
Singkat cerita mereka sampai dikediaman rumah Zainal. Nampak suasana ruang tengah semakin ramai karena kedatangan Naira,Nita dan putrinya Amora Hanina.
"Silahkan diminum tehnya. Kalian pasti haus setelah menempuh perjalanan"kata Zainal yang memandangi wajah Naira dan Nita.
"Apa ini anak kamu?"Fatimah yang melihat Amora sedang duduk dipangkuan Naira.
Naira hanya senyum dan mengangguk apa yang dikatakan Fatimah. Ia tidak ingin merusak momen bahagia ini, apa lagi mereka baru bertemu setelah 4 tahun lamanya. Sedangkan Nita hanya tersenyum sambil memainkan ponselnya.
"Siapa nama kamu sayang?"tanya Zainal yang menatap Amora.
Amora hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Zainal, sebab ia masih malu terhadap orang yang baru Amora kenal.
"Namanya Amora Hanina"balas Naira.
"Nama yang cantik sama seperti orangnya"Fatimah tersenyum yang mencubit pipi gemes Amora.
"Amora, bisa berteman dengan Chadia"tunjuk Zainal yang melihat Chadia mulai mendekati Amora.
"Ayuk kita ke kamar, disana Chadia banyak mainan"Chadia menarik tangan Amora. Sedangkan Amora hanya menatap Naira agar meminta izin.
Naira mengangguk dan menurunkan Amora dari pangkuannya.
"Jangan nakal ya sayang"
"Iya mommy"Amora dan Chadia segera berlari masuk ke dalam kamar tidurnya.
"Naira, kamu kesini cuma bertiga. Dimana ayah Amora?apa dia tidak ikut?"kaget Naira mendengar perkataan Zainal, sedangkan Nita hanya memandangi Naira sesekali menatap ponselnya.
Naira tahu bahwa selama ini ia tidak bercerita kepada pamannya mengenai Amora. Ia selalu tertutup kepada siapa pun. Diluar kota Naira selalu dikira sebagai janda beranak satu padahal Naira belum sama sekali yang merasakan namanya pernikahan.
"Naira, kok melamun?"apa kamu sakit?"
"Tidak paman, sebenarnya Amora bukan anak saya. Saya sampai saat ini belum menikah"Naira yang tidak tahu harus mulai dari mana menjelaskan semua ini kepada Zainal dan Fatimah.
"Jadi kamu sampai saat ini masih melajang, terus Amora anak siapa?"terkejut Zainal dan Fatimah mendengar perkataan Naira sambil menatap Nita yang terus asyik memainkan ponselnya.
"Amora adalah anak dari Rania"Naira yang tidak tahan pun meneteskan air matanya.
"Naira, jelaskan apa yang sudah terjadi?"Zainal yang melihat Naira menangis berusaha menenangkannya.
(Flashback on)
"Sedikit lagi mbak, bayinya keluar"perawat itu berusaha memberi semangat kepada Rania yang sedang berada di ruang persalinan.
"Sedikit lagi, teruskan"
"Anakku"teriak Rania beriringan dengan keluarnya bayi.
"Selamat mbak bayinya perempuan. Saya bersihkan dulu ya"senyum perawat itu kepada Rania.
"Suster"panggil Rania dengan nada lemah.
"Ada perlu apa mbak?"tanya perawat yang lainnya.
"Boleh, aku pinjam kertas dan tintanya"
__ADS_1
"Sebentar ya. Ini kertas dan tintanya"
Setelah lima menit kemudian, perawat datang bersama Bayi yang berada digendongnya.
"Cantik sekali anak mbak. Apa mbak sudah mempunyai nama untuknya?"perawat itu langsung memberikan bayi itu kepada Rania.
"Namanya Amora Hanina artinya anak perempuan penuh cinta, kehadirannya selalu dirindukan"
"Anak ini mirip sekali dengan Attar. Semoga Amora bisa bertemu dengan ayahmu"Rania langsung mencium putrinya. Tiba-tiba ia merasakan sakit diperutnya.
Saat Rania mencium putrinya, tiba-tiba ia merasakan sakit diperutnya.
"Astaga, dia mengalami pendarahan hebat dan suhu badannya juga menurun. Cepat panggilkan dokter"perintah perawat ini kepada perawat yang berada disebelah.
"Baik"
"Suster, bisakah kamu berikan surat ini kepada kakakku dan anakku. Sebentar lagi kakakku akan ke mari"
"Baik mbak"
Tak lama kemudian Rania menghembuskan nafas terakhirnya yang dimana putrinya masih dalam gendongannya.
" lillahi wainna lillahi roji’un"kata perawat itu sambil mengambil bayi dalam dekapannya dan menutup tubuh Rania mengunakan kain disana.
"Rania, maafkan kakak tadi dijalan macet"panggil Naira masuk kedalam ruang yang melihat perawat sudah menutupkan seluruh badan Rania dengan kain.
"Apa yang terjadi suster?"
"Mbak Rania sudah meninggal "jawab perawat itu sambil menenangkan bayi yang mulai menangis.
"Ini ada surat dari mbak Rania, katanya untuk kakaknya"memberikan surat kepada Naira.
Untuk Naira
Kak Naira,maafkan kesalahan aku selama ini. Aku bangga punya kembaran seperti kak Naira.Kak Naira, tolong rawat dan besarkan putriku. Aku sudah memberikan nama untuk putriku, namanya Amora Hanina yang artinya anak perempuan penuh cinta dan kehadirannya selalu dirindukan. Pergilah ke kampung halaman, disana kamu akan mengetahui ayah dari anakku.
Terimakasih kak Naira sudah mau membesarkan putriku. Aku sayang kakak. I love you.
(Flashback off)
"Mommy, kenapa menangis?"melihat Naira menangis Amora langsung mendekati Naira.
"Mommy tidak apa-apa, cuma mata mommy kemasukan debu"
"Amora,yuk kita main lagi"ajak Chadia.
"Iya"
"Jadi begitu ceritanya, paman"kata Naira membuat Zainal dan Fatimah terdiam.
*******
Keesokan harinya,Naira pamit kepada Fatimah untuk mencari pekerjaan. Sedangkan adiknya Nita mendaftar masuk sekolah SMA Merdeka.
"Bibi, saya titip Amora dulu. Naira mau mencari pekerjaan diluar sana"ucap Naira saat hendak keluar dari pintu.
__ADS_1
"Iya, semoga kamu dapat pekerjaan yang kamu inginkan"
"Naira, apa kamu ingin mengajar di pesantren lagi?"tanya Zainal yang akan berangkat ke pesantren.
"Kalau saya mengajar lagi, nanti saya akan ketemu dengan Attar. Saya tidak mau ketemu dia lagi"batin Naira.
"Tidak usah paman, Naira mau mencari suasana baru"senyum Naira.
"Ya sudah, kalau itu keputusan kamu"
"Mommy, mau kemana?"tanya Amora yang berlari menyusul Naira.
"Mommy mau bekerja, Amora untuk sementara tinggal dulu dengan nenek dan Chadia ya"Naira yang mensejajarkan tubuhnya dengan Amora.
"Mommy tidak akan lama kan?"
"Tidak, Mommy tidak lama. Dan jangan merepotkan nenek dan Chadia ya sayang"
"Iya Mommy"
"Pinter anak mommy"Naira mencium kening Amora.
"Bibi, kalau begitu saya berangkat dulu. Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"sahut Fatimah.
"Amora, yuk kita masuk ke dalam"ajak Fatimah.
"Iya nenek".
*********
"Anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru. Dia pindahan dari luar kota. Silahkan masuk. Dan perkenalkan namamu" Nita berjalan masuk ke kelas IPS 2. Dan ia mulai memperkenalkan dirinya di depan semua siswa siswi.
"Perkenalkan nama saya Nita putri, bisa dipanggil Nita. Saya pindahan dari luar kota"Nita menatap semua teman barunya.
"Nita, Silahkan kamu duduk disamping
Inayah"
Nita mengangguk dan berjalan menuju kursi dan meja yang tengah kosong disamping seorang perempuan seusia dengan dirinya.
"Baiklah, kita lanjutkan pembelajaran kita. Buka buku halaman 12"
Ting..Ting..Ting ..
Bunyi bel istirahat berbunyi.
"Hai perkenalkan nama aku Inayah Farida. Kamu bisa memanggilku dengan Inayah"kata perempuan yang duduk disamping Nita.
Nita membalas dengan senyuman dari wajahnya. Tiba-tiba dari arah belakang duduknya ada seorang murid menupuk pundaknya.
"Nita"panggil murid itu,dan Nita segera menoleh dari sumber suara yang memanggil dirinya.
"Kamu.."Nita yang terkejut melihat murid itu.
__ADS_1
*Bersambung*