Cinta Naira

Cinta Naira
Calon Mertua


__ADS_3

Keesokkan paginya, Naira bersiap-siap untuk menemui papa dan mama Akmal.


"Naira, apa kamu sudah siap?"tanya Rahmawati yang melihat Naira mengenakan cadar.


"Naira sudah siap"kata Naira.


"Yuk cepat turun, dokter Akmal sudah menunggu kamu dibawah"sahut Rahmawati.


"Iya, Naira akan segera turun"sahut Naira sambil menuruni tangga.


"Wah, Naira cantik sekali"kata Firda yang membuat dokter Akmal pangling melihat Naira.


"Terimakasih atas pujiannya"ucap Naira.


"Cepat kalian berangkat, nanti dijalan macet"kata Rahmawati.


"Ibu, kami pergi dulu"kata Akmal sambil mencium tangan Rahmawati.


"Assalamu'alaikum"kata Naira.


"Waalaikumsalam"sahut Firda dan Rahmawati.


"Hati-hati dijalan Nak"kata Rahmawati.


    ********


Ketika Zainal memasuki ruang kantor,ia melihat Attar sedang menyapu lantai.


"Assalamu'alaikum"kata Zainal.


"Waalaikumsalam"sahut Attar.


"Dimana Naira?"tanya Attar yang tidak melihat Naira bersama Zainal.


"Naira hari ini tidak masuk"sahut Zainal duduk ditempatnya.


"Kenapa?apa Naira sedang sakit?"tanya Attar sambil menatap Zainal.


"Tidak, Naira pergi ziarah ke makam ayahnya bersama ibu dan adiknya"sahut Zainal yang sedang berbohong.


"Assalamu'alaikum"kata Abi yang baru datang.


"Waalaikumsalam"sahut Attar dan Zainal.


"Abi, dimana ummi?apa tidak ikut?"tanya Attar yang melihat Abi datang sendiri.


"Ummi sedang pergi ke pasar"sahut Abi.


"Dimana Naira?"tanya Abi yang melihat kursi Naira kosong.


"Naira pergi ziarah kemakam ayahnya bersama ibu dan adiknya"sahut Zainal.


"Oh begitu"sahut Abi.


"Assalamu'alaikum"kata Azizah yang baru datang.


"Waalaikumsalam"sahut mereka.


"Abi, ini ada beberapa berkas untuk Abi dari ayah"kata Azizah.


"Terimakasih Azizah"sahut Abi.


"Azizah, hari ini Naira tidak masuk, bisakah kamu membukakan pintu perpustakaan"kata Zainal sambil memberikan kunci kepada Azizah.


"Iya"sahut Azizah sambil keluar ruangan.


      ***********


Saat Naira didalam mobil bersama dokter Akmal, Naira hanya diam sambil memandangi Akmal yang fokus menyetir mobil.


"Bagaimana kalau kita singgah ke pasar"kata Naira sambil melihat Akmal.


"Kamu mau beli apa?"tanya Akmal.


"Saya ingin membawakan sesuatu untuk ayah dan ibu"sahut Naira.


"Baiklah, saya akan mencari tempat parkiran mobil"kata Akmal.


"Yuk kita turun"ajak Akmal.


"Kamu ingin beli apa untuk papa dan mama?"tanya Akmal.


"Apa kesukaan mama dan papamu?"tanya Naira.


"Kita beli buah-buahan saja"kata Akmal sambil menunjuk toko buah.


"Iya"sahut Naira sambil berjalan bersama Akmal.


"Mbak, beli buah anggur dan apelnya"kata Akmal.


"Saya juga beli buah anggurnya"kata ummi khasanah sambil mengambil uang dalam dompet.


"Ummi"kata Naira yang melihat ummi sedang membeli buah.


"Naira, kenapa kamu berada disini? bukankah seharusnya kamu berada di pesantren?"tanya ummi yang melihat Naira dengan dokter Akmal.


"Iya ummi,hari ini Naira tidak masuk"sahut Naira.


"Kenapa?"tanya ummi.

__ADS_1


"Naira akan kerumah papa dan mama saya"sahut dokter Akmal yang membuat ummi terkejut.


"Mbak, ini anggur dan apelnya"kata penjual buah.


"Berapa?"tanya Akmal.


"Rp.50.000"sahut penjual buah.


"Ini uangnya"kata Akmal sambil menyerahkan uang kepada penjual buah.


"Ummi,saya duluan ya, Assalamu'alaikum"kata Naira.


"Waalaikumsalam"sahut ummi.


"Punya saya berapa?"tanya ummi.


"Rp.25000"sahut penjual itu.


"Ini uangnya"kata ummi sambil melihat Naira dan Akmal masuk mobil.


    **********


Setelah pulang dari pasar,ummi segera memasuki kantor. Ia tidak melihat bahwa Attar juga berada dalam kantor.


"Assalamu'alaikum"kata ummi khasanah sambil duduk.


"Waalaikumsalam"jawab Abi.


"Apa benar Naira hari ini tidak masuk?"tanya ummi kepada Abi.


"Iya Kata bapak Zainal, Naira pergi ziarah ke makam ayahnya bersama ibu dan adiknya"sahut Abi yang membuat ummi terkejut.


"Abi telah dibohongi oleh bapak Zainal"kata ummi dengan marah.


"Maksud ummi apa?"tanya Abi.


"Abi, ummi lihat dengan mata sendiri bahwa Naira akan berangkat kerumah mertuanya bersama dokter itu"sahut ummi.


"Ummi melihat dimana?"tanya Abi.


"Ummi bertemu Naira ditoko buah bersama dokter itu"sahut ummi Khasanah dengan marah.


"Jadi, Naira pergi kerumah orangtua dokter Akmal"kata dalam hati Attar.


"Jadi, bapak Zainal berbohong kepada Abi, saya sangat kecewa dengan bapak Zainal"kata Abi.


"Ummi, kapan datang?"tanya Attar yang membuat ummi terkejut.


"Baru saja, sejak kapan kamu didalam kantor?"tanya ummi yang takut mendengar pembicaraannya dengan Abi.


"Sudah lama ummi"sahut Attar.


"Abi, apakah Attar mendengar perkataan ummi tadi?"tanya ummi yang melihat Abi sedang menatap layar komputernya.


"Abi tidak tahu"sahut Abi.


    ********


Ketika Naira dan Akmal sudah sampai dirumah mertuanya,ia melihat rumah itu bersih dan rapi.


"Assalamu'alaikum"kata Akmal sambil membuka pintu.


"Waalaikumsalam"sahut mama Akmal yang melihat Naira berpakaian tertutup dan mengenakan cadar.


"Silahkan masuk sayang"kata mama Akmal sambil melangkah menuju dapur.


"Naira, yuk kita duduk dulu"ajak Akmal.


Setelah menunggu dua menit, akhirnya mama Akmal menuju ruang tamu bersama suaminya sambil membawa nampan besar yang berisi 4 gelas jus jeruk dan cemilan didalam piring kecil.


"Silahkan diminum"kata papa kepada Naira.


"Nama kamu siapa?"tanya Mama Akmal yang membuat Naira malu.


"Nama saya Naira"sahut Naira dengan suara lembut.


"Apa boleh kami melihat wajahmu?"tanya papa Akmal.


"Boleh"sahut Naira sambil melepaskan cadarnya.


"Cantik sekali"kata mama Akmal.


"Terimakasih atas pujiannya"sahut Naira.


"Kamu lulusan pesantren ya"kata papa.


"Iya,om"sahut Naira.


"Jangan panggil om, panggil papa saja"kata papa Akmal.


"Iya om,eh maksudnya papa"sahut Naira.


"Mama,ini calon istri Akmal"kata Akmal.


"Iya,cantik sekali"sahut mamanya dengan senyum.


"Ara dimana?"tanya Akmal.


"Ara didalam kamar"sahut papanya.

__ADS_1


"Oh iya, kapan kamu siap untuk menikah?"tanya Mama Akmal.


"Setelah 100 hari kepergian ayah"sahut Naira.


"Maaf, mama tidak tahu kalau ayahmu baru saja meninggal"sahut mama Akmal.


"Tidak apa-apa"sahut Naira sambil menatap calon mertuanya.


"Mama, sudah waktunya makan siang, cepat masak kasihan Akmal dan Naira pasti sedang lapar setelah melakukan perjalanan jauh"kata suaminya.


"Mama tinggal sebentar ya"sahut mertuanya sambil berjalan menuju dapur.


"Papa, ini Naira bawakan buah-buahan untuk papa dan mama"kata Naira sambil meletakkan kantong plastik diatas meja.


"Terimakasih"sahut papa Akmal.


"Apa boleh, saya kedapur untuk membantu mama memasak?"tanya Naira kepada Akmal.


"Silahkan"sahut Akmal sambil menatap Naira.


Didalam dapur mama Akmal sedang sibuk memotong sayur, tiba-tiba Naira datang dan membantu calon mertuanya itu.


"Apa boleh saya membantu mama?"tanya Naira yang melihat mama Akmal sedang memotong bawang.


"Silahkan"sahut mama Akmal.


"Biar Naira saja yang memasak, mama duduk saja"kata Naira.


"Tapi mama tidak nyaman dengan kamu, baru juga menjadi calon istri Akmal sudah berada di dapur"kata mama Akmal.


"Tidak apa-apa"sahut Naira.


"Ya sudah, kalau Naira saja yang ingin memasak, mama akan pergi keruang tamu dulu"sahut mama Akmal sambil meninggalkan Naira di dapur.


Diruang tamu Akmal mengobrol bersama papanya, tiba-tiba mama Akmal datang dan langsung diduduk disamping suaminya.


"Ada apa?"tanya Akmal.


"Calon istrimu ingin memasak buat mama dan papa"kata mama Akmal.


"Benarkah"sahut Akmal.


"Tapi mama malu dengan Naira, baru juga menjadi calon istrimu sudah berada di dapur"kata mama Akmal yang melihat Naira sedang memasak.


"Ya sudahlah, itukan keinginan Naira"kata papanya.


"Ini semua salah papa"kata istrinya.


"Memang papa salah apa?"tanya suaminya.


"Mama sudah membelikan baju buat calon menantu, harganya Rp.500.000, ternyata calon menantu mama memakai baju tertutup dan mengenakan cadar"sahut istrinya yang membuat suaminya dan Akmal tertawa.


"Sudahlah, biar Akmal nanti yang menggantikan uang mama"sahut Akmal sambil tertawa.


"Iya, tapi sayang bajunya tidak terpakai, bagaimana biar papa saja yang memakainya"sahut mama Akmal sambil melihat suaminya.


"Itukan baju perempuan"kata suaminya yang membuat istrinya dan Akmal tertawa.


"Mama, papa, makanannya sudah siap diatas meja"kata Naira yang baru datang.


"Oh iya,yuk kita makan"ajak papanya.


"Ara, yuk kita makan siang"panggil mamanya sambil mengetuk pintu kamar.


"Iya mama"sahut Ara sambil membuka pintu.


"Itu siapa?"tanya Ara yang melihat Naira duduk dimeja makan.


"Dia calon istri kakak kamu"sahut mamanya.


"Ara, ini kakaknya Nita, teman sekelas kamu"kata Akmal sambil menatap Naira.


"Benarkah"sahut Ara sambil tersenyum.


"Iya"sahut Naira.


"Naira, masak apa?"tanya papanya.


"Naira memasak Udang Saus Padang, Sayur Tauge,Telor Balado, Ayam Saus Tiram Pedas, dan Bihun Goreng"sahut Naira.


"Banyak sekali kamu masak"kata Papanya.


"Mama, Ara ambilkan ayam saus tiram pedas"kata Ara.


"Ara sudah besar bisa ambil sendiri, malu sama kakak Naira"sahut mamanya.


"Mama benar, Ara bukan anak kecil lagi, umur Ara sudah 8 tahun"kata papanya.


"Iya"sahut Ara.


"Enak sekali masakan kamu"kata mama Akmal.


"Benar mama,enak banget"sahut Ara.


"Kak Naira, sering-sering kesini ya"kata Ara sambil tersenyum.


"Insyaallah"sahut Naira.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2