Cinta Naira

Cinta Naira
Dokter Akmal Ramadhan


__ADS_3

Lima tahun kemudian...


Didalam kamar tampak Naira sedang duduk didepan cermin. Semenjak Naira lulus dari pesantren, ia mulai mengenakan cadar. Naira mengajar di pesantren sebagai pengganti Zainal. Sedangkan Zainal mengurus kantor Abi Attar.


"Naira"panggil Fatimah.


"Ada apa?"tanya Naira.


"Pamanmu sudah menunggu di teras rumah"kata Fatimah.


"Iya,bibi"ucap Naira sambil menuruni tangga.


"Naira, hari ini Attar akan pulang dari kota, tolong nanti persiapkan keperluan untuk menyambut kedatangan Attar"kata Zainal sambil memandangi Naira.


"Baik paman"sahut Naira.


"Bibi, kami berangkat dulu, Assalamu'alaikum"kata Naira.


"Waalaikumsalam"sahut Fatimah.


Ketika Attar sampai didepan gerbang pesantren,ia melihat banyak santri putra,Abi,ummi dan juga ustadz sedang berkumpul untuk menyambut kedatangannya.


"Assalamu'alaikum"kata Attar sambil mencium tangan Abi dan ummi.


"Waalaikumsalam"sahut Abi dan ummi dengan terharu.


"Bagaimana kabar Abi dan ummi?"tanya Attar.


"Alhamdulillah, kabar Abi dan ummi baik-baik saja"kata Abi sambil memeluk Attar.


"Yuk, kita masuk ke dalam kantor" ajak Zainal.


"Silahkan diminum tehnya"kata Naira.


"Abi, siapa dia?"tanya Attar yang melihat Naira mengenakan cadar.


"Apa kamu tidak mengenalinya?"tanya ummi.


"Tidak ummi, apakah dia ustadzah baru disini?"tanya Attar.


"Ini Naira"sahut Zainal.


"Masya Allah, kamu benar-benar cantik mengenakan cadar"sahut Attar sambil menatap Naira.


"Ummi, rindu banget sama kamu"kata Ummi.


"Saya juga rindu dengan ummi"sahut Attar sambil menatap Naira.


"Paman, saya permisi dulu mau mengajar, Assalamu'alaikum"kata Naira sambil berjalan keluar kantor.


"Waalaikumsalam"sahut mereka.


   *******


Sementara dirumah sakit,seorang dokter muda sedang memeriksa pasiennya.


"Dokter, bagaimana dengan keadaan suami saya?"tanya Rahmawati.


"Suami ibu sebaiknya dirawat disini, karena kankernya sudah stadium akhir"kata dokter.


"Dokter, tolong selamatkan suami saya"katanya.


"Saya akan berusaha untuk menolong suami ibu"kata dokter sambil keluar dari kamar pasiennya.


"Dokter,sembuhkan ayah saya"kata Nita


"Dokter,akan berusaha menyembuhkan ayah Nita"sahut dokter sambil tersenyum.


"Dokter, kenal dengan anak saya Nita"ucap Rahmawati.


"Ibu,dia kakaknya Ara"sahut Nita.


"Benarkah"kata Rahmawati.


"Ibu, ibunya Naira kan, saya temannya Naira"sahut dokter itu sambil tersenyum.


"Siapa nama dokter?"tanya Rahmawati.


"Nama saya Akmal Ramadhan,ibu bisa mencari saya diruang sana"kata dokter Akmal sambil berjalan menjauhi Rahmawati dan Nita.


"Ibu, ganteng banget ya dokter Akmal"kata Nita tersenyum kepada ibunya.

__ADS_1


"Yuk, kita lihat keadaan ayah"kata Rahmawati.


Saat memasuki ruangan,ia melihat suaminya yang terbaring di atas kasur rumah sakit.


"Ibu"panggil suaminya dengan suara lemah.


"Ada apa mas?apa ada yang sakit, biar saya panggilkan dokter?"tanya istrinya.


"Ibu, saya tidak ingin dioperasi"kata suaminya.


"Kenapa Mas?"tanya istrinya.


"Tidak perlu, saya rasa usia saya tidak akan lama lagi"kata suaminya sambil memegang tangan istrinya.


"Mas, jangan bicara seperti itu"kata istrinya sambil meneteskan air mata.


"Nita, nanti kalau ayah tidak ada, jangan merepotkan ibu ya sayang"kata ayahnya sambil memegang tangan Nita.


"Ibu, ayah ingin bertemu dengan Naira"kata suaminya.


"Baik,saya akan menelpon kakak Zainal"sahut istrinya sambil mengambil ponsel di dalam tas.


Didalam kantor Zainal,Abi,ummi dan Attar saling mengobrol satu sama lain,tiba-tiba ponsel milik Zainal berbunyi.


"Abi, saya mengangkat telepon dulu"kata Zainal.


"Silahkan"jawab Abi.


"Assalamu'alaikum"kata Rahmawati dari seberang sana.


"Waalaikumsalam"sahut Zainal.


"Kak, mas Lukman dirawat dirumah sakit"kata Rahmawati.


"Benarkah, saya akan ke sana"kata Zainal.


"Tapi, mas Lukman ingin bertemu dengan Naira, kalau bisa malam ini kakak Zainal bersama Naira kerumah sakit, saya takut mas Lukman"kata Rahmawati sambil menangis.


"Saya jamin tidak akan terjadi sesuatu dengan Lukman, adik saya itu kuat banget"kata Zainal sambil menenangkan adik iparnya.


"Baik, kalau begitu saya tutup dulu teleponnya, Assalamu'alaikum"kata Rahmawati.


"Waalaikumsalam"sahut Zainal.


"Ibu Naira, katanya ayah Naira dibawa kerumah sakit, ia ingin bertemu dengan Naira malam ini"sahut Zainal.


"Paman, apakah saya boleh ikut?"tanya Attar.


"Apa Attar tidak lelah?"tanya Zainal.


"Tidak paman"sahut Attar.


"Baiklah, kalau Attar mau ikut"sahut Zainal.


    *********


Didalam perpustakaan,Naira sedang sibuk merapikan buku yang berhamburan di atas meja, tiba-tiba Attar datang dan menghampiri Naira.


"Assalamu'alaikum"kata Attar.


"Waalaikumsalam"sahut Naira yang tidak melihat Attar yang datang.


"Lagi ngapain?"tanya Attar.


"Membersihkan buku yang terkena debu, tolong ambilkan tisu"kata Naira.


"Biar saya saja yang membersihkannya"kata Attar.


"Kak Attar, sejak kapan kakak Attar disini?"tanya Naira yang kaget melihat Attar.


"Baru saja"kata Attar.


"Apa kamu sudah memikirkan jawabannya?"tanya Attar.


"Naira, belum bisa menjawabnya sekarang"sahut Naira.


"Tidak apa-apa, jika Kamu belum bisa menjawabnya"sahut Attar.


"Apakah kamu mencintai saya?"tanya Attar sambil memandangi Naira.


"Saya tidak tahu, apakah saya mencintai kak Attar atau tidak"sahut Naira.

__ADS_1


"Attar, ummi cariin ternyata kamu disini?"tanya ummi.


"Ada apa ummi?"tanya Attar.


"Abi memanggil kamu"sahut ummi.


"Baik, ummi"kata Attar sambil berjalan keluar dari perpustakaan.


"Naira, apa boleh ummi bertanya sama kamu?"tanya ummi sambil duduk.


"Boleh ummi, ummi mau bertanya apa?"tanya Naira sambil melihat ummi.


"Apakah kamu menyukai Attar?"tanya ummi yang membuat Naira terkejut.


"Memang kenapa ummi bertanya seperti itu"sahut Naira.


"Tidak apa-apa,ummi cuma bertanya saja"sahut ummi.


"Maaf ummi, pekerjaan Naira sudah selesai, Naira permisi keluar dulu, Assalamu'alaikum"sahut Naira.


"Waalaikumsalam"sahut ummi.


   **********


"Ibu, tolong panggilkan dokter"kata suaminya.


"Sebentar saya panggilkan dokter Akmal"kata istrinya sambil berjalan keluar ruangan.


Sekitar dua menit kemudian,Dokter Akmal datang bersama ibu Naira masuk kedalam ruang.


"Apa ada yang sakit?"tanya dokter Akmal.


"Kepala saya pusing"kata ayah Naira.


"Sebentar ya saya periksa dulu"sahut dokter Akmal.


"Apa bapak sudah makan siang?"tanya dokter Akmal sambil memeriksa selang infus.


"Sudah"sahut ayah Naira.


"Apa bapak ingin dioperasi?"tanya dokter Akmal.


"Saya tidak ingin dioperasi"katanya.


"Kenapa?"tanya dokter Akmal sambil melihat ayahnya Naira.


"Kami tidak cukup uang untuk biaya operasi"kata ayah Naira.


"Saya akan menanggung semua biaya operasinya"sahut dokter Akmal.


"Maaf dokter, saya tidak ingin merepotkan dokter"sahut ayah Naira.


"Dokter, apa dokter sudah menikah?"tanya ayah Naira sambil melihat dokter Akmal.


"Saya belum menikah"sahut Dokter Akmal.


"Mas, dokter Akmal ini adalah teman satu kelas Naira"kata istrinya.


"Benarkah"sahut Ayahnya.


"Benar, saya pernah satu kelas dengan putri bapak"kata dokter Akmal.


"Dokter, apa boleh saya meminta sesuatu sebelum saya pergi?"tanya ayah Naira sambil memegang tangan dokter.


"Boleh"sahutnya.


"Saya ingin dokter Akmal menikahi putri saya Naira, apakah dokter Akmal bersedia?"tanya ayah Naira yang membuat istri dan dokter Akmal terkejut.


"Saya bersedia untuk menikahi Naira"kata dokter Akmal.


"Terimakasih dokter, saya ingin melihat Naira bahagia"kata Lukman sambil meneteskan air mata.


"Bapak, jangan banyak gerak dulu, saya pamit keluar dulu mau periksa pasien dikamar sebelah"sahut dokter Akmal.


"Mas, kenapa ingin menjodohkan Naira dengan dokter Akmal?"tanya istrinya.


"Kalau Naira menikah dengan dokter Akmal, hidupnya akan terjamin"sahut suaminya


"Ibu, kapan Naira kesini?saya ingin melihat Naira dan meminta maaf kepada Naira"kata suaminya sambil meneteskan air mata.


"Malam ini kakak Zainal akan membawa Naira kesini"sahut istrinya.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2