Naira,kamu saja yang menjawab,biar kami yang mencontek jawaban kamu"kata Indra sambil memandangi Naira yang sedang asyik menulis.
"Usaha sendiri, itu Akmal disebelah mu pintar, kamu contek dengan dia saja"sahut Naira.
"Akmal juga ingin mencontek dengan mu"sahut Indra sambil tertawa.
"Seksi Keamanan yang memulai membuat keributan"kata Bella sambil melihat Naira dan Indra.
"Mana ada"sahut Indra.
"Bilang saja, kamu juga ingin meminta jawaban Naira"ucap Indra.
"Mana ada, aku saja sudah mau selesai"sahut Bella.
"Sudah jangan ribut"kata Farrell sambil berdiri.
__ADS_1
"Aku sudah selesai"kata Naira sambil menutup bukunya.
"Aku sedikit lagi"sahut Lilis sambil mempercepat menulisnya.
"Naira,Akmal suka dengan kamu"kata Indra sambil menatap Naira.
"Ciye ciye"sahut Farrah.
"Apaan sih,nama aku yang dibawa"kata Akmal kepada Indra.
"Cuma bercanda kok"ucap Indra.
"Bilang saja, kamu yang suka bukan Akmal"sahut Bella
"Terus kalau Akmal beneran suka bagaimana"kata Indra.
"Ya tidak apa-apa, banyak saja laki-laki yang lain" sahut Bella.
"Itu artinya Bella yang suka dengan Akmal"sahut Lilis.
"Bukan gitu,tapi mama Akmal saja yang menjodohkan aku dengan dia"sahut Bella.
"Ciye ciye,mau diambil jadi menantu nih"kata Amara.
"Akmal, memang benar?"tanya Indra.
"Tidak, dia mengada-ada"sahut Akmal yang tak ingin membuat Naira cemburu.
"Tuh kan,apa kata Akmal,Bella nya saja yang kebanyakan menghayal"sahut Lilis.
"Aku tidak menghayal, memang perkataan mama Akmal seperti itu"sahut Bella.
"Sudah,cepat selesaikan bentar lagi istirahat"kata Naira dengan suara nyaring.
"Ada apa Naira?"tanya ibu Mila yang baru datang.
"Tidak apa-apa"sahut Naira"
"Jika sudah selesai,kumpulkan ke meja,kalian boleh istirahat"kata ibu Mila.
Naira segera mengumpul bukunya dan langsung keluar kelas sendirian.
"Ada apa dengan Naira?"tanya dalam hati Akmal.
"Tumben,Naira keluar sendiri,biasanya dengan kita"kata Amara.
"Aku tidak tahu, ayuk kita susul"sahut Lilis.
"Naira arah mana ya tadi"kata Anaya.
"Mungkin dia di kantin, ayuk kita ke kantin"sahut Lilis.
Didalam perpustakaan,Naira hanya memandangi tumpukan buku yang berada di atas rak.Tiba-tiba Akmal masuk ke dalam perpustakaan untuk mengembalikan buku yang ia pinjam,Akmal melihat Naira yang sedang duduk.
"Naira,apa boleh aku duduk sini"kata Akmal sambil mau duduk.
"Silahkan,tidak ada yang ngelarang kok"sahut Naira sambil mengambil buku yang ada dihadapannya.
"Kamu tidak cemburu kan, mendengar perkataan Bella tadi?"tanya Akmal.
"Ngapain aku harus cemburu,aku kan bukan siapa-siapa kamu"sahut Naira.
"Oh ya,aku ke kelas duluan ya"kata Naira.
"Gak cemburu kok jutek gitu sama aku"kata hati Akmal.
********
Ting ..Ting...
Menandakan bahwa istirahat telah berakhir.Semua Siswa dan siswi masuk ke dalam kelasnya masing-masing.
"Naira,kamu dari mana saja,kami dari tadi nyariin kamu"kata Lilis.
"Dari perpustakaan"sahut Naira sambil mau duduk.
"Akmal,datang dari mana kamu"kata Indra yang melihat Akmal baru masuk kelas.
"Dari perpustakaan,mengembalikan buku yang ku pinjam"sahut Akmal sambil duduk di kursi.
"Habis ngapain kalian berduaan di perpustakaan"kata Indra sambil memandangi Naira.
"Siapa yang berduaan di perpustakaan?"tanya Bella yang baru datang.
"Naira dan Akmal"sahut Indra.
"Kami tidak berduaan,banyak kakak kelas di ruangan itu"sahut Naira.
"Udah deh,Indra ini mulai dari pagi sampai mau pulang tetap saja menganggu Naira"kata Farrah.
"Mana ada aku mengganggu,ini aku disuruh Akmal"sahut Indra sambil tertawa.
"Nama aku lagi yang dibawa"sahut Akmal.
"Bisa tidak sih,kalau suka sama si itu tidak usah ditampakkan,nanti dia merasa besar kepala lagi"sahut Bella dari belakang.
__ADS_1
"Siapa juga yang merasa besar kepala,bilang saja iri,karena aku banyak disukai laki-laki"sahut Naira.
"Betul tuh kata Naira"sahut Amara.
"Naira sudah cantik pintar lagi"sahut Farrah.
"Kamu menyindir siapa?"tanya Bella.
"Menyindir tembok"sahut Farrah.
"Assalamu'alaikum"kata ibu Atul
"Waalaikumsalam"sahut semua murid.
"Perkenalkan nama ibu Mariatul,ibu bisa dipanggil dengan ibu Atul,ibu mengajar di kelas X1 mata pelajaran bahasa Indonesia"kata ibu Atul.
"Sekarang,ibu ingin kalian memperkenalkan nama kalian masing-masing dan alamat rumah"kata ibu Atul.
Setelah semua murid memperkenalkan diri mereka masing-masing, pembelajaran pun dilanjutkan kembali.
"Tulis dibuku catatan kalian,yang ibu tulis ini"kata ibu Atul sambil menunjuk papan tulis.
"Bella,kamu kenapa kok jutek gitu?"tanya Andira.
"Bisa-bisanya, Farrah menyindir aku"sahut Bella.
"Diakan sahabat Naira,ya jelaslah membela Naira"sahut Andira.
"Iya juga sih"sahut Bella.
"Ryan,tumben kamu diam,dikelas X kamu yang suka mengganggu Naira"kata Bella.
"Aku mundur,karena Naira tidak suka sama aku"sahut Ryan.
"Tahu dari mana kamu,kalau Naira tidak suka sama kamu?"tanya Farrell.
"aku sakit gigi"sahut Ryan yang gak ingin membahas lagi.
********
"Iya Mas,saya tidak akan mengatakan kebenaran nya kepada Naira"kata ibunya sambil memegang telpon.
"Kebenaran apa Bu"kata Naira yang baru datang dari sekolah.
"Naira,kapan kamu datang?"tanya ibunya sambil menutup telepon.
"Baru saja Bu,Bu tidak mendengar Naira mengetok pintu"sahut Naira.
"Maafkan ibu ya sayang,cepat ganti baju baru kita makan"sahut ibunya.
Dimeja makan ibunya sedang asyik menyiapkan piring dan gelas untuk Naira dan Nita.
"Nita ayuk sayang kita makan siang" kata ibunya.
"Iya,Bu"sahut Nita sambil duduk.
"Nita mau makan apa? ada Tumis wortel buncis,tahu goreng dan ayam goreng bumbu kuning"tanya ibunya.
"Nita mau ayam goreng"sahut Nita.
"Bu,kebenaran apa yang ibu sembunyikan dari Naira"kata Naira yang baru masuk dapur.
"Makan dulu,baru ibu beritahu"sahut ibunya.
"Tidak Bu, Naira tidak mau makan sebelum ibu memberitahu kebenarannya"sahutnya.
"Naira, ayahmu di PHK perusahaan, jadi ayahmu meminta kamu untuk pindah sekolah untuk sementara, karena ayahmu tak sanggup membayar uang bulanan sekolah kamu"sahut ibunya sambil menatap Naira.
"Naira tidak mau pindah sekolah"sahut Naira sambil menangis dan masuk ke dalam kamarnya.
"Naira, buka pintunya sayang"ucap ibunya.
Naira segera membukakan pintu kamarnya dan kembali menangis ditempat tidur sambil memeluk boneka kesayangannya.
"Naira, maafkan ibu dan ayah, untuk sementara kamu akan kami pindahkan ke pesantren dulu sayang"sahut ibunya sambil mengusap rambut Naira.
"Naira, ibu mengerti perasaan kamu sayang,tapi mau bagaimana lagi,ibu dan Nita ke keluar kota untuk membantu ayahmu,sebentar lagi Nita juga akan masuk sekolah,dan membutuhkan biaya yang besar"ucap ibunya sambil meneteskan air mata.
"Ibu akan keluar kota untuk membuka usaha disana,siapa tahu disana ibu bisa membantu ayahmu,dan kamu akan tinggal untuk sementara bersama paman dan bibi mu"kata ibunya sambil memeluk Naira yang masih menangis.
"Naira tatap mata ibu,ibu berjanji sama kamu,hanya 1 tahun saja kamu ikut bersama paman dan bibi mu,nanti ayah dan ibu akan membawa kamu pulang"kata ibunya sambil mengusap air mata Naira.
"Ibu,Naira tidak mau pisah dengan teman-teman Naira"sahut Naira.
"Naira,nanti di pesantren,kamu juga akan punya teman"sahut ibunya.
"Ibu,mohon pengertiannya sayang"kata ibunya sambil memeluk putrinya.
"Iya,Bu"sahut Naira sambil menangis.
"Besok,kamu minta surat pindah kepada wali kelas kamu"kata ibunya.
Naira mengangguk dan kembali menangis di pelukan ibunya.
*Bersambung*
__ADS_1