
Setelah Naira sampai dirumah, ia melihat suami tante Firda keluar dari rumah sambil memberikan uang kepada Chadia.
"Chadia, ayah pulang dulu ya. Ini ada uang sedikit untuk kamu jajan"kata Zaky memberikan uang kepada Chadia dan langsung pergi sambil melirik Naira yang berada dibelakangnya.
"Naira, sejak kapan kamu berdiri disana?apa kamu baru pulang?"Fatimah yang tidak mengetahui bahwa Naira sedikit mendengar perkataan Zaky.
"Bibi, kenapa suami tante Firda memberikan uang kepada Chadia dan.."belum sempat melanjutkan perkataannya,Fatimah sudah memotong perkataan Naira sebab ia tahu apa yang ditanyakan ponakannya.
"Bibi akan menjelaskan semuanya, yuk kita masuk dulu"ajak Fatimah.
"Mommy, Amora kangen dengan mommy"menghampiri Naira dan langsung memeluk tubuh Naira.
"Mommy juga kangen dengan kamu"mencium kening Amora.
"Amora, kamu bermain dulu ya dengan Chadia. Mommy ingin berbicara berdua sebentar dengan nenek"memberi pengertian kepada Amora.
"Iya Mommy"menarik tangan Chadia,lalu pergi meninggalkan Fatimah dan Naira diruang tamu.
"Bibi, apa yang sebenarnya terjadi?"
"Sebenarnya bibi ingin merahasiakan ini semua, tapi karena kamu melihat kejadian tadi, bibi akan menceritakan semuanya"
(Flashback on)
Ketika malam hari hujan turun sangat lebat disertai kilat yang menyambar dan jam menunjukkan pukul 12:00 PM. Tiba-tiba ada seseorang mengetuk rumah Zainal.
Fatimah segera bangun dan membangunkan Zainal yang tengah tidur dengan pulas.
"Mas bangun, diluar ada seorang sedang mengetuk pintu"Fatimah yang mendengar ketukan pintu langsung membangunkan suaminya karena ia ketakutan.
"Sayang, ini jam 12:00 PM. Mana mungkin ada orang bertamu jam segini. Mungkin itu suara ranting jatuh"Zainal yang mencoba mendengar kan dengan telinganya dan ternyata benar ada seseorang mengetuk pintu rumah.
"Coba Mas, dengarkan baik-baik. Itu ada seseorang yang mengetuk pintu"
Tok..tok..tok..
"Iya kamu benar, Ayuk kita turun dan bukakan pintu"Zainal segera bangun dan keluar dari kamarnya.
"Mas, aku takut itu maling"jawab Fatimah yang bersembunyi dibelakang suaminya.
"Kita lihat dari balik jendela dulu"Zainal dan Fatimah mengintip dari jendela. Ia melihat seseorang perempuan dengan keadaan hamil mengetuk pintu rumahnya.
"Sayang, itu adik Firda"kata Zainal yang mengenali adiknya itu dan langsung membukakan pintu.
"Firda kamu kenapa?"tanya Zainal.
"Mas sepertinya Firda ingin melahirkan, yuk kita masuk rumah sakit"
"Iya, saya mengunci pintu dulu"Fatimah segera membawa Firda masuk kedalam mobil.
"Kak Fatimah, aku ingin melahirkan. Aku sudah tidak kuat"Firda yang mulai kesakitan berusaha memegang tangan Fatimah.
__ADS_1
"Sebentar lagi kita akan sampai"berusaha menenangkan Firda.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 10 menit, akhirnya mereka sampai dirumah sakit.
"Suster.."panggil Zainal yang masuk kedalam rumah sakit sambil mengangkat tubuh Firda.
"Ada apa?"tanya Suster.
"Adik saya ingin melahirkan"
"Silahkan masuk kedalam ruangan ini"kata suster itu yang segera menutup pintu ruangan.
"Mas, dimana Zaky?kenapa adik Firda datang sendirian?"Fatimah yang heran melihat suami adik iparnya belum datang.
"Aku akan meneleponnya"Zainal segera mengambil ponselnya dan mulai menelpon Zaky namun sama sekali tidak diangkat Zaky.
Setengah jam kemudian terdengar tangisan bayi dari ruangan persalinan dan keluarlah suster dari ruangan itu.
"Suster, bagaimana keadaan adik saya dan anaknya?"tanya Zainal yang khawatir dengan kondisi Firda dan ponakannya.
"Alhamdulillah anaknya selamat. Tapi ibunya sedang kritis karena mengalami pendarahan hebat"
"Apa boleh saya mengatakan sesuatu?"tanya suster kepada Zainal.
"Boleh sus, apa yang ingin anda katakan?"
"Sepertinya mbak Firda mengalami kekerasan rumah tangga, saya melihat tangan dan kaki serta bagian tubuhnya memar serta seperti bekas cambukan di bagian perutnya"
"Apa kami boleh menemui Firda?"
"Silahkan, tapi jangan berisik nanti mengganggu kondisi ibunya"
"Terimakasih suster"
Zainal dan Fatimah masuk kedalam ruangan, mereka melihat Firda sedang terbaring di kasur mengunakan impuls di tangannya.
"Kak Zainal"lirih Firda dengan suara lembut.
"Apa yang sudah terjadi sama kamu?kenapa tubuh kamu penuh luka?"Zainal langsung menanyakan luka ditubuh adiknya.
"Kak, aku takut "Firda meneteskan air matanya.
"Jangan takut adikku, kakak disini bersama kamu. Katakanlah apa yang sedang terjadi?"
"Kak Zainal, selama ini mertua dan suamiku selalu menyiksaku dirumahnya bagaikan aku seorang pembantu"isak tangis Firda memenuhi ruangan itu.
"Astagfirullah, aku tidak menyangka bahwa Zaky dan mertuamu melakukan semua itu kepadamu. Maafkan aku telah menjodohkan kamu"Zainal ikut menangis sedangkan Fatimah hanya diam mendengarkan obrolan kakak dan adik itu.
"Permisi ini bayinya mbak Firda"suster membawa seorang bayi masuk kedalam ruangan itu.
"Selamat mbak bayinya perempuan"kata suster itu memberikan kepada Firda, lalu berjalan meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1
"Kak Fatimah, bolehkan aku meminta sesuatu sama kalian?"tanya Firda dengan lirih.
"Boleh, apa yang kamu inginkan kami akan menuruti keinginan kamu"
"Kak, aku mohon besarkan anak aku. Aku tidak ingin anakku dibesarkan oleh mertuaku, bisa-bisa mereka membunuh anakku"Firda langsung memegang tangan Fatimah sebelah kanan dan memegang tangan Zainal sebelah kiri.
"Jika itu yang kamu inginkan, maka kami akan menurutinya"
"Firda, apa yang kamu katakan"ternyata sejak tadi mertua dan suaminya menguping pembicaraan Zainal dan Firda. Mereka sudah datang sejak Firda selesai melahirkan.
"Apa benar yang dikatakan adikku bahwa kalian menyiksa dirinya?"tanya Zainal kepada Zaky dan ibunya.
"Ini anak mulai berani denganku. Awas saja Lo"batin mertua Firda.
"Tidak kak, kami tidak pernah menyiksa Firda. Mungkin itu bawaan Firda waktu hamil muda jadi bawaannya selalu sensitif"sahutnya Zaky.
"Iya benar, kalau orang hamil itu moodnya selalu berubah-ubah"tambah mertuanya.
"Mas, aku permisi dulu mau ke kamar mandi"Fatimah keluar ruangan.
"Kak, apa yang dikatakan mereka adalah kebohongan"ucap Firda.
"Firda, apa yang kamu katakan sayang"mertuanya langsung mengusap rambut Firda.
"Kak, aku tidak bawa uang. Bolehkah untuk sementara bayarkan persalinan Firda,nanti akan saya ganti"kata Zaky.
"Iya, saya akan keruang administrasi sekarang"Zainal pergi meninggalkannya mereka.
Setelah beberapa menit, akhir Zainal kembali dan melihat Zaky dan ibunya menangis serta Fatimah.
"Kenapa kalian menangis?"tanya Zainal yang memasuki ruangan itu.
"Kak, Firda meninggalkan kita semua"isak tangis Zaky yang memeluk jenazah Firda.
"Kenapa menantuku secepat ini meninggalkan aku"tangis pecah mertua Firda kemudian ia tersenyum licik.
"Aku akan mengurus jenazahnya"kata Zainal meninggalkan ruangan itu.
"Seharusnya aku tadi tidak keluar ruangan, aku yakin Zaky dan ibunya yang telah..."batin Zainal sambil menangis.
(Flashback off)
"Jadi, Chadia Anum adalah anak tante Firda dan om Zaky"Naira segera memberikan tisu kepada Fatimah.
"Iya, kami merawatnya sesuai dengan permintaan terakhir Firda"
"Assalamu'alaikum"Nita yang baru datang dari balik pintu melihat Fatimah dan Naira sedang duduk di sofa.
"Waalaikumsalam"sahut Fatimah yang menghapus air matanya.
Nita segera pergi kekamar dan merebahkan tubuhnya di atas kasur. Bayangannya masih tertuju kepada seorang laki-laki tampan dan terpopuler di sekolahnya yang telah menarik perhatiannya.
__ADS_1
*Bersambung*