Cinta Naira

Cinta Naira
Naira pergi jauh


__ADS_3

Didalam perpustakaan, terlihat Rania sedang memandang langit-langit ruangan,ia tidak menyangka bahwa acara pertunangan kakaknya gagal dan membuat Naira jatuh sakit. Untuk sementara Rania yang menggantikan kakaknya untuk mengelola perpustakaan pesantren ini.


Rania yang tidak tahu menahu tentang pekerjaan kakaknya selama ini, ia hanya duduk di kursi sambil memakan cemilan yang ia beli tadi pagi.


"Assalamu'alaikum"ucapan dari Ummi.


"Waalaikumsalam"


"Naira, ini ada undangan untuk kamu"


Ummi yang tidak mengetahui bahwa yang berada di perpustakaan adalah Rania, karena Rania berpakaian seperti Naira dan mengenakan cadar.


"Undangan apa ini?"


Ketika Rania membuka undangan itu, ia kaget ternyata ini undangan pernikahan Attar dengan Azizah. Apa yang ia katakan pada kakaknya kalau Attar akan menikah dengan Azizah. Haruskah ia jujur dengan kakaknya atau tidak.


"Naira"suara ummi yang membangunkan Rania dari lamunannya.


"Ada apa?"


"Ini ada berkas, tolong kamu periksa"


"Terimakasih ummi atas undangannya"


"Sama-sama"


Setelah kepergian Ummi Khasanah,Rania mulai meneteskan air matanya karena selama ini Rania menyukai Attar, tapi apa yang ia lakukan  sebentar lagi Attar akan menikah dengan Azizah.


Karena waktunya pulang, Rania segera mengunci pintu dan segera berlari keluar gerbang pesantren. Ditengah perjalanan,Rania mampir dulu ke apotik untuk membeli obat kakaknya, tiba-tiba ia bertemu dengan Bella yang juga membeli sesuatu disana.


"Jadi ini wanita murahan"


"Aku bukan wanita murahan ya"


"Yakin bukan wanita murahan"


"Siapa kamu?"tanya Bella yang langsung menarik cadar Rania.


"Naira"


"Aku bukan Naira, tapi Rania saudara kembarannya"


"Kamu...".


"Iya, kita pernah bertemu di clubs malam waktu itu, kamu membawa seorang laki-laki lebih tua dari kamu dan..."


"Tutup mulutmu"


"Aku bisa saja membongkar semua rahasia kamu kepada semua orang, kalau anak yang ada di rahim kamu bukan anak dokter Akmal"


"Apa mau kamu?"


"Gampang, aku mau kamu mentransfer uang ke ATM aku sebesar 100 juta"


"Apa?kamu pikir uang 100 juta itu bisa turun dari langit"


"Ya sudah kalau kamu tidak mau, akan ku bongkar semuanya rahasia kamu kepada semua orang"ancam Rania yang membuat Bella ketakutan.


"Bella, aku bukan seperti kakakku yang polos,tapi aku lebih dari itu"


"Baiklah, aku akan mentransfer kamu 100 juta, berapa nomor rekening kamu?"


"Terimakasih"

__ADS_1


"Kamu harus tutup mulutmu,ingat itu"


"Kamu tenang saja, aku akan pergi jauh bersama ibu dan kak Naira dari kehidupanmu"


"Bagus kalau begitu"sahut Bella yang pergi menjauh meninggalkan Rania sendiri.


"Maafkan aku kak Naira, kita harus pergi jauh dari sini".


Ketika sampai dirumah, Rania segera menuju kamar kakaknya dan ia melihat Naira terbaring lemah diatas kasur.


"Kak Naira, aku sudah membawakan obat untuk kakak, tolong diminum ya".


"Terimakasih, maaf kakak telah merepotkan kamu".


"Tidak kak, Rania tidak merasa direpotkan oleh kakak".


"Rania,tolong ambilkan air putih yang ada diatas meja".


"Kakak Naira,aku ingin kita semua pindah keluar kota"kata Rania yang membuat Naira terkejut.


"Kenapa kamu ingin kita pindah keluar kota?".


"Aku tidak ingin kita tinggal dirumah pemberian dokter Akmal, karena mustahil dokter Akmal untuk menikah dengan kakak, dan juga sebentar lagi dokter Akmal juga akan punya anak, pasti tidak mungkin dokter Akmal meninggalkan anak dan istrinya"


"Ibu setuju apa yang dikatakan Rania"Rahmawati yang baru saja tiba dikamar putrinya setelah pulang dari pasar.


"Iya ibu, saya juga berpikir seperti itu, lebih baik kita pindah keluar kota".


"Ibu,Nita dimana?"


"Nita sedang memasak di dapur"


"Besok kita akan berangkat keluar kota, aku sudah memesan tiket pesawat, dan juga aku mohon jangan ada yang tahu kita akan pergi".


"Kenapa?"


"Kakak menurut saja apa keinginan kamu"


***************


"Dokter apa yang terjadi dengan istri saya?"tanya Zaky yang melihat Firda yang baring diatas kasur.


"Selamat istri bapak sedang hamil dua Minggu"


"Terimakasih"


"Kalau begitu saya pamit pulang dulu"kata dokter itu yang keluar dari rumah Zaky.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu hamil juga".


"Iya,Mas"


"Semoga anak yang kamu kandung itu laki-laki bukan perempuan"kata mertuanya yang keluar dari kamar.


Mendengar perkataan mertuanya,Firda semakin tertekan dirumah ini,dulu mertuanya ingin cepat hamil sekarang mertuanya ingin cucu laki-laki.


"Bagaimana kabar perempuan yang bersama kamu tiga bulan yang lalu,apakah dia sedang mengandung?"


"Iya ibu, dia sedang mengandung sekitar dua bulan dan juga sudah menikah dengan orang yang ia benci untuk membalaskan dendam kematian atas ayahnya"


"Apa yang dibicarakan mertua dan suamiku? aku tidak mengerti perkataan mereka?"dalam hati Firda yang masih berada didalam kamar.


"Jika istrimu melahirkan anak perempuan sebaiknya kamu ceraikan saja dia"perkataan mertuanya yang membuat Firda meneteskan air mata.

__ADS_1


"Aku terserah ibu saja"


"Firda"panggil mertuanya dari ruang tengah.


"Ada apa?"


"Ikuti saya ke gudang"


Setelah sampainya Firda di gudang bersama mertuanya, ia melihat banyak kardus bekas yang tidak terpakai dan lemari yang sudah usang.


"Ibu, ngapain kita kesini?"


"Ambil kotak ini"


"Apa dalam isi kotak ini?"


"Isinya ada pakaian bayi bekas Raya waktu kecil, kamu bisa menggunakan pakaian itu untuk persiapan kamu lahiran"


"Kenapa tidak membeli yang baru saja?"


"Kamu pikir membeli itu tidak pakai uang, manfaatkan saja pakaian yang ada, lagian pakaian itu masih bagus"


"Iya ibu"


"Oh iya, kamu beli sayur dan ikan untuk kita makan malam, karena hari ini tukang sayur keliling tidak masuk"


"Ibu, saya minta uangnya"


"Loh, kenapa minta ke saya, seharusnya kamu yang memberi saya uang, bukanya malah minta"


"Tapi, sudah satu Minggu mas Zaky tidak memberi saya uang"


"Ini uang Rp.100.000 dan ini daftar belanjaan kamu".


"Ibu, uangnya tidak cukup"


"Terserah kamu saja mau uang dari mana, pokoknya daftar yang saya berikan harus ada semuanya"


"Iya ibu"


"Mas, apa boleh aku minta uang untuk beli pulsa"


"Uang aku sudah habis, kamu bisa minta ke ibu"


"Ibu,apa boleh aku..."


"Ini uang Rp.20.000 tapi aku tidak memberikan kamu secara gratis, besok kamu harus mengembalikan uang itu dua kali lipat".


"Bagaimana saya bisa mengembalikan uang secepat itu"


"Terserah kamu, yang penting besok uang itu harus kamu kembalikan"


"Baik ibu, kalau begitu saya pergi dulu, Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam"


    *************


Keesokan harinya, Naira dan Rania serta ibunya dan Nita pergi membawa kopernya masing-masing. Mereka berangkat dari rumah menuju bandara.


Yang dimana setengah jam lagi pesawat menuju keluar kota akan berangkat.


Naira hanya bisa duduk didalam pesawat dan membayangkan impian dan harapannya untuk hidup bersama Akmal,teman dan sekaligus pasangan hidupnya kini telah sirna.

__ADS_1


Sedangkan Rania hanya ingin menjauh dari masa lalunya yang dimana ia pernah singgah dan hidup disebuah clubs malam. Pemilik clubs malam itu adalah orang yang pernah menyelamatkan hidupnya dan juga membuat hidupnya hancur.


*Bersambung*


__ADS_2