Cinta Naira

Cinta Naira
hilangnya kesucian Ara


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah Zainal, Abi dan ummi tampak bahagia. Mereka merasa senang karena bertemu dengan anak yang cantik yaitu Amora.


"Abi dan ummi dari mana saja?"tanya Attar yang melihat mereka masuk rumah.


"Abi dan ummi habis makan diluar"sahut Abi.


"Kenapa tidak mengajak saya?"


"Kamu tertidur pulas, sehingga Ummi tidak tega membangunkan kamu"


"Tapi ummi, Attar tidak.."belum sempat menerus perkataannya tiba-tiba ummi langsung berbicara.


"Sudah, ummi mau tidur dulu. Ini sudah jam 9 malam"Ummi Khasanah masuk kedalam kamar disusul Abi. Didalam kamar Abi dan ummi mengobrol tentang Amora anaknya Naira. Pikiran mereka masih terbayang dengan anak kecil itu.


"Abi, ummi merasa ada ikatan batin dengan Amora"ucap ummi khasanah sambil melepaskan hijabnya.


"Saya juga, entah kenapa Abi bahagia hari ini karena dekat dengan Amora"


"Kenapa Amora mirip dengan Attar ya?"tanya Abi dengan heran.


"Iya Abi, Ummi juga merasa Amora dan Attar mirip seperti ayah dan anaknya"


"Mungkin itu perasaan kita saja bahwa Amora dan Attar itu mirip karena kita sudah lama menginginkan seorang cucu"


"Abi benar, mungkin kita terlalu menginginkan cucu oleh sebab itu kita melihat Amora mirip dengan Attar"


"Seandainya Amora itu cucu kita, pasti ummi akan bahagia terus"Ummi membayangkan kehadiran Amora di kehidupannya"


"Sudahlah ummi,.Abi tidak ingin membahas lagi. Lebih baik kita tidur dulu"


"Iya Abi"


Sementara didalam kamar Azizah merebahkan tubuhnya di kasur sedangkan Attar tidur di sofa. Azizah terus menatap Attar yang sedang sibuk memainkan ponselnya.


Tiba-tiba Azizah membuka lemari dan mengambil baju dinasnya. Baju itu pernah dipakai sekali saat ia malam pertama dengan Attar tapi Attar enggan menyentuhnya. Azizah masuk kedalam kamar mandi, tidak lama ia keluar dengan baju dinasnya dan rambut yang sengaja ia terurai serta tidak lupa make up-nya.


Azizah duduk ditepi kasur sambil memainkan ponselnya. Attar hanya melirik Azizah dan langsung membalikan badannya kearah samping kiri. Melihat Attar tidak ada respon, Azizah segera berdiri mendekati Attar dan langsung memeluk suaminya.


"Mas, aku ingin.."belum sempat Azizah meneruskan perkataannya tiba-tiba Attar mendorong Azizah hingga terjatuh ke lantai.


"Aku tidak ingin kamu menyentuh tubuhku"Attar marah kepada Azizah sambil ia mengepalkan tangannya.


"Mas Attar, apa salah aku meminta hak aku sebagai istri?"Azizah menangis sambil berusaha berdiri.


" Salah, karena aku tidak pernah mencintaimu. Aku hanya mencintai Naira, sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa mencintaimu, Azizah"tegas Attar.


"Kenapa kamu mau menikah dengan aku?"


"Aku menikah dengan kamu karena aku tidak ingin melihat Abi sedih kehilangan pesantren yang selama ini beliau impikan"


"Berhentilah mencintai Naira. Naira sekarang sudah keluarga dan juga sekarang sudah mempunyai anak"kata Azizah yang membuat Attar terkejut.


"Apa?kau bilang barusan"mata Attar merah seperti api yang menyala.


"Naira sudah berkeluarga, kalau tidak percaya kamu bisa datang kerumah bapak Zainal"

__ADS_1


"Dari mana kamu tahu bahwa Naira sudah berkeluarga dan mempunyai anak?"


"Waktu itu aku tidak sengaja mendengar obrolan ummi dan Abi dihalaman belakang"


(Flashback on)


"Abi, tadi ummi ketemu dengan anak kecil dipusat perbelanjaan. Anak itu telah membantu ummi mengambil buah yang jatuh dari keranjang ummi dan ternyata anak kecil itu adalah anaknya Naira"


"Anak Naira.."Abi terkejut mendengar perkataan ummi.


"Jadi Naira sudah menikah dan mempunyai anak"batin Azizah yang mendengar pembicaraan Ummi dan Abi.


"Aku harus mengatakan ini kepada Mas Attar, semoga dia berhenti mengejar cinta Naira"suara batin Azizah.


(Flashback off)


Setelah mendengar cerita Azizah, Attar segera keluar dari kamarnya.


 


   ******


Setelah pria tua itu puas menyentuh tubuh Ara, ia pun pergi sambil meletakkan uang sebesar 3 juta di samping Ara. Ara hanya bisa menangis dan melihat noda merah di sprei itu, yang menandakan bahwa ia tidak perawan lagi.


Disaat ia ingin mau ke kamar mandi, tiba-tiba Ara hampir terjatuh ke lantai tapi untungnya Jessica cepat menangkap tubuh Ara yang sudah tidak mengenakan pakaiannya.


"Kamu tidak papakan?"tanya Jessica yang melihat jalan Ara sedikit berbeda.


"Jes, aku mau kekamar mandi dulu"Ara segera masuk ke dalam kamar mandi dan menyalakan shower. Jessica duduk di tepi kasur sambil melihat noda darah di sprei itu.


"Papa, mama, maafkan Ara. Ara tidak suci lagi"Ara menangis dibawah shower.


"Ara, apa kamu sudah selesai?"teriak Jessica yang khawatir keadaan Ara sebab ini pertama kalinya bagi Ara.


"Sebentar lagi"sahut Ara dari dalam.


Sekitar dua puluh menit, akhirnya Ara keluar dengan handuk yang melilit ditubuhnya. Ara menangis dan memeluk Jessica.


"Jes, aku"Ara hanya menangis dan tidak sanggup untuk melanjutkan perkataannya.


"Ara, aku mengerti apa yang kamu alami. Aku juga sama seperti kamu, aku juga tidak perawan lagi"Jessica berbicara yang menatap Ara.


"Sejak kapan kamu bekerja disini?"


"Sejak aku ditinggalkan oleh orang tua. Aku hidup bersama adikku, aku bekerja seperti ini untuk mencukupi kebutuhan adikku. Aku rela kehilangan keperawanan asalkan adikku bisa masuk pesantren"Jessica curhat kepada Ara sambil meneteskan air mata.


"Maaf, aku tidak tahu keadaan kamu,Jes"


"Tidak apa-apa. Oh iya, sebaiknya kamu menelpon mama kamu untuk meminta izin menginap dirumah aku"saran Jessica.


"Kenapa?"


"Apa kamu mau pulang dengan keadaan seperti ini?punyamu saja masih bengkak dan jalanmu saja berbeda. Bisa-bisa mama dan papa kamu curiga"


"Kamu benar, Jes. Aku akan menelepon mama aku sekarang"Ara mengambil ponselnya dan terkejut 20 panggilan tidak terjawab.

__ADS_1


"Astaga"


"Ada apa Ara?"


"Ada panggilan masuk tidak terjawab dari mama aku"


"Cepat kamu telepon balik mama kamu, ini sudah jam setengah 10 malam. Pasti mama kamu khawatir"perintah Jessica.


"Iya"Ara segera menelepon Sisca. Tidak lama kemudian terdengar suara Sisca dari seberang sana.


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam,kamu kenapa tidak mengangkat telepon?lihat ini sudah hampir jam 10 malam, cepat kamu balik"perintah Sisca yang khawatir dengan putrinya.


"Mama, sepertinya Ara tidak bisa pulang. Aku akan menginap dirumah Jessica, besok pagi aku akan pulang"


"Ya sudah, besok jam 4 pagi kamu sudah ada dirumah"perintah Sisca.


"Iya Mama, Assalamu'alaikum"Ara segera menutup teleponnya dan kemudian ia menangis kembali.


"Kamu kenapa menangis?"tanya Jessica yang berdiri dan berjalan kearah lemari.


"Aku telah berbohong kepada mamaku"isak tangis Ara.


"Kamu berbohong juga demi mereka. Kamu harus bisa membuat mama dan papa kamu bahagia"


"Bagaimana cara aku membahagiakan mereka?"


"Uang dari hasil kerja kamu, separuh untuk kamu jajan sisanya kamu berikan kepada mamamu, Ara"


"Tapi Jes, pasti mamaku bertanya dapat dari mana aku uang sebanyak ini?"tanya Ara sambil mengambil uang yang berada  di atas kasur.


"Bilang saja kamu berjualan baju dan tas online. Pasti mama kamu tidak curiga"


"Jes, aku tidak bisa jika bekerja selalu malam, itu pasti membuat orang tuaku curiga"


"Kamu tenang saja, pulang sekolah kamu bisa langsung bekerja"


"Jes, sepertinya aku tidak ingin lagi bekerja seperti ini. Cukup sekali ini saja"Ara menatap mata Jessica.


"Ara, kamu tidak bisa berhenti dari pekerjaan ini"tegas Jessica.


"Kenapa?"


"Karena Agam sudah merekam apa yang kamu lakukan di atas ranjang ini"


"Apa?"Ara terkejut mendengar perkataan Jessica.


"Jika kamu berhenti dari sini, video itu akan disebarkan di media sosial. Bukan orang tuamu saja yang tahu tapi seluruh dunia juga akan tahu"tutur Jessica.


"Tolong Jes, bantu aku bebas dari pekerjaan ini"Ara memohon kepada Jessica.


"Ara, jika aku tahu ada caranya agar  bisa bebas dari pekerjaan ini, dari dulu aku sudah bebas dari tempat ini, tapi aku tidak bisa. Agam selalu mengancam ku, Aku takut adikku mengetahui bahwa kakaknya bekerja sebagai kupu-kupu malam. Bisa-bisa ia tidak mau lagi masuk pesantren sebab teman-temannya pasti mengejeknya"Jessica menangis dihadapan Ara.


Ara hanya diam mendengarkan perkataan Jessica.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2