Cinta Naira

Cinta Naira
Nasehat Untuk Azizah


__ADS_3

Diruang Kantor Azizah dibawa oleh ustadzah Aisyah untuk menghadap Abi Attar dan ummi khasanah.


"Assalamu'alaikum"kata ustadzah Aisyah.


"Waalaikumsalam"sahut Abi Attar dan ummi khasanah.


"Azizah duduk disini di samping ummi"kata ummi Khasanah.


"Ummi,kalau begitu saya kembali mengajar dulu, Assalamu'alaikum"kata ustadzah Aisyah.


"Waalaikumsalam"sahut Abi Attar.


"Azizah,kamu kenapa bertengkar dengan Naira?apa ada hubungannya dengan Attar"kata Ummi Khasanah sambil menatap Azizah.


"Iya ummi,Azizah cemburu dengan Naira yang diberikan Attar tasbih,sedangkan saya yang dijodohkan dengan Attar tidak pernah mendapatkan sesuatu apapun"kata Azizah sambil meneteskan air mata.


"Azizah,kamu itu dengan Attar memang dijodohkan,tapi usia kalian belum matang,Attar juga dengan Naira hanya teman,Rezeki,Maut,dan jodoh itu sudah di atur oleh Allah"kata Abi Attar sambil melihat Azizah.


"Siapa tau jodoh Attar dimasa depan bukan kamu ataupun Naira,memang kamu yang dijodohkan dengan Attar,tapi Allah yang mengatur semuanya"sahut ummi Khasanah.


"Iya ummi,Azizah minta maaf"sahut Azizah.


"Kenapa minta maaf dengan ummi, harusnya Azizah minta maaf dengan Naira"ucap ummi khasanah.


"Iya ummi,besok Azizah akan minta maaf dengan Naira"sahut Azizah.


"Baiklah,sekarang kamu kembali ke kelas kamu"kata ummi khasanah.


"Assalamu'alaikum"kata Azizah sambil keluar dari kantor.


"Waalaikumsalam"sahut ummi Khasanah dan Abi Attar.


Setelah Azizah meninggalkan kantor,Ummi Khasanah memandangi Abi Attar yang sedang fokus membaca koran.


"Abi,sepertinya putra kita Attar menyukai Naira,Attar sendiri yang ngomong ke ummi pagi tadi"kata Ummi Khasanah sambil menatap Abi Attar.


"Kalau Attar menyukai Naira memang kenapa ummi?"tanya Abi Attar sambil mau minum kopi.


"Ummi takut kalau Azizah akan melaporkan kepada ayahnya,kan Abi ingat bahwa ayah Azizah menyumbangkan sebagian hartanya untuk membangun pesantren ini,dengan janji harus menjodohkan Azizah dengan Attar,apa sebaiknya kita harus mengganti uang ayahnya Azizah"kata Ummi Khasanah.


"Abi juga setuju,secepatnya kita harus mengembalikan uang ayahnya Azizah,karena Attar putra kita berhak memilih kehidupannya sendiri,tapi Abi gak punya cukup uang,hanya bisa membayar gaji para ustadz dan ustadzah"kata Abi Attar sambil bersandar di sofa.


"Begini Abi,teman ummi di kota sedang membutuhkan tenaga guru mengaji,apa sebaiknya kita kirim saja Attar ke sana untuk membayar hutang kepada ayah Azizah,dengan begitu untuk sementara tidak ada perselisihan antara Azizah dengan Naira untuk beberapa tahun ke depan"sahut Ummi Khasanah sambil menatap Abi Attar.


"Abi setuju,malam ini kita akan bicarakan kepada Attar"kata Abi Attar.


  ***********


Didalam kamar Naira kembali menangis,ia tak ingin lagi untuk bersekolah di pesantren itu.


"Naira,apa boleh bibi masuk?"tanya Fatimah sambil membawakan nampan kecil yang berisi jus buah jeruk.


"Pintunya tidak dikunci"kata Naira sambil mengusap air matanya.


"Naira,bibi sudah bawakan kamu Jus buah jeruk agar badan kamu tetap kuat tidak mudah lelah"kata Fatimah sambil meletakkan nampak di atas meja belajar.

__ADS_1


"Naira,bibi tau masalah kamu,Azizah cuma salah paham saja,Azizah hanya terbawa cemburu saja waktu itu"kata Fatimah sambil duduk dipinggir kasur.


"Bibi,apa saya boleh menelpon Ibu"kata Naira sambil menatap Fatimah.


"Boleh,ini silahkan telpon ibu kamu"sahut Fatimah sambil memberikan telpon kepada Naira.


Naira segera menelpon ibunya sambil turun dari kasur dan berdiri di dekat jendela,ia melihat Fatimah yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Assalamu'alaikum"kata Naira.


"Waalaikumsalam"sahut ibunya.


"Gimana kabar kamu sayang?"tanya Wati sambil menahan air matanya yang ingin keluar.


"Alhamdulillah Naira disini dengan keadaan sehat,kalau ibu,ayah dan Nita bagaimana disana?"tanya Naira.


"Alhamdulillah ibu,Nita dan ayahmu dalam keadaan sehat,Nita juga mulai masuk sekolah TK"kata Wati.


"Ibu janjikan sama Naira,hanya 1tahun saja Naira disini,ibu dan ayah akan membawa Naira keluar dari sini"kata Naira.


"Iya sayang,ibu janji sama kamu,ya sudah ibu tutup telponnya dulu,ibu mau berangkat untuk menjemput Nita di sekolah"kata ibunya sambil langsung mematikan telponnya.


"Tumben,ibu langsung mematikan ponselnya"kata hati Naira.


"Naira,cepat banget kamu menelpon ibumu?"tanya Fatimah yang baru masuk kamar.


"Iya bibi,ibu mau menjemput Nita disekolah"sahut Naira duduk di kasur.


"Bibi,apa boleh Naira bertanya tentang Anggun?"tanya Naira yang membuat Fatimah kaget.


"Apakah saya dan Anggun Kembar atau sekedar mirip saja?"tanya Naira sambil melihat Fatimah.


"Emang kenapa,Naira bertanya seperti itu?"tanya Fatimah.


"Ummi Attar memanggil saya dengan sebutan Anggun,memangnya saya mirip dengan Anggun"sahut Naira.


"Naira kamu dengan Anggun mirip karena sepupu"sahut Fatimah.


"Ya sudah,bibi mau ke dapur dulu mau masak buat makan malam"kata Fatimah sambil meninggalkan kamar Naira.


  *********


Diruang tengah tampak ibu Naira sedang melamun,tiba-tiba suaminya datang dan menghampiri istrinya.


"Bu,kenapa melamun?"tanya suaminya.


"Mas,kenapa mas ada disini,bukankah mas sedang sakit sebaiknya mas istirahat saja di kasur"kata ibu Naira.


"Saya lelah sudah satu Minggu rebahan di kasur,saya ingin kembali bekerja"kata suaminya dengan suara lemah.


"Tidak Mas,saya tidak ingin penyakit Mas kambuh lagi,penyakit Mas baru stadium awal,harus segera dioperasi,biar ibu yang bekerja"kata ibu Naira.


"Ibu tidak usah kerja,ayah masih bisa kerja"kata ayahnya Naira.


"Ibu tidak ingin ayah kenapa-kenapa,biar ibu jualan kue keliling desa ini, kebetulan ibu bisa membuat kue,kalau ibu dirumah terus bisa-bisa uang tabungan kita akan habis,belum lagi bayar uang bulanan sekolah Nita"sahut istrinya.

__ADS_1


"Baiklah,jika itu permintaan ibu,ayah bisa apa"sahut ayahnya sambil batuk.


"Ya sudah,ayuk ibu antar kan ayah ke kamar"kata istrinya.


 


   


Setelah ibu Naira merebahkan suaminya di kasur tiba-tiba Nita datang dari balik pintu kamar.


"Ibu,Nita lapar ingin makan"kata Nita sambil memegang perutnya yang berbunyi.


"Ibu akan buatkan Nita sesuatu"sahut ibunya sambil berjalan ke arah dapur.


"Ibu bikin apa untuk Nita?"tanya Nita yang memperhatikan ibunya memasak.


"Nih,ibu sudah buatkan Nita Nasi dengan perkedel jagung"kata ibunya sambil memberikan Nita piring kecil.


"Nita tidak mau perkedel jagung,Nita bosen makan itu"sahut Nita sambil melempar piring itu.


"Nita"teriak ibunya sambil mencubit Nita.


"Nita ingin makan ayam goreng"sahut Nita sambil menangis dan berlari masuk kamar.


"Kenapa kamu tidak belikan saja Nita ayam di pasar pagi tadi?"tanya suaminya ketika istrinya masuk kedalam kamar.


"Uang ibu tidak cukup,cukup buat modal ibu jualan saja dan cuma bisa beli jagung"kata istrinya sambil merebahkan tubuhnya di kasur.


"Seandainya,ayah tidak sakit,pasti ayah gak merepotkan ibu"kata suaminya sambil meneteskan air mata.


"Sudahlah,itu terjadi sudah kehendak yang di atas,kita hanya bisa menerimanya dengan lapang dada"sahut istrinya.


       **********


Dimalam hari,diruang makan Abi,ummi dan Attar sedang asyik menyantap makanan yang dibuat oleh Ummi Khasanah. Melihat Attar sudah selesai makan,Abi Attar pun mulai mengajak Attar mengobrol.


"Attar"kata Abi sambil menatap Attar.


"Ada apa Abi?"tanya Attar sambil memandangi Abi dan ummi khasanah.


"Attar,apa kau ingin dijodohkan dengan Azizah?"tanya Abi.


"Attar tidak menyukai Azizah"sahut Attar sambil menundukkan kepalanya takut Abi dan ummi marah mendengar perkataannya.


"Jika Attar tidak ingin dijodohkan dengan Azizah,apakah kamu mau melunasi hutang pesantren ini kepada ayahnya Azizah?"tanya ummi Khasanah.


"Attar mau melunasi hutang kepada ayahnya Azizah,Attar tidak ingin dijodohkan dengan Azizah,tapi bagaimana caranya agar Attar bisa membayar semua hutang itu"kata Attar.


"Di kota ada teman ummi yang membutuhkan tenaga guru mengaji,apa kah Attar bersedia dan sanggup jika Abi dan Ummi mengirim Attar ke sana"sahut ummi Khasanah.


"Insyaallah,Attar sanggup"jawab Attar sambil menatap Abi dan ummi.


"Rapikan pakaianmu dan masukkan kedalam koper,besok pagi kamu akan berangkat"sahut Ummi.


"Baik ummi"sahut Attar.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2