
Keesokan harinya,Abi dan Naira ke rumah Azizah untuk melihat keadaan ibu Azizah.
Tok..tok..
"Assalamu'alaikum"sahut Abi.
"Waalaikumsalam"sahut Sulaiman.
"Silahkan masuk"kata Sulaiman.
Abi dan Naira pun segera masuk dan langsung duduk di sofa.
"Bagaimana keadaan istrimu?"tanya Abi.
"Keadaannya sama seperti kemarin"sahut Sulaiman.
"Azizah,tolong bawakan minuman dan kue untuk Abi"teriak Sulaiman.
"Iya,ayah"kata Azizah dari dalam dapur.
"Tidak usah repot-repot"sahut Abi.
"Tidak apa-apa"ucap Sulaiman.
Tidak lama kemudian,Azizah datang dari dapur sambil membawakan nampan kecil yang berisi 3 gelas teh hangat dan kue kering.
"Silahkan diminum Abi, Naira"kata Azizah sambil tersenyum.
"Terimakasih"sahut Abi.
"Abi,ini siapa?"tanya Sulaiman yang melihat Naira disampingnya.
"Ini Naira keponakan bapak Zainal,teman sekelasnya Azizah"sahut Abi.
"Iya ayah,Naira teman sekelas Azizah"sahut Azizah.
Saat mereka asyik mengobrol, tiba-tiba ibu Azizah berteriak dengan suara nyaring.
"Saya minta maaf,saya akan bertanggung jawab"teriak ibu Azizah.
"Ayah,yuk kita lihat ibu"ajak Azizah.
"Iya"sahut Sulaiman sambil berjalan disusul Azizah,Abi dan Naira.
"Ibu, ada apa?"tanya Azizah sambil duduk didekat ibunya.
"Ibu akan mati"kata ibu Azizah.
Ketika Naira masuk kamar untuk melihat ibu Azizah,ibu Azizah segera berdiri dan berjalan menghampiri Naira. Melihat ibu Azizah akan menghampiri Naira,Abi segera melindungi Naira.
"Keluarkan anak itu"kata ibu Azizah.
"Apa kamu ingin melukainya?"tanya Abi.
"Tidak"sahutnya.
"Abi, biarkan saya berbicara kepada ibunya Azizah"sahut Naira.
"Tante,kenapa?"tanya Naira sambil menatap ibunya Azizah.
"Kamu orangnya,kamu orangnya"teriaknya sambil melompat ke kasur.
"Istriku ada apa?"tanya Sulaiman sambil memeluk tubuh istrinya.
"Lepaskan saya"kata ibu Azizah sambil melepaskan pelukan suaminya.
"Apa kamu mengenali Naira?"tanya Abi.
"Dia datang ingin membalas dendam kepada saya,tolong selamatkan saya"teriak ibu Azizah sambil menunjuk ke arah Naira.
"Apa maksud tante, Naira tidak mengerti?"tanya Naira dengan perasaan bingung.
"Tolong selamatkan saya,saya tidak mau mati"kata ibu Azizah sambil memegang tangan suaminya.
"Berikan istrimu air yang ada dalam botol ini"kata Abi sambil memberikan botol minum kepada Sulaiman.
"Istriku,minum dulu ya"kata Sulaiman.
Setelah ibu Azizah minum air yang diberikan Abi,ia pun menjadi tenang.
__ADS_1
"Ceritakan apa yang sedang terjadi denganmu?"tanya Abi sambil duduk di kasur.
"Karena dia" katanya sambil menunjuk ke arah Naira.
"Ibu,apa salah Naira?"tanya Azizah yang berada samping ibunya.
" kenapa kamu kesini?apa kamu ingin balas dendam kepada saya? karena saya telah membuat kamu meninggal?"teriaknya sambil mendorong Naira sampai jatuh.
"Naira,apa kamu terluka?"tanya Abi.
"Tidak Abi"sahut Naira.
"Istriku,apa maksudnya?"tanya Sulaiman
"Dia ingin balas dendam kepada saya,dia ingin membunuh saya"teriak ibu Azizah.
"Membalas dendam karena apa?tanya Abi.
"Karena saya telah menabrak mobilnya sampai dia meninggal"
"Haaaaa haaaaaa"
"Maksud tante apa?"tanya Naira sambil memandangi Ibu Azizah.
"Kenapa kamu masih hidup? apa kamu ingin membalas dendam kepada saya karena telah menabrak mobilmu"sahutnya sambil melotot.
"Jadi,Tante yang telah menabrak mobil paman saya sehingga membuat Anggun meninggal"sahut Naira sambil menangis.
"Haaaa haaaa, lihat Abi, dia ingin membalas dendam kepada saya"teriaknya.
Mendengar perkataan ibu Azizah,Naira segera keluar dari kamar,disusul Abi,Sulaiman dan Azizah.
"Naira,apa yang terjadi?"tanya Abi sambil menenangkan Naira.
"Ibu Azizah yang sudah menabrak mobil paman sehingga membuat Anggun sampai meninggal"sahut Naira.
"Maksud kamu apa?"tanya Sulaiman dengan nada marah.
"Naira,maksud kamu apa?"tanya Azizah.
"Biarkan Naira tenang dulu, Naira ceritakan apa yang sudah terjadi?"tanya Abi.
"Jadi,seperti itu ceritanya"kata Sulaiman.
"Iya,om"sahut Naira.
"Tidak mungkin ibu melakukan perbuatan seperti itu"sahut Azizah yang tidak percaya.
"Memang waktu itu,mobil istri saya yang baru dibeli hilang tiba-tiba,katanya mobil itu dicuri"sahut Sulaiman sambil mengingat-ingat kejadian itu.
"Abi, bagaimana ini? Saya tidak ingin istri saya dipenjara"kata Sulaiman sambil meneteskan air mata.
"Saya tidak bisa mengambil keputusan begitu saja,saya akan mengatakan kebenaran kepada bapak Zainal setelah beliau pulang dari kota, biar bapak Zainal yang memutuskannya"sahut Abi.
"Kalau begitu saya dan Naira pamit pulang, Assalamu'alaikum"kata Abi.
"Waalaikumsalam"sahut Azizah dan Sulaiman.
********
Setelah selesai acara,mereka pun segera pulang ke rumah masing-masing.
"Firda,kamu ikut kami saja pulang ke rumah,disana juga ada Naira"kata Fatimah.
"Iya kak,saya ke kamar dulu ya"sahut Firda.
"Mas,kamu kenapa?"tanya Ibu Naira yang melihat suaminya pucat.
"Saya ingin minum obat"sahut Lukman.
"Maaf mas,obatnya habis nanti saya belikan"kata istrinya.
"Jika kamu tidak punya cukup uang,lebih baik nanti saja "sahut Lukman.
"Ini Firda ada sedikit uang untuk beli obat" kata Firda sambil memberikan uang.
"Tidak perlu,itukan uang kamu"sahut Lukman.
__ADS_1
"Tidak apa-apa,saya masih punya tabungan"kata Firda.
"Kakak ipar,tolong diterima uang ini"kata Firda.
"Terimakasih"sahut ibu Naira.
"Yuk,kita pulang naik mobil saya saja,dari pada kalian naik taksi"sahut Zainal.
"Baik kak"sahut Lukman.
"Bagaimana dengan rumah ini?"tanya Firda sambil melangkah keluar rumah.
"Rumah ini akan kakak perbaiki untuk kamu,jika kamu suatu hari nanti menikah,kamu bisa tinggal disini"sahut Zainal sambil membawa koper.
"Tapi kak.."
"Yuk,nanti tengah malam baru sampai di rumah"kata Fatimah.
"Iya kak"sahut Firda.
*********
Didalam kamar Abi menceritakan kejadian itu kepada ummi yang membuat ummi terkejut.
"Benarkah Abi"kata ummi yang tidak percaya.
"Iya"sahut Abi.
"Pantas saja,saat saya melihat mata Naira, saya seperti melihat Anggun di dalam diri Naira" kata ummi sambil merebahkan tubuhnya di kasur.
Tok..tok..
"Abi, ummi"panggil Naira sambil mengetuk pintu kamar.
"Naira,ada apa?"tanya ummi sambil membuka pintu.
"Mari,kita makan malam"sahut Naira.
"Sudah jam berapa?"tanya ummi.
"Jam 8 malam?"sahut Naira.
"Astaga,ummi lupa memasak"kata ummi.
"Ummi, Naira sudah memasak"ucap Naira.
"Terimakasih Naira"sahut Abi yang akan duduk di kursi.
"Maafkan ummi"sahut ummi.
"Tidak apa-apa"sahut Abi.
"Yuk,kita makan malam"ajak Naira.
"Naira,masak apa?"tanya ummi.
"Naira masak tumis kangkung,tempe goreng,perkedel jagung,capcay dan ayam balado" sahut Naira.
"Kenapa kamu tidak masak udang balado?"tanya Abi.
"Maaf Abi,di dalam kulkas cuma ada ayam saja"sahut Naira.
"Maaf Abi,ummi lupa belanja mingguan"sahut ummi.
"Ya sudah,yuk kita baca doa dulu sebelum makan"kata Abi.
Setelah mereka selesai makan,Abi dan ummi nonton TV di ruang tengah, sementara Naira sedang sibuk mencuci piring.
"Abi, apakah kita meminang Naira untuk putra kita Attar" kata ummi sambil melihat Naira mencuci piring.
"Terserah ummi saja, lebih baik kita fokus dulu mengumpulkan uang untuk membayar hutang kepada ayah Azizah"sahut Abi.
"Iya Abi, ummi hanya takut Naira dilamar oleh laki-laki lain,ummi sayang banget dengan Naira" kata ummi.
"Iya ,Abi tahu, tapi keputusan ada ditangan Attar ,kita tidak berhak mengambil keputusan begitu saja"sahut Abi.
"Iya ummi mengerti"sahut ummi.
__ADS_1
*Bersambung*