Cinta Naira

Cinta Naira
Persiapan Pernikahan Firda


__ADS_3

"bagaimana pernikahan Firda dan Zaky akan dilaksanakan dua minggu lagi"kata wanita itu.


"Saya terserah adik saya Firda saja"sahut Zainal.


"Firda, apakah kamu mau dua minggu lagi menikah dengan Zaky?"tanya wanita itu sambil menatap Firda.


"Iya, saya setuju"jawab Firda.


"Baiklah kalau Firda sudah setuju, saya mohon pamit pulang untuk menyiapkan pernikahan Zaky dengan Firda, Assalamu'alaikum" kata Wanita itu.


"Waalaikumsalam"sahut Zainal dan Naira.


Setelah kepulangan Zaky dan ibunya,Firda segera masuk kedalam kamarnya, di dalam kamar Firda menangis, ia tidak ingin menikah dengan Zaky, tapi Firda juga tidak ingin mengecewakan kakaknya.Tiba-tiba Firda menelpon kekasihnya itu. Kekasih Firda bernama Rio Alexander, yang biasa dipanggil Rio.


"Assalamu'alaikum"kata Firda yang sedang menangis.


"Waalaikumsalam"sahut Rio.


"Sayang aku.."kata Firda yang tidak bisa melanjutkan perkataannya.


"Sayang kamu kenapa menangis?"tanya Rio yang mendengar Firda menangis.


"Aku dijodohkan oleh kakakku"sahut Firda sambil terus menangis.


"Apa"sahut Rio yang kaget mendengar perkataan Firda.


"Maafkan aku, aku ingin kita mengakhiri hubungan ini"ucap Firda.


"Tapi aku sayang sama kamu"kata Rio yang tidak ingin hubungannya berakhir.


"Maafkan aku, lebih baik kamu cari perempuan yang lain, aku tidak ingin mengecewakan kakakku"sahut Firda sambil menghapus air mata.


"Apa kamu tidak sayang sama aku?"tanya Rio.


"Aku sayang sama kamu, aku sudah bertahan sepuluh tahun denganmu tapi apa yang aku dapatkan, kamu juga tidak kunjung untuk melamar ku"kata Firda.


"Aku janji sama kamu, aku akan segera melamarmu Minggu depan, aku lagi berusaha mengumpulkan uang"sahut Rio yang tidak ingin melepas Firda.


"Kamu terus berjanji seperti itu kepadaku, sampai sekarang mana bukti janjimu itu"kata Firda.


"Sekarang mau kamu apa sayang?"tanya Rio.


"Aku ingin kita putus"sahut Firda.


"Kamu boleh minta apapun dari aku, tapi aku mohon jangan ada kata putus diantara kita, aku sayang banget sama kamu"sahut Rio.


"Maafkan aku, aku ingin kita cukup sampai disini, dan terimakasih atas kenangannya, Assalamu'alaikum"kata Firda sambil mematikan teleponnya.


Diruang dapur, Naira sedang memasak dibantu adiknya Nita untuk makan malam bersama paman dan bibinya.Setelah selesai memasak merekapun makan malam segera, tiba-tiba pintu rumah diketok oleh Abi dan ummi.


"Biar Naira yang membukakan pintu"kata Naira sambil berjalan kearah pintu.


"Assalamu'alaikum"kata Abi.


"Waalaikumsalam"sahut Naira sambil membukakan pintu.


"Apa acaranya sudah selesai?"tanya ummi yang melihat tidak ada diruang tamu.


"Iya, ummi sudah selesai"sahut Naira.


"Naira, siapa yang datang"kata Zainal.


"Abi dan ummi"sahut Naira.


"Abi, yuk masuk kita makan malam dulu"kata Zainal.


"Maaf,kami terlambat"kata Abi.


"Tidak apa-apa, yuk masuk kita makan malam bersama"ajak Zainal.


"Terimakasih"sahut ummi.


"Yuk, Abi dan ummi kita makan malam bersama"kata Fatimah.


"Maaf, kami terlambat"kata Abi.


"Tidak apa-apa"sahut Fatimah.


"Aduh, jadi tidak enak nih"kata Abi.


"Enak sekali makanan ini, pasti ini Naira yang masak"kata ummi.


"Benar ummi, Naira yang masak dibantu Nita juga"sahut Naira dengan senyum.


"Abi rindu dengan masakan kamu"kata Abi.


"Iya Abi, ummi jadi mau nambah lagi nih"sahut ummi.


"Abi, nambah lagi dong"kata Zainal.

__ADS_1


"Abi sudah kenyang"sahut Abi.


"Dimana Attar?kenapa tidak ikut?"tanya Fatimah.


"Attar sedang sibuk"sahut Abi.


"Oh begitu"sahut Fatimah.


"Kapan acara pernikahannya?"tanya ummi.


"Dua minggu lagi"sahut Zainal.


    ***********


Saat Abi dan ummi sedang berada di kantor, tiba-tiba Sulaiman datang dari balik pintu.


"Assalamu'alaikum"kata Sulaiman sambil berdiri didepan pintu.


"Waalaikumsalam"sahut Abi dan ummi.


"Silahkan masuk"kata Abi.


"Terimakasih"sahut Sulaiman.


"Ummi, tolong buatkan kopi untuk bapak Sulaiman".


"Iya Abi"kata ummi.


"Ada perlu apa?"tanya Abi.


"Bagaimana pembicaraan kita kemarin, apa tanggapan Attar?"tanya Sulaiman.


"Saya belum membicarakan tentang itu kepada Attar, karena malam tadi saya dan ummi sedang berada dirumah bapak Zainal"sahut Abi dengan tersenyum.


"Silahkan diminum kopinya"kata ummi.


"Terimakasih ummi"sahut Sulaiman.


"Kalau begitu saya tunggu Attar saja disini untuk membicarakan tentang pernikahannya dengan Azizah"sahut Sulaiman.


"Sebentar lagi juga Attar akan kesini"sahut ummi.


Sekitar lima menit menunggu, akhirnya Attar datang juga disusul Naira dibelakangnya.


"Assalamu'alaikum"kata Attar dan Naira.


"Waalaikumsalam"sahut Abi.


"Abi, ada apa?"tanya Attar yang bingung melihat ada ayah Azizah disana.


"Attar, apa kamu siap untuk menikah dengan Azizah?"tanya Sulaiman yang membuat Naira terkejut.


"Kenapa saya tidak rela, jika Attar menikah dengan Azizah, apakah saya punya perasaan dengan Attar"kata Naira dalam hatinya.


"Saya tidak bisa menikahi Azizah, karena saya tidak mencintai Azizah"sahut Attar yang membuat kaget semua orang termasuk Sulaiman.


"Tapi putri saya menyukai kamu, Azizah tidak mau menikah dengan orang lain kecuali dengan kamu Attar"kata Sulaiman yang menatap Abi dan ummi.


"Maaf sebelumnya, tidak baik memaksakan Attar menikah dengan Azizah tanpa saling mencintai, takutnya rumah tangganya hanya bertahan untuk sementara"kata ummi khasanah.


"Pokoknya saya mau Attar menikah dengan Azizah, kalau tidak saya akan menghancurkan pesantren ini, tanah pesantren ini masih atas nama saya"kata Sulaiman dengan nada marah sambil meninggalkan kantor.


"Abi, maafkan Attar"kata Attar yang melihat Abinya menangis.


"Attar, Abi tidak melarang kamu menikah dengan siapa saja, tapi pesantren ini adalah impian Abi"kata Abi yang terus menangis.


"Attar, pikirkan lagi keputusanmu"sahut ummi.


Attar hanya diam dan tidak menjawab perkataan ummi dan langsung keluar dari kantor. Sementara Naira hanya berdiam sambil memandangi keluarga Attar. Naira segera keluar kantor untuk menyusul Attar yang keluar dari pintu gerbang pesantren.


" Kak Attar, berhenti"teriak Naira sambil menghampiri Attar.


"Naira, ada apa?"tanya Attar meneteskan air mata.


"Kamu mau kemana?"tanya Naira.


"Saya mau mencari udara segar"kata Attar sambil menghapus air mata.


"Sebaiknya kak Attar menikahlah dengan Azizah"kata Naira.


"Naira, hati dibisa dipaksakan, saya hanya mencintai kamu"sahut Attar.


"Tapi kak Attar.."kata Naira yang langsung dipotong oleh Attar.


"Tinggalkan saya sendiri disini"kata Attar.


"Baik, Assalamu'alaikum"kata Naira.


"Waalaikumsalam"sahut Attar.

__ADS_1


   *******


Di pasar Nita dan ibunya sedang berjualan kue mengunakan sepeda.


"Nita jualan apa?"tanya Sisca yang sengaja lewat didepan Rahmawati dan Nita.


"Tante, Nita jualan kue, apa tante mau beli?"tanya Nita yang melihat ibunya.


"Kue apa saja?"tanya Sisca.


"Ada kue putri salju, kue kuping gajah, kue cucur, kue dadar gulung, dan masih banyak lagi"kata Rahmawati.


"Ya sudah, saya beli kue dadar gulung sepuluh dan kue putri salju juga sepulu, berapa?"tanya Sisca.


"Rp.20.000"sahut Rahmawati.


"Anak kamu cuma satu?"tanya Sisca.


"Tidak, kakaknya Nita sedang mengajar di pesantren"sahut Rahmawati.


"Suamimu kemana?kenapa tidak dia saja yang jualan?"tanya Sisca.


"Suami saya sudah meninggal"sahut Rahmawati.


"Maaf ya, saya tidak tahu"jawab Sisca.


"Tidak apa-apa"sahutnya.


"Terimakasih, ini uangnya"kata Sisca sambil berjalan.


"Ibu yuk, kita pulang kerumah paman untuk membantu mempersiapkan acara pernikahan tante Firda"kata Nita.


"Sebentar dulu, tunggu kue ibu habis"kata Rahmawati.


"Ibu, Nita haus ingin beli minum"kata Nita.


"Iya, ini uangnya"sahut ibunya sambil memberikan Nita uang Rp.5000.


Ketika Nita membeli minuman dari kejauhan ia melihat seorang perempuan yang mirip dengan kakaknya, tapi perempuan itu tidak mengenakan cadar. Perempuan itu memakai baju kaos lengan panjang dan rok mini berwarna hitam serta rambutnya yang tidak terikat. Perempuan itu juga membeli minuman dan menghampiri Nita.


"Kenapa kamu melihat saya seperti itu?"tanya wanita itu dengan nada tinggi.


"Tidak apa-apa"sahut Nita sambil berjalan.


"Kenapa perempuan itu mirip dengan kakak Naira?"tanya dalam hati Nita.


"Nita, jangan melamun sambil berjalan, nanti jatuh"kata ibunya.


"Iya ibu, ini minuman untuk ibu"kata Nita sambil memberikan ibunya sebotol minuman.


"Nita,kenapa sayang?"tanya ibunya.


"Ibu, tadi Nita melihat perempuan yang mirip dengan kakak Naira"kata Nita.


"Apa jangan-jangan itu Rania, apa Rania masih hidup?"tanya Rahmawati dalam hati.


"Dimana kamu melihatnya?"tanya ibunya.


"Disana"kata Nita sambil menunjuk warung.


"Ya sudah, kamu tunggu disini, ibu akan kesana dulu"sahut ibunya sambil berlari menuju warung.


"Rania semoga itu kamu, ibu kangen dengan kamu Rania"kata hatinya.


"Apa ibu bertemu dengan perempuan itu?"tanya Nita yang melihat ibunya berjalan kemari.


"Tidak"sahut ibunya.


"Ibu, yuk kita pulang, kuenya sudah habis"ajak Nita.


"Oke sayang"kata ibunya.


Sementara dirumah Zainal, Fatimah dan Zainal sibuk membersihkan rumah serta mendekorasi ruangan yang akan dijadikan tempat ijab qobul antara Firda dengan Zaky.


"Firda"teriak Zainal dari ruang tengah.


"Ada apa?"tanya Firda yang langsung menghampiri kakaknya.


"Ibunya Zaky menelpon, ia menyuruhmu untuk pergi kebutik, untuk memilih gaun yang kamu gunakan diacara pernikahanmu, kamu akan berangkat ditemani dengan kakak Fatimah"kata Zainal.


"Baik, saya mengambil tas dulu"sahut Firda sambil masuk kedalam kamar.


"Dimana Firda?"tanya Fatimah.


"Firda sedang mengambil tas"sahut Zainal.


"Yuk, kak kita berangkat"ajak Firda.


"Mas, saya berangkat dulu, Assalamu'alaikum"kata Fatimah.

__ADS_1


"Waalaikumsalam"sahut Zainal.


*Bersambung*


__ADS_2