
Tok...tok..
"Sebentar"sahut ibu Naira sambil berjalan ke arah pintu masuk.
"Assalamu'alaikum"kata Naira ketika sudah pulang dari sekolah.
"Waalaikumsalam"ucap ibu Naira sambil membukakan pintu.
"Ini dari kakak Fauzan untuk adik Nita"kata Naira sambil memberikan kepada ibunya.
"Apa isinya sayang?"tanya ibu Naira kepada putrinya.
"Cemilan buatan Mamanya kakak Fauzan"sahut Naira sambil melepaskan sepatunya.
Ketika Ibu Naira ingin pergi ke dapur,tiba-tiba ponselnya berbunyi dari saku baju ibu Naira.Ia Melihat siapa yang menelpon,dilayar ponselnya tertera nama ayah Naira.
"Assalamu'alaikum"kata Ayah Naira yang berada diseberang sana.
"Waalaikumsalam"sahut ibu Naira.
"Begini Bu,aku tidak bisa pulang Minggu depan karena mendadak ada urusan penting.Maafkan aku"ucap ayah Naira.
"Tidak ******apa******-apa,Mas"sahut ibu Naira.
"Aku titip salam buat Naira dan Nita"ucap Ayah Naira sambil menutup telepon.
"Siapa yang menelepon?"tanya Naira sambil masuk dapur.
"Ini,Ayahmu yang telepon,katanya tidak bisa pulang Minggu depan karena ada urusan mendadak"sahut ibu Naira.
"Nita dimana?"tanya Naira.
"Itu,adikmu sedang makan cemilan yang diberikan Fauzan"sahut ibu Naira sambil menunjuk ke arah ruang tengah.
"Enak"teriak Nita dari ruang tengah.
"Bu,aku lapar"ucap Naira sambil duduk di kursi.
"Ibu sudah buatkan Udang asam manis dan Sayur bening,kesukaan kamu"sahut ibu Naira sambil membuka tudung saji.
"Nita,ayo makan siang"panggil ibu Naira.
"Nita udah kenyang"sahut Nita sambil menghampiri ibunya.
************
Di dapur,mama Akmal dengan sibuk membuat kue bolu.
"Ara,tolong ambilkan Mama tepung terigu"kata Mama Akmal sambil menunjuk tepung yang ada dimeja.
"Ini,Ma"ucap Ara sambil memberikan mentega kepada Mamanya.
"Bukan ini sayangku"sahut Mama Akmal sambil mengusap rambut Ara.
" Mama bikin apa sih,berantakan banget dapur?"tanya Akmal melihat mamanya sedang sibuk.
"Mama bikin kue bolu untuk teman Mama,sore ini teman mama akan datang ke sini"sahut Mamanya.
"Tolong,ambilkan Mama gula yang ada di atas meja"ucap Mamanya sambil menunjuk gula.
"Ini"ucap Akmal sambil memberikan gula.
"Selesai juga,tinggal dimasukkan ke dalam oven"kata Mama Akmal sambil memasukan loyang ke dalam oven.
Saat Mama Akmal berada didalam kamar,tiba-tiba pintu rumah diketok.
Tok...tok..
"Assalamu'alaikum"kata wanita itu.
"Waalaikumsalam"sahut Mama Akmal.
"Mirna,ayo silahkan masuk"kata Mama Akmal sambil mempersilahkan duduk di kursi.
"Kamu hanya sendiri,anakmu gak ikut?"tanya Mama Akmal.
"Anakku sedang sibuk mempersiapkan ulangan semester genap yang dilaksanakan Minggu depan"ucap wanita itu.
"Akmal,bikinkan teman Mama minuman dan kue yang di atas meja"sahut Mama Akmal sambil berteriak.
"Tidak usah repot-repot"ucap wanita itu.
"Tidak apa-apa"kata Mama Akmal.
Lima menit kemudian,Akmal datang sambil membawa dua gelas teh hangat dan kue bolu yang berada di atas nampan.
"Silahkan dimakan"kata Mama Akmal.
"Iya,itu anak kamu?"tanya wanita itu sambil melihat Akmal.
"Iya,dia Anakku,nanti jika Akmal sudah lulus,kita nikahkan saja dengan anakmu,siapa nama anakmu lupa aku"kata Mama Akmal.
"Oh,namanya Shinta"ucap wanita itu.
"Pasti cantik seperti Kamu"kata Mama Akmal.
"Ah,kamu ini bisa saja"sahut wanita itu.
Saat sedang asyik mengobrol,Ara bangun dari tidurnya dan menghampiri mamanya.
"Mama"kata Ara sambil berjalan ke arah Mama Akmal.
__ADS_1
"Itu anakmu juga?"tanya wanita itu sambil memandangi Ara.
"Iya,adiknya Akmal"sahut Mama Akmal.
"Akmal,setelah lulus mau kuliah dimana?"tanya wanita itu.
"Saya juga tidak tahu, anak saya mau kuliah atau tidak"ucap Mama Akmal.
"Ayo,dimakan kue nya"kata Mama Akmal.
"Shinta sudah punya adik,atau belum?"tanya Mama Akmal kepada temannya itu.
"Belum,dia nya tidak mau"sahut wanita itu.
"tidak apa-apa,nanti kita nikahkan Akmal dengan Shinta,kita suruh punya anak yang banyak"kata Mama Akmal sambil tertawa.
"Haaaa,kamu bisa aja"sahut wanita itu.
"Nanti jika sudah lulus sekolah,kita pertemukan mereka,siapa tau anakku Akmal suka kepada anakmu"kata Mama Akmal sambil memeluk Ara.
"Iya,aku juga mau punya besan seperti kamu"ucap wanita itu sambil tertawa.
"Shinta kelas berapa?"tanya Mama Akmal.
"Baru kelas sepuluh"ucap wanita itu.
"Sama dong,Akmal juga baru kelas sepuluh"sahut mama Akmal.
"Oh,iya sudah sore,aku pulang dulu.Takutnya Shinta nyariin saya"kata wanita itu.
"Sering-sering mampir ya"kata Mama Akmal.
***************
Saat Naira masuk kelas,Naira melihat Akmal yang sudah datang lebih awal darinya.
"Assalamu'alaikum"kata Naira.
"Waalaikumsalam"sahut Akmal.
"Tumben,kamu datang pagi, tidak takut sendirian dikelas ini"kata Naira sambil berdiri dihadapan Akmal.
"Aku kan laki-laki ngapain harus takut"sahut Akmal sambil mengeluarkan buku dari tasnya.
"Oh,ini buku kamu yang dipinjam Ryan"ucap Akmal sambil memberikan buku kepada Naira.
"Iya"kata Naira sambil berjalan menuju mejanya.
Ketika Naira ingin duduk di kursinya,tiba-tiba jari telunjuk Naira tertusuk oleh jarum pentol yang ada di atas mejanya.
"Aduh sakit"teriak Naira sambil menahan sakit.
"Ada apa?"tanya Akmal langsung berdiri dan berjalan menghampiri Naira dimeja belakang.
"Aku tidak melihat bahwa dimeja ada jarum pentol"sahut Naira sambil membersihkan lukanya.
"Sebentar ya"sahut Akmal langsung keluar kelas.
Setelah Akmal kembali,ia membawa obat luka ditangannya.
"Sini,aku obati lukamu"kata Akmal kepada Naira.
"tidak apa-apa,biar aku saja"sahut Naira.
Disaat Naira sedang mengobati lukanya,Bella datang dari pintu kelas.
"Kalian berdua lagi ngapain?"tanya Bella.
"Ini,jari telunjuk Naira terluka karena jarum pentol"kata Akmal sambil berjalan dan melirik Naira.
"Mana aku lihat"kata Bella sambil melangkah kearah Naira.
"Cuma sedikit saja,lebay banget sih kamu"kata Bella kepada Naira.
"Ada apa sih ini,pagi-pagi udah ribut?"tanya Farrell yang baru datang.
"Itu Naira,lebay banget"sahut Bella sambil duduk di kursi.
Naira hanya diam mendengar perkataan Bella,dan Akmal juga diam sambil sekali melirik Naira.
"Lebay kenapa?"tanya Farrell sambil memandang Naira.
"Sudah,tidak usah dibahas lagi"sahut Akmal kepada Farrell.
"Assalamu'alaikum"ucap Farrah yang baru datang disusul Lilis dari belakang.
"Waalaikumsalam"kata Bella sambil melirik Akmal.
"Selamat pagi sahabatku"ucap Farrah sambil duduk di kursi.
"Selamat pagi juga"kata Naira kepada Farrah.
"Jari kamu kenapa?"tanya Farrah dengan heran.
"Tidak sengaja tertusuk jarum pentol"sahut Naira.
"Tapi,kamu tidak apa-apakan"ucap Farrah sambil memegang jari Naira.
"Iya"sahut Naira.
***************
__ADS_1
"Assalamu'alaikum"kata ibu Jasmine yang baru saja datang sambil membawa buku ditangannya.
"Waalaikumsalam"jawab semua murid.
"Ada yang yang tidak hadir?"tanya ibu Jasmine sambil membuka absen kelas.
"Hadir semua"sahut Amara.
"Oke,tidak akan lama lagi atau Minggu depan kalian akan melaksanakan ulangan semester dua,yang dimana akan menentukan kalian naik atau tidaknya ke kelas X1.Jadi,ibu minta kalian belajar yang rajin dan berdoa kepada Allah agar dimudahkan dalam menjawab soal"kata ibu Jasmine sambil menatap muridnya.
"Dan jadwal ulangan kalian,sudah ada di papan pengumuman didekat perpustakaan"ucap Ibu Jasmine.
"Hanya itu yang bisa ibu sampaikan.Kita teruskan pembelajaran kita yang terakhir,buka buku kalian halaman terakhir"ucap ibu Jasmine sambil membuka buku.
Ketika ibu Jasmine sedang menulis di papan tulis,dimeja belakang Naira sedang fokus dengan pikirannya saat ini.
"Apakah,aku bisa sekelas dengan Akmal lagi di kelas X1"tanya Naira dalam hati.
"Naira,kok melamun"kata Farrah sambil melihat Naira yang berhenti menulis.
"Ini jari aku rasanya sakit saat memegang pena"sahut Naira.
"Oh"kata Farrah.
Ting...Ting..
Bunyi bel istirahat,semua siswa siswi kelas X IPA dan IPS. Sedang berhamburan menuju ke perpustakaan untuk melihat jadwal ulangan mereka masing-masing kelas.Lain halnya dengan Naira,saat temannya pada sibuk menulis jadwal ulangan,Naira hanya seorang diri melamun dalam kelas.
"Kamu tidak menulis jadwal ulangan?"tanya Akmal yang baru datang.
"Nanti aku lihat sama Farrah saja"sahut Naira sambil menatap Akmal.
"Kita ke kantin yuk"ajak Akmal kepada Naira.
"Ya sudah"sahut Naira sambil berdiri dari kursinya.
"Aku senang,kamu mau aku ajak ke kantin bareng"ucap Akmal sambil berjalan menuju kantin bersama Naira.
"Iya,aku juga senang"sahut Naira sambil tersenyum.
"Kapan-kapan,main ke rumahku ya"kata Akmal.
"Tapi,aku bolehkan membawa teman-teman yang lain?"tanya Naira saat memasuki kantin.
"Boleh"ucap Akmal.
Ketika memasuki kantin sekolah,Naira berpapasan dengan Fauzan yang baru keluar kantin,untung saja Fauzan tidak melihat Naira,karena Naira berada dibelakang Akmal.
"Kamu mau pesan apa?"tanya Akmal kepada Naira.
"Aku pesan nasi goreng dan secangkir susu hangat"sahut Naira.
"Mbak,pesan dua porsi nasi goreng,es teh dan susu hangat"ucap Akmal kepada ibu kantin.
"Ayuk,kita duduk disana"ucap Akmal.Setelah mereka memesan, akhirnya pesanan merekapun datang.
****************
Didalam kelas,Farrah,Lilis dan Anaya sedang mencari Naira yang tidak tahu pergi kemana.
"Naira pergi ke mana ya?"tanya Farrah sambil bingung.
"Apa mungkin ke kantin"tebak Lilis kepada Farrah.
"Tidak mungkin Naira ke kantin tanpa kita"sahut Farrah.
"Atau pergi ke perpustakaan"sahut Anaya.
"Tidak mungkin,kita kan tadi dari sana"ucap Lilis.
Saat Farrah,Lilis,dan Anaya ngobrol,tiba-tiba datang Naira dan disusul oleh Akmal.
"Itu Naira dengan Akmal baru datang"kata Anaya sambil menunjuk Naira.
"Dari mana kamu?"tanya Bella.
"Dari kantin"sahut Naira.
"Dengan Akmal"ucap Bella sambil melirik Akmal.
"Iya"sahut Naira sambil berjalan menuju mejanya.
"Kok bisa sih dengan Akmal pergi ke kantin bareng,sedangkan aku ajak,Akmal nya tidak mau"gumam dalam hati Bella.
"Dari mana kamu?"tanya Farrah kepada Naira.
"Dari kantin bersama Akmal"sahut Naira.
"Tumben,dia ngajak kamu makan"kata Lilis.
"Aku juga tidak tahu"sahut Naira.
"Itu tandanya,dia suka dengan kamu"sahut Farrah.
"Bisa jadi"kata Naira sambil melirik Akmal.
__ADS_1
*Bersambung*