
"Naira, apa kamu mau ikut ibu kepasar?"tanya ibunya yang berada diteras bersama Nita.
"Ibu, dapat uang dari mana, bukankah ibu tidak punya uang"sahut Naira.
"Ini uang simpanan Nita, rencananya ibu akan berjualan kue lagi"sahut ibunya sambil membawa keranjang belanjaan ditangannya.
"Oh, iya pamanmu menelpon, katanya ummi khasanah menyuruhmu kembali mengajar lagi di pesantren"kata ibunya.
"Sepertinya Naira akan kembali mengajar untuk memenuhi kebutuhan hidup kita"sahut Naira.
"Ya sudah, ibu dan Nita pergi kepasar dulu,tolong kunci pintunya sebelum kamu berangkat ke pesantren, Assalamu'alaikum"kata ibunya.
"Waalaikumsalam"sahut Naira.
Saat Nita berjalan dibelakang ibunya, Nita tidak sengaja menabrak Mama Ara yang sedang membeli ayam.
"Maaf, saya tidak sengaja"kata Nita.
"Iya tidak apa-apa, salah saya yang tidak melihat kamu"kata Mama Ara dengan senyum.
"Maafkan, anak saya"kata Rahmawati yang kenal dengan wanita itu.
"Iya, kamu Rahmawati, mantan pacar suami saya"kata mama Ara.
"Iya, tapi itu dulu waktu sekolah"kata Rahmawati yang rasanya ingin pergi dari tempat itu.
"Ini anak kamu"kata mama Ara sambil melihat Nita.
"Iya, namanya Nita, Nita salam dengan tante"sahut Rahmawati sambil menyuruh putrinya bersalaman dengan Sisca.
"Kenapa saya merasa ada ikatan batin dengan anak ini"kata hati mama Ara.
"Sisca, kami duluan ya"sahut Rahmawati sambil tersenyum.
"Iya"sahutnya sambil melihat Rahmawati dan Nita berjalan.
Saat Naira memasuki gerbang pesantren,ia mendengar santri dan santriwati sedang menyapa dirinya. Ketika Naira melihat ummi khasanah sedang menyapu halaman,ia segera menghampiri ummi.
"Assalamu'alaikum"kata Naira.
"Waalaikumsalam"sahut ummi sambil menoleh asal suara itu.
"Alhamdulillah, kamu kembali ke pesantren"sahut ummi yang melihat Naira kembali.
"Iya ummi"sahut Naira sambil tersenyum.
"Ummi, Naira masuk kekantor dulu ya, Assalamu'alaikum"kata Naira.
"Waalaikumsalam"sahut ummi sambil menyapu.
"Naira"panggil Attar yang melihat Naira berjalan.
"Ada apa kak Attar?"tanya Naira.
"Saya senang melihat kamu kembali"sahut Attar.
"Bagaimana keadaan kak Attar?"tanya Naira yang melihat memar disekitar pipinya.
"Alhamdulillah, saya baik-baik saja"sahutnya sambil tersenyum.
"Assalamu'alaikum"kata Zainal yang baru datang.
"Waalaikumsalam"sahut Attar.
" Paman kembali mengajar lagi"kata Naira dengan penuh gembira.
"Iya"sahut Zainal.
"Naira, malam ini bawa ibumu dan Nita kerumah paman, paman akan mengenalkan sama kamu calon suami tante Firda"kata Zainal.
"Baik paman, Naira akan ke sana bersama ibu dan Nita"sahut Naira sambil tersenyum.
"Kalau begitu paman duluan masuk kantor ya"kata Zainal sambil berjalan.
"Iya"sahut Naira dan Attar.
"Kak Attar, saya mau ke perpustakaan dulu, Assalamu'alaikum"kata Naira.
"Waalaikumsalam"sahut Attar.
**********
Ketika Naira keluar dari gerbang pesantren,ia melihat dokter Akmal sedang menunggunya didepan pagar.
"Assalamu'alaikum"kata Naira yang melihat Akmal sedang berdiri.
"Waalaikumsalam"sahut Akmal.
"Ada apa kamu kesini?"tanya Naira.
"Aku ingin mengajak kamu ke toko perhiasan untuk membeli cincin pertunangan kita"sahut Akmal.
"Apa secepat ini"sahut Naira.
"Iya, apa kamu sedang sibuk, jika kamu sedang sibuk aku akan menunggu kamu sampai pulang dari pesantren"sahut Akmal sambil menatap Naira.
"Tidak, sebentar dulu ya, saya akan meminta izin terlebih dahulu"kata Naira sambil berjalan menuju satpam yang sedang melihat Naira dengan seorang dokter.
"Pak, jika ada yang mencari saya, katakan saya keluar sebentar"kata Naira kepada satpam.
__ADS_1
"Baik, Nona Naira"sahut satpam sambil tersenyum.
"Akmal, yuk kita berangkat"ajak Naira sambil masuk dalam mobil.
"Iya"sahutnya dengan mengangguk.
"Pak, apa kamu melihat Naira?"tanya Attar sambil memegang surat ditangannya.
"Nona Naira baru saja keluar bersama seorang dokter"sahut satpam itu.
"Oh begitu, ini ada surat jika Naira telah kembali"sahut Attar.
"Baik"sahut satpam itu".
Didalam kantor terlihat Zainal sedang merapikan kertas yang ada di mejanya,lalu ia pamit kepada Abi Attar.
"Abi, kalau boleh saya ingin pulang lebih awal"kata Zainal sambil melihat Abi.
"Kenapa?ini belum jamnya pulang?"tanya Abi.
"Benar Abi, tapi malam ini saya ada acara"sahut Zainal.
"Acara apa?"tanya Abi.
"Acara lamaran adik saya,kalau ada waktu Abi dan ummi bisa kerumah saya"sahut Zainal dengan sopan.
"Baiklah, terimakasih atas undangannya"kata Abi.
"Assalamu'alaikum"kata Zainal.
"Waalaikumsalam"sahut Abi.
Setelah kepergian Zainal, tiba-tiba ponsel Abi berbunyi.
"Assalamu'alaikum"kata Sulaiman.
"Waalaikumsalam"sahut Abi.
"Apa saya mengganggu Abi?"tanya Sulaiman dari seberang sana.
"Tidak, kebetulan saya mau pulang kerumah"sahut Abi.
"Ada yang saya ingin tanyakan kepada Abi"ucap Sulaiman sambil menatap Azizah yang sedang duduk di sofa.
"Apa yang ingin bapak Sulaiman tanyakan?"tanya Abi.
"Kapan kita akan menikahkan anak kita, sekarang usia Azizah sudah 23 tahun, saatnya Azizah dan Attar membina rumah tangga?"tanya Sulaiman yang membuat Abi terkejut pasalnya Attar tidak bisa membayar hutang kepada ayah Azizah.
"Saya akan membicarakannya kepada ummi dan Attar"sahut Abi.
"Baiklah, saya tunggu kabar baiknya"kata Sulaiman sambil menutup telepon.
"Ayah Azizah, beliau ingin segera menikahkan Azizah dengan Attar karena usia Azizah sudah 23 tahun"sahut Abi sambil berjalan menghampiri ummi yang duduk di sofa.
"Tapi pasti Attar tidak mau menikah dengan Azizah, apa lagi ummi yang ingin Naira menjadi menantu kita"sahut ummi dengan rasa sedih.
"Terus kita harus bagaimana, sementara kita tidak bisa mengembalikan uang ayah Azizah selama lima tahun ini"kata Abi sambil bersandar di sofa.
"Ummi juga tidak tahu harus berbuat apa"kata ummi dengan perasaan sedih.
"Abi akan membujuk Attar agar mau menikah dengan Azizah"sahut Abi.
"Bagaimana kalau Attar tidak mau menikah dengan Azizah?"tanya Ummi.
"Apabila Naira sudah menikah dengan dengan dokter Akmal, pasti Attar mau menikahi Azizah karena tidak ada harapan lagi Attar menginginkan Naira"sahut Abi.
"Tapi kasian Attar, putra kita mencintai Naira"sahut ummi.
"Iya, tapi Naira tidak mencintai Attar"kata Abi dengan nada tinggi.
*********
Ketika menuju perjalanan pulang,Naira hanya diam dan sesekali melirik Akmal yang sedang menyetir.
"Kamu mau pulang kemana?"tanya Akmal.
"Saya pulang kerumah saja"sahut Naira.
"Naira, apa kamu siap jika kita bertunangan Minggu depan?"tanya Akmal.
"Saya terserah kamu saja"sahut Naira.
"Apa kamu mempunyai perasaan dengan Attar?"tanya Akmal yang membuat kaget Naira.
"Saya hanya sekedar mengagumi kak Attar"sahut Naira.
"Apa yang kamu kagumi dari Attar?"tanya Akmal.
"Cepat, saya mau kekamar mandi"kata Naira yang mengalihkan topik pembicaraan.
"Baiklah"sahut Akmal.
Setelah sampai dirumah, Naira bergegas turun dari mobil, ia melihat ibu dan adiknya yang berdiri didepan pintu masuk.
"Ibu, kenapa kalian berada diluar"kata Naira.
"Kunci rumahkan dibawa kakak Naira"sahut Nita.
"Astagfirullah, kakak lupa"kata Naira.
__ADS_1
"Yuk kita masuk"ajak Rahmawati.
"Ibu, saya mohon pamit, saya harus kembali kerumah sakit, Assalamu'alaikum"kata Akmal sambil mencium tangan Rahmawati.
"Waalaikumsalam"sahut Rahmawati.
Setelah kepergian Akmal, Rahmawati segera menutup pintu dan duduk diruang tengah.
"Ibu, paman mengajak kita kerumahnya untuk acara lamaran tante Firda"kata Naira.
"Benarkah"sahut Rahmawati.
"Kakak Naira dari mana dengan dokter Akmal?"tanya Nita.
"Kakak dari toko perhiasan untuk membeli cincin tunangan yang akan dilaksanakan Minggu depan"sahut Naira sambil menatap ibunya.
"Berapa harganya?"tanya Rahmawati.
"Sekitar 5 juta"sahut Naira.
"Ya sudah, cepat kalian mandi dan kita akan berangkat kerumah paman"kata ibunya sambil berjalan kearah dapur.
Setelah melakukan perjalanan sekitar dua puluh menit akhirnya Naira dan ibunya serta Nita sampai dirumah Zainal.
"Assalamu'alaikum"kata mereka.
"Waalaikumsalam"sahut Zainal.
"Yuk masuk"ajak Zainal.
"Kapan calon tante Firda kemari?"tanya Naira.
"Mereka sedang diperjalanan menuju kesini"sahut Zainal.
"Naira, ibu mau kedapur dulu ya"kata Rahmawati sambil berjalan disusul Nita.
"Assalamu'alaikum".
"Waalaikumsalam"sahut Zainal yang melihat calon suami Firda datang bersama seorang wanita.
"Yuk,silahkan masuk"kata Zainal.
"Maaf, kami terlambat datang kesini karena hujan lebat disana"kata wanita itu.
"Iya tidak apa-apa"sahut Zainal.
Saat asyik mengobrol, tiba-tiba Naira datang sambil membawa nampan yang berisi lima gelas teh panas dan beberapa kue kering.
"Silahkan diminum tehnya"kata Naira sambil tersenyum dan langsung duduk disamping Zainal.
"Apakah ini calon istri anak saya?"tanya wanita itu yang melihat Naira mengenakan cadar.
"Bukan, ini ponakan saya namanya Naira, yang saya ingin jodohkan dengan anak ibu adalah adik saya"sahut Zainal.
"Oh begitu ya"sahut wanita itu.
"Naira, cepat kamu panggilkan tante Firda"perintah Zainal kepada Naira.
"Iya paman"sahut Naira.
Lima menit kemudian Firda datang bersama Naira, Firda memakai baju berwarna putih dan jilbab berwarna pink.
"Ini adik saya namanya Firda Thalita,bisa dipanggil Firda"sahut Zainal.
"Cantik sekali"sahut Wanita itu sambil menatap Firda.
"Terimakasih"sahut Firda sambil menatap laki-laki yang berada disebelah wanita itu.
"Ini putra saya, namanya Ahmad Zaky, bisa dipanggil Zaky"sahut wanita itu.
"Berapa umurnya?"tanya Firda.
"Umurnya sekita 34 tahun, Zaky ini belum pernah menikah sama sekali"kata wanita itu.
"Bagaimana Firda, apa kamu ingin menikah dengan Zaky?"tanya Zainal.
"Iya"kata Firda sambil mengangguk.
"Alhamdulillah, jika Firda setuju, saya sudah membawakan cincin lamaran semoga pas dijari kamu"ucap wanita itu sambil memasangkan cincin dijari Firda.
"Apa pekerjaan Zaky?"tanya Zainal.
"Saya bekerja di perusahaan kota A"kata Zaky sambil menatap Firda.
"Kalau boleh tahu ibu siapanya Zaky?"tanya Zainal.
"Saya ibu sambungnya Zaky karena ibunya sudah meninggal"sahut wanita itu.
"Apa Zaky punya saudara?"tanya Zainal.
"Punya tapi dia tidak ikut kesini"kata wanita itu.
"Silahkan diminum tehnya nanti dingin"kata Zainal.
"Iya"sahut wanita itu.
*Bersambung*
__ADS_1