Cinta Naira

Cinta Naira
Rania Hamil


__ADS_3

Setelah satu bulan peristiwa itu terjadi,kini didalam kamar mandi tampak Rania yang sedang memegang tes pack terkejut sebab ia melihat tanda garis dua merah yang menandakan bahwa Rania tengah hamil muda. Rania bingung mau mengugurkan kandungan ini atau tidak sebab ini adalah anak Attar dengan dirinya. Rania selama ini mencintai Attar,tidak mungkin ia akan mengugurkan kandungan ini.


"Aku harus mempertahankan anak ini, apapun yang terjadi"Rania yang mengelus perutnya yang datar.


Ketika Rania berada dimeja makan bersama ibunya,Naira dan Nita. Rania merasa mual saat mencium bau bawang goreng.


"Nak kamu kenapa?apa kamu sakit?"


"Tidak ibu, saya hanya sedikit lelah, kalau begitu aku masuk kamar dulu"


"Rania, tapi kamu belum makan"kata Naira yang khawatir dengan adiknya.


"Nanti, aku akan makan sendiri saja"sahutnya yang masuk kedalam kamar.


Naira yang khawatir akan keadaan Rania,ia segera menyusul Rania masuk kedalam kamar sambil membawakan Nasi dan ayam goreng serta tidak lupa minuman kesukaan Rania.


"Rania, ini saya sudah bawakan makanan kesukaanmu"Naira meletakkan nampan besar diatas meja riasnya.


"Terimakasih kak Naira".


"Rania,kenapa wajahmu pucat?apa kamu sakit?"


"Tidak kak Naira,aku tidak sakit cuma sedikit lelah saja"


"Rania, saya tahu sifat kamu selama ini. Pasti kamu menyembunyikan sesuatu dari kakak kan?"


"Tidak ada yang aku sembunyikan"


"Kamu jangan bohong sama kakak. Ceritakan apa yang sebenarnya terjadi?"


"Apakah kak Naira akan memaafkan aku?"Rania yang tidak sanggup mengatakan kebenarannya,ia hanya bisa menangis.


"Kakak akan memaafkan kamu,apapun yang terjadi. Cepat katakanlah?"


"Kak Naira aku..."isak tangis Rania yang sambil memeluk Naira.


"Aku apa?"tanya Naira penasaran.


"Kak Naira,aku hamil"tangis pecah Rania saat mengatakan kebenaran kepada Naira. Naira hanya terkejut mendengarnya sementara ibunya yang baru datang membawa segelas susu hangat itu pun langsung jatuh kelantai.


"Ibu"Naira dan Rania terkejut melihat ibunya tidak sengaja memecahkan gelas yang berisi susu coklat.


"Rania,apa yang kamu ucapkan tadi?apa ibu tidak salah dengar?"tanya Rahmawati yang menghampiri Rania dan menggoncang tubuh Rania.


"Ibu, sudah kasihan Rania. Kita tanya baik-baik"Naira yang juga ikut menangis mendengar perkataan Rania.


"Rania, siapa yang menghamili kamu?apa kamu tidak mendengar perkataan ibu?"Rahmawati yang begitu marah karena mendengar putrinya tengah hamil.


"Aku tidak tahu siapa ayah dari anak ini"Rania yang berbohong tidak ingin semuanya tahu siapa ayah anak ini.


"Tidak mungkin kamu tidak tahu, siapa yang menghamili kamu"teriak Rahmawati sambil memukul bahu Rania.


"Ibu, maafkan Rania"Rania yang berlutut dihadapan ibunya karena ini salah dirinya,coba saja ia tidak datang ke clubs itu pasti tidak akan seperti ini.


Plak!


Sebuah tamparan mendarat di wajah Rania.Rania hanya bisa menangis begitu juga Naira yang ikut menangis.

__ADS_1


"Kamu gugurkan kandungan itu?ibu tidak mau punya cucu haram dan dari hasil zina kamu"


"Jangan ibu, bayi yang ada didalam kandungan Rania tidak bersalah"kata Naira.


"Terus siapa yang salah?kamu atau Rania atau ibu yang salah karena tidak benar mendidik kalian"Rahmawati menangis sambil memegang dadanya yang sakit, tiba-tiba Rahmawati pingsan didepan Naira dan Rania.


"Ibu,ibu kenapa?"tanya Rania.


"Yuk,kita bawa ibu kerumah sakit"ajak Naira


"Iya kak"


******


Sudah sebulan Attar menetap di kota. Kini ia bekerja sebagai tukang ojek untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sejak peristiwa itu  terjadi Attar jarang pergi ke clubs malam itu.Namun kini ia pergi ke tempat terlarang itu lagi untuk menemui Naira. Ia berharap Naira meminta tanggung jawab kepada dirinya. Attar akan siap menikahi dengan Naira walaupun tanpa restu Abi dan ummi.


Saat memasuki clubs itu, Attar bertanya kepada pelayan yang sedang mengamati semua wanita disana.


"Permisi"


"Ada yang saya bantu mas?apa mas membutuhkan wanita penghibur?"


"Tidak,apa saya bisa bertemu dengan namanya Naira?".


"Maaf Mas,nama yang ada sebutkan tidak ada dalam daftar wanita kami"


"Tidak mungkin itu bukan Naira, aku tidak mungkin salah mengenali Naira. Kalau bukan Naira, terus siapa orang yang aku perkosa sebulan lalu"tanya hati Attar.


"Mas bisa mencari nama yang lain"


"Siapa perempuan yang bersamaku sebulan lalu?tapi aku yakin pasti itu Naira".


Dirumah sakit kota cinta


"Dokter bagaimana dengan kondisi ibu saya?"tanya Naira yang melihat dokter keluar dari kamar ibunya.


"Ibumu punya penyakit jantung, sebaiknya ibumu dirawat dulu dirumah sakit ini"kata dokter itu sambil berjalan.


"Ini semua salah aku, sehingga ibu masuk rumah sakit"isak tangis yang mulai membanjiri wajah Rania.


"Tidak Rania, ini bukan salah kamu. Kita serahkan semua kepada Allah"Naira yang memberi semangat untuk Rania.


"Kak Rania betul, ini semua gara-gara kakak. Coba saja kak Rania tidak masuk kedalam kehidupan kami, ibu tidak akan masuk rumah sakit"Nita yang mulai emosi itu langsung mendorong Rania sampai jatuh dilantai.


"Nita, apa yang kamu lakukan kepada kakakmu"teriak Naira sambil membantu Rania untuk berdiri.


"Selama ini aku hanya diam saja, tapi jika terjadi sesuatu kepada ibu, maka aku tidak akan menganggap kamu sebagai kakakku lagi"ancam Nita sambil masuk kedalam ruang rawat Rahmawati.


"Yuk kita lihat ibu"ajak Naira.


"Kak Naira, aku disini saja, biar kak Naira dan Nita didalam"


"Baiklah, kalau itu mau kamu"


Setelah Naira masuk kedalam ruang rawat Rahmawati, Rania hanya duduk yang meratapi nasibnya sendiri.


"Entah aku bahagia atau sedih setelah aku mengandung anak Attar"batin Rania yang meneteskan air mata.

__ADS_1


"Kak Rania, ibu memanggil kakak"kata Nita.


"Apa ibu sudah siuman?"


"Kak Rania bisa lihat sendiri"


Ketika Rania masuk kedalam ruang rawat, ia melihat Rahmawati sudah sadar dan tersenyum lebar kearah Rania yang baru berada disisi kanan Rahmawati.


"Ibu, maafkan Rania. Rania telah melakukan kesalahan, aku akan pergi jauh dari kehidupan ibu"kata Rania yang mulai menangis.


"Kita baru saja ketemu setelah lamanya berpisah. Apa kamu akan meninggalkan ibu lagi?"tanya Rahmawati sambil memegang tangan Rania.


"Tapi ibu, aku tidak ingin membuat ibu malu karena aku sekarang sedang hamil"


"Itu semua sudah terjadi,ibu akan menerima kamu dan anak dalam kandungan kamu"


"Benarkah ibu"


"Iya,kita rawat dan besarkan bersama"


"Terimakasih ibu"peluk Rania kepada Rahmawati.


"Naira"panggil Rahmawati.


"Ada apa ibu?"


"Tolong panggilkan dokter, dada ibu terasa sesak"


"Baik ibu,saya akan panggilkan dokter"


"Nita, bisakah kamu belikan ibu air minum, ibu sangat haus"


"Iya ibu, Nita akan membelikannya untuk ibu"


Setelah Naira dan Nita pergi, kemudian Rahmawati memandangi Rania yang masih memegang tangan ibunya.


"Rania, tidak akan lama lagi kamu akan menjadi seorang ibu. Ibu berharap kamu bisa menjadi ibu untuk anakmu kelak. Mungkin ibu gagal mendidik kamu, setidaknya kamu tidak gagal dalam mendidik cucu ibu"


"Iya ibu, Rania janji akan mendidik anak ini dengan sebaik mungkin"


"Syukurlah, ibu bisa meninggalkan kamu dengan tanpa beban, Nak"senyum Rahmawati.


"Maksud ibu apa?"tanya Rania yang melihat Rahmawati bernapas turun naik.


"Ibu, ibu kenapa?"tanya Rania yang mulai panik.


"Dokter,dokter..."teriak Rania.


"Apa yang terjadi dengan ibu?"tanya Naira yang baru datang bersama dokter.


"Ibu, kak Naira.."yang tidak sanggup melanjutkan perkataannya.


"Biar saya periksa dulu,kalian silahkan keluar dulu"kata dokter


"Baik dokter"sahut Naira.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2