
Ketika selesai membaca Al-Qur'an, santri putri duduk sambil menunggu kedatangan ustadzah Aisyah.
"Assalamu'alaikum"kata ustadzah Aisyah.
"Waalaikumsalam"jawab semua santri putri.
"Kita teruskan pembelajaran kemarin yang sempat tertunda"ucap ustadzah Aisyah.
"Kita akan mempelajari tentang surah Ayat kursi"kata ustadzah Aisyah.
"Ayat kursi atau ayat singgasana adalah ayat ke-255 dari surah Al-Baqarah.Jadi ustadzah minta kalian hapalkan surah ini dan setorkan ke ustadzah mulai besok"kata ustadzah Aisyah.
**********
"Pembelajaran ustadzah sudah habis,kalian boleh istirahat, Assalamu'alaikum"ucap ustadzah Aisyah sambil meninggalkan ruangan.
"Waalaikumsalam"jawab semua santri putri.
Belum sempat Naira merapikan bukunya,tiba-tiba Iqbal datang ke ruangan santri putri dan memberikan bunga mawar ke meja Naira.
"Assalamu'alaikum"kata Iqbal.
"Waalaikumsalam"jawab semua santri.
"Ini bunga dari Attar"kata Iqbal sambil meletakkan di atas meja Naira.
" untuk siapa bunga ini?"tanya Naira yang melihat Iqbal langsung pergi ke luar ruangan.
"Ya,buat Azizah lah,kan Azizah calon istrinya Attar"sahut Lusy dari belakang.
"Oh benar juga,nih dari Attar"kata Naira sambil memberikan bunga kepada Azizah.
"Tumben,Attar memberikan saya bunga,harum banget lagi"kata Azizah sambil mencium bunga itu.
"Naira,Azizah,ayuk kita keluar,saya haus ingin beli air minum"kata Lusy.
"Saya titip saja,karena saya mau ke perpustakaan,mau baca buku ini"kata Naira sambil menyerahkan uang kepada Lusy.
"Ya sudah,kami keluar dulu"sahut Azizah.
***********
Didalam perpustakaan,Naira tidak fokus untuk membaca buku,ia lebih memperhatikan gelang pemberian Akmal itu.
"Saya kangen dengan kamu"kata Naira.
"Kangen dengan siapa?"tanya Attar yang baru datang.
"Kangen sama seseorang saja"sahut Naira.
"Apa orang itu spesial buat kamu?"tanya Attar sambil menatap Naira.
"Iya"sahut Naira.
"Kalau kamu kangen dengan orang itu,kamu bisa sholat tahajjud di sepertiga malam,siapa tahu orang itu juga kangen dengan kamu"kata Attar.
"Oh iya,bunga mawar yang saya beri tadi cantik atau tidak?"tanya Attar sambil menatap Naira.
"Bunga mawar itu, buat Azizah kan bukan buat saya, jadi kamu bisa tanyakan itu pada Azizah"sahut Naira.
"Apa"sahut Attar dengan terkejutnya.
"Assalamu'alaikum"kata Lusy dan Azizah sambil melihat Naira dan Attar yang duduk berhadapan.
"Waalaikumsalam"sahut Naira.
"Attar,terimakasih atas bunga mawar nya,bunganya harum dan warnanya sangat cantik"kata Azizah.
Attar tidak merespon perkataan Azizah dan segera berjalan keluar dari perpustakaan.
"Kenapa dengan Attar?"tanya Lusy.
"tidak tahu"sahut Naira.
"Naira,kamu bicara apa dengan Attar?"tanya Azizah.
"Tidak ada yang dibicarakan,Attar baru saja datang tadi"sahut Naira yang tak ingin membuat Azizah salah paham kepadanya.
"Oh begitu,nih botol minum kamu"kata Azizah.
__ADS_1
"Terimakasih"sahut Naira.
**********
Didalam ruangan Santri Putra,tampak Attar sedang duduk di kursinya sambil membaca buku,tidak lama kemudian Iqbal datang dari balik pintu.
"Assalamu'alaikum"kata Iqbal.
"Waalaikumsalam"sahut Attar.
"Kepada siapa kamu memberikan bunga mawar?"tanya Attar sambil menatap Iqbal.
"Ya,kepada Naira, memang kepada siapa lagi"kata Iqbal.
"Kepada Naira tapi yang menerima bunga itu adalah Azizah"sahut Attar.
"Masa sih"sahut Iqbal.
"Iya"sahut Attar.
Disaat Iqbal dan Attar sedang ngobrol,tiba-tiba terdengar suara dari speaker pesantren bahwa Naira Utami dipanggil untuk segera ke kantor.
"Kok,Naira dipanggil ke kantor Abi kamu"kata Iqbal.
"Saya tidak tahu,saya ke kantor dulu ya"sahut Attar sambil meninggalkan ruangan santri putra.
Diruang Kantor,nampak Zainal,Abi Attar dan Fauzan sedang menunggu kedatangan Naira.
"Assalamu'alaikum"kata Naira.
"Waalaikumsalam"sahut Semua yang ada di kantor itu.
"Naira,ini kakak Fauzan datang kesini untuk bertemu dengan kamu"kata Zainal.
"Kak Fauzan"sahut Naira.
"Bolehkah,kami berdua untuk berbicara sebentar"kata Fauzan sambil menatap Zainal.
"Silahkan"sahut Zainal.
Zainal dan Abi Attar segera keluar dari ruang tamu dan berjalan keliling pesantren. Sementara itu Attar sedang mengintip Naira dan Fauzan dari jendela.
"Siapa laki-laki itu,apakah kekasihnya atau kakaknya Naira?"tanya dalam hati Attar.
"Ada perlu apa kakak datang ke sini?"tanya Naira.
"Naira,ini ada titipan sedikit uang dari ibumu"sahut Fauzan.
"Dari ibu,kenapa bukan ibuku saja datang kesini?kenapa harus menyuruh kakak Fauzan?"tanya Naira sambil heran.
"Ibumu sedang sibuk mengurus Nita yang sedang masuk sekolah TK"kata Fauzan sambil menatap Naira.
"Naira,jadilah anak yang kuat dan berikan mahkota untuk kedua orang tua mu"sahut Fauzan.
"Iya kak"sahut Naira.
"Naira,semoga kamu kuat dengan kenyataan bahwa ayahmu sedang sakit keras"kata hati Fauzan.
"Ya sudah,kakak pulang dulu,takut nanti malam baru sampai rumah, Assalamu'alaikum"kata Fauzan sambil meninggalkan ruang kantor.
"Waalaikumsalam"kata Naira sambil melambaikan tangan kepada Fauzan.
Setelah Fauzan pergi,Attar keluar dari tempatnya.
"Naira,dia siapa?"tanya Attar yang baru datang.
"Dia kakak sepupu saya"sahut Naira.
"Naira,dimana kakakmu?"tanya Zainal yang datang bersama Abi Attar.
"Sudah pulang paman"sahut Naira.
"Attar,kenapa kamu ada disini,cepat masuk ke ruangan mu"ucap Abi Attar.
"Iya,Abi"sahut Attar sambil berjalan.
"Kalau begitu,Naira juga akan masuk kelas juga, Assalamu'alaikum"kata Naira.
"Waalaikumsalam"sahut Abi Attar dan Zainal.
Saat Zainal dan Abi Attar memasuki kantor,Abi Attar bertanya mengenai Fauzan.
__ADS_1
"Siapa laki-laki yang datang menemui Naira?"tanya Abi Attar kepada Zainal.
"Dia kakak sepupu Naira,ibu Naira dan ayahnya Fauzan itu bersaudara"sahut Zainal.
"Kenapa saya melihat mata Naira itu mirip dengan Almarhumah putrimu Anggun"kata Abi Attar kepada Zainal.
"Naira dan Anggun memang sepupu,oleh karena itu mereka mirip"kata Zainal.
"Sepertinya saya lihat,Putra saya Attar menyukai Naira,semenjak Naira di pesantren ini"kata Abi Attar.
"Benarkah"sahut Zainal.
"Saya hanya melihat,namun saya tidak bertanya langsung kepada Attar"sahut Abi Attar sambil duduk di sofa.
Disaat ustadz Riduan mengajar di ruangan santri putra, tiba-tiba Attar datang dari balik pintu.
"Assalamu'alaikum"kata Attar sambil berjalan menuju kursinya.
"Waalaikumsalam"jawab semua santri putra.
"Dari mana saja kamu?"tanya ustadz Riduan.
"Dari kantor Abi"kata Attar.
"Oh begitu,Minggu kemarin kalian ada hapalan surah Al- Mulk,tolong untuk Iqbal maju ke depan bacakan surah Al- Mulk dengan suara Nyaring"kata ustadz Riduan.
"Iya,pak ustadz"sahut Iqbal.
*********
Setelah Naira pulang dari pesantren,ia duduk sendiri diruang tengah sambil menghafal bacaan yang diberikan ustadzah Aisyah.
"Naira,lagi ngapain?"tanya Fatimah yang baru keluar dari kamarnya.
"Lagi menghapal surah"sahut Naira.
"Ya sudah,bibi tinggalkan sendiri dirumah tidak apakan,karena bibi mau ke pasar,kulkas bibi semua pada kosong"kata Fatimah sambil membawa dompet ditangannya.
"Apa boleh Naira ikut?"tanya Naira sambil melihat Fatimah.
"Boleh"sahut Fatimah.
"Saya ganti baju dulu"ucap Naira sambil bergegas menaiki tangga.
"Bibi tunggu di halaman ya"kata Fatimah sambil berjalan ke luar rumah.
"Sudah siap saya"kata Naira sambil keluar dari pintu.
"Yuk,kita ke pasar"kata Fatimah.
Di pasar banyak orang melakukan jual beli,ada pedagang sayur,pedagang ikan dan masih banyak lagi.
"Naira mau beli apa?"tanya Fatimah sambil menatap Naira yang sedang berjalan.
"Naira mau beli Pena dan buku tulis saja"sahut Naira.
"Baiklah,kita ke toko sana yuk"ucap Fatimah sambil menggandeng tangan Naira.
"Nah,ini tempat jual peralatan sekolah yang lengkap,Naira silahkan dipilih apa yang Naira suka"ucap Fatimah sambil melihat toko itu.
"Saya ke sana dulu ya"kata Naira.
"Iya"sahut Fatimah sambil melihat Naira berjalan dengan jauh.
"Itu Anak kamu Anggun kah?"tanya penjaga toko langganan Fatimah.
"Bukan,dia keponakan saya"sahut Fatimah sambil tersenyum.
"Mirip banget sama anak kamu,dimana sekarang anak kamu?"tanya penjaga itu.
"Dia sudah ada di atas"sahut Fatimah sambil melihat Naira berjalan ke arah Fatimah.
"Bibi,Naira beli ini saja"kata Naira.
"Berapa semua ini?"tanya Fatimah kepada penjaga toko itu.
"Rp.50.000 saja"sahutnya sambil memberikan kantong plastik.
"Terimakasih"sahut Fatimah sambil mengeluarkan uang dan langsung pergi dari toko itu.
Terima kasih sudah mengikuti Kisah Cinta Naira.
__ADS_1
(Tunggu kelanjutan yang lainnya, apakah Naira dimasa depan bersama Akmal teman yang ia sukai sejak sekolah atau dengan Attar kakak kelas Naira di pesantren). 😍😍😇😇🤭🤭✍️✍️✍️✍️✍️Next Bab 21
*Bersambung*