Cinta Naira

Cinta Naira
Attar kabur dari rumah


__ADS_3

Setelah hampir satu Minggu,Naira dan ibunya serta kedua adiknya hilang tanpa kabar bagaikan ditelan bumi. Kini Attar hanya termenung memikirkan nasibnya sebab pernikahannya dengan Azizah akan dilaksanakan tiga hari lagi.


Sedangkan Akmal hanya berharap Naira segera kembali dalam kehidupannya. Akmal sudah kehilangan Naira sejak masih duduk di bangku sekolah,baru juga beberapa bulan bertemu dengannya kini ia harus kehilangan sosok perempuan yang ia cintai.


Saat hari menjelang pernikahannya dengan Azizah,Attar pergi dari rumah membawa tas dipundaknya. Attar bingung harus melangkah kemana setelah ia pergi dari rumahnya sebab dipikirannya hanya dipenuhi sosok perempuan yang bernama Naira Utami.


"Abi.."teriak histeris ummi saat berada dikamar Attar.


"Ada apa ummi?"tanya Abi yang melihat ummi memegang selembar kertas ditangannya.


"Lihatlah Abi"Abi mengambil selembar kertas dari tangan ummi dan langsung membacanya.


   Maafkan aku yang tidak bisa membahagiakan Abi dan ummi. Jujur Attar tidak bisa menikahi Azizah karena Attar tidak mencintainya, Attar akan pergi jauh dari Abi dan ummi. Kalau Attar tetap berada disini yang ada Attar hanya jadi benalu untuk Abi dan ummi, Attar tidak sanggup jauh dari Naira,untuk sementara jangan cari Attar. Attar akan kembali jika sudah siap menikah dengan Azizah.


Sudah selesai membaca kertas yang ditulis Attar membuat ummi menangis dan menyesali perbuatannya untuk memaksa Attar menikah dengan Azizah, sementara Abi terlihat panik, bagaimana ia mengatakan kepada Sulaiman bahwa putranya telah pergi dari rumah.


"Abi, kita harus mencari Attar. Ummi takut Attar kenapa-kenapa diluar sana"isak tangis dari ummi khasanah.


"Ummi, Attar akan kembali jika dia sudah siap untuk menikahi Azizah, jadi tidak perlu mencarinya"Abi berusaha menenangkan ummi yang masih menangis.


"Tapi Abi, ummi hanya takut terjadi sesuatu dengan Attar".


"Ummi, Attar itu laki-laki.Dia bisa mengatasi masalahnya sendiri"ujar Abi yang segera pergi dari kamar putranya.


Ketika langit mulai mendung menandakan bahwa sebentar lagi akan turun hujan. Attar yang kabur dari rumah dengan menggunakan motornya tidak tahu harus pergi kemana.Sudah hampir 3 jam ia mengendarai motor namun ia masih bingung mencari tempat berteduh karena sebentar lagi akan turun hujan. Kemudian Attar melihat bangunan yang ditinggal pemiliknya,untuk sementara ia berteduh disana sampai hujan reda.


********


Setelah masuk didalam kamar, Bella tampak panik karena ia tidak mempunyai uang 50 juta untuk diberikan kepada papa Mertuanya. Sehingga ia menelpon bundanya untuk meminta bantuan.


"Ada apa sayang?"tanya Mirna dari seberang sana.


"Gawat Bun,gawat"Bella yang semakin panik,ia hanya bisa mondar-mandir didalam kamar.


"Gawat kenapa sayang?coba ceritakan apa yang terjadi?"tanya Mirna yang bingung mendengar suara putrinya.


"Bun, aku ketahuan papa mertua soal uang 100 juta itu,ia minta 50 juta untuk dikembalikan. Sedangkan aku tidak punya uang sebanyak itu".


"Kamu jangan khawatir masalah itu, ibu akan mengatur semuanya"


"Terimakasih bunda"


Saat menutup telepon, Bella kaget melihat Akmal yang berdiri didepan pintu kamar.


"Apakah Akmal mendengar pembicaraan ku tadi?"tanya Batin Bella yang campur aduk.

__ADS_1


"Sayang, kamu sudah pulang"refleks Bella langsung memeluk Akmal.


"Lepaskan aku"Akmal yang mendorong Bella sampai jatuh.


"Sayang, kenapa kamu begitu sama aku?aku ini istri kamu?aku berhak atas kamu".


"Aku tidak sudi punya istri licik seperti dirimu"Akmal yang kesal dengan Bella dan segera mengambil bajunya yang berada di lemari.


"Apa kamu tidak ingin menyentuhku?sejak ijab qobul kemarin kamu tidak pernah menyentuhku"isak tangis Bella.


Akmal yang tidak menjawab pertanyaan Bella, ia segera keluar dari kamarnya yang terasa panas dan tidak ada kebahagiaan didalamnya.


"Akmal tunggu.."panggil Bella.


"Ada apa?"tanya Akmal dengan wajah penuh benci ketika menatap Bella.


"Aku ingin minta uang belanja mingguan"sahutnya.


"Apa kamu tidak waras?kamu sudah menggunakan uang 50 juta papa dan sekarang kamu minta uang lagi"hanya amarah dibenaknya Akmal saat ini.


"Tapi uang itu untuk keperluan bayi kita. Buat keperluan aku belum terpenuhi,belum lagi bedak dan lipstik aku sudah habis".


"Itu bukan urusanku"kata Akmal yang langsung keluar dari rumah.


Tapi ketika mau melangkah ke dapur,ia melihat adik iparnya sudah memasak buat mereka.


"Tumben, tikus liar bangun pagi"kata hati Ara.


Tikus liar adalah panggilan untuk Bella yang diberikan Ara beberapa hari lalu.


Bagaimana tidak semenjak peristiwa itu terjadi,Ara lebih suka berada dirumah neneknya ketimbang harus tinggal bersama kakak iparnya yang tidak dia sukai.


"Ara, apa kamu sudah memasak?"tanya Bella yang mau mencuci mukanya.


"Apakah kamu tidak melihat bahwa dimeja sudah tersedia makanan"ketus Ara yang melirik Bella dengan tajam.


"Oh iya, kakak baru lihat. Rencananya kakak mau bantu kamu memasak, tapi karena makanannya sudah siap dimeja jadi kakak masuk kamar saja".


"Makanan ini untuk aku, mama dan papa,kamu bisa memasak makananmu sendiri"kata Ara yang membuat Bella berhenti berjalan.


"Tidak, kakak memesan makanan online saja"jawab Bella yang menutup pintu kamar dengan keras.


Bruk..!


"Sial punya adik ipar berani banget, tidak diajari sopan santun apa"Bella yang sudah dilanda marah ia menghempaskan  ponselnya kelantai.

__ADS_1


"Lihat saja nanti,kamu akan mengemis kepadaku"senyum licik Bella.


     *******


Attar kebingungan dimana ia akan tinggal dan menetap selama ia pergi dari rumah, tiba-tiba muncul idenya untuk pergi keluar kota menemui pamannya. Attar segera menjual motornya dan berangkat ke bandara. Disana ia terlebih dahulu membeli tiket pesawat.


Saat pesawat yang ditumpangi Attar sudah terbang tinggi,ia masih saja teringat akan perempuan yang dicintainya. Attar sengaja mematikan teleponnya agar Abi dan ummi tidak menelpon. Ia tahu pasti saat ini ummi nya sedang bersedih atas kepergiannya.


Dan benar saja, setelah kepergian Attar, ummi sering menangis dan tidak ingin makan serta terus mengurung dirinya sendiri didalam kamar.


"Ummi makan dulu dari pagi ummi belum sarapan. Ini Azizah bawakan sup ayam dan terong goreng"ketika Azizah menatap calon mertuanya itu. Bagaimana tidak semenjak kepergian Attar, ummi selalu menanyakan keberadaan putra tunggalnya kepada Abi. Namun Abi tidak menjawabnya.


"Ummi bisa sakit.Kalau tidak makan"tangan Azizah ingin menyuapi nasi kedalam mulut ummi.


"Tidak, ummi tidak lapar.Ummi ingin Attar pulang kerumah"


"Azizah, biar Abi yang menyuapi ummi.Kamu keluarlah"usir Abi yang tidak ingin menatap Azizah.


"Baik Abi, saya keluar dulu"


"Ummi,makan ya"bujuk Abi.


"Abi, kapan Attar kembali?"tanya Ummi yang berulang kali ditanyakan sampai Abi bosen mendengarkannya.


"Abi tidak tahu, Attar susah untuk dihubungi. Ini ummi makan dulu"kata Abi langsung keluar dari kamar.


Setelah keluar dari kamar, Abi melihat Azizah sedang menunggu Abi keluar dari sana.


"Abi, apakah ummi sudah mau makan?"tanya Azizah dengan perasaan gelisah.


"Apa Abi bisa bertanya kepada kamu?"tanya Abi yang memandang Azizah sedang duduk di sofa.


"Tanya apa Abi?".


"Kamu dengan Naira sama-sama perempuan.Sama-sama bisa memasak,tapi kenapa kamu tidak bisa merebut hati Attar?"


Pertanyaan Abi yang membuat Azizah yang tidak bisa menjawabnya karena ia sudah berusaha untuk merebut hati Attar,tapi tetap saja di hati Attar hanya ada nama Naira.


"Saya sudah berusaha Abi,tapi.."ketika Azizah pertama kalinya meneteskan air mata didepan mata.


"Tapi kamu tidak berusaha"sahut Abi yang meninggalkan Azizah sedang menangis.


"Bukannya saya tidak berusaha Abi, tapi saat saya bersama Attar. Attar selalu menyebut nama Naira didepan saya. Sebenarnya saya ingin mundur dari pernikahan ini,tapi saya mencintai putramu Muhammad Attar Maulana"kata batin Azizah.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2