Cinta Naira

Cinta Naira
Masuk Penjara


__ADS_3

"Kamu.."Nita yang terkejut melihat murid itu.


"Ya kita bertemu lagi. Bagaimana kabar kamu?"tanya Ara yang duduk di belakang Nita.


"Alhamdulillah,aku baik-baik saja"


"Nita, kamu selama ini kemana saja?kenapa kamu pergi dari rumah?"


"Aku pergi keluar kota"


"Sekarang kamu tinggal dimana?"


"Aku..."belum sempat menjawab, tiba-tiba Inayah mengajak Nita pergi ke kantin.


"Nita, yuk kita pergi ke kantin"ajak Inayah.


"Ayuk"


Saat mau berjalan ke kantin, Inayah berbicara dengan Nita.


"Apa kamu kenal dengan Ara?"Inayah langsung menatap Nita.


"Iya, kami pernah satu sekolah. Memang kenapa?"


"Waktu itu pernah beredar gosip tentang Ara sehingga banyak teman-temanku menjauhi Ara dan tidak ada satupun yang mau berteman dengannya"


"Gosip apa?"


"Katanya Ara itu pernah jual dirinya karena keluarganya sekarang jatuh miskin. Perusahaan dan rumahnya direbut oleh kakak iparnya"kata Inayah yang membuat Nita terkejut.


"Apa yang telah terjadi dengan keluarga dokter Akmal selama 4 tahun ini?"batin Nita dalam hati.


"Nita, kamu mau pesan apa?"


"Terserah, aku ngikutin kamu saja"


"Oke"


   ***********


Didepan lampu merah,Naira sedang berjalan dibawah terik matahari. Ia sudah berusaha mencari pekerjaan ke sana kemari namun tidak membuahkan hasil. Tiba-tiba ia melihat seorang bapak tua berjualan koran didekat trotoar jalan. Bapak tua itu sedang menawarkan jualannya kepada orang yang melintasi jalan tersebut.


Karena kasihan, Naira pun menghampiri bapak tua itu dan membeli sedikit koran, padahal ia juga membutuhkan uang untuk biaya sekolah adiknya Nita.


"Pak, berapa seikat korannya?"


"Rp.3000 Neng"sahut bapak itu sambil menatap Naira.


"Naira"bapak itu terkejut yang membeli korannya adalah Naira sebab ia masih mengenali suara Naira

__ADS_1


"Bapak Anton"panggil Naira dengan terkejut. Waktu itu Naira memanggil beliau dengan sebutan papa tapi sekarang terasa canggung jika ia memanggil dengan sebutan papa.


Ketika melihat Naira, Anton langsung menangis. Setelah 4 tahun lamanya kini Naira merasakan kehangatan dari Anton papa dari dokter Akmal. Tapi Naira sekarang bingung, kenapa papa Akmal bisa berjualan koran di trotoar jalan.


"Bapak kenapa menangis?"


"Saya rindu sama kamu. Selama ini kamu kemana saja?Akmal terus mencari keberadaan kamu?"


"Maaf, saya dan ibu serta kedua adik saya pergi keluar kota dan tidak sempat mengabari kalian"


"Bagaimana keadaan kamu?"


"Alhamdulillah keadaan Naira baik-baik saja. Bapak kenapa jualan koran, bukankah seharusnya bapak bekerja di perusahaan itu?"tunjuk Naira ke arah perusahaan yang sempat ia datangi tadi tapi ditolak atasannya karena tidak menerima pegawai baru lagi.


"Naira, ceritanya panjang. Saya tidak tahu harus cerita mulai dari mana?"


"Ceritakan,saya siap mendengarkannya"sahut Naira  menatap Anton yang kini kulitnya mulai keriput dan badannya sangat kurus.


   (Flashback on)


"Keluar kalian dari sini"teriak Bella sambil membanting beberapa koper dan barang keluar rumah.


"Apa kamu mau mengusir kami dari rumah kami sendiri"sahut Anton dengan mata melotot kearah Bella.


"Seharusnya kamu yang pergi dari rumah ini, kamu telah menipu kami mengatakan kalau putramu adalah anak Akmal tapi ternyata Barra bukan anak kandung putraku"Sisca yang mulai emosi langsung mendorong Bella namun saat mau jatuh, Mirna datang dan segera menangkap tubuh Bella.


"Kenapa kamu mendorong putriku Bella?"Mirna yang mulai marah melihat putrinya didorong dan mulai memarahi Sisca. Padahal Sisca adalah sahabat Mirna sampai sekarang.


"Apa yang dikatakan Bella adalah benar ini adalah rumah Bella dan Barra"


"Maksud kamu apa?"tanya Anton kepada Mirna.


"Apa kamu tidak ingat surat yang kamu tanda tangani beberapa bulan lalu adalah surat pemindahan hak milik. Jadi sekarang semua rumah,mobil dan perusahaan adalah atas nama Shinta Bella"perkataan Mirna membuat keluarga Akmal terkejut kecuali dengan Bella.


Plak!


Sebuah tamparan mendarat di wajah Mirna.


" Mirna, selama ini kita berteman tapi Kenapa kamu melakukan semua ini kepada keluargaku?apa salah aku terhadap kamu?"


"Aku memang menganggap kamu sahabatku. Tapi ini semua salah suamimu, sehingga kami berbuat semua ini kepada keluargamu"


"Apa salah aku terhadap kamu?aku baru saja kenal kamu saat aku menikah dengan Sisca"jawab Anton dengan nada tinggi.


"Kamu telah membunuh Mas Sanjaya ayahnya Shinta Bella"


"Sanjaya"Anton terkejut mendengar nama itu.


"Iya Sanjaya, dia adalah ayah kandung Bella dan juga suamiku yang telah kamu bunuh dan kamu mengambil semua aset perusahaan miliknya"

__ADS_1


"Aku tidak pernah membunuhnya,dia waktu itu tertabrak mobil saat ia berjalan di lampu merah. Saat aku ingin menolongnya dia sudah meninggal ditempat, tapi sebelum Sanjaya meninggal dia telah menitipkan semua aset perusahaan kepadaku karena kami berdua yang telah membangun perusahaan ternama itu"kata Anton.


"Aku tidak peduli, tapi yang jelas perusahaan ternama itu milik Bella dan begitu juga dengan rumah ini, sekarang kalian boleh angkat kaki dari sini"


"Apa kamu mengusir keluargaku dari sini"Akmal yang marah langsung mencekik Mirna dan melemparnya ke arah jendela.


Bruk!


Seketika tubuh Mirna penuh luka dan akhirnya pingsan.


"Apa yang kamu lakukan Akmal?"tanya Bella yang segera menghampiri tubuh ibunya dan menangis.


"Ini semua adalah balasan karena Kamu telah.."belum sempat menerus perkataannya tiba-tiba dua orang polisi datang.


"Maaf, kami kesini ingin mencari dokter Akmal?"tanya polisi itu.


"Ada apa kalian mencari saya?"


"Anda kami tangkap karena telah memperkosa seorang gadis dan membunuhnya.


"Apa?saya tidak pernah melakukan itu"jawab Akmal yang tangannya mulai diborgol polisi.


"Anda bisa jelaskan semua itu di kantor polisi"


"Lepaskan putra saya, Akmal tidak mungkin melakukan semua itu. Dia dijebak perempuan iblis ini"kata Sisca yang menangis melihat Akmal dibawa polisi masuk kedalam mobil.


"Apa kamu telah memitnah putraku Akmal?jawab jangan diam saja?"


"Iya memang kenapa,ini balasan dari aku"kata Bella yang pergi membawa Mirna menaiki mobil. Sedangkan Sisca akhirnya pingsan dan jatuh sakit.


Satu Minggu kemudian


Karena Akmal tidak mempunyai bukti yang kuat bahwa ia tidak memperkosa dan membunuh seorang gadis. Hakim menetapkan bahwa dokter Akmal sebagai pelaku pembunuhan dan memperkosa seorang gadis berusia 17 tahun,oleh karena itu ia dipenjara selama 5 tahun.


(Flashback off)


"Jadi, sekarang Akmal dipenjara?"tanya Naira yang sedang duduk beralaskan koran.


"Iya, satu tahun lagi dia akan bebas dari penjara"


"Apa saya boleh menemui Akmal?"


"Boleh, pasti Akmal senang bertemu kamu?"


"Terimakasih, maukah bapak mengantarkan saya bertemu Akmal besok?"


"Iya,saya mau mengantarkan kamu ke sana. Kamu sedang ngapain disini berjalan kaki?"


"Saya sedang mencari pekerjaan disekitar sini"

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2