
Saat Akmal sedang belajar diruang tamu,tiba-tiba ada ketokan di pintu.
Tok..tok..
"Assalamu'alaikum"kata Mama Akmal.
"Waalaikumsalam"sahut Akmal sambil membuka pintu untuk kedua orangtuanya.
"Ini,mama membelikan buku buat kamu belajar"ucap mama Akmal sambil meletakan buku di atas meja tamu.
"Terima kasih,Ma"sahut Akmal sambil duduk kembali.
"Belajar yang rajin ya Nak"kata Papanya.
Akmal hanya mengangguk apa yang dikatakan papanya.Ketika sedang asyik membaca buku,Akmal kepikiran Naira,sudah 3 hari Naira tidak masuk sekolah dan membuat Akmal kangen pada Naira.
"Semoga kamu cepat sembuh Naira,agar aku bisa melihatmu setiap hari"kata Akmal dalam hatinya.
Saat sedang memikirkan Naira,tiba-tiba Papa Akmal datang dan menghampiri anaknya itu.
"Akmal apa yang kamu lakukan?"tanya papa Akmal bingung melihat tingkah laku anaknya.
"Membaca buku pa"sahut Akmal sambil memegang buku ditangannya.
"Membaca buku,tapi papa lihat, buku nya terbalik Nak"kata papa Akmal sambil tertawa.
"Oh,iya Pa"sahut Akmal sambil membalik bukunya.
"Apa yang kamu pikirkan sayang?"tanya Papa Akmal sambil memandang anaknya.
"Begini Pa,teman Akmal sedang sakit sudah 3 hari tidak masuk sekolah"kata Akmal kepada papanya.
"Terus apa masalahnya,jika dia sedang sakit,jangan bilang kamu suka sama dia"ucap Papanya.
Akmal hanya mengangguk apa yang dikatakan papanya.
"Jika kamu suka sama dia,katakan saja kepada dia,siapa tahu dia juga suka sama kamu"ucap papanya sambil menatap mama Akmal yang sedang mendengarkan obrolan anak dan suaminya itu.
"Pa,anak kita masih sekolah jangan membahas masalah cinta"kata Mama Akmal sambil memandang suaminya.
"Ma,Akmal bukan anak kecil lagi,dia sudah remaja,saatnya Akmal memilih pilihannya sendiri"sahut papa Akmal .
"Akmal masih sekolah,baru juga umur 16 tahun"sahut mama Akmal sambil meninggalkan suami dan anaknya.
"Papa,ingin cepat punya menantu"sahut papa Akmal sambil tertawa dan berjalan meninggalkan Akmal sendiri diruang tamu.
******************
Di ruang dapur,ibu Naira sedang sibuk memasak untuk makan malam,tiba-tiba Naira datang dan menghampiri ibunya.
"Ibu,ada yang bisa dibantu?"tanya Naira kepada ibunya.
"Kamu bisa cuci sayur itu"sahut ibunya sambil memotong bawang.
"Kamu sudah sehat Nak?"tanya ibu Naira kepada putrinya.
"Alhamdulillah,Naira sudah sehat,dan besok Naira bisa masuk sekolah"ucap Naira.
"Syukurlah,jika kamu sudah sehat,karena tidak akan lama lagi kamu akan menghadapi ulangan kenaikan kelas"kata ibunya sambil mematikan kompor.
"Bu,Naira janji akan belajar lebih giat lagi,agar Naira bisa menjadi juara,maafkan Naira jika semester 1 Naira tidak dapat juara"ucap Naira dengan sedih.
"Gak papa,kamu tidak juara yang penting kamu juara di hati ibu"kata ibunya sambil mencium pipi putrinya.
"Ayo,cepat selesaikan, adikmu sudah lapar"kata ibunya sambil mengambil piring bersih.
**************
Setelah Naira sampai dikelas,Naira segera duduk di kursi dan memandang temannya yang sudah datang terlebih dahulu pada Naira.
"Naira kamu sudah sembuh?"tanya Ryan sambil menghampiri meja Naira dan duduk di kursi depan Naira.
"Alhamdulillah,aku sudah sehat"sahut Naira dengan senyum kepada Ryan.
Ketika sedang asyik Naira dan Ryan mengobrol,tiba-tiba Akmal datang dan segera duduk di kursinya.Melihat Naira dan Ryan tertawa,hati Akmal pun semakin cemburu menatap mereka mengobrol bersama.
"Kalian lagi ngapain?"tanya Farrah yang baru datang itu.
"Kami ngobrol saja"sahut Ryan kepada Farrah.
"Ngobrol apaan sih?"tanya Farrah sambil menatap Naira.
"Kepo kamu"sahut Ryan sambil meninggalkan Farrah dan Naira.
"Kalian ngomongin apa sih?"tanya Farrah sambil mau duduk di kursinya.
"Cuma masalah pelajaran"ucap Naira kepada Farrah.
Ting...Ting
__ADS_1
Bunyi lonceng sekolah terdengar sangat nyaring, menandakan kegiatan membaca Al-Qur'an akan segera dimulai..
Setelah semua siswa dan siswi SMA Angkasa 2 selesai membaca Al-Qur'an. Tak berapa lama datang ibu Astari dari balik pintu masuk ke dalam kelas X IPA 2.
"Assalamu'alaikum"kata ibu Astari kepada semua muridnya.
"Waalaikumsalam"ucap semua murid.
"Hari ini ada yang tidak hadir ke sekolah?"tanya ibu Astari sambil membuka absen kelas.
"Hadir semua Bu"sahut Bella.
"Buka buku halaman 23 yang bagian A kalian tulis dibuku catatan kalian"ucap ibu Astari sambil memandangi semua siswanya.
Sementara dimeja depan,Akmal sering melirik Naira yang sedang asyik menulis.tiba-tiba Ryan menepuk pundak Akmal,sontak membuat Akmal kaget.
"Apa sudah menulisnya?"tanya Ryan kepada Akmal.
"Sedikit lagi selesai"sahut Akmal sambil menulis.
"Kamu dan Naira tadi ngobrol apa sih?"tanya Akmal sambil kembali melirik Naira.
"Oh,itu cuma ngobrol pelajaran saja"sahut Ryan.
"Akmal,aku boleh curhat tidak?"tanya Ryan kepada Akmal.
"Boleh"sahut Akmal sambil meletakkan penanya.
"Aku suka sama dia"ucap Ryan kepada Akmal.
"Apa"kata Akmal dengan keras,sehingga semua murid kaget dan menatap Akmal dan Ryan yang duduk di depan.
"Ada apa?"tanya Ibu Astari dengan heran menatap Akmal.
"Tidak ada Bu"ucap Akmal kepada ibu Astari.
"Jika kalian sudah selesai menulisnya,simpan buku kalian,ibu akan menjelaskan tentang pertunjukan musik"kata ibu Jasmine sambil menatap Anak muridnya.
Ting...Ting
Bunya lonceng sekolah,menandakan pergantian mata pelajaran.
"Apa yang ada ditanyakan?"tanya ibu Astari kepada muridnya.
"Jika tidak ada pertanyaan,ibu akan keluar dulu,Assalamu'alaikum"kata Ibu Astuti sambil meninggalkan ruangan kelas.
"Waalaikumsalam"sahut semua murid.
"Apakah ada tugas selama aku tidak masuk sekolah?"tanya Naira kepada Anaya.
"Tidak ada"sahut Anaya kepada Naira.
"Kamu ada hubungan apa sih dengan Ryan,dekat banget kamu dengannya?"tanya Lilis sambil melirik Ryan.
"Cuma teman saja"sahut Naira sambil melirik Akmal.
Sedangkan di meja depan,Akmal dan Ryan saling pandang satu sama lain.
"Kamu suka sama dia,dia itu siapa?"tanya Akmal kepada Ryan.
"Dikira aku,kamu tau siapa yang aku suka,karena kamu tadi terkejut"kata Ryan.
"Aku gak tau,siapa sih?"tanya Akmal sambil melirik Naira.
"Ada deh,kamu juga nanti akan tau sendiri"sahut Ryan sambil melirik Naira.
"Ada apa sih,kamu bikin kami kaget tadi?"tanya Farrell dimeja belakang Akmal.
"Tidak apa-apa"sahut Akmal sambil menatap Ryan.
Saat semua murid mengobrol,tiba-tiba Bella datang dari pintu masuk dan berteriak.
"Pengumuman,dengarkan aku"kata Bella sambil melirik Akmal.
"Ada apa"sahut Farrel dibelakang Akmal.
"Ibu Jasmine sedang ada urusan,jadi kita disuruh membuat tugas halaman 45 ditulis dibuku latihan"sahut Bella yang berdiri di depan papan tulis.
"Iya"sahut Amara yang ada didepan meja guru.
Ting..Ting..
Bunyi lonceng menandakan istirahat dimulai,semua siswa dan siswi berhamburan keluar kelas untuk menuju kantin.
Saat semua murid berhamburan keluar kelas,tiba-tiba Ryan mengajak Naira ke kantin bareng.
Ryan menghampiri Naira yang duduk dipojok belakang.
"Naira,kita ke kantin yuk"ajak Ryan sambil berdiri di depan meja Naira.
__ADS_1
"Ayo"ucap Naira sambil berjalan dibelakang Ryan.
"Tumben,dengan Ryan ke kantin bareng"ucap Farrah sambil memandang Anaya dan Lilis.
"Iya,ya semenjak Naira sakit dia berubah"kata Anaya.
"Ya sudah,ayuk kita susul mereka"sahut Lilis mengajak Farrah dan Anaya.
Saat melewati meja Akmal,Ryan menghampiri dan berdiri dihadapan meja Akmal.
"Mal,aku ke kantin duluan ya,bareng Naira"ucap Ryan kepada Akmal.
"Iya"sahut Akmal sambil menyusun bukunya.
Melihat Ryan dan Naira bareng,Akmal pun mulai cemburu melihat mereka.Melihat Akmal cemburu dibuat oleh temannya sendiri,hati Bella pun senang melihat kejadian itu.
"Akmal,kita ke kantin bareng yuk"ajak Bella mengajak Akmal.
"Kamu duluan saja,aku bersama Farrel akan kepustakaan dulu"sahut Akmal ketika mau berdiri dari tempatnya.
"El,ayo kita ke perpustakaan"kata Akmal sambil memandangi Farrell dari belakang kursinya.
"ayuk"sahut Farrel diikuti Akmal dari belakang.
**********
Didalam Kantin,Naira dan Ryan nampak lahap makan mie goreng yang mereka pesan,dan dimeja sebelah kanan Naira ada Farrah,Lilis dan Anaya juga sedang makan mie kuah.
"Mau tambah lagi ga?"tanya Ryan sambil menatap Naira yang sudah hampir habis makan mie.
"Aku sudah kenyang"jawab Naira kepada Ryan.
"Ya udah aku bayar dulu ya"ucap Ryan sambil meninggalkan Naira yang sedang minum air.
Setelah Ryan bayar,ia kembali menghampiri Naira yang sedang ngobrol bersama Farrah.
"Ayo kita ke perpustakaan"kata Ryan kepada Naira.
"Mau ngapain,bentar lagi mau lonceng berbunyi"sahut Naira sambil berdiri.
"Sebentar saja"kata Ryan.
"Tunggu aku bayar dulu"sahut Naira sambil berjalan ke arah ibu kantin.
"Sudah aku bayarkan"ucap Ryan sambil memegang pergelangan tangan Naira.
"Oh,terima kasih"sahut Naira.
Didalam perpustakaan,hanya ada beberapa orang yang sedang duduk termasuk Akmal dan Farrel.
Saat melihat Naira dan Ryan masuk perpustakaan,Farrel pun memanggil mereka berdua.
"Ryan,Naira kesini"ucap Farrel sambil melambaikan tangan.
"Ayo,kita ke sana"sahut Naira sambil berjalan ke meja Akmal dan Farrell.
"Kalian ngapain disini?"tanya Ryan kepada Akmal dan Farrell.
"Kami sedang mencari bahan untuk tugas"kata Akmal sambil melirik Naira.
"Aduh,perut aku sakit"kata Farrell sambil memegang perutnya.
"Kamu kenapa?"tanya Akmal kepada Farrell.
"Ryan,temani aku ke toilet yuk"ucap Farrell kepada Ryan.
"Iya"sahut Ryan.
Ketika hanya ada Naira dan Akmal di dalam perpustakaan itu,Naira tampak gugup dan malu untuk menatap Akmal,Lalu Akmal mengajak Naira ngobrol.
"Kamu sudah sehat?"tanya Akmal sambil membaca buku yang dia pegang.
"Alhamdulillah,aku sudah sehat"sahut Naira sambil menatap kebawah meja.
"Apa kamu suka dengan Ryan?"tanya Akmal kepada Naira.
Saat akan Naira menjawab,tiba-tiba datang Ryan dan disusul oleh Farrel.
"Ada apa dengan kalian,kok diam melihat kami datang?"tanya Ryan kepada Akmal.
"Aku duluan ya kelas"ucap Naira sambil meninggalkan Akmal,Farrel dan Ryan.
"Iya"sahut Ryan.
Melihat Naira sudah jauh dari perpustakaan,Ryan pun bertanya apa yang terjadi dengan Naira.
"Naira kenapa?"tanya Ryan kepada Akmal.
"Aku tidak tau"sahut Akmal kepada Ryan.
__ADS_1
"Kenapa Naira tidak menjawab pertanyaan aku ya,apa iya dia suka dengan Ryan"gumam dalam hati Akmal.
*Bersambung*