Cinta Naira

Cinta Naira
Salah Paham


__ADS_3

Saat malam hari,Naira tidak bisa memejamkan matanya,ia pun memutuskan keluar dari kamar dan segera turun tangga. Naira melihat paman dan bibinya masih nonton TV diruang keluarga.


"Naira,kamu masih belum tidur"kata Zainal sambil melihat Naira menuruni tangga.


"Selimut Naira belum kering,apa boleh Naira minjam selimut paman?"tanya Naira sambil menatap Zainal.


"Ambil saja didalam lemari kamar bibi"sahut Fatimah sambil menatap Naira.


"Terimakasih"sahut Naira.


Didalam kamar pamannya,Naira segera membuka lemari pakaian,ia melihat banyak pakaian yang bergantung di lemari,ketika Naira mau mengambil selimut yang terhimpit diantara pakaian,tiba-tiba selembar photo jatuh dari selimut tersebut.


"Photo apa ini?"tanya Naira sambil mengambil photo itu yang terjatuh dilantai.


"Ini kan photo saya waktu kecil,kenapa bisa dikamar paman,dan ini kan anak kecil yang aku lihat di bingkai foto waktu itu,apa ini anak paman,kenapa anak paman bisa berphoto berdua dengan ku"kata Naira.


"Naira,apa kamu sudah menemukan selimutnya"kata Fatimah sambil membuka pintu kamar.


"Sudah bibi"sahut Naira sambil menyembunyikan photo itu dibalik selimut.


"Bibi,Naira ke kamar duluan ya,selamat malam"kata Naira sambil berjalan cepat menaiki tangga.


Didalam kamar Naira segera melihat photo itu kembali,Naira bingung kenapa ia bisa berphoto berdua dengan Anggun.


"Apa yang terjadi dengan Anggun?aku harus bisa mencari tau sendiri kebenarannya"kata Naira sambil memegang photo itu.


    ************


Keesokan paginya,Naira berjalan memasuki gerbang pesantren sambil melamun,hingga tak sadar bahwa ia  menginjak sampah kering yang disapu oleh ummi Khasanah. Ummi Khasanah adalah ummi Attar.


"Anggun"kata ummi khasanah yang melihat Naira.


"Saya bukan Anggun"sahut Naira.


"Ummi, dia bukan Anggun, tapi keponakan bapak Zainal,namanya Naira"sahut Attar yang berada dibelakang ummi Khasanah.


"Benarkah,sejak kapan kamu disini?"tanya ummi Khasanah.


"Sudah satu Minggu"sahut Naira sambil memandangi Ummi Khasanah.


"Kalau begitu,Naira ke kelas dulu"ucap Naira sambil berjalan.


"Ummi,cocok tidak kalau saya dengan Naira"kata Attar kepada ummi nya.


"Apapun pilihan kamu,ummi menyetujui saja"sahut ummi sambil melihat putranya.


"Terimakasih,ummi"sahut Attar sambil mencium tangan ummi nya.


Dari kejauhan Azizah mendengar perkataan ummi Khasanah dan Attar yang berdiri sejak tadi,hatinya pun terasa sakit dan ia meneteskan air matanya sambil berlari masuk kelas.


"Jadi Attar menyukai Naira,ternyata bunga mawar yang diberikan Attar itu untuk Naira,pantas saja Attar tidak merespon perkataan aku waktu itu"kata dalam hati Azizah.


Didalam kelas Naira sedang asyik mengobrol dengan Lusy,tiba-tiba Azizah datang sambil berlari dan duduk di kursinya sambil mengusap air matanya.


"Lusy,kamu duduk di depan saja,biar Naira yang dibelakang"kata Azizah sambil menatap Lusy.


"Kenapa?"tanya Lusy sambil menatap Naira dan Azizah secara bergantian.


"Kamu mau jadi teman saya atau tidak,cepat duduk di samping saya"kata Azizah.


"Baiklah"sahut Lusy sambil bertukar tempat dengan Naira.


"Azizah,kamu kenapa?kamu marah denganku?salah aku apa?"tanya Naira.


Azizah hanya diam dan cuek dengan Naira selama pelajaran.


      **********

__ADS_1


Ketika waktu istirahat,Naira hanya sendiri berjalan hingga ia sampai di sebuah pohon besar milik pesantren itu.


"Kenapa Azizah marah denganku?apa salah aku?"tanya Naira sambil meneteskan air mata.


"Kamu kenapa menangis?"tanya Attar yang baru datang itu.


"tidak apa-apa"sahut Naira sambil bersandar di pohon.


"tidak apa-apa,kok menangis"sahut Attar sambil menatap Naira.


"Saya cuma kangen sama ayah dan ibu saya"jawab Naira bohong.


"Oh begitu ya"sahut Attar.


"Apa kamu kenal dengan Anggun anak paman saya"kata Naira.


"Kami dulu berteman waktu masih kecil,sampai ummi saya ingin menjodohkan saya dengan Anggun,tapi Anggun meninggal dunia karena kecelakaan mobil"kata Attar.


"Kenapa,ummi kamu memanggil saya Anggun?"tanya Naira.


"Karena kamu mirip dengan Anggun"sahut Attar.


"Ya sudah,saya ke kelas dulu, Assalamu'alaikum"kata Naira sambil meninggalkan Attar dibawah pohon.


"Waalaikumsalam"sahut Attar sambil melihat Naira.


Saat Naira memasuki ruangan,ia melihat Azizah merusak tasbih Naira yang diberikan Attar kepadanya.


"Azizah,kenapa kamu merusak tasbih saya?"tanya Naira yang heran.


"Kamu mau tau kenapa?karena Attar,kamu merebut Attar dariku"kata Azizah sambil menangis dihadapan Naira.


"Maksud kamu apa?"tanya Naira.


"Kamu pura-pura tidak ngerti atau kurang paham,sebenarnya kamu tahu kan bahwa Attar suka dengan kamu"kata Azizah dengan marah.


"Saya yang dijodohkan dengan Attar, tidak pernah mendapat sesuatu apa pun dari Attar,sedangkan kamu baru 1 Minggu disini sudah mendapat tasbih dan hatinya Attar"kata Azizah.


Naira segera berlari keluar ruangan sambil menangis,ia tak menyangka bahwa Attar suka kepada dirinya.


Saat sampai di gerbang sekolah yang mau tutup,Naira melihat penjaga pesantren akan menutup gerbang,untung saja badan Naira kurus jadi ia berhasil keluar dari gerbang pesantren itu.


"Nona Naira,kembali"kata penjaga itu.


Naira tidak merespon perkataan penjaga itu dan berlari sambil menangis.Penjaga itu melaporkan kejadian itu kepada Abi Attar dan Zainal yang berada di dalam kantor.


"Assalamu'alaikum"kata penjaga itu.


"Waalaikumsalam"sahut Zainal dan Abi Attar.


"Ada apa?"tanya Abi Attar.


"Begini nona Naira keluar dari gerbang pesantren saat pelajaran dimulai sambil menangis"kata penjaga itu.


"Apa"jawab Zainal dengan terkejutnya.


"Baiklah saya akan keluar mencari Naira"kata Zainal sambil bergegas keluar kantor.


"Tunggu,bagaimana jika Attar putra saya juga ikut membantu anda agar bisa cepat ketemu dengan Naira"kata Abi Attar.


"Saya setuju"jawab Zainal.


"Cepat kamu panggilkan Attar diruang kelasnya"kata Abi Attar kepada penjaga itu.


"Baik,saya permisi dulu"sahut penjaga itu.


Beberapa menit kemudian,Attar datang bersama penjaga gerbang itu.

__ADS_1


"Ada apa Abi?"tanya Attar.


"Bantu bapak Zainal mencari Naira,Naira kabur dari pesantren"sahut Abi Attar.


"Benarkah,ya sudah,kami berangkat dulu, Assalamu'alaikum"kata Attar.


"Waalaikumsalam"sahut Abi Attar.


  ************


Ketika Naira berlari sangat jauh dari pesantren, kemudian ia melihat sungai yang mengalir begitu deras dibawah jembatan penghubung kedua kampung tersebut,ia pun berdiri diantara batu besar yang mengelilingi sungai itu sambil meratapi nasibnya.


" Ya Allah,aku tidak kuat hidup seperti ini,begitu banyak cobaan kepada hidupku,aku ingin kumpul lagi bersama ayah dan ibuku"teriak Naira sambil menangis.


"Aku ingin pulang,aku tidak mau berada di pesantren itu"teriak Naira dengan sangat kencang nya.


"Naira"kata Zainal yang melihat Naira berada dibawah jembatan.


"Naira"kata Attar dan Zainal sambil menuruni tebing.


"Naira kamu kenapa?"tanya Zainal.


"Naira ingin pulang,ingin kumpul bersama ayah dan ibu lagi,Naira gak mau di pesantren lagi"sahut Naira sambil mengusap air matanya.


"Kenapa alasannya?"tanya Zainal.


"Karena Attar, paman"sahut Naira. sambil melihat Attar.


"Saya salah apa Naira?"tanya Attar sambil menatap Naira.


"Karena kamu,saya dan Azizah jadi salah paham, Azizah mengira kamu menyukai saya"kata Naira.


"Ya sudah,ayuk kita pulang ke rumah saja"sahut Zainal.


"Iya paman"sahut Naira.


"Attar,kamu kembalilah ke pesantren,katakan kepada Abi mu bahwa Naira sudah ketemu dan sudah pulang ke rumah"ucap Zainal sambil memandangi Attar.


"Baik,kalau begitu saya ke pesantren dulu, Assalamu'alaikum"kata Attar sambil mencium tangan Zainal.


"Waalaikumsalam"sahut Zainal.


Tok..tok..


"Assalamu'alaikum"kata Zainal.


"Waalaikumsalam"sahut Fatimah sambil mencium tangan suaminya.


"Naira,ini kan belum jam pulang"kata Fatimah dengan bingung.


"Naira,cepat kamu mandi dan istirahat dikamar"kata Zainal.


Naira hanya mengangguk apa yang dikatakan pamannya dan segera berjalan menaiki tangga.


"Mas,ada apa dengan Naira?"tanya Fatimah.


"Ada kesalahpahaman yang terjadi diantara Naira dengan temannya Azizah"kata Zainal.


"Kesalahpahaman apa?"tanya Fatimah yang belum puas mendengar ucapannya suaminya.


"Azizah mengira bahwa Attar menyukai Naira,yang membuat Azizah bertengkar dengan Naira sehingga Naira kabur dari pesantren"kata Zainal sambil duduk di sofa.


"Naira kabur dari pesantren,emang siapa Azizah itu?"tanya Fatimah sambil melihat suaminya.


"Ayahnya Azizah itu berteman sejak kecil dengan Abi nya Attar,dan juga membantu membangun pesantren yang diimpikan Abi Attar,sehingga untuk menebus rasa terimakasih,Abi Attar menjodohkan Attar dengan Azizah" kata Zainal.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2