Cinta Naira

Cinta Naira
Permintaan Terakhir Ayah Naira


__ADS_3

Saat Firda sedang asyik menatap layar laptopnya, tiba-tiba Fatimah mengetuk pintu kamar Firda.


"Adik Firda"panggil Fatimah.


"Ada apa?"tanya Firda sambil membuka pintu kamarnya.


"Ayah Naira masuk ke rumah sakit, yuk kita kesana sekarang"ajak Fatimah.


"Iya, saya mengambil tas dulu"sahut Firda.


"Apakah, Naira sudah mengetahui bahwa ayahnya dirumah sakit?"tanya Firda yang keluar dari kamar.


"Saya juga tidak tahu"kata Fatimah sambil mengunci pintu.


Didalam mobil Naira,Zainal dan Attar sedang menuju ke rumah sakit Sejahtera.


"Paman, kita akan pergi kemana?"tanya Naira sambil melihat Zainal dan Attar.


"Kita akan pergi ke suatu tempat"sahut Zainal sambil fokus menyetir mobil.


Setelah melakukan perjalanan sekitar 15 menit,akhirnya mereka sampai dirumah sakit Sejahtera.


"Paman, kenapa kita pergi kerumah sakit?siapa yang sakit?"tanya Naira sambil turun dari mobil.


"Nanti juga kamu akan tahu, yuk ikuti paman"kata Zainal sambil berjalan memasuki rumah sakit.


Ketika sampai dikamar Anggrek,mereka pun segera memasuki ruangan itu.


"Assalamu'alaikum"kata Zainal.


"Waalaikumsalam"sahut Rahmawati.


"Ibu, ayah"teriak Naira sambil memeluk ibunya.


"Naira putriku"sahut Rahmawati sambil mencium kening putrinya.


"Apa yang terjadi?bukankah ayah dan ibu berada di kota?"tanya Naira sambil meneteskan air mata.


"Naira"panggil ayahnya.


"Ayah, apa yang terjadi dengan ayah?ayah sakit apa?"tanya Naira sambil memeluk ayahnya.


"Ayahmu sakit kanker otak"sahut Rahmawati.


"Benarkah ayah, kenapa ayah tidak cerita dengan Naira?"tanya Naira sambil menangis.


"Naira, ayah minta maaf sama kamu, karena telah menyembunyikan semua ini"kata ayahnya sambil menangis.


"Maksud ayah apa?"tanya Naira masih terus menangis.


"Ayah memindahkan kamu sekolah bukan karena ayah di PHK tapi karena penyakit ayah sehingga ayah tidak ingin kamu berhenti sekolah maka dari itu ayah menitipkan kamu kepada paman Zainal"sahut ayahnya sambil menangis dan memegang tangan putrinya.


"Jadi selama ini ayah dan ibu tidak pergi ke kota" kata Naira.


"Iya"kata ayahnya.


"Naira,maafkan ayah"kata ayahnya sambil meneteskan air mata.


Ketika Naira sedang menggenggam tangan ayahnya, tiba-tiba ayahnya sesak napas.


"Ayah,ayah kenapa?"tanya Naira sambil melihat ayahnya.


"Cepat panggilkan dokter"kata Zainal kepada Attar.

__ADS_1


"Baik paman"kata Attar.


Setelah dua menit kemudian dokter Akmal datang bersama Attar masuk keruang ayah Naira.


"Dokter, tolong suami saya"kata Rahmawati yang melihat dokter Akmal.


Ketika dokter Akmal memasang oksigen kepada ayah Naira, Naira melihat seperti mengenali dokter yang sedang memeriksa ayahnya.


"Akmal"teriak Naira yang membuat Zainal dan Attar terkejut.


"Iya,Naira ini aku"sahut dokter Akmal sambil memandangi Naira.


"Naira, dia adalah dokter Akmal yang sudah membayar administrasi ayahmu"sahut Rahmawati.


"Naira, apakah ayah boleh meminta sesuatu dari kamu?"tanya ayah Naira.


"Ayah meminta apa kepada Naira, insyaallah Naira akan mengabulkannya"sahut Naira sambil meneteskan air mata.


"Ayah ingin Naira menikah dengan dokter Akmal"kata Ayahnya yang membuat seisi ruangan terkejut termasuk Attar yang tidak menerima perjodohan dokter Akmal dengan Naira. Naira hanya diam dan memandangi dokter Akmal dan Attar secara bergantian.


"Naira,apakah kamu mau menikah dengan dokter Akmal?"tanya ayahnya sambil menatap mata putrinya.


"Iya ayah"sahut Naira sambil memandangi Attar yang pergi meninggalkan ruangan setelah mendengar jawaban Naira.


"Kak Zainal"panggil Lukman.


"Ada apa?"tanya Zainal sambil berjalan menghampiri adiknya.


"Saya ingin kakak mau menjadi wali nikah untuk putriku Naira"kata ayah Naira.


"Iya"jawab Zainal.


Setelah mendengar perkataan Zainal,ayah Naira pun menutup matanya untuk selamanya.


"Mas Lukman bangun, jangan tinggalkan saya dan anak-anak"sahut Rahmawati sambil menangis.


"Ayah, Maafkan Naira"kata Naira sambil menutup seluruh badan ayahnya mengunakan kain yang ada di ruangan itu.


"Innalillahi wa inna ilayhi raji'un"kata Zainal sambil menangis keluar kamar.


"Saya pergi dulu,saya akan menyiapkan ambulance untuk kepulangan ayah Naira"kata dokter Akmal sambil keluar ruangan.


"Mas,ada apa?"tanya Fatimah yang baru sampai bersama Firda.


"Lukman telah meninggal"sahut Zainal sambil terus menangis.


"Innalillahi wa inna ilayhi raji'un" sahut Fatimah.


"Tidak mungkin, kakak Lukman tidak mungkin meninggal"kata Firda sambil memasuki ruangan.


Didalam ruangan,tampak Naira,Rahmawati dan Nita sedang menangis.


"Ayah"teriak Nita sambil memeluk tubuh ayahnya yang sudah tertutup dengan kain.


"Kakak ipar"panggil Firda sambil menghampiri Rahmawati.


"Yang kuat ya kakak"kata Firda sambil memeluk kakaknya.


"Kakakmu sudah pergi menyusul ibu"sahut Rahmawati sambil terus menangis.


"Maksud ibu apa?"tanya Naira yang kaget mendengar perkataan ibunya.


"Naira,nenekmu sudah meninggal"kata Fatimah yang baru memasuki ruangan.

__ADS_1


"Tidak mungkin,pasti bibi bercanda kan"sahut Naira sambil menatap Naira.


"Apa yang dikatakan bibi kamu itu benar"sahut Zainal.


"Kenapa kalian merahasiakan ini dari Naira"kata Naira sambil keluar ruangan.


"Naira"teriak Fatimah.


"Biarkan Naira sendiri dulu, dia harus bisa menerima kenyataan ini"sahut Zainal.


   *********


Dihalaman Rumah Sakit,Naira terus saja menangis, tiba-tiba dokter Akmal datang dan menghampiri Naira


"Naira, saya turut berdukacita atas kepergian ayahmu"kata dokter Akmal sambil duduk di samping Naira.


"Dokter Akmal terima kasih,kamu telah merawat ayah saya"sahut Naira.


"Kamu jangan panggil saya dokter Akmal,panggil saya Akmal saja"sahut dokter Akmal.


"Naira, saya tidak menyangka bisa bertemu kamu dalam keadaan seperti ini"kata dokter Akmal.


"Naira, mobil jenazah untuk mengantarkan ayahmu sudah saya siapkan"kata dokter Akmal.


"Terimakasih"sahut Naira.


"Itu sudah kewajiban saya sebagai dokter"kata Akmal sambil meninggalkan Naira sendiri.


"Ada hubungan apa Naira dengan dokter Akmal?"tanya Attar yang melihat Naira dan dokter Akmal sedang duduk bersama.


Setelah dokter Akmal pergi,Attar langsung menghampiri Naira yang duduk sendiri.


"Naira,kamu yang kuat ya"kata Attar.


"Attar, saya harus kembali ke ruangan, Assalamu'alaikum"kata Naira sambil berjalan.


"Waalaikumsalam"sahut Attar.


Saat Naira memasuki kamar,ia melihat Abi dan ummi Attar sedang berada disana.


"Abi,ummi"kata Naira sambil mencium tangan mereka.


"Naira, Abi turut berdukacita atas kepergian ayahmu"kata Abi.


Naira hanya mengangguk dan berjalan menemui ibunya yang masih saja menangis.


"Ibu, mobil ambulance untuk mengantarkan ayah sudah siap"kata Naira sambil memeluk ibunya.


"Ibu belum bisa melepas kepergian ayahmu"kata Rahmawati.


"Ibu harus kuat demi saya dan Nita"kata Naira sambil melihat ibunya menangis.


"Naira, tatap mata ibu, kamu mau kan mengabulkan permintaan terakhir ayahmu"kata Rahmawati.


"Insyaallah"sahut Naira menangis dipelukkan ibunya.


"Ibu ingin ayahmu bisa tenang disana, kalau masalah cinta itu bisa tumbuh dengan sendirinya"sahut ibu Naira sambil memeluk Naira dan Nita.


"Ibu jangan menangis lagi"kata Naira sambil mengusap air mata ibunya.


"Maaf, mobil jenazah untuk mengantarkan pulang ayah Naira sudah siap"kata dokter Akmal yang baru datang bersama petugas mobil ambulance.


"Permisi"kata petugas itu.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2