
Keesokan paginya,Naira menyapu halaman rumah neneknya dan mengepel lantai serta membersihkan kamar tantenya.
"Tante,lagi apa?"tanya Naira sambil melihat tantenya sedang di depan komputer.
"Tante sedang mengetik tugas yang diberikan dosen"sahut Firda sambil fokus ke komputernya.
"Naira"kata ibunya dari luar kamar.
"Ada apa Bu?"tanya Naira sambil membuka kamar tantenya.
"Ibu,titip Nita ya,ibu mau masak dulu"ucap ibunya sambil melangkah ke dapur.
"Ayuk,kita main"kata Naira sambil menggandeng tangan Nita.
Di ruang dapur,ibu Naira sedang sibuk memasak untuk makan siang,dia mengambil sayuran dibelakang rumah, kebetulan nenek Naira mempunyai kebun sayuran.
"Masak apa Nak?"tanya nenek Naira yang baru masuk dapur.
"Masak Sup Ayam,Bihun Goreng,Oseng Tempe,Sayur Asem,dan terong Balado".
"Banyak banget kamu masak?"tanya nenek Naira.
"Tidak apa-apa,nanti sayur yang di kebun kalau gak di petik bisa busuk"sahut ibu Naira sambil menyiapkan piring bersih.
"Kamu benar juga Nak"ucap Nenek Naira sambil duduk di kursi.
"Bentar ya Ma,saya mau memanggil Mas Lukman,Naira,Nita dan adik Firda untuk makan siang"sahut ibu Naira sambil keluar dari dapur.
"Adik Firda ayuk kita makan siang"ucap ibu Naira sambil mengetok pintu kamar Firda.
"Iya kakak ipar"sahut Firda sambil membuka pintu kamar.
"Naira dan Nita dimana?"tanya Firda.
"Mereka ada di teras,kakak panggil mereka dulu, kamu bisa temui mama terlebih dahulu dimeja makan"sahut ibu Naira sambil berjalan ke teras.
"Mas,dimana anak-anak?"tanya ibu Naira sambil melihat suaminya.
"Itu ,mereka sedang bermain"ucap suaminya.
"Naira,Nita ke sini"sahut ibu Naira.
"Ada apa Bu?"tanya Naira sambil menggandeng tangan Nita.
"Ayuk,masuk kita makan siang"sahut ibunya.
Dimeja makan,nampak Firda dan nenek Naira sedang menunggu mereka.
"Nita,mau apa,biar Tante yang mengambil kan"kata Firda.
"Nita mau Nasi dengan Sup Ayam"sahut Nita kepada Firda.
"Kalau Naira mau apa?"tanya Firda.
"Naira mau Nasi dicampur Bihun goreng dan terong balado"sahut Naira.
"Mama,mau apa?"tanya ibu Naira sambil menatap mertuanya.
"Mama,ambilkan Nasi Sayur Asem dan oseng tempe"kata nenek Naira sambil menyodorkan piring kepada ibu Naira.
*********
Dihalaman belakang,Akmal yang duduk sambil memegang ponsel,berharap Naira akan mengirim pesan untuknya.
Tiba-tiba dari arah belakang,Bella melihat Akmal yang duduk sendiri di dekat pohon.
"Akmal,lagi ngapain?"tanya Bella yang baru datang itu.
"Dari sini toko Ponsel dekat gak sih"kata Akmal sambil menatap ponselnya.
"Mau ngapain ke toko ponsel?"tanya Bella sambil menoleh kepada Akmal.
"Mau isi pulsa"sahut Akmal sambil menatap arah kolam renang.
"Pasti mau mengirim pesan untuk Naira,ini tidak boleh terjadi"kata hati Bella.
"Jauh"sahut Bella.
"Oh,ya sudah"sahut Akmal sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Kamu mau kemana?"tanya Bella sambil memegang tangan Akmal.
__ADS_1
"Maaf,kita bukan muhrim"sahut Akmal sambil melepaskan tangan Bella.
Akmal pergi meninggalkan Bella yang sendiri di kursi.Sedangkan di jendela kamar,mama Akmal melihat putranya menjauhi Shinta yang duduk di kursi.
"Sepertinya,aku salah menjodohkan Akmal dengan Shinta"ucap Mama Akmal sambil duduk di meja rias.
"Ada apa?"tanya papa Akmal sambil melihat istrinya.
"Begini, Pa sepertinya Akmal anak kita gak suka dengan Shinta"ucap Mama Akmal.
"Kan sudah papa bilangin,Akmal berhak memilih kebahagiaan nya sendiri"sahut papa Akmal.
"Iya Pa,mama salah"ucap mama Akmal.
Saat Mama dan papa Akmal didalam kamar,tiba-tiba pintu kamar diketok Mirna.
"Sis"kata Mirna dari luar.
"Ada apa ya?"tanya Mama Akmal sambil membuka pintu kamar.
"Begini,saya ada pekerjaan mendadak,saya titip Shinta ya"kata Mirna.
"Iya"sahut mama Akmal.
"Shinta"teriak Mirna dari ruang tamu.
"Ada apa bunda?"tanya Shinta sambil berdiri di dekat pintu.
"Kamu habis dari mana?"tanya Mirna.
"Dari halaman belakang bunda"sahut Shinta.
"Bunda,pergi sebentar,malam baru pulang,kamu jaga diri baik-baik ya"sahut Mirna sambil berjalan ke luar pintu.
Ketika Mama dan papa Akmal sedang tidur,Ara pun bangun dan langsung membuka kamar.Ara hanya melihat Shinta yang sedang menonton tv.
"Kakak"kata Ara sambil mengetok pintu kamar Akmal.
"Adik Ara sudah bangun"ucap Shinta yang mendengar Suara Ara.
"Ara,Ayuk ke sini"kata Shinta.
"Ara,ada apa sayang"kata Akmal yang baru datang dari pintu.
"Kakak"sahut Ara sambil menangis memeluk kakaknya.
"Ada apa Ara?"tanya Akmal sambil menatap Ara.
"Ara lapar"sahut Ara.
"Ya sudah,kakak buatkan Ara Bubur Ayam ya"kata Akmal sambil mengandeng tangan Ara sambil menuju dapur.
"Ternyata Akmal bisa memasak ya"kata Bella dalam hatinya.
************
Diruang tamu terlihat Nita yang sedang sibuk bermain dengan Firda.
"Nita suka boneka apa?"tanya Firda sambil mengelus rambut pendek Nita.
"Nita suka boneka Doraemon"ucap Nita.
"Kebetulan,Tante punya banyak boneka Doraemon,Tante akan memberi Nita boneka Doraemon"kata Firda sambil masuk ke dalam kamar.
Didalam kamar Firda mengambil boneka Doraemon yang berada didalam lemari,boneka itu masih terbungkus rapi dalam plastik.
"Ini,tante kasih untuk Nita"kata Firda setelah keluar dari kamar.
"terimakasih tante"ucap Nita sambil memeluk boneka Doraemon.
"Firda,itu mama memanggil kamu"kata ibu Naira sambil duduk di sofa.
"Iya kak"sahut Firda sambil berjalan menuju kamar nenek Naira.
"Ibu,Naira bosen disini"ucap Naira yang baru datang dari dapur.
"Baru juga dua hari,sudah bosen"sahut ibunya.
"Bagaimana kita ke pasar Bu"kata Naira kepada ibunya.
"Naira mau beli apa?"tanya ibunya.
"tidak ada yang Naira beli,cuman ingin jalan-jalan saja"sahut Naira sambil menyandarkan tubuhnya di sofa.
"Gimana kalau kita malam ini,makan diluar,kita ajak tante Firda dan nenek"kata ayahnya yang baru duduk.
__ADS_1
"Aku tidak ingin keluar rumah"sahut Naira sambil meninggalkan ibu dan ayahnya diruang tamu.
"Kenapa dengan Naira?"tanya suaminya kepada istrinya.
"Saya juga gak tau Mas"sahut istrinya.
Didalam kamar,Naira tampak tidak bersemangat,ia hanya melamun sambil duduk di atas kasur.Melihat ponakannya melamun,Firda mulai mengajak Naira mengobrol.
"Ada apa Naira,kok melamun?"tanya Firda yang baru masuk kamar.
"Tidak ada,tante"sahut Naira sambil menatap jendela kamar.
"Apa itu tante yang dalam laci lemari?"tanya Naira ketika melihat setumpuk surat dari dalam laci Firda.
"Oh,ini surat dari pengemar tante"kata Firda sambil menyerahkan setumpuk surat kepada Naira.
"Apakah tante mengetahui siapa yang mengirim ini untuk tante?"tanya Naira sambil memegang surat.
"Iya,dan pengemar tante itu sekarang sudah menjadi kekasih tante"kata Firda sambil melihat Naira melamun lagi.
"Ada apa,kok ngelamun lagi"kata Firda.
"Naira,juga pernah dikirimkan surat seperti ini,tapi Naira tidak tahu siapa orang itu"sahut Naira.
"Gampang saja,jika kamu ingin tahu surat itu dari siapa,sama kan saja tulisan di surat itu dengan tulisan temanmu"ucap Firda.
"Ya,Naira tahu,tapi bagaimana caranya Naira meminjam buku teman"sahut Naira.
"Mungkin,belum saatnya kamu mengetahuinya"kata Firda.
*********
"Ara,dimana kamu sayang"teriak mama Akmal yang baru bangun.
"Disini mama"kata Ara sambil makan bubur.
"Mama nyariin kamu,ternyata kamu disini dengan kakak Akmal"ucap mama sambil menghampiri anaknya.
"Akmal,kamu bantuin jaga adikmu,mama mau masak dulu"kata mama Akmal sambil memotong sayuran.
"Baik,ma"sahut Akmal.
"Ara,kita ke taman yuk"kata Akmal sambil menggendong Ara.
Didalam dapur,mama Akmal sedang memotong sayuran,tiba-tiba Shinta datang untuk membantu mama Akmal.
"Tante,biar aku saja yang memasak"kata Shinta yang baru datang itu.
"tidak apa-apa,Ara tidak terlalu suka makanan luar"sahut mama Akmal yang membuat Shinta terkejut,pasalnya makanan yang dimakan kemarin adalah makanan luar bukan makanan yang dimasak olehnya.
"Ada yang bisa saya bantu?"tanya Shinta sambil melihat mama Akmal menghidupkan kompor.
"Kamu bisa mengupas wortel itu"kata mama Akmal.
"Iya,tante"sahut Shinta.
Saat Shinta mengupas wortel, tiba-tiba jarinya terluka karena pisau.
"Aduh"teriak Shinta.
"Ada apa Shinta?"tanya Mama Akmal.
"Jari tangan aku terluka"sahut Shinta.
"Bersihkan dengan air,terus beri obat luka"kata Mama Akmal sambil mengaduk wajannya.
"Iya,tante"ucap Shinta sambil keluar dari dapur.
"Mengupas wortel saja bisa terluka,bagaimana mau jadi menantuku nanti,bisa-bisa anakku bisa sakit makan makanan diluar"kata Mama Akmal.
Ketika makanan sudah siap dimeja,Mirna datang dari balik pintu villa.
"Assalamu'alaikum"kata Mirna sambil melangkah masuk villa.
"Waalaikumsalam"ucap mama Akmal sambil menyiapkan piring bersih.
"Ayuk Mirna,kita makan malam bersama"ucap mama Akmal sambil menatap Mirna.
"Banyak banget kamu masak"sahut Mirna sambil duduk di kursi.
"Iya,aku buatkan kesukaan Akmal dan Shinta juga"sahut mama Akmal sambil menyuap nasi.
"Dimana Ara,kok tidak keliatan"kata Mirna.
"Ara sedang nonton tv"sahut mama Akmal.
*Bersambung*
__ADS_1