
Saat Fatimah dan Zainal sedang makan pagi,tiba-tiba ponsel Zainal berdering..
"Mas,ponselnya berbunyi"kata Fatimah.
"Iya, saya mengangkat telepon dulu"ucap Zainal.
"Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un" kata Zainal sambil meneteskan air mata.
"Mas ada apa?"tanya Fatimah dengan bingung.
"Adik Firda menelpon katanya ibu meninggal,kita harus ke sana"ucap Zainal.
"Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un" sahut Fatimah dengan kaget.
"Siapa yang meninggal paman?"tanya Naira yang baru menuruni tangga.
"Itu.."
"Teman paman yang meninggal,cepat kamu sarapan pagi dan temui paman di teras"kata Zainal sambil berjalan bersama Fatimah.
"Mas kenapa kita tidak memberitahu kepada Naira bahwa yang meninggal adalah neneknya"kata Fatimah sambil memandangi suaminya.
"Kalau kita memberitahu Naira bahwa neneknya meninggal, maka Naira akan ikut dengan kita ke sana dan Naira akan bertemu dengan ayah dan ibunya, sedangkan Naira tahu bahwa ayah dan ibunya berada di kota"sahut Zainal.
"Kamu benar mas,tapi kita tidak bisa terus-terusan membohongi Naira"ucap Fatimah.
"Saya juga tidak ingin membohongi Naira, tapi harus bagaimana lagi" kata Zainal.
"Terus bagaimana dengan Naira?apa kita tinggalkan dia sendiri di rumah ini?"tanya Fatimah.
"Kita akan titipkan Naira selama beberapa hari dengan Abi dan ummi Attar"sahut Zainal.
"Saya setuju"sahut Fatimah.
"Nanti saya akan membicarakannya kepada Abi Attar"sahut Zainal.
Setelah sarapan pagi Naira bergegas menemui paman dan bibi yang berada di teras rumah.
"Paman yuk kita berangkat"ajak Naira.
"Naira,paman dan bibi akan ke kota selama beberapa hari,kamu tidak keberatan kan,jika kamu untuk sementara tinggal bersama Abi dan Ummi Attar"kata paman Zainal.
"Berapa hari paman?"tanya Naira.
"Sekitar tiga hari"sahut Zainal.
"Apakah paman dan bibi akan menemui ayah dan ibu?"tanyanya.
"Tidak, paman dan bibi akan berkunjung ke rumah mertua paman"sahut Zainal.
"Cepat,nanti terlambat"kata Fatimah.
"Assalamu'alaikum"ucap Naira.
"Waalaikumsalam"sahut Fatimah.
********
Didalam kantor Abi Attar sedang duduk bersama istrinya sambil menikmati teh hangat dan kue bolu, tiba-tiba Zainal datang dengan terburu-buru.
"Assalamu'alaikum"kata Zainal sambil duduk di sofa.
"Waalaikumsalam"sahut Abi dan ummi Attar.
"Bagaimana keadaan kamu hari ini?"tanya Abi.
__ADS_1
"Keadaan saya sedang tidak baik karena ibu saya baru saja meninggal dan saya minta izin selama beberapa hari untuk tidak masuk"kata Zainal.
"Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un"sahut Abi dan ummi Attar.
"Saya memberi kamu izin"kata Abi sambil menatap wajah Zainal yang sedang berduka.
"Kami turut berdukacita atas kepergian neneknya Naira"sahut ummi Khasanah.
"Terimakasih, tapi apa boleh untuk beberapa hari, saya menitipkan Naira untuk tinggal bersama Abi dan ummi?"tanya Zainal.
"Boleh, kebetulan Abi dan ummi kesepian dirumah karena tidak ada Attar"kata Abi dengan perasaan senang.
"Kalau boleh ummi bertanya?kenapa Naira dititipkan?kenapa tidak ikut kalian saja bukankah yang meninggal neneknya Naira?"tanya ummi Khasanah.
"Naira tidak tahu bahwa neneknya meninggal, kami merahasiakannya karena suatu alasan"sahut Zainal yang membuat Abi dan ummi terkejut.
"Benarkah"sahut Abi.
"Iya,Abi"sahut Zainal.
"Kalau begitu saya pamit pergi dulu,saya takut akan terlambat menguburkan jenazah mama saya"sahutnya.
"Assalamu'alaikum"kata Zainal.
"Waalaikumsalam"sahut Abi dan Ummi.
Didalam kelas,Lusy dan Naira sedang asyik bercanda tawa,tiba-tiba datang Azizah dari balik pintu.
"Assalamu'alaikum"kata Azizah sambil melihat Naira dan Lusy.
"Waalaikumsalam"sahut Naira dan Lusy.
"Azizah, apa kamu sudah sembuh?"tanya Lusy.
"Alhamdulillah,saya sudah sembuh"kata Azizah sambil duduk.
"Saya juga rindu dengan kalian"sahut Azizah.
"Kamu kenapa?apa kamu masih sakit?"tanya Lusy yang melihat Azizah sedang sedih
"Saya tidak sakit,tapi ibu saya yang sedang sakit"sahut Azizah.
"Ibu kamu sakit apa?"tanya Naira.
"Saya juga tidak tahu,tapi semenjak saya keluar dari rumah sakit, ibu saya bertingkah aneh"sahut Azizah.
"Bertingkah aneh seperti apa?"tanya Lusy yang semakin penasaran.
"Mobil mainan adik saya yang berada didalam lemari dibakar semua oleh ibu dan lebih parahnya lagi ibu berteriak meminta maaf berulang kali"kata Azizah.
"Terus keadaan ibumu bagaimana?"tanya Naira.
"Saya tidak tahu, sebelum saya berangkat ayah mengurung ibu didalam kamar"sahut Azizah.
"Kamu harus mendukung ibumu agar beliau bisa sembuh"ucap Lusy.
"Iya, kamu benar, saya harus berada disisi ibu"sahut Azizah.
Ting ..Ting ..
"Yuk kita mengambil Al-Qur'an, ustadzah Aisyah sudah menunggu di musholla"ajak Lusy.
"Yuk"sahut Azizah.
*********
__ADS_1
Ketika Zainal dan Fatimah sampai dirumah ibunya,ia melihat para pelayat sudah tidak ada dirumah ibunya.
"Mas,sepertinya kita terlambat"kata Fatimah.
"Iya,yuk kita ke makam ibu"sahut Zainal sambil meneteskan air mata.
Saat sampai di pemakaman,Zainal dan Fatimah melihat Kuburan ibunya yang mau ditutup dengan tanah,disana juga ada Firda yang sedang menangis didekat makam ibunya.
Disisi lain tampak ayah dan ibu Naira sedang menaburkan bunga di atas kuburan nenek Naira.
"Kenapa ibu secepat itu meninggalkan Firda"kata Firda dalam tangisannya.
"Firda,kamu harus kuat ya"sahut ibu Naira.
"Apa yang terjadi dengan ibu?"tanya Zainal.
"Ini semua salah aku"kata Firda
"Kakak, ibu terpeleset dikamar mandi dan akhirnya..."kata Firda yang tak sanggup untuk meneruskan perkataannya.
"Tidak ini salah kakak"sahut ayahnya Naira yang juga menangis.
"Ya sudah,yuk kita pulang,kita siapkan acara pengajian ibu"ajak ibu Naira
Didalam rumah ibunya,nampak Zainal dan Lukman menenangkan Firda yang masih saja menangis. Sedangkan Ibu Naira dan Fatimah sedang sibuk di dapur untuk mempersiapkan acara pengajian mertuanya.
"Kak Fatimah,bagaimana kabarnya Naira?"tanya Rahmawati.
"Alhamdulillah,Naira baik-baik saja"sahut Fatimah.
"Apakah Naira tahu bahwa neneknya meninggal?"tanya Rahmawati.
"Naira tidak mengetahui bahwa neneknya meninggal,karena kami tidak memberitahukannya "sahut Fatimah.
"Terimakasih kak,sudah menjaga dan merawat Naira"ucap Rahmawati.
"Sama-sama, Naira bukan hanya sebagai ponakan saya tetapi saya anggap seperti anak sendiri"sahut Fatimah.
Didalam ruang tamu,Zainal dan Lukman sedang mengobrol bersama.
"Bagaimana keadaan kamu?"tanya Zainal.
"Seperti kakak lihat, beginilah keadaan saya"sahut Lukman.
"Apa perlu saya memanggil dokter terbaik untuk mengangkat penyakit yang ada didalam tubuhmu"kata Zainal.
"Tidak perlu kak,saya sudah banyak merepotkan kak Zainal"ucapnya.
"Benar apa yang dikatakan ayah Naira,kami tidak ingin merepotkan kalian"sahut Rahmawati yang datang sambil membawa teh panas dan kue kering.
"Bagaimana dengan adik Firda?apa sebaiknya Firda ikut kita pulang ke rumah?"tanya Fatimah yang baru duduk di samping Zainal.
"Saya setuju,lebih baik Firda ikut kita saja pulang ke rumah,saya takut akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan"ucap Zainal.
"Terus apa yang kalian katakan kepada Naira,jika adik Firda tinggal dirumah kakak tetapi tidak bersama ibu,pasti Naira akan bertanya dimana neneknya?tanya Rahmawati.
"Saya akan mengatakan bahwa neneknya tinggal bersama kalian"sahut Zainal sambil memandangi Lukman dan adik iparnya.
"Saya setuju"sahut Lukman.
"Sampai kapan kita akan terus berbohong dengan Naira"kata Fatimah.
"Saya tidak tahu"sahut Zainal.
"Dimana Nita, apa tidak ikut kesini?"tanya Fatimah.
__ADS_1
"Tidak, Nita dititipkan ketempat ibunya Fauzan"sahut Lukman.
*Bersambung*