
Ketika Ara sudah pulang sekolah,ia membersihkan wajahnya dan segera melaksanakan sholat zhuhur. Kemudian Ara menemui papanya yang sedang mengikat beberapa lembar koran.
"Papa.."panggil Ara.
"Ada apa Ara?"
"Papa, kepala sekolah meminta Ara untuk segera melunasi uang sekolah. Kalau tidak aku tidak bisa ikut ujian"lirih Ara.
"Papa hanya punya uang Rp.50.000,itu pun untuk beli beras dan bayar listrik"
"Kenapa anak kesayangan mama sedih begitu?"Sisca datang dari dapur melihat putrinya yang mata Ara mulai berkaca-kaca.
"Mama, kepala sekolah meminta Ara untuk segera melunasi uang sekolah yang sudah menunggak 4 bulan"keluh Ara.Sisca dan Anton,hanya diam mendengarkan keluh sang anak. Mereka juga bingung harus berbuat apa,sebab mereka sekarang tidak punya uang.
"Ya sudah, nanti mama usahakan buat mencari pinjaman ke tetangga sebelah"
"Terimakasih, aku sayang mama"Ara mencium pipi Sisca dan segera masuk kedalam kamarnya.
"Mama, kamu mau minjam uang kemana?kamu tahukan tetangga kita,itu orangnya pelit"Anton menatap istrinya.
"Mama akan minjam ke rentenir kampung sebelah"Anton terkejut mendengar perkataan Sisca.
"Jangan mama, papa tidak setuju. Kamu tahukan bahwa minjam ke rentenir itu ada bunganya"tegas Anton.
"Iya papa, tapi mama tidak ingin putri kita berhenti sekolah"
"Nanti papa cari jalan keluarnya"
"Papa, mama cuma punya cincin ini, lebih baik kita jual untuk membayar uang sekolah Ara dan sisanya untuk keperluan sehari-hari"
"Jangan mama, itukan cincin pernikahan kita"
"Papa, cuma cara ini satu-satunya"tegas Sisca.
"Terserah mama saja"
"Ara.."panggil Sisca
"Ada apa mama?"Ara segera keluar dari kamarnya.
"Tolong, kamu memasak untuk makan malam. Mama keluar sebentar ya"Sisca segera keluar dari rumah dengan berjalan kaki.
"Iya mama"Ara pergi ke dapur.
******
Disebuah pusat perbelanjaan,Fatimah dan Chadia serta Amora sedang asyik memilih boneka dan baju. Naira tidak ikut karena ia tengah sibuk mencari pekerjaan.
"Bunda, Chadia mau boneka Doraemon"
"Kalau Amora, mau beli apa?"
"Amora mau beli gaun yang itu, tapi mommy tidak memberi Amora uang"tunjuk Amora kepada gaun yang disebelah Fatimah.
"Amora mau gaun ini ya, ini nenek berikan khusus untuk Amora"senyum Fatimah sambil memberikan gaun kepada Amora.
"Tidak jadi nek, Amora takut mommy marah. Mommy tidak suka melihat Amora meminta-minta"
"Amora, nenek yang ingin memberikan gaun ini untuk Amora. Nanti biar nenek yang berbicara dengan mommy"
"Serius nek"
"Iya, cucuku sayang"
"Chadia, Amora kita ke sana yuk"ajak Fatimah.
__ADS_1
"Baik bunda"
Kring..
"Tunggu,ponsel bunda berbunyi. Bunda angkat telepon dulu ya"
Ketika Fatimah mengangkat teleponnya,Amora dari kejauhan melihat seorang ibu membawa banyak barang belanjaannya tetapi tiba-tiba belanjaan terjatuh dari tangannya. Amora segera menghampiri ibu itu dan membantu memasukkan buah jeruk yang jatuh dari keranjang.
"Ini punya ibu"Amora memberikan keranjang kecil kepada ibu itu.
"Terimakasih. Siapa nama kamu?"
"Nama saya Amora Hanina, panggil saya Amora"
"Cantik sekali namamu seperti orangnya"ibu itu mengusap rambut panjang Amora.
"Amora, ternyata kamu disana. Nenek dan Chadia nyariin kamu"Fatimah menghampiri Amora dan melihat Ummi Khasanah sedang berbicara dengan Amora.
"Ummi.."Fatimah segera mencium tangan ummi khasanah disusul Chadia.
"Ummi ngapain disini?"
"Ummi habis belanja buah, tadi kantong plastik robek dan anak ini membantu ummi mengambil buah yang jatuh"ucap ummi khasanah menunjuk Amora.
"Apa nenek mengenali ibu itu?"tanya Amora.
"Iya sayang, beliau adalah teman sekaligus ibu bagi pesantren Nurul Iman"
"Fatimah, apa Amora anak kandung kamu?"tanya ummi sambil melirik Amora.
"Apa aku bilang saja ya bahwa Amora adalah anaknya Naira, sehingga ummi tidak berharap lagi Naira akan menjadi menantunya. Oh iya, aku lupa Attar kan sudah menikah"batin Fatimah.
"Bukan, Amora adalah anak Naira"
"Iya, kalau begitu saya duluan ya. Chadia, Amora. Yuk kita ke kasir"ajak Fatimah.
"Baik bunda"senyum Chadia yang menarik tangan Amora.
"Kenapa Amora mirip banget dengan Attar waktu kecil?kenapa saya merasa ada ikatan batin dengan anaknya Naira"batin ummi khasanah"
******
Saat Ara sudah selesai memasak, tiba-tiba ponselnya berbunyi.
"Halo, apa benar ini Ara, Anak dari ibu Sisca?"tanya seberang sana.
"Iya benar, kamu siapa ya?"
"Saya tidak sengaja menabrak ibumu dan saya sudah membawanya masuk kerumah sakit. Dan ibumu yang memberikan nomor ini untuk menghubungi kamu"
"Terimakasih,aku akan ke sana sekarang juga"sahut Ara yang mematikan teleponnya.
"Papa, mama masuk rumah sakit"teriak Ara dan berlari menghampiri papanya.
"Benarkah, yuk kita kerumah sakit sekarang"
"Iya papa, aku mengunci pintu dulu"
Setelah sampai dirumah sakit, Ara segera bertanya kepada suster yang berjaga diruang administrasi.
"Permisi, ruang rawat atas ibu Sisca dimana ya?"
"Ruang rawat ibu Sisca diruang mawar no 12. Adik bisa lewat sebelah sana"
"Terimakasih"Anton dan Ara segera mencari ruangan mawar no 12.
__ADS_1
"Papa, itu ruangan mawar no 12. Yuk kita masuk"ajak Ara.
"Yuk sayang"
"Mama.."teriak Ara berlari menghampiri Sisca dan memeluknya.
"Apa yang sudah terjadi dengan kamu?"tanya Anton.
"Mas, maafkan aku. Saat aku pulang dari toko perhiasan, uang hasil penjualan cincin itu dicuri. Aku sudah mengejar tapi aku ditabrak mobil"Sisca menangis seraya memegang tangan Ara.
"Maaf, karena kelalaian saya, ibu jadi terluka. Tapi saya sudah membayarkan uang administrasinya"kata seorang ibu berusia 35 tahun.
"Saya juga minta maaf, karena saat menyebrang tidak lihat-lihat"
"Terimakasih sudah mengantar istri saya kerumah sakit"
"Sama-sama. Ini kartu nama saya,jika istri bapak masih cedera, maka saya akan bertanggung jawab. Kalau begitu saya mohon pamit dulu"
"Ara, maafkan mama. Mama tidak bisa membayar uang sekolah kamu"isak tangis Sisca sambil mencium tangan putrinya.
"Iya mama yang penting mama tidak terluka hanya kening mama yang tergores"
"Papa akan berusaha mencari pekerjaan tambahan agar bisa membayar uang sekolahmu"mereka berpelukkan sambil mencium putrinya.
"Ya sudah, kamu istirahat saja dulu.Biar papa yang nemenin mama"
"Iya papa, Ara keluar dulu"
Ara duduk di kursi yang sudah disediakan oleh pihak rumah sakit,ia menatap langit-langit rumah sakit. Tiba-tiba ia teringat akan tawaran Jessica teman sekelasnya.
(Flashback on)
Ketika Ara keluar dari ruangan kepala sekolah, tiba-tiba Jessica menarik tangan Ara menuju kamar mandi.
"Ada apa Jessica?"
"Maaf, aku tidak sengaja mendengar perkataan kamu dengan kepala sekolah. Pasti sekarang kamu butuh uang kan".
"Iya"Ara hanya mengangguk.
"Aku punya pekerjaan buat kamu. Pekerjaannya gampang dan hasilnya 2juta dalam semalam bahkan lebih dari itu"
"Benarkah, memang apa pekerjaannya?"
"Jadi kupu-kupu malam dan melayani para hidung belang"
"Apa?kamu pikir aku mau menjual diriku"terkejut Ara mendengar perkataan Jessica.
"Dengarkan aku dulu. Kalau kamu bekerja sebagai kupu-kupu malam, kamu bukan hanya mendapatkan uang tapi juga mendapatkan kepuasan yang akan membuat kamu ketagihan"
"Aku tidak berminat"balas Ara.
"Terserah kamu, aku hanya menyarankan saja. Ya sudah kalau kamu tidak mau"Jessica pergi meninggalkan Ara sendiri dikamar mandi.
(Flashback off)
"Apa aku terima saja ya tawaran Jessica? sekarang aku butuh banget uang"tanya hati Ara.
"Ara.."panggil Anton yang melihat Ara sedang duduk.
"Ara, kamu makan dulu, nanti kamu bisa sakit"Anton memberikan kantong plastik kepada Ara yang berisikan nasi goreng dan sebotol minuman.
"Terimakasih papa"senyum Ara.
*Bersambung*
__ADS_1