Cinta Naira

Cinta Naira
Aku bukan Naira tapi Rania


__ADS_3

Keesokan paginya, Attar keluar dari bandara membawa tas dipundaknya.Tujuannya kini mencari tempat kontrakan untuk ia tinggali sebelum mencari rumah pamannya.


Setelah berkeliling diarea itu, akhirnya Attar menemukan rumah kontrakan yang tidak jauh dari bandara. Ya,rumah yang agak kumuh dan warna catnya sudah mulai pudar. Rumah itu sewanya Rp.300.000 perbulan. Ketika Attar memasuki kamarnya,ia melihat kasur dan lemari saja tidak ada barang lain.


Ketika malam hari,Attar keluar dari rumahnya untuk mencari pedagang bakso atau yang lainnya karena perutnya sudah lapar. Namun miris ia tidak melihat satu pedagang apapun dipinggir jalan. Ia hanya melihat sebuah clubs malam yang banyak perempuan berbaju seksi memasuki clubs tersebut.


Attar sebenarnya tidak ingin masuk ketempat itu karena ia tahu tempat itu sangat panas.Namun tidak ada pilihan lain,ia pun masuk ke clubs itu karena perutnya sudah berbunyi dari tadi.


Saat Attar memasuki tempat terlarang itu,banyak perempuan yang menatap kearah Attar,karena baru pertama kali seorang laki-laki memakai baju muslim dan peci  memasuki tempat ini.


"Mas, mau yang mana?"tanya seorang perempuan yang menghampiri Attar.


"Apa disini ada makanan dan minuman?saya sedang lapar?"tanya Attar tanpa menatap perempuan itu.


"Ada Mas, silahkan ikuti saya"perempuan itu berjalan disusul Attar dibelakangnya.


"Silahkan, duduk saya akan mengambilkan makanan dan minuman untuk anda"pergi meninggalkan Attar yang sedang duduk.


"Yang ada cuma ini Mas"kata perempuan itu sambil memberikan sebotol alkohol dan sedikit Makanan ringan.


"Apa ada air putih?"Attar yang tidak ingin meminum ini karena ia tahu bahwa akan murka Allah.


"Tidak ada cuma itu"perempuan itu berbohong agar bisa menyentuh tubuh Attar.


"Baiklah"langsung Attar memakan dengan lahap dan sedikit meminum alkohol itu karena tenggorokannya kering.


"Mas,boleh memilih wanita disini dan juga memesan kamar".


Saat Attar dalam keadaan mabuk, bagaimana tidak ia sudah menghabiskan 2 botol alkohol.Ketika ia berdiri tiba-tiba melihat Naira yang sedang melayani para pria hidung belang.


"Naira"teriak Attar dengan menghampiri Naira dan memegang tangannya.


"Kak Attar"dengan perasaan terkejut bahwa ia bisa melihat Attar tempat seperti ini.


"Kak Attar, lepaskan aku"


"Tidak, aku tidak akan melepaskan kamu. Kamu tidak boleh meninggalkan aku lagi"yang semakin erat memegang tangan Naira.


"Pelayan"teriak Attar.


"Ada apa?"tanya perempuan tadi.


"Saya ingin wanita ini dan pesankan satu kamar untukku"kata Attar yang semakin erat memegang tangan Naira.


"Baik. Ini kuncinya kamarnya ada disebelah sana"tunjuk perempuan itu.


"Ini uangnya"kata Attar yang menghamburkan uang dan menyeret Naira masuk kedalam kamar.


"Kak Attar, jangan lakukan ini"Attar yang langsung merebahkan tubuh Naira keatas ranjang.


"Kak Attar,ada apa dengan kamu?"

__ADS_1


"Ini semua salah kamu Naira. Kenapa kamu meninggalkan aku?"tanya Attar yang sudah mabuk akibat Alkohol tadi.


"Aku bukan Naira,aku Rania.Tolong sadarlah"teriak Rania dengan rasa ketakutannya


"Aku tidak peduli siapa kamu. Aku ingin kamu jangan pernah pergi dari hidupku Naira"


"Lepaskan aku bukan Naira"


Plak!


Tamparan mendarat di wajah Rania,ia tidak menyangka bahwa Attar akan memukulnya.


"Aku ingin kamu menjadi milikku sepenuhnya, dan cara ini agar aku bisa memiliki kamu"Attar yang sudah dikuasai hawa nafsu telah melucuti semua pakaian Rania,Kini Rania hanya bisa pasrah kehormatannya direnggut oleh Attar tanpa mengenakan apapun.


Setiap melayani pria hidung belang, Rania selalu memakai obat penunda hamil agar ia tidak hamil.


Singkat cerita Rania bangun dan langsung segera mandi,ia melihat ada memar di bagian bawahnya.


    *******


Kembalinya lagi dirumah Akmal yang semakin hari rumah itu sangat panas sehingga membuat Akmal dan Ara tidak betah tinggal dirumahnya sendiri.


Sementara Bella yang semakin hari perutnya semakin bertambah bulan, tidak terasa kandungannya sudah memasuki usia 3 bulan.


"Mama"teriak Bella yang mengetuk pintu mertuanya saat tengah malam.


"Ada apa, berisik banget kamu. Apa kamu tidak lihat mamamu sedang tidur"bentak Sisca


"Mau apa kamu?"


"Mama, aku ingin makan bakso. Apa mama mau membelikan aku bakso?"


"Apa kamu tidak melihat,ini sudah jam 02:00 malam. Mana ada tukang bakso jualan"


"Tapi mama, anakku yang ingin makan bakso"


"Kamu cari sendiri tukang baksonya kalau tidak ada kamu bisa makan yang lain" kata Sisca yang menutup pintu kamar.


"Ada apa sih ma?"tanya Anton yang melihat Sisca marah.


"Itu Bella mengidam makan bakso tengah malam. Mana ada tukang jualan bakso jam segini"Sisca yang sudah dilanda ngantuk segera merebahkan tubuhnya ke kasur.


"Papa lelah dengan sikap Bella,semoga anak itu cepat keluar dari rumah ini"


"Mama juga lelah, setiap hari harus berantem terus dengan Bella,terasa kepala mama mau pecah"


"Sudahlah ma,yuk kita tidur lagi"ajak Anton.


"Iya papa"


Didalam kamar Bella bersiap-siap untuk pergi mencari makanan yang diinginkannya.

__ADS_1


Saat mau membuka pintu, tiba-tiba Bella melihat Akmal sedang duduk di sofa dengan laptopnya diatas meja tengah.


"Mas Akmal, tolong belikan saya bakso dong. Saya ngidam makan bakso malam ini"


"Aku sedang sibuk.Kamu bisa beli sendiri"


"Mas Akmal, aku ingin kamu yang belikan. Pekerjaannya bisa ditunda, ini demi calon anak kita"ketus Bella yang mengelus perutnya.


"Apa kamu tidak dengar, aku sedang sibuk"kata Akmal sambil masuk kamar.


"Ya sudah,aku beli sendiri"


*******


Keesokkan harinya,saat semua sudah selesai makan pagi.Tiba-tiba Bella baru saja masuk kedalam rumah.


"Dari mana kamu semalam tidak berada dirumah?"tanya Akmal yang melotot kearah Bella.


"Aku beli bakso diluar"sahutnya dengan merebahkan tubuhnya di sofa.


"Sampai sepagi begini kamu baru balik"


"Apa urusannya sama kamu, kamu juga tidak peduli dengan anak yang aku kandung, sampai-sampai aku pergi periksa kandungan pun sendiri"balas Bella dengan nada tinggi.


"Aku ini suami kamu.Kamu harus minta izin terlebih dahulu kepada aku"


"Bukankah aku sudah minta izin sama kamu malam kemarin"


"Sudah, jangan bertengkar"ucap Sisca yang melerai pertikaian Akmal dan Bella.


"Akmal, cepat kamu pergi kerumah sakit, pasien kamu sudah menunggu"


"Iya mama"Akmal yang pergi meninggalkan Bella yang sibuk dengan ponselnya.


"Bella,hari ini kamu ke pasar beli sayuran dan ikan.Mama sibuk mau berangkat arisan"


"Ma,kan ada bibi Ati.Mama bisa suruh bibi Ati saja, aku mau mandi"sahut Bella sambil masuk kedalam kamar.


"Dasar menantu tidak berguna"batin Sisca.


"Biar saya yang pergi ke pasar nyonya"sahut bibi Ati pembantu yang bekerja di rumah Sisca.


"Tidak apa-apa,bibi kan baru saja datang dari kampung"


"Tidak apa-apa nyonya"


"Terimakasih,ini uang dan daftar belanjaannya"


"Baik nyonya"


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2