
4 tahun kemudian..
Sudah hampir 4 tahun Naira berada diluar kota. Kini ia memutuskan pulang ke kampung halamannya, tempat ia dilahirkan dan besarkan. Saat Naira mengemasi barang-barang yang akan ia bawa, tiba-tiba dari arah pintu datang seorang anak kecil berusia 4 tahun memasuki kamar Naira sambil membawa ransel dibelakang punggungnya.
"Mommy, lihatlah aku"kata anak kecil itu.
"Ada apa sayang?"tanya Naira yang membalik badannya untuk melihat anaknya.
"Mommy, ransel ini sangat cantik, aku menyukainya"sahut Amora.
"Alhamdulillah, kalau Amora menyukainya"balas senyum Naira yang memandangi Amora.
"Kak Naira, ini sudah jam 07:00 pagi. Yuk kita ke bandara, nanti ketinggalan pesawat"ucap Nita sambil membawa menarik koper.
"Amora, kamu ikuti tante Nita duluan ya. Mommy mau mengembalikan kunci rumah ini kepada Mbak Rita"Naira memandangi Amora yang sedang menatap kearah Naira.
"Baik mommy, Amora sayang dengan mommy"mencium pipi sebelah Naira.
"Mommy juga sayang dengan Amora"balas mencium kening Amora.
Didalam pesawat Naira memandangi langit yang cerah, hatinya masih menanti sebuah nama yaitu Akmal Ramadhan. Naira membayangkan Akmal sudah mempunyai anak dengan Bella.
Dan Attar pasti sekarang juga memiliki Anak dengan Azizah. Sedangkan dirinya sudah hampir berkepala dua,namun masih menyandang gelar sendiri
**********
Sementara dirumah Zainal. Fatimah sedang sibuk menonton TV bersama suaminya. Tidak lama kemudian ia baru ingat kalau besok Naira akan pulang ke rumahnya setelah 4 tahun lamanya tidak bertemu.
"Astagfirullah, saya harus membersihkan rumah. Besok Naira akan datang kesini"Fatimah yang beranjak dari sofa langsung berdiri memandangi suaminya.
"Benarkah yang kamu bilang bahwa Naira akan kesini"tatap binar Zainal yang tidak percaya dengan perkataan istrinya.
"Benar Mas. Kalau begitu saya ke kamar atas dulu untuk membersihkan kamar yang akan ditempati Naira"Fatimah yang senang kehadiran ponakannya setelah sekian lamanya menghiraukan seorang anak kecil yang menghampirinya.
"Bunda mau kemana?"tanya anak kecil itu yang melihat Fatimah menaiki anak tangga namun tidak ada jawaban dari Fatimah.
"Chadia, kesini nak"panggil Zainal kepada putrinya itu.
"Ayah, ada apa dengan bunda?"Chadia yang heran melihat tingkah bundanya.
"Besok kita akan kedatangan kakak Naira. Jadi bunda membersihkan kamar untuk ditempati kakak Naira"
"Ayah, siapa kakak Naira? Chadia belum pernah mendengarnya"balas Chadia yang minta penjelasan kepada Zainal.
"Kakak Naira adalah kakak sepupumu"
"Bagaimana wajah kakak Naira? apakah dia cantik seperti Chadia?"tanya Chadia sambil memegang bonekanya.
"Dia cantik sama seperti Chadia Anum"sahutnya Fatimah yang baru datang dan mendengarkan percakapan mereka.
__ADS_1
"Benarkah, Chadia tidak sabar ingin bertemu dengan kakak Naira"Chadia yang senang langsung memeluk Zainal.
"Kalau begitu Chadia tidur dulu. Ini sudah jam 9 malam. Besok pagi kita akan ke bandara untuk menjemput kakak Naira"
"Asyik, selamat malam ayah"kata Chadia yang langsung mencium Zainal.
"Selamat malam bunda"kata Chadia yang menghampiri Fatimah dan memeluknya serta menciumnya.
"Selamat malam Chadia Anum"balas Fatimah yang mencium kening Chadia.
"Huh.."Fatimah segera duduk didekat suaminya sambil mengusap keringatnya.
"Apa kamu lelah?"tanya Zainal.
"Tidak mas, saya bahagia bahwa Naira akan kembali walaupun tanpa adik ipar".
"Saya juga bahagia, apalagi Naira sekarang sudah memiliki anak. Saya tidak sabar ingin melihat suaminya".
"Saya juga tidak sabar, sudah 4 tahun berlalu. Alhamdulillah Naira sudah melupakan Akmal dan Attar"senyum Fatimah.
"Iya, yuk kita tidur cepat. Besok kita akan ke bandara"ajak Zainal kepada Fatimah.
"Baik mas".
**********
Didalam meja makan terlihat Abi,ummi dan Attar serta istrinya Azizah sedang menyantap makanan. Ya Attar sudah menikah dengan Azizah sejak ia pulang dari luar kota.
Ketika Attar menanyakan nama Naira di clubs malam itu, tiba-tiba ponselnya berbunyi.Ia melihat bahwa Abi menelpon dirinya setelah dua bulan lamanya.
"Assalamu'alaikum"kata Abi.
"Waalaikumsalam"sahut Attar.
"Attar, kamu dimana Nak?sudah dua bulan kamu tidak pulang?"
"Attar sedang membersihkan hati"
"Cepat pulang Nak, ummi sedang sakit, ia terus memikirkan dirimu"
"Baik Abi, Attar akan pulang sekarang juga"
"Abi tunggu kedatangan kamu"
Tut
Tut
Tut
__ADS_1
Ketika sampai dirumah,Attar melihat ummi sedang berbaring di kasur, tubuh ummi nampak sangat kurus dan tidak terawat.
"Ummi, Attar pulang"kata Attar yang segera memeluk dan mencium ummi.
"Ummi kangen dengan kamu, Nak"tangis pecah yang keluar mata ummi membuat Abi juga ikut menangis.
"Attar juga kangen dengan ummi, maafkan Attar. Attar kabur dari rumah menjelang pernikahan saya dengan Azizah"
"Ummi yang harus minta maaf dengan kamu. Ummi terlalu memaksamu untuk menikahi Azizah"
"Ummi, Abi. Kini Attar sudah siap untuk menikah dengan Azizah"
"Benarkah Attar"sahut Abi yang tidak percaya kalau perkataan putranya.
"Benar Abi, Attar serius"jawabnya.
(Flashback off)
Ketika semua sedang asyik makan, tidak ada satu pun memulai pembicaraan hingga akhirnya ummi khasanah memulai obrolannya terlebih dahulu.
"Azizah, apakah kamu sudah ada tanda-tanda hamil?"Azizah yang mendengar pertanyaan itu langsung kaget dan sakit hati. Sementara Attar hanya santai saja mendengar perkataan ummi nya.
"Belum ummi, mungkin tahun ini belum diberi sama Allah. Saya akan berusaha lagi"
"Kalian sudah hampir 4 tahun menikah,apa kalian tidak ingin menjadi orang tua?"tanya Abi yang menatap Attar sedang makan.
"Saya ingin sekali jadi orang tua. Tapi Allah belum memberikan kami kepercayaan untuk menjadi orang tua"Azizah yang sedang menahan air matanya untuk turun.
"Bagaimana ingin punya anak, Mas Attar saja tidak pernah menyentuhku sama sekali. Jangankan menyentuhku, kami saja tidur tidak satu ranjang"batin Azizah.
"Coba kamu dan Attar pergi ke dokter. Siapa tahu diantara kalian ada masalah sehingga belum juga dikaruniai keturunan"perkataan ummi yang sangat pedas membuat Azizah ingin segera mengakhiri makannya.
"Ummi, Azizah mau mencuci pakaian dulu"kata Azizah yang meninggalkan meja makan.
********
Keesokan harinya, Zainal, Fatimah dan Chadia sudah berada di bandara. Mereka menunggu kedatangan Naira. Tidak lama kemudian Naira,Nita dan Amora turun dari pesawat. Dari kejauhan Naira melihat Paman dan bibinya.
"Assalamu'alaikum"ucap Naira sambil mencium tangan Zainal dan Fatimah disusul Nita.
"Waalaikumsalam"sahut mereka.
"Bagaimana kabarmu kalian?"
"Alhamdulillah, kabar kami baik-baik saja"senyum Naira dan Nita.
"Yuk kita kerumah"ajak Fatimah yang mengandeng tangan Chadia. Sedangkan Naira mengandeng tangan Amora.
"Sini, biar paman bawakan kopernya"yang melihat Nita kerepotan membawa dua buah koper.
__ADS_1
"Terimakasih paman"sahut Nita.
*Bersambung*