
Keesokan harinya,paman Naira datang ke rumah untuk membawa Naira ikut bersamanya.
Tok...tok..
"Assalamu'alaikum"kata paman Zainal.
"Waalaikumsalam"sahut ibu Naira.
"Silahkan masuk kak,Naira sedang berkemas dulu".
"Iya"jawab paman Zainal.
"Sayang,pamanmu sudah datang,ayuk cepat keluar"kata ibu Naira.
"Iya Bu"sahut Naira sambil membawa tas di pundaknya.
"Ayo kita berangkat,nanti keburu sore"sahut paman Zainal.
"Kak,saya titip Naira ya"sahut ibunya.
"Iya,aku akan menjaga Naira seperti anakku sendiri"sahutnya.
"Naira,jangan nyusahin pamanmu disana,apa yang diperintahkan pamanmu selama itu baik kerjakan sayang"ucap ibunya.
"Bu,Naira pamit dulu"sahut Naira sambil mencium tangan ibunya.
***********
Setelah melakukan perjalanan sekitar 5 jam,akhirnya Naira sampai di rumah Pamannya,ia melihat rumah itu bertingkat dua dan halaman rumahnya luas serta bersih.
"Naira,ayuk kita masuk,bibi mu sudah menunggu kedatangan kamu"kata pamannya.
"Assalamu'alaikum"kata Zainal.
"Waalaikumsalam"sahut Fatimah.
"Mas,dimana Naira?"tanya Fatimah.
"Itu, dia ada dibelakang Mas"sahut Zainal.
"Naira,yuk kita makan bersama"ucap Fatimah.
Paman Zainal adalah kakak tertua dari ayahnya Naira,ia mengajar sebagai guru di pesantren.Zainal dan istrinya Fatimah mempunyai anak perempuan seusia dengan Naira,namun anak mereka meninggal dunia saat berusia 5 tahun akibat kecelakaan mobil pada saat itu.
"Naira,mau makan yang mana?"tanya Fatimah sambil tersenyum.
"Terserah saja"sahutnya.
"Bibi ambilkan Nasi dan ikan goreng buat kamu"kata Fatimah sambil menaruh piring dihadapan Naira.
"Paman sudah siapkan,baju untuk kamu pergi ke pesantren,dan kamarmu di atas sana"kata pamannya.
Didalam kamar,Naira melihat balkon rumah pamannya yang sangat luas,dinding temboknya lapisi semen yang kuat dan kokoh. Naira melihat Photo besar yang terpampang di atas dinding dekat kamarnya,di mana photo itu ada seorang anak yang berusia 5 tahun dengan senyuman manis serta memiliki lesung pipi.
"Kamu lihat apa Naira?"tanya Fatimah yang baru datang.
"Naira cuma lihat sekeliling rumah bibi"sahutnya.
"Kamu istirahat,besok kamu akan ikut pamanmu ke pesantren"ucap Fatimah.
"Baik,Naira akan segera tidur"sahutnya.
Saat Fatimah menutup kamar,Naira bangun dari tempat tidurnya,ia merasa masih kepikiran dengan Akmal,serta kedua orangtuanya.
Ketika Naira berjalan untuk memasuki balkon,ia mendengar seorang anak yang sedang menangis.
"Siapa itu?"
Naira yang ketakutan mendengar suara itu langsung segera membuka kamarnya dan turun menuruni tangga.
"Naira ada perlu apa?"tanya Fatimah yang melihat Naira menuruni tangga.
"Naira mau minum air putih"sahutnya sambil berjalan menuju meja.
__ADS_1
"Kenapa kamu berkeringat?"
"Naira,belum terbiasa turun tangga, jadi Naira berkeringat"sahut Naira.
"Oh,ya sudah Bibi ke kamar duluan ya"kata Fatimah sambil masuk ke dalam kamar.
*********
Ketika Naira sudah sampai di pesantren bersama pamannya,ia memasuki gerbang pesantren Nurul Iman.Dimana pesantren itu terletak tidak jauh dari rumah pamannya.
"Naira,paman ke ruangan ustadzah Aisyah dulu untuk mengurus berkas surat kamu, kamu tunggu disini dulu"kata Zainal.
"Iya paman"sahutnya.
Saat Naira ditinggal sendiri didepan pintu gerbang pesantren, tiba-tiba Naira ditabrak oleh seorang santri yang berlari memasuki gerbang pesantren.
"Maaf,saya tak melihat kamu"kata santri itu.
"Iya tidak apa-apa"sahutnya.
"Ada apa Naira?"tanya Zainal yang baru datang.
"Maafkan saya,saya tidak sengaja menabrak"kata santri itu.
"Oh, tidak apa-apa kan Naira"ucap Zainal.
"tidak apa-apa paman"sahut Naira.
"Attar,kenalkan dia adalah ponakan bapak,namanya Naira Utami"kata Zainal.
"Naira,ini adalah Muhammad Attar Maulana,dia anak tunggal pengasuh pondok pesantren ini"kata Zainal.
Naira hanya mengangguk dan menundukkan kepalanya sedangkan Attar hanya sekali melirik Naira.
"Ya sudah,bapak mau ke ruangan santriwati dulu"sahut Zainal kepada Attar.
*********
"Assalamu'alaikum"kata ustadzah Aisyah.
"Waalaikumsalam"sahut semua santri.
"Hari ini kita akan kedatangan santri baru,ayu silahkan masuk" kata ustadzah Aisyah.
Naira pun masuk ke dalam ruangan itu,ia melihat didalam ruangan itu hanya berisikan semuanya perempuan.
"Perkenalkan nama kamu"ucap ustadzah Aisyah.
"Perkenalkan nama saya Naira Utami,bisa dipanggil Naira"ucap Naira.
"Naira,kamu boleh duduk disebelah Azizah"kata ustadzah Aisyah.
Saat pembelajaran berlangsung, tiba-tiba Attar mengetuk pintu kelas para santri putri.
"Permisi,ustadzah Aisyah"kata Attar dengan sopan.
"Ada apa Attar?"tanya ustadzah Aisyah.
"Abi saya sedang memanggil ustadzah Aisyah untuk segera menemui beliau,dan ini kitab untuk Naira belajar"sahut Attar.
"Baiklah,saya akan menemui Abi kamu segera"ucap ustadzah Aisyah.
Ustadzah Aisyah keluar dari ruangan disusul oleh Attar dibelakangnya,mereka menuju ruangan Abi Attar yang berada tidak jauh dari tempat santri putra.
"Ganteng banget ya kak Attar"sahut santri yang lain.
"Iya,seperti oppa korea"sahut yang lain.
"Hai,perkenalkan nama saya Azizah"sahut Azizah dari sebelah Naira.
"Saya Naira"sahut Naira sambil menatap teman barunya itu.
__ADS_1
"Hai Naira,perkenalkan saya Lusy Rahmawaty"kata Lusy dari belakang kursinya.
Saat Naira berkenalan dengan teman barunya,ustadzah Aisyah masuk sambil membawa kitab.
"Ini sudah waktunya kalian istirahat,silahkan yang ingin istirahat boleh keluar duluan"kata ustadzah Aisyah.
"Dan Naira ini ada kitab dari pamanmu"ucap ustadzah Aisyah sambil memberikan kitab kepada Naira.
"Terimakasih"sahut Naira sambil menundukkan kepalanya.
"Naira,kita keluar yuk"kata Azizah.
"Iya"sahut Naira.
"Ustadzah Aisyah kami keluar duluan"kata Azizah.
"Silahkan"ucap ustadzah Aisyah.
"Saya ikut"sahut Lusy.
Ketika Naira,Azizah dan Lusy keluar ruangan,ia melihat begitu banyak santri yang ada disana.
"Naira,kita berkeliling pesantren ini yuk"kata Lusy.
"Boleh"sahut Naira.
"Aduh,perut saya sakit"kata Azizah.
"Ayuk kita ke WC"sahut Lusy.
"Naira,kamu tunggu dulu disini ya,saya mau ke WC sebentar"ucap Azizah.
"Iya"sahut Naira.
Ketika Naira menunggu Azizah dan Lusy yang belum kembali juga,ia mulai berjalan dan melihat setiap sudut ruangan yang ada di pesantren itu.
Naira mengintip ruangan yang belum sepenuhnya terbuka dan terkejut saat pintu itu dibuka oleh Attar yang berada dalam ruangan itu.
"Naira"kata Attar yang terkejut melihat Naira berdiri di depan pintu.
"Maaf kak Attar"sahut Naira sambil menundukkan kepalanya.
"Jangan panggil kak Attar dong panggil Attar saja,umur kita juga gak jauh beda"ucap Attar.
"Iya kak Attar,eh maksud saya Attar"sahut Naira.
"Kenapa kamu bisa disini?disini ruangan santri putra"kata Attar.
"Naira tidak tahu kalau ini khusus ruangan santri putra"sahut Naira.
"Iya tidak apa-apa"sahut Attar.
"Naira,rupanya kamu disini,kami dari tadi cariin kamu keliling pesantren"kata Lusy.
"Ayuk kita ke kelas"sahut Azizah sambil menatap Attar.
Setelah mereka pergi bertiga,Attar dikejutkan oleh temannya dari belakang.
"Dor"
"Lagi liatin apa sih?"tanya Iqbal.
"Itu ada santriwati baru"sahut Attar.
"Terus memangnya kenapa?"tanya Iqbal dengan heran.
"Dia beda dari perempuan yang lain,beda dari Azizah"ucap Attar.
"Apa yang membuat perempuan itu berbeda dari Azizah"sahut Iqbal sambil berdiri sejajar dengan Attar.
"Kalau Azizah setiap kali saya berbicara kepada dia,dia selalu menatap mata dan wajah saya, sedangkan Naira,ketika saya berbicara dengan dia selalu menundukkan kepalanya dan tidak mau menatap saya"sahut Attar.
"Jadi namanya Naira"kata Iqbal.
"Iya,dia keponakan bapak Zainal"sahut Attar.
__ADS_1
*Bersambung*