
Saat Naira sampai disekolah,ia melihat namanya tercantum di papan pengumuman,bahwa ulangan semester kali ini Naira tidak sekelas dengan Akmal.Naira berada di ruang kelas X IPS 2.Sedangkan Akmal,Lydia,Farrah,Lilis dan teman yang lainnya berada diruang kelas X IPS 1.
Ketika Naira memasuki ruang kelas X IPS 2,ia melihat di samping kanan duduknya ada kakak kelas XII.Dan dibelakang Naira ada Bella.
Ting...Ting..
Bunyi bel sekolah,menandakan aktivitas membaca Al-Qur'an akan segera dimulai.
Setelah siswa dan siswi membaca Al-Qur'an,mereka pun segera membaca doa.Tak lama kemudian datang ibu Lisa sambil membawa kertas ulangan ditangannya.
Ibu Lisa adalah ibu wali kelas X IPS 1.
"Assalamu'alaikum"kata ibu Lisa sambil berjalan ke arah meja guru.
"Waalaikumsalam"sahut semua murid.
"Sudah baca doa"ucap ibu Lisa sambil menatap muridnya.
"Sudah"jawab semua serentak.
"Ibu akan membagikan kertas ulangan untuk kelas XII dulu,baru kelas X1 dan kelas X"ucap ibu Lisa sambil membagikan kertas soal.
"Silahkan dijawab,jangan ribut dan jangan mencontek"kata ibu Lisa kepada muridnya.
**********
"Waktu kalian tersisa lima menit lagi,jika ada yang sudah selesai.Tolong diperiksa lagi,kalau ada lembar jawaban yang tidak diisi"kata ibu Lisa sambil berjalan mengelilingi muridnya.
Dimeja belakang Naira,tampak Bella sedang kesulitan menjawab soal ulangan itu.
"Naira"kata Bella sambil menepuk pundak Naira.
"Ada apa?"tanya Naira melirik Bella yang dibelakangnya.
"Minta jawaban nomor 12 dong,aku tidak dapat menjawabnya"kata Bella.
"Nomor 12 jawabannya B"ucap Naira sambil membuka kertas.
"Kalau nomor 15 apa jawabannya?"tanya Bella lagi.
"Nomor 15 jawabannya C"sahut Naira.
Ting...Ting..
"Periksa dulu sebelum dikumpul"kata ibu Lisa.
"Jika sudah selesai,silahkan dikumpul dan boleh istirahat"kata ibu Lisa.
Naira berjalan ke arah meja ibu Lisa dan meletakkan kertas ulangan dihadapan ibu Lisa.
Saat semua keluar kelas,ibu Lisa pun juga ikutan keluar kelas sambil membawa lembar jawaban.
Ketika Naira keluar dari kelas,ia duduk di kursi panjang yang berada didepan kelas X IPS 2.Saat Naira duduk di kursi,Farrah,Lilis dan Anaya datang menghampiri Naira.
"Naira,soalnya mudah tapi jawabannya sulit"kata Farrah.
"Pusing aku"sahut Lilis.
"Kita ke kantin yuk"ajak Anaya.
"Aku disini saja"kata Naira.
"Ya sudah,kami ke kantin dulu"sahut Lilis.
Farrah,Lilis dan Anaya berjalan menuju kantin meninggalkan Naira yang duduk sendiri didepan kelas.
"Kamu tidak ikut ke kantin?"tanya Akmal yang baru keluar dari kelas.
"Aku tidak lapar"sahut Naira sambil membaca buku.
"Gimana,apa ada yang sulit?"tanya Akmal kepada Naira.
"Soalnya tidak sulit,tapi pilihannya sulit"ucap Naira.
" Akmal,kita ke kantin yuk"ajak Bella yang berdiri didepan pintu kelas.
"Aku disini saja,kamu bisa pergi dengan Ryan atau Farrel"kata Akmal sambil melirik Naira yang sedang membaca buku.
"Kalau begitu kita saja ke kantin"sahut Farrell sambil menatap Bella.
"Aku dengan Dania saja ke kantin"ucap Bella ketika melihat Dania keluar dari kelas.
"Ayuk"sahut Dania.
"Kamu sedang membaca yang mana?"tanya Akmal kepada Naira.
"Aku membaca halaman 35 bagian B"sahut Naira.
"Ini buat kamu"kata Ryan sambil memberikan botol Aqua kepada Naira.
"Terimakasih"sahut Naira sambil melirik Akmal.
"Aku tidak dibeliin"ucap Akmal kepada Ryan.
"Beli sendiri"sahut Ryan sambil memegang buku.
************
Ting ..Ting..
Bunyi lonceng sekolah,seluruh siswa siswi SMA Angkasa 2.Berhamburan keluar kelas untuk pulang kerumahnya masing-masing.
Setelah Naira keluar dari kelas,Akmal menghampiri Naira yang sedang berjalan menuju gerbang sekolah.
"Naira,apa boleh aku mengantarmu pulang?"tanya Akmal kepada Naira.
"Gimana ya"sahut Naira dengan bingung.
__ADS_1
"Sekali ini saja,agar aku tahu dimana rumah kamu"ucap Akmal.
"Ya sudah,kamu keluarkan motornya dulu,aku tunggu di bawah pohon besar itu"sahut Naira sambil menunjuk ke arah pohon besar.
"Siap bos"sahut Akmal sambil tersenyum.
Didalam hati,Akmal merasa senang bisa mengantarkan Naira pulang ke rumahnya.
Sekitar 10 menit,akhirnya sampai juga mengantarkan Naira pulang ke rumahnya.
"Naira,rumah kamu disini?"tanya Akmal.
"Iya,kenapa jelek rumah aku"sahut Naira sambil turun dari motor Akmal.
"Tidak,*****bagus***** kok rumah kamu.Kapan-kapan aku bisa main ke rumah kamu dong"kata Akmal.
"Boleh,tapi sebagai calon suami aku"sahut Naira dalam candaannya.
"Serius"jawab Akmal sambil tersenyum.
"Ya sudah,aku masuk rumah dulu ya.Terima kasih sudah mengantarkan"kata Naira sambil berjalan.
"Sama-sama"sahut Akmal.
Didalam ruang tamu,ibu Naira melihat Naira diantar pulang oleh seorang laki-laki yang memakai seragam sekolah.
"Assalamu'alaikum"kata Naira sambil mendorong pintu.
"Waalaikumsalam"sahut ibu Naira.
"Siapa tadi yang mengantarkan kamu pulang,bukan pacarmu kan?"tanya ibu Naira.
"Bukan Bu,dia teman sekelas aku"sahut Naira sambil melepaskan sepatunya.
"Ibu pernah liat laki-laki itu,tapi dimana ya"ucap ibu Naira sambil mengingat.
"Salah lihat kali Bu atau perasaan ibu saja"sahut Naira.
"Mungkin perasaan ibu saja"ucap ibunya.
************
Dimeja makan,Akmal makan dengan sangat lahap ditambah lagi perasaannya senang.
"Gimana,ulangan kamu.Apa ada kesulitan?"tanya Papa Akmal.
"Pertanyaannya mudah tapi pilihannya sulit"sahut Akmal.
"Ya jelas, pilihannya A sampai E"sahut Mama Akmal.
"Kamu lulus ini mau kuliah atau tidak?"tanya papanya.
"Belum tahu lagi, kan masih dua tahun lagi"kata Akmal sambil makan.
"Nikah saja,papa ingin gendong cucu"kata papanya sambil tertawa.
"Mas"kata Mama Akmal sambil mencubit suaminya.
"Nikah itu apa pa?"tanya Ara sambil makan kerupuk.
"Nikah itu,artinya Ara akan mempunyai kakak lagi,selain kakak Akmal"sahut papa Akmal.
"Mas,Ara masih kecil"sahut Mamanya.
"Ya,sudah papa mau tidur dulu"kata papa Akmal sambil meninggalkan meja makan.
"memang iya kak,Ara akan punya kakak lagi"kata Ara.
"Iya dek"sahut Akmal.
"Kapan Ara punya kakak lagi?"tanya Ara kepada Akmal.
"Nanti ya setelah kakakmu lulus sekolah"sahut Mama Akmal
"Hore"kata Ara kegirangan.
**********************
Diruang tengah,Naira sedang asyik belajar.ia takut nilai ulangannya jelek.
"Naira,ini ibu buat susu coklat hangat untukmu"kata ibu Naira sambil meletakkan gelas di atas meja.
"Terima kasih"sahut Naira sambil fokus ke bukunya.
"Nita, tidak dibuatkan minum"kata Nita sambil menghampiri ibunya.
"Nita,mau apa sayang?"tanya ibunya.
"Nita mau es krim"sahut Nita.
"Sayang ini sudah malam,nanti sakit gigi"ucap ibunya.
"Nita,bisa minum susu coklat kakak"kata Naira sambil melihat adiknya itu.
"Iya kak,Nita mau susu coklat"sahut Nita sambil minum.
"Ibu buatkan lagi ya susu coklat"kata ibu Naira.
" Tidak usah Bu"sahut Naira.
"Kenapa?"tanya ibu Naira.
"Naira, lagi tidak ingin minum susu"kata Naira.
"Ibu dan Nita,tidur duluan ya"kata ibunya sambil membawa Nita masuk kamar.
"Aku harus bisa jadi juara kelas,agar Akmal suka kepadaku "kata Naira dalam hatinya.
Saat Naira fokus membaca,tiba-tiba ponsel Naira bergetar menandakan pesan masuk.
__ADS_1
"Nomor ponsel siapa ini?"tanya hati Naira.
Naira segera membuka pesan yang tidak ada didaftar kontaknya.
"Kamu lagi ngapain?"tanya seseorang dari seberang sana.
Kamu siapa?"tanya Naira sambil mengirim pesan.
"Hehehe,aku Akmal"
"Oh,dapat dari mana nomor ponselku?"tanya Naira
"Dari Lilis"sahut Akmal dari seberang sana.
Ketika Naira ingin membalas pesan Akmal,tiba-tiba Naira kehabisan pulsanya.
"Yah,sayang banget habis pulsa.Padahal seru banget balas pesan Akmal"kata Naira dalam hatinya.
Ketika jam menunjukkan pukul 9 malam,Naira segera masuk ke kamarnya untuk tidur malam,tak lupa Naira memakai pelembab diwajahnya yang putih itu.
Saat Naira memejamkan Mata,Naira kepikiran siapa pemilik tulisan dari surat misterius itu.Sampai sekarang Naira belum tau siapa pemilik tulisan itu.
Belum sempat Naira memejamkan mata,tiba-tiba pintu rumah diketok.
Tok..tok..
"Siapa ya,malam-malam begini bertamu"kata Naira sambil melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 9 malam.
Naira takut untuk membukakan pintu, akhirnya ia memanggil ibunya yang berada didalam kamar.
"Ibu"kata Naira sambil mengetok pintu kamar.
"Ada apa sayang?"tanya ibunya sambil keluar kamar.
"Diluar ada Seseorang yang sedang mengetok pintu"kata Naira.
"Jam berapa?"tanya ibu Naira.
"Baru jam 9"sahut Naira.
Saat ibu Naira membukakan pintu,ia terkejut bahwa yang datang itu adalah suaminya.
"Mas"kata ibu Naira sambil mencium tangan suaminya.
"Ayah"kata Naira sambil mencium tangan ayahnya.
"Katanya tidak bisa pulang"ucap ibu Naira kepada suaminya.
"Iya,tapi ayah minta izin,dan Alhamdulillah diizinkan"sahut ayah Naira.
"Dimana Nita?"tanya ayah Naira.
"Sedang tidur"sahut ibu Naira.
"Naira,cepat kamu tidur. Besokkan kamu masih ulangan"kata ibunya.
"Iya Bu"sahut Naira sambil masuk kamar.
Keesokan paginya,Naira berangkat ke sekolah,sebelum berangkat Naira berpamitan kepada kedua orang tuanya.
"Ayah,aku berangkat ke sekolah dulu"kata Naira sambil mencium tangan ayahnya.
"Hati-hati sayang"sahut Ayahnya.
"Baca doanya sebelum mengerjakan ulangan"ucap ibu Naira.
"Iya Bu"sahut Naira.
************
Ketika Naira sampai didepan kelas X IPS 2,ia melihat Akmal yang sedang duduk di kursi panjang depan kelas X IPS 2 sambil membaca buku.
"Selamat Pagi,Naira"kata Farrah yang baru keluar dari kelas.
Mendengar nama Naira disebut, sontak membuat Akmal melihat Naira yang baru datang itu.
"Selamat pagi juga sahabatku"sahut Naira.
"Hari ini ulangan pertama Matematika"kata Farrah.
"Iya"ucap Naira sambil melihat Akmal fokus dengan bukunya.
"Akmal"kata Naira.
"Ada apa?"tanya Akmal sambil melihat Naira.
"Malam tadi,aku kehabisan pulsa"kata Naira.
"Iya tidak apa-apa"sahut Akmal.
"Akmal,kamu lagi ngapain?"tanya Bella yang langsung duduk didekat Akmal.
"Oh,ini mengingat rumus matematika"sahut Akmal.
"Semoga ingat ya"sahut Naira sambil berjalan dan masuk ke dalam kelas.
"Kamu suka ya dengan Akmal?"tanya Naira ketika Bella berjalan untuk duduk di kursinya.
"Kalau iya emang kenapa"sahut Bella dengan cueknya.
"Tidak apa-apa"kata Naira sambil mengeluarkan pensil dan penghapusnya dari kotak pensil.
"Jangan bilang,kamu juga suka dengan Akmal"ucap Bella.
"Tidak ,aku tidak suka dengan dia"sahut Naira.
"Jadi,kamu tidak suka dengan Akmal"sahut Ryan yang duduk di depan kakak kelas.
"Iya"sahut Naira yang emosi.
__ADS_1
"Jadi,aku tidak ada saingan dong"kata Bella sambil tersenyum.
*Bersambung*