Cinta Naira

Cinta Naira
Bertanggung jawab


__ADS_3

Ketika sampai dirumah, Sisca dan Anton menatap putranya Akmal yang tengah sedang menangis diruang tengah,ia tidak menyangka bahwa hari bahagianya kini telah sirna untuk selamanya.


"Akmal"panggil Sisca yang duduk di sofa bersama suaminya.


"Mama, aku tidak ingin menikah dengan Bella, karena itu bukan darah daging ku".


"Mama dan papa mengerti, kamu tidak mungkin melakukan perbuatan seperti itu"kata Anton yang juga ikut meneteskan air matanya.


"Tapi sebagai laki-laki paling hebat, maukah kamu menikahi Bella sampai dia melahirkan kamu bisa menceraikannya"


"Papa, kenapa harus aku yang bertanggung jawab kepada Bella, aku tidak pernah melakukan hubungan apapun kepada Bella".


"Nak, mama dan papa tidak ingin semua dokter dan perawat rumah sakit tahu kalau kamu menghamili seorang perempuan".


"Mama bukan aku yang menghamili Bella,aku tidak mau jadi ayah dari anak yang dikandung Bella"sahut Akmal dengan nada tinggi.


"Mama, juga tidak ingin punya menantu seperti Bella, tapi mama tidak ingin masalah ini jadi bahan omongan tetangga"teriak Sisca sambil menangis.


"Mau taruh dimana muka mama"kata Sisca.


"Baiklah, aku akan menikahi Bella, walau bukan aku yang menghamilinya tapi jika Bella sudah melahirkan,aku akan menceraikannya"


Setelah berangkat dari rumah,Akmal segera pergi menemui Naira dan calon ibu mertuanya untuk menjelaskan tentang ini. Ketika sampai dirumah Naira, Rahmawati mempersilahkan dokter Akmal duduk diruang tamu dan memanggil Naira yang berada didalam kamar bersama Rania.


Naira dan Rania bergegas menemui dokter Akmal diruang tamu.


"Saya kesini ingin membicarakan tentang...".


"Tentang perempuan tadi bukan!"sahut Rahmawati.


"Benar, jujur saya tidak melakukan perbuatan keji seperti itu, sepertinya saya dijebak untuk bertanggung jawab"kata Akmal turun air dikedua bola matanya.


"Langkah apa yang kak Akmal ambil untuk masalah ini?" tanya Rania.


"Saya akan Nikah dengan Bella,jika Bella sudah melahirkan, saya akan menceraikannya"kata Akmal yang membuat Rahmawati dan kedua putrinya terkejut.


"Kamu tidak bisa seperti itu mempermainkan perempuan"kata Naira yang marah mendengar perkataan Akmal.


"Tapi aku tidak pernah melakukan hubungan terlarang itu"sahutnya dengan nada tinggi.


"Aku hanya mencintaimu Naira"kata Akmal.


"Dokter Akmal, selesaikan masalah kamu terlebih dulu, jika putriku Naira adalah jodohmu, tidak ada satu pun yang dapat memisahkan kamu dengan Naira"kata Rahmawati dengan senyum.


"Terimakasih ibu,telah memberiku semangat, aku janji sama ibu, cepat atau lambat aku akan menikah dengan Naira"

__ADS_1


"Naira, tunggu aku menyelesaikan masalah ini, setelah itu kita akan menikah"kata Akmal yang pergi keluar rumah Naira.


"Ibu, saya..."kata Naira.


"Naira, ibu percaya dengan dokter Akmal, dia tidak mungkin melakukan perbuatan seperti itu, kamu juga harus percaya dengan dokter Akmal".


"Saya percaya kalau Akmal tidak mungkin melakukannya karena saya kenal Akmal sejak lama"kata Naira.


"Yang terpenting sekarang, kita berdoa kepada Allah, semoga masalah yang dihadapi dokter Akmal cepat selesai"


"Aamiin"kata Naira.


    ********


Sementara dirumah Abi dan ummi Attar terkejut mendengar perkataan Attar bahwa dokter Akmal menghamili perempuan lain. Pasalnya saat tunangan Naira, Abi dan ummi tidak ikut karena mereka ada acara dikampung sehingga mereka menyuruh Attar mewakilkan untuk hadir di acara tersebut.


"Ummi tidak menyangka bahwa dokter Akmal bisa melakukan perbuatan keji seperti itu".


"Abi tidak percaya bahwa dokter Akmal melakukan itu"


"Abi, jangan lihat seseorang itu dari pangkatnya bisa saja dokter Akmal melakukan perbuatan itu"


"Kamu jangan menuduh dokter Akmal seperti itu,itu namanya bisa jadi Fitnah".


"Abi, sudah ada buktinya perempuan itu hamil dua bulan"kata Attar yang tidak mau kalah dari Abi nya.


"Maaf Abi, saya tidak bisa berbuat apa-apa"


"Attar, ummi minta menikahlah dengan Azizah, kasihan Abi kamu jika harus kehilangan pesantren yang didambakan oleh Abi"


"Attar akan memikirkannya"kata Attar yang masuk kedalam kamar.


Dikediaman rumah Sisca dan Anton,mereka sibuk membersihkan rumah mereka dan keperluan lainnya karena malam ini dengan persetujuan dua belah pihak,Akmal dan Bella akan nikah hanya kedua belah pihak yang hadir dan dua orang saksi serta wali nikah dari pihak perempuan.


Setelah ijab qobul selesai, Akmal segera pergi dari rumahnya,ia tidak ingin sekamar dengan Bella. Sementara Bella hanya diam dan memandangi kedua mertuanya yang sibuk membersihkan ruang tengah yang menjadi tempat acara ijab Qabul dengan putranya.


"Mama, ada yang bisa saya bantu"


"Tidak usah, kamu istirahat saja,kamar kamu disebelah sana"


Tanpa pikir panjang, Bella segera menuju kamar pengantinnya bersama Akmal. Ia melihat kamar itu berantakan dan baju Akmal yang masih kotor berada diatas kasur.


"Malam pertama kok begini, disuruh bersih-bersih, seandainya bukan karena balas dendam tidak bakalan aku menjadi menantu mereka"


"Mama, kenapa Akmal belum kembali juga ini sudah pukul 10:00 malam?".

__ADS_1


"Hari ini Akmal sedang lembur, sebaiknya kamu tidur duluan saja".


"Iya Mama"


"Mimpi apa aku semalam,bisa punya menantu seperti Bella, bukannya ikut membersihkan ini malah istirahat dikamar"ocehan yang terdengar dari mulut Sisca saat sedang bersama suaminya didalam kamar.


"Sabar Ma, nanti tunggu sembilan bulan dia akan keluar dari sini"kata Anton yang suaranya tidak sengaja didengar oleh Bella, ketika ia mau mengambil air minum.


"Enak saja kalian mau mengusir aku dari sini, yang ada kalian yang aku usir dari sini, tunggu saja pembalasan aku nenek lampir"


Keesokan paginya, saat semua keluarga Akmal sudah selesai sarapan pagi, Sisca melihat Bella baru keluar dari kamarnya dengan mulut yang masih menguap


"Maaf Mama, aku terlambat bangun karena malam tadi membereskan pakaian Akmal yang berserakan".


"Iya tidak apa-apa"


"Dimana Akmal?apa belum pulang juga?"


"Dia baru saja berangkat menuju rumah sakit"kata Sisca yang sibuk mencuci piring kotor.


"Kalau kamu ingin makan, kamu masak sendiri ya,mama mau berangkat ke pasar dulu"


"Iya"


"Masak sendiri, memang aku pembantu mereka apa"ungkap Bella dengan wajah cemberut.


"Papa, apa papa mau berangkat kerja?"Bella yang melihat mertuanya berpakaian rapi serta dasi yang menggantung dilehernya.


Anton hanya mengangguk apa yang ditanyakan oleh menantunya itu, Anton segera berangkat dengan terburu-buru karena tidak ingin menatap wajah menantunya terlalu lama.


Ketika Anton akan keluar dari rumah bersama istrinya, Bella segera menghampiri kedua mertuanya itu.


"Papa, apa aku boleh ikut kekantor bersama papa?"


"Untuk apa kamu ikut kekantor?"


"Kamu dirumah saja,sebentar lagi Ara akan pulang kerumah"


"Tapi mama,aku mengidam ingin pergi kekantor papa"


"Baiklah,kalau itu keinginan bayi yang ada dalam kandungan kamu,cepat bersiap papa akan menunggu kamu disini"


"Terimakasih papa"dengan senyum licik dari kedua pipi Bella.


   

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2