
Setelah ummi pulang dari rumah Zainal, tampak ummi hanya termenung sambil duduk diruang tengah.
"Ada apa ummi?"tanya Abi yang baru duduk disampingnya.
"Abi, masih ingat dengan dokter Akmal yang merawat almarhum ayah Naira"kata ummi.
"Iya Abi masih ingat, memang kenapa?"tanya Abi.
"Dokter Akmal adalah calon suami Naira"sahut ummi.
"Abi sudah mengetahuinya dari Attar, bahwa Naira dijodohkan dengan dokter Akmal oleh almarhum ayahnya"sahut Abi.
"Ummi hanya ingin punya menantu seperti Naira"kata ummi dengan perasaan sedih.
"Abi tidak bisa berbuat apa-apa, itu sudah kehendak yang di atas"sahut Abi.
"Apa kita sebaiknya meminang Naira terlebih dahulu, dengan begitu Naira pasti tidak bisa menolaknya"ucap ummi yang melihat Abi sedang minum kopi.
"Ummi, Naira sedang berduka tidak baik kita meminang Naira dalam keadaan seperti ini"sahut Abi.
"Abi benar, tapi ummi tidak ingin Naira dilamar oleh dokter itu"sahut ummi.
"Apa yang ummi dan Abi bicarakan?"tanya Attar yang baru datang.
"Tidak ada, cuma masalah di pesantren saja"sahut ummi sambil berjalan masuk kamar.
"Ada apa dengan ummi?"tanya Attar.
"Abi tidak tahu"sahut Abi.
********
Sementara itu didalam Mall, mama, Ara dan papa Akmal sedang asyik memilih baju.
"Papa, cantik atau tidak baju ini?"tanya Mama Akmal sambil memperlihatkan baju yang berwarna ungu dan putih dengan motif bunga.
"Apapun yang mama pilih pasti cantik dibadan mama"kata suaminya.
"Ini bukan untuk mama, tapi untuk calon istri Akmal"sahut istrinya.
"Papa tidak tahu apa yang disukai calon istri Akmal"sahut suaminya.
" Kira-kira ukuran berapa ya?"tanya istrinya sambil memilih baju.
"Ukuran jumbo saja, takutnya calon istri Akmal badannya gemuk"sahut suaminya sambil tertawa.
"Papa jangan bercanda"sahut istrinya sambil melotot.
"Mama, Ara mau baju ini"kata Ara sambil memperlihatkan baju yang berwarna putih.
"Cantik sekali pilihan Ara"kata mamanya.
"Ya sudah, yuk kita bayar"sahut papanya.
"Papa, Ara boleh beli dua tidak?"tanya Ara.
"Boleh"sahut papanya.
"Yuk, papa kita pulang,mama tidak sabar ingin membersihkan rumah sebelum calon menantu kita datang"ajak istrinya.
"Iya"sahut suaminya.
********
"Naira"panggil Rahmawati dari ruang tamu.
"Ada apa ibu?"tanya Naira yang segera bergegas menemui Rahmawati.
"Diluar ada dokter Akmal, ia ingin bertemu kamu"kata Rahmawati.
"Assalamu'alaikum"kata dokter Akmal yang menunggu di teras rumah.
__ADS_1
"Waalaikumsalam"sahut Naira.
"Silahkan masuk"ucap Naira.
"Tidak, saya disini saja"sahutnya.
"Ada perlu apa ya?"tanya Naira.
"Apa kamu serius mau menikah denganku?"tanya Akmal.
"Iya, saya serius"jawabnya sambil menundukkan kepalanya.
"Jika kamu benar serius, besok saya ingin memperkenalkan kamu kepada kedua orang tuaku"kata Akmal yang membuat Naira terkejut.
"Baik"katanya.
"Kalau begitu, aku pulang dulu, Assalamu'alaikum"kata Akmal.
"Waalaikumsalam"sahut Naira.
"Kemana dokter Akmal?"tanya Rahmawati yang melihat Naira masuk.
"Sudah pulang"sahut Naira.
"Dokter Akmal bicara apa sama kamu?"tanya ibunya.
"Akmal ingin memperkenalkan Naira kepada kedua orangtuanya"sahut Naira.
"Benarkah, bagus kalau begitu makin cepat makin baik"kata Rahmawati.
"Tapi ibu, Naira tidak ingin menikah sebelum kepergian Ayah belum genap 100 hari"sahut Naira.
"Naira, Akmal hanya ingin memperkenalkan kamu dengan kedua orangtuanya, masalah pernikahan itu nanti ibu yang bicarakan kepada orang tua Akmal"kata ibunya.
"Naira, yuk kita berangkat ke pesantren"ajak Zainal.
"Iya paman"sahut Naira.
"Waalaikumsalam"sahut ibunya.
"Adik Rahma"panggil Fatimah sambil melihat Zainal dan Naira pergi.
"Ada apa?"tanya Rahmawati.
"Bukannya saya ingin ikut campur dalam kehidupan Naira, apa sebaiknya kita tunggu adik Firda menikah dulu"kata Fatimah.
"Kakak benar, kita harus memikirkan adik Firda, sekarang adik Firda usianya sudah memasuki umur 28 tahun"sahut Rahmawati.
"Apa kamu yakin ingin menikahkan Naira dengan dokter Akmal?"tanya Fatimah.
"Sebenarnya saya tidak yakin, tapi ini permintaan terakhir almarhum ayahnya"sahut Rahmawati.
"Kakak, Firda mau bekerja dulu, Assalamu'alaikum"kata Firda.
"Waalaikumsalam"sahut Rahmawati dan Fatimah.
*******
Didalam perpustakaan,Naira sedang sibuk menatap layar komputernya, tiba-tiba ummi khasanah masuk sambil membawa beberapa lembar surat.
"Assalamu'alaikum"kata ummi.
"Waalaikumsalam"sahut Naira.
"Ini laporan masuk semua santriwati, tolong periksa kalau ada kesalahan"ucap ummi sambil duduk.
"Baik ummi"sahutnya.
"Ummi dicariin Abi di kantor"kata Attar yang baru datang.
"Ada apa?"tanya ummi sambil berjalan keluar ruangan.
"Saya tidak tahu"jawabnya.
__ADS_1
"Naira"panggil Attar yang melihat Naira sibuk dengan komputernya.
"Ada apa kak Attar?"tanya Naira sambil melihat Attar duduk berhadapan dengannya.
"Apa kamu menerima perjodohan itu?"tanya Attar.
"Iya, saya ingin menjalankan permintaan ayah yang terakhir"sahut Naira.
"Naira, saya menyukai kamu"ucap Attar.
"Saya mohon pikirkan lagi tentang perjodohan itu, apakah kamu menyukai dokter Akmal?"tanya Attar.
"...."
"Attar"panggil Azizah yang melihat Naira dengan Attar.
"Ada apa?"tanya Attar.
"Kamu dipanggil ummi"sahut Azizah.
"Iya,saya akan ke sana"sahut Attar sambil menatap Naira.
"Naira, saya mendengar bahwa Attar dijodohkan dengan kamu"kata Azizah sambil memandangi Naira.
"Itu dulu, sekarang tidak lagi"sahut Naira.
"Naira, saya sangat mencintai Attar, saya mohon kamu jauhi Attar"sahut Azizah.
"Tapi saya tidak mencintaimu"kata Attar yang mendengar pembicaraan Azizah.
"Saya akan terus mencintai Naira"ucap Attar sambil meninggalkan Naira dan Azizah.
"Azizah, kamu tenang saja, saya juga sudah dijodohkan dengan orang lain"sahut Naira yang tidak ingin membuat Azizah sedih.
"Naira, ini ada berkas untuk pamanmu, saya pergi dulu, Assalamu'alaikum"kata Azizah.
"Waalaikumsalam"sahut Naira.
Ketika Naira menutup pintu perpustakaan,tiba-tiba ummi datang dan menghampiri Naira.
"Naira"panggil ummi yang membuat Naira terkejut.
"Kenapa ummi belum pulang?"tanya Naira.
"Ummi sudah mendengar semua pembicaraan kamu dengan Attar, kalau Attar menyukai kamu"kata ummi khasanah.
"Ummi tahu dari mana?"tanya Naira yang kaget mendengar perkataan ummi.
"Tidak perlu kamu tahu, ummi tahu dari mana"sahut ummi.
"Naira, kenapa kamu menerima perjodohan itu dengan dokter Akmal, apa jangan-jangan kamu menerima perjodohan itu karena uang"kata ummi.
"Astagfirullah, saya menerima perjodohan itu karena permintaan terakhir ayah saya,bukan karena uang"sahut Naira.
"Naira, ayahmu sudah meninggal dan beliau pun juga tidak tahu kalau kamu menikah dengan orang lain" ucap ummi sambil melihat Naira.
"Tapi Naira tidak ingin membuat ayah saya tidak tenang disana"sahut Naira.
"Kalau kamu menikah dengan dokter Akmal, bagaimana dengan putra saya Attar, dia sangat mencintai kamu"kata ummi.
"Bukankah Attar dijodohkan dengan Azizah, biarkan Attar menikah dengan Azizah"sahut Naira.
"Apa kamu ingin menyakiti hati putra saya?"tanya ummi.
"Tidak ummi, saya tidak ingin menyakiti hati Attar"sahut Naira.
"Jika kamu tidak ingin menyakiti hati Attar, menikahlah dengan Attar"ucap ummi.
"Ummi tahu, kamu menerima perjodohan itu karena Akmal adalah seorang dokter punya segalanya sedangkan putra saya hanya sebagai guru mengaji dan tidak bisa memberikan semua yang kamu minta"kata ummi sambil meninggalkan Naira.
"Kenapa ummi bisa berpikiran seperti itu"kata Naira dalam hatinya.
*Bersambung*
__ADS_1