
Ketika jam istirahat,Naira sendiri didalam kelas sedang menghafal bacaannya,tiba-tiba Lusy datang dari balik pintu.
"Assalamu'alaikum"kata Lusy
"Waalaikumsalam"sahut Naira.
"Kamu dari mana?"tanya Naira sambil menatap Lusy.
"Saya dari kantor,dipanggil ustadzah Aisyah"sahut Lusy.
"Kenapa kamu dipanggil ustadzah Aisyah?"tanya Naira.
"Saya lupa setoran hafalan surah"sahut Lusy.
"Kamu sudah berapa lama berteman dengan Azizah?"tanya Naira.
"Tidak lama sekitar lima bulan"sahut Lusy.
"Apakah kamu pernah ke rumah Azizah?"tanya Naira.
"Pernah satu kali,memang kenapa?"tanya Lusy.
"Tidak apa-apa sih,cuma saya merasa pernah bertemu ibu Azizah sebelumnya,tapi saya tidak ingat pernah bertemu dimana"sahut Naira sambil mengingat-ingat.
"Oh iya,kamu ingat tidak waktu kita pulang dari rumah sakit,saya sempat beli kue,ternyata kuenya enak banget"kata Lusy.
"Benarkah"sahut Naira.
"Iya,nih saya membawakan kue itu untuk kamu"sahut Lusy sambil memberikan Naira kue.
"Terimakasih Lusy"sahut Naira.
"Kenapa rasa kue ini mirip dengan buatan ibu ya?apa jangan-jangan yang jualan kue itu adalah ibuku?tapi ibu dan ayah sedang berada di kota?"tanya dalam hati Naira.
"Bagaimana rasanya?"tanya Lusy.
"Rasanya enak banget,saya suka"kata Naira.
"Iya,nanti saya mau beli lagi"ucap Lusy.
"Kenapa tiba-tiba saya rindu masakan ibu"kata hatinya.
*********
Didalam ruang kamar melati,terlihat Azizah yang sudah tertidur pulas,sedangkan ibunya masih mondar-mandir keluar masuk kamar mengingat kejadian sore tadi.Ketika ibu Azizah sedang duduk di kursi yang sudah disediakan oleh rumah sakit,ia melihat dari kejauhan seorang anak kecil menggunakan baju putih dan jepitan rambut warna merah di kepalanya. Anak kecil itu sedang berlari mengelilingi pohon besar yang ada dirumah sakit tersebut.
Saat ibu Azizah sedang fokus melihat anak kecil itu tiba-tiba pintu kamar yang berada disebelah kamar Azizah terbuka dengan lebar dan membuat ibu Azizah kaget.
"Kenapa pintu kamar sebelah terbuka,kan tidak ada pasien dikamar sebelah?"tanya ibu Azizah.
Ketika ibu Azizah berjalan mendekati kamar itu,tiba-tiba muncul seorang anak kecil keluar dari kamar kosong itu dan langsung menatap ibu Azizah.
"Haaaa haaaa"
Mendengar anak kecil itu tertawa, ibu Azizah pun ketakutan dan segera masuk kedalam kamar dan langsung menutup pintu kamar putrinya.
"Ada apa ibu?"tanya Azizah yang terbangun melihat ibunya menutup pintu dengan keras.
"Diluar langit mendung sepertinya mau hujan"sahut Ibunya sambil mendekati putrinya.
"Kenapa ibu berkeringat?"tanya Azizah.
"Ibu habis makan cumi bakar pedas"sahut ibunya sambil menatap jendela.
"Ibu,kapan Azizah bisa pulang ke rumah,Azizah bosen disini?"
__ADS_1
"Kata dokter besok sore kamu bisa pulang,ibu juga tidak ingin terlalu lama disini"sahut ibunya.
"Ya sudah,cepat kamu tidur sudah jam 10.00 malam"ucap ibunya.
"Ibu jangan kemana-mana,ibu disini saja temenin Azizah"kata Azizah.
"Iya sayang"sahut ibunya sambil mencium kening putrinya.
*******
Ting...Ting...
(Sekolah TK Pertiwi)
"Nita,aku pulang duluan ya,aku sudah dijemput"katanya.
"Iya"jawab Nita sambil berdiri di depan pagar.
"Kakak"teriak Ara sambil memeluk kakaknya.
"Ada apa Ara?"tanya Akmal.
"Tadi disekolah Ara punya teman baru namanya Nita, itu dia sedang berdiri di dekat pagar"kata Ara sambil menunjuk Nita.
"Itukan adiknya Naira"kata hati Akmal.
Saat Akmal ingin menghampiri Nita,tiba-tiba ibunya datang sambil mengayuh sepedanya.
"Nita,yuk kita pulang"ajak ibunya sambil merapikan jualannya.
"Iya"sahut Nita.
"Jadi wanita itu ibunya Naira, wanita itu yang pernah ketemu sama papa di pasar?dan bukankah orang tua Naira pergi ke kota?kalau mereka tidak pergi ke kota,terus Naira dimana?"kata hati Akmal.
"Iya"sahut Akmal.
Ditengah perjalanan Nita mengobrol dengan ibunya.
"Ibu, masih ingat tidak dengan kakak laki-laki yang mencari kakak Naira ke rumah"kata Nita sambil memeluk ibunya yang sedang mengayuh sepeda.
"Iya, ibu masih ingat, memang kenapa sayang?tanya ibunya.
"Ternyata kakak laki-laki itu adalah kakaknya Ara"sahut Nita.
"Memang Nita tahu dari mana kalau kakak itu kakaknya Ara"ucap ibunya.
"Tadi,Nita melihat Ara dijemput oleh kakak itu"kata Nita.
"Benarkah"sahut ibunya yang tidak percaya.
"Nita, pulang sekolah ganti bajumu dan ibu sudah sediakan nasi dan lauknya di atas meja"ucap ibunya.
"Ibu mau kemana?"tanya Nita.
"Ibu mau keliling lagi untuk jualan kue yang masih tersisa banyak" kata ibunya.
"Ibu, disekolah cuma Nita yang belum bayar uang bulanan sekolah"kata Nita dengan sedih.
"Iya, Nanti jika kue ibu sudah habis, besok ibu akan melunasinya"kata ibunya.
"Terimakasih" ucap Nita.
***********
__ADS_1
"Saya berada dimana?"tanya Naira sambil melihat disekelilingnya gelap.
"Tolong berikan saya sinter, disini sangat gelap"teriak Naira dengan suara nyaring.
Saat Naira berteriak minta tolong, tiba-tiba seorang anak kecil menghampiri Naira dan memberikan kedua matanya sehingga Naira dapat melihat disekelilingnya.
"Kamu siapa?"tanya Naira kepada anak kecil itu.
Anak kecil itu tidak menjawab perkataan Naira,ia hanya memandangi Naira.
"Aku ingin kamu menangkap orang yang sudah menabrak mobil Abi ku"kata anak kecil.
"Apa kamu Anggun?"tanya Naira.
"Iya"katanya sambil mengangguk.
"Kamu mau pergi kemana,jangan tinggalkan saya sendiri disini"teriak Naira yang melihat Anggun menghilang dari pandangannya.
"Jangan tinggalkan saya"teriak Naira.
"Naira, Naira bangun sayang"kata Fatimah sambil membangunkan Naira masih tidur.
"Naira, kamu kenapa?apa kamu mimpi buruk?"tanya Fatimah.
"Iya bibi,Naira mimpi buruk"sahut Naira sambil menatap Fatimah.
"Minum dulu airnya"sahut Fatimah sambil memberikan Naira segelas air putih.
"Naira,mimpi buruk apa?"tanya Fatimah sambil mengusap keringat Naira dengan tisu.
"Saya mimpi Anggun meminta bantuan untuk menemukan siapa orang yang sudah menabrak mobil paman"sahut Naira dengan gemetaran.
"Bibi juga pernah mimpi seperti itu, tapi sepertinya mustahil untuk menemukan orang itu karena kejadiannya sudah 12 tahun"sahut Fatimah sambil meneteskan air mata.
"Apakah waktu kejadian itu bibi tidak melaporkan kepada polisi?"tanya Naira.
"Kami sudah melaporkan kejadian itu kepada polisi, tapi pihak polisi kehilangan jejak mobil itu karena mobil itu hilang saat masuk hutan,sampai kasus itu dimuat dalam koran dan televisi"kata Fatimah.
"Karena berjalannya waktu, kasus itupun hilang begitu saja" ucap Fatimah seraya menghapus air matanya.
"Apa bibi mengenali ciri-ciri mobilnya?"tanya Naira.
"Iya,mobilnya warna kuning dan nomor platnya xxxx" sahut Fatimah.
"Sudah,cepat tidur nanti besok kamu terlambat"kata Fatimah sambil keluar dari kamar.
"Saya harus bisa menemukan orang itu,kasihan Anggun pasti tidak tenang karena belum terungkapnya kasus itu"kata hatinya.
*************
Saat Fatimah keluar dari kamar Naira,melihat suaminya sedang minum kopi diruang tengah.
"Ada apa dengan Naira?"tanya Zainal.
"Naira mimpi buruk,dalam mimpinya Naira bertemu dengan Anggun.Anggun meminta pertolongan kepada Naira"sahut Fatimah.
"Seperti mimpi yang kamu alami beberapa hari lalu"ucap Zainal.
"Iya mas,mimpinya sama persis dengan mimpi yang saya alami"kata Fatimah.
"Sepertinya,kita harus menemukan orang itu, saya takut putri kita tidak tenang disana"sahut Zainal.
"Saya juga berpikir seperti itu,tapi bagaimana kita akan membuka kasus itu kembali sedangkan kejadiannya sudah 12 tahun"kata Fatimah.
"Kita serahkan semuanya pada Allah"sahut Zainal sambil memandangi istrinya.
__ADS_1
*Bersambung*