
Keesokan hari, Naira berangkat bersama bapak Anton untuk menemui Akmal. Naira juga membawa Amora pergi bersamanya karena Amora selalu saja merengek minta dibawa jalan-jalan.
Setelah sampai memasuki kantor polisi bersama bapak Anton. Didalam perjalanan menuju kantor polisi, Anton hanya berdiam dan memandangi Amora dan Naira.
"Pak, apa bisa saya menjenguk Akmal. Saya papanya Akmal"kata Anton kepada polisi yang berjaga.
"Silahkan ikuti saya"Anton berjalan mengikuti polisi serta disusul Naira yang menggandeng tangan Amora.
"Bapak tunggu disini,saya akan panggilkan Akmal"
Setelah menunggu, akhirnya Akmal datang dan langsung memeluk Anton.
"Bagaimana kabar kamu,Nak?"
"Alhamdulillah,aku baik-baik saja. Ada apa papa kesini?"
"Ada seorang perempuan yang ingin bertemu dengan kamu"
"Siapa?"tanya Akmal yang menatap papanya.
"Itu dia disana"Akmal segera menoleh dan ia melihat Naira berdiri tidak jauh dari tempat duduknya.
"Naira.."Panggil Akmal yang menghampiri Naira.
"Apa kamu masih mengenaliku?"mata Naira mulai berkaca-kaca.
"Iya, aku masih mengenalimu karena kamu cinta pertama dan terakhirku"Akmal meneteskan air matanya didepan orang yang ia cintai.
"Apakah kamu masih mencintaiku?"
"Pertanyaan apa yang kamu tanyakan ini, sudah pasti jawabannya adalah aku masih mencintaimu. Apa kamu sudah menikah?"tanya Akmal yang melihat Naira mengandeng tangan anak kecil.
"Belum, aku masih menunggu kamu"
"Benarkah,tunggu aku bebas dari sini. Kita akan segera menikah. Apakah kamu mau menikah denganku?"
"Iya,aku mau"
"Mommy, kenapa disini banyak polisi? Amora takut mommy"Amora bersembunyi dibalik baju Naira.
"Amora jangan takut. Kalau Amora tidak salah, polisi tidak akan menangkap Amora"
"Naira, jika kamu belum menikah kenapa anak ini memanggil kamu mommy?"
"Ceritanya panjang, tapi Amora adalah anak Rania"
"Naira, aku harap kamu akan menunggu ku sampai aku bebas"Akmal memohon kepada Naira.
"Sebenarnya, aku ingin memeluk kamu, tapi kita bukan muhrimnya"batin Akmal.
"Aku akan menunggu kamu karena aku ingin menjalankan permintaan terakhir ayahku"Naira tidak sanggup akhirnya ia meneteskan air matanya.
"Kemana saja kamu selama ini?"
"Maafkan aku, aku pergi keluar kota atas keinginan saudara kembar ku"
******
Saat jam istirahat, Nita berada di perpustakaan bersama Inayah. Tidak jauh dari tempat duduknya, ia melihat Ara sedang mendekati laki-laki yang disukai oleh Nita.
"Hai, apa boleh aku duduk disini?"tanya Ara kepada Ilham yang sedang membaca buku.
"Silahkan, tidak ada yang melarang kok"senyum Ilham yang membuat Ara salah tingkah.
Melihat Ilham tersenyum kepada Ara membuat Nita ingin pergi dari perpustakaan.
"Inayah, yuk kita ke kelas. Aku sudah selesai"Nita segera membereskan semua bukunya.
__ADS_1
"Tapi, aku belum selesai"
"Nanti liat punyaku saja"lirih Nita yang ingin beranjak dari duduknya.
"Oke"
Ketika melewati meja Ilham dan Ara. Tiba-tiba Ilham memanggil Nita yang hendak mau keluar ruangan.
"Nita.."panggil Ilham dan membuat Nita berhenti.
"Ada apa?"Nita segera melihat Ara dan Ilham.
"Apa kamu sudah selesai mengerjakan tugas dari ibu guru?"
"Sudah, aku ke kelas duluan nya"senyum Nita kepada Ilham.
"Ara, aku juga mau ke kelas. Aku duluan ya"pergi meninggalkan Ara sendiri.
"Apa Ilham menyukai Nita"batin Ara.
Ting...Ting..
Bunyi bel menandakan bahwa istirahat telah berakhir.
Didalam kelas Nita memperhatikan Ilham yang sedang mengeluarkan buku dari dalam tasnya. Ketika Nita menatap Ilham, Ilham pun juga sekilas melirik Nita tapi ia pura-pura tidak melihat.
"Assalamu'alaikum"kata ibu Sita saat memasuki kelas.
"Waalaikumsalam"
"Ara, kamu dipanggil kepala sekolah di ruangannya"
Ara mengangguk dan berjalan menuju keluar kelas. Saat sampai di pintu ruangan bapak sekolah, Ara segera mengetuk pintu.
Tok..tok..
"Permisi, apa bapak memanggil saya?"tanya Ara yang berdiri didepan pintu.
"Ada apa ya, bapak memanggil saya"
"Ara, sudah 4 bulan kamu belum bayar uang sekolah, saya harap kamu segera melunasinya. Karena jika tidak kamu bayar maka kamu tidak bisa ikut ujian"
"Baik, saya akan melunasinya"
"Bagaimana cara aku membayar uang sekolah sedangkan papa hanya jualan koran cukup untuk makan sehari-hari. Coba saja kak Akmal tidak dipenjara pasti hidupku enak"batin Ara sambil menghela nafasnya.
*********
Setelah pulang dari kantor polisi,Naira mengendong Amora yang tengah tidur dalam pangkuannya. Ia meletakkan Amora di kasur tempat tidurnya kemudian Naira pergi ke dapur untuk memasak. Tiba-tiba Chadia menghampiri Naira sambil membawa boneka barbie kesayangannya.
"Kak Naira, dimana Amora? Chadia ingin bermain dengannya"lirik Chadia sambil menarik baju Naira.
"Chadia, Amora sedang tidur siang"
"Yah, padahal Chadia ingin bermain dengannya"raut sedih Chadia.
"Chadia, bermain dengan bunda saja ya"sahut Fatimah yang baru memasuki dapur.
"Iya bunda"
"Naira, apa kamu sedang melamun? itu nanti telornya bisa gosong"Fatimah mencium telor yang mulai gosong.
"Maaf bibi, Naira banyak pikiran"sahutnya mendekati meja makan.
"Apa yang kamu pikirkan?"
"Tadi saya bertemu dengan mantan istri Akmal dipinggir jalan"
__ADS_1
(Flashback on)
"Mommy, Amora ingin beli eskrim itu"tunjuk Amora diseberang sana.
"ayuk kita ke sana"ajak Naira.
"Amora, mau rasa apa sayang"Naira menatap mata putri kecilnya itu.
"Amora ingin rasa Coklat dan Vanila"
"Bang, eskrim rasa Coklat dan Vanila satu ya"
"Ini eskrimnya"kata Abang penjual itu memberikan ke tangan Amora.
"Berapa bang?"
"Rp 10.000"
"Ini uangnya. Terimakasih" Naira pergi sambil mengandeng tangan Amora.
Ketika berjalan, tiba-tiba ia ada seorang anak laki-laki menabrak dirinya. Alhasil anak laki-laki jatuh dan ia pun menangis.
"Kamu jangan menangis,apa kamu terluka?"tanya Naira.
"Tidak tante, aku baik-baik saja"ucap anak kecil itu.
"Dimana ibumu?"kenapa kamu berlarian dijalan seperti ini?"
"Barra, mama nyariin kamu, ternyata kamu disini"Naira mendengar dan menoleh ke depan asal suara itu. Dan ia terkejut ternyata itu suara Bella, mantan istri Akmal.
"Rania, ngapain kamu disini?apa uang 100 juta yang aku berikan tidak cukup untuk menutup mulutmu"Bella melotot kearah Naira.
"Maksud kamu apa?"tanya Naira dengan heran.
"Apa kamu sudah lupa, kamu pernah mengancam ku. Tapi sekarang ancaman kamu itu tidak berguna lagi untukku karena rencana ku sudah berhasil"Bella tersenyum kepada Bella.
"Bella, aku tidak mengerti maksudmu apa?"
"Sudahlah, apa tujuan kamu datang ke kota ini?pasti ingin minta uang lagi kan dari aku? jangan harap kamu"
"Barra, yuk kita pergi"Bella pergi menggandeng tangan Barra.
"Apa maksud Bella?aku tidak mengerti?"tanya Naira dalam hati.
"Mommy, kenapa tante tadi memarahi mommy?"Amora yang melihat Naira dimarahi, ia takut akan keadaan Naira.
"Amora, tante tadi tidak memarahi mommy tapi ia memarahi anaknya karena anaknya nakal"Naira memberi pengertian kepada putrinya.
"Benarkah mommy"
"Iya, yuk kita pulang"ajak Naira.
"Gendong mommy, Amora tidak kuat jalan lagi"Amora merengek minta digendong.
"Ya sudah,sini anak mommy"
(Flashback off)
"Bibi, jadi begitu ceritanya yang membuat aku kepikiran terus"
"Tadi kamu bilang bahwa Bella menyebut dirimu adalah Rania, itu berarti ada hubungannya dengan Rania"lirih Fatimah meyakinkan Naira.
"Bibi benar, sepertinya ada sesuatu antara Rania dengan Bella"
"Kamu harus mencari tahu semuanya"
"Tapi bagaimana caranya,sedangkan kejadian itu sudah 4 tahun lamanya"
__ADS_1
"Iya juga sih, sedangkan Rania juga sudah meninggal"
*Bersambung*