
Keesokan harinya,saat Naira bersama pamannya memasuki gerbang pesantren,ia melihat para santri putra bersalaman kepada Attar.
"Paman,apa yang terjadi?"tanya Naira yang bingung melihat para santri putra berjabat tangan kepada Attar.
"Attar akan berangkat ke kota untuk menjadi guru mengaji di sana"sahut Zainal.
"Benarkah"kata Naira yang tak percaya dengan jawaban Zainal.
"Iya,yuk kita ke sana" ajak Zainal.
"Bapak,minta doanya,agar saya selamat dalam perjalanan"kata Attar sambil menciumi tangan Zainal.
"Iya,bapak doakan,semoga kamu dalam keadaan sehat sampai tujuan"sahut Zainal.
"Naira, maafkan saya,jika saya telah membuat kamu kesal dan marah"kata Attar sambil berjalan menuju mobil yang terparkir di depan gerbang pesantren.
Naira hanya diam dan memandangi Attar yang masuk dalam mobil hingga melaju dalam kecepatan.
"Naira,yuk masuk ke kelas"kata ustadzah Aisyah yang berdiri di dekat Naira.
"Iya,ustadzah"sahut Naira.
Didalam kelas nampak Azizah,Lusy dan Naira hanya diam saja tidak terdengar suara dari mulut Azizah dan Lusy sampai pelajaran berlangsung.
*********
Ketika jam istirahat,banyak para santri putra dan putri berada di dalam perpustakaan,begitu juga dengan Naira hanya duduk sendiri di perpustakaan.
"Kenapa aku merasa kurang ya setelah kepergian Attar?apa aku mulai menyukai Attar"kata hati Naira sambil memandangi tumpukan buku di atas meja.
"Naira,saya minta maaf atas kesalahan saya kemarin"kata Azizah yang baru datang itu.
"Iya,tidak apa-apa,saya sudah memaafkan kamu"sahut Naira sambil melihat Azizah.
"Kamu serius memaafkan saya"kata Azizah sambil duduk di kursi.
"Iya,saya serius"sahut Naira.
"Terimakasih Naira,karena sudah memaafkan saya"kata Azizah sambil memeluk Naira.
"Jadi kita berteman dong"sahut Lusy sambil ikut memeluk Naira dan Azizah.
Saat mereka berpelukkan,tiba-tiba Iqbal datang dari balik pintu perpustakaan.
"Lagi berpelukkan ya"kata Iqbal sambil mencari buku di atas rak.
"Menurutmu"sahut Azizah.
"tidak apa-apa"kata Iqbal.
******
Ketika ibu Naira berada di dapur, tiba-tiba Nita datang dan langsung duduk di kursi.
"Ibu membuat apa?"tanya Nita sambil melihat ibunya sibuk di dapur.
"Ibu membuat kue,untuk ibu jualan keliling"sahut ibunya sambil menatap Putri kecilnya.
"Kenapa ibu jualan,kan ada ayah yang memberi ibu uang?"tanya Nita sambil memainkan jari tangannya.
"Ayah sedang sakit,jadi ibu akan jualan untuk membantu ayah"sahut ibunya.
"Kapan Ayah sembuh dari sakit?"tanya putri kecilnya itu.
__ADS_1
"Nita berdoa kepada Allah,semoga Ayah bisa sembuh,dan bisa kumpul lagi dengan kakak Naira"kata ibunya.
"Kapan kakak Naira pulang?"tanya Nita sambil menatap ibunya.
"Jika sekolah kakak Naira libur, kakak Naira pasti akan pulang"sahut ibunya.
"Ibu,kemarin ada kakak laki-laki yang nyariin kakak Naira menggunakan seragam sekolah sama seperti kakak Naira"kata Nita.
"Terus Nita bilang apa ke kakak itu?"tanya ibunya.
"Nita bilang kalau kakak Naira pergi ke rumah paman"sahut Nita.
"Apa laki-laki itu yang sama dengan mengantarkan Naira pulang ke rumah?apa laki-laki itu kekasihnya Naira?"tanya ibunya dalam hatinya.
"Ya sudah,Nita cepat pergi ke kamar ayahmu,siapa tahu ayahmu mau makan siang"kata ibunya sambil membersihkan tangannya.
*********
Dimeja makan Naira tampak tak berselera untuk menyantap hidangan yang disajikan oleh Fatimah,Naira hanya mengaduk-aduk nasi itu sehingga membuat Fatimah dan Zainal merasa khawatir terhadap keponakannya itu.
"Naira,apa makanan yang bibi masak kurang enak?"tanya Fatimah sambil melihat Naira.
"Naira,apa kamu sakit atau ada masalah dengan temanmu dikelas?"tanya Zainal.
"Tidak paman,Naira hanya tidak berselera untuk makan"sahut Naira.
"Kenapa?"tanya Fatimah.
"Tidak tahu"sahut Naira sambil melihat Nasi yang ada di piring.
"Nanti kamu bisa sakit kalau tidak makan"sahut Zainal.
"Naira,mau masuk kamar dulu ya paman"kata Naira sambil berjalan menaiki tangga.
"Entahlah,saya juga tidak tahu"sahut Zainal.
Ketika Zainal dan Fatimah selesai makan malam,mereka pun duduk diruang keluarga untuk menonton televisi.
"Mas,saya ingin banget punya anak lagi"kata Fatimah sambil memegang tangan Zainal.
"Saya juga ingin punya anak lagi,tapi saya tidak bisa berbuat apapun,semua terjadi atas kehendak Allah,kita hanya bisa berusaha dan berdoa agar Allah segera menitipkan bayi di rahimmu"sahut Zainal sambil memandangi istrinya.
"Sudah hampir 12 tahun perut ini kosong,semoga bulan depan, kamu hadir diperut mama"kata Fatimah sambil meneteskan air mata.
"Oh iya,saya punya kenalan seorang dokter,siapa tahu kamu mau periksa ke sana,Namanya Dokter Anita,dia bekerja di rumah sakit Sejahtera"sahut Zainal.
"Benarkah,baiklah besok saya akan pergi ke sana untuk ikut program hamil,siapa tahu saya bisa hamil lagi"sahut Fatimah sambil bersandar dipundak suaminya.
"Kalau begitu mari kita tidur,saya sudah mengantuk"sahut Zainal sambil berjalan menuju kamar.
"Iya mas"sahut Fatimah sambil mengikuti suaminya masuk ke dalam kamar.
********
Didalam pesantren semua santri putra dan putri sibuk kerja bakti dilingkungan pesantren,ada santri yang membersihkan musholla,ada pula yang menyapu halaman dan masih banyak yang lainnya.
"Naira kamu menyapu saja, biar saya yang menaruh sampahnya kedalam tempatnya"kata Lusy sambil melihat Naira.
"Baik"sahut Naira sambil menyapu.
"Para santri putra dan putri jika sudah selesai kalian boleh istirahat sebentar"kata ustadzah Aisyah.
"Iya ustadzah"sahut Naira dan Lusy.
"Azizah kemana?kok tidak kelihatan?"tanya ustadzah Aisyah sambil menatap Naira dan Lusy.
__ADS_1
"Azizah hari ini tidak masuk karena sakit,Azizah dirawat dirumah sakit"kata Lusy sambil menatap ustadzah Aisyah.
"Oh begitu,ya sudah kalau udah selesai,kalian boleh istirahat"kata ustadzah Aisyah sambil berjalan meninggalkan mereka berdua.
"Memang Azizah sakit apa?"tanya Naira.
"Azizah sakit tipes"sahut Lusy.
"Bagaimana pulang dari sini kita ke rumah sakit untuk menjenguk Azizah"kata Naira.
"Boleh,kita ketemuan di gerbang pesantren ya"sahut Lusy.
"Sip"sahut Naira.
"Tapi kita ke sana membawa apa?"tanya Lusy.
"Kita beli buah saja di pasar"sahut Naira.
"tidak perlu deh kalau beli buah,karena ibu saya punya kebun buah,nanti saya petik sedikit untuk membawakan Azizah" kata Lusy.
"Terserah kamu saja"sahut Naira.
"yuk,kita selesaikan setelah itu kita istirahat" ajak Naira.
*********
Didalam rumah sakit Naira dan Lusy berkeliling setiap kamar,mereka bingung dimana kamar Azizah dirawat.
"Dimana ya kamar Azizah di rawat?"tanya Naira yang begitu bingung melihat banyak ruangan kamar yang tertutup.
"Saya juga tidak tahu,apa kita bertanya saja dengan perawat yang ada di ruang administrasi"sahut Lusy.
"Boleh,yuk kita bertanya"sahut Naira.
"Maaf,apa saya boleh tahu kamar yang namanya Azizah dirawat sebelah mana?"tanya Naira kepada perawat itu.
"Azizah dirawat dikamar Melati,kalian bisa lewat jalan sana"kata perawat ini sambil melihat Naira dan Lusy.
"Terimakasih"sahut Lusy dan Naira.
Setelah mereka menelusuri ruangan dirumah sakit,setiap kamar mereka lihat,akhirnya Naira dan Lusy melihat kamar yang bertulis papan kecil di atas pintu,yang bertulis kamar melati. Naira dan Lusy pun segera masuk kedalam ruangan tersebut.
"Assalamu'alaikum"kata Naira dan Lusy saat melihat Azizah yang sedang berbaring dan selang infus yang melekat di telapak tangannya.
"Waalaikumsalam"sahut ortu Azizah.
"Azizah,bagaimana keadaan kamu?"tanya Lusy.
"Alhamdulillah,keadaan saya sekarang membaik"sahut Azizah.
"Kamu temannya Azizah ya,kenapa Tante baru lihat?"tanya ibunya Azizah kepada Naira
"Iya,Tante nama saya Naira"sahut Naira dengan senyum.
"Kenapa mata anak ini begitu mirip dengan kejadian waktu saya tidak sengaja menabrak mobil yang didalamnya ada anak kecil berusia lima tahun?apa jangan-jangan anak ini adalah anak yang berada dalam mobil itu?apa dia ingin balas dendam kepadaku,karena waktu itu saya tidak bertanggung jawab"kata dalam hati ibu Azizah dengan perasaan gelisah.
"Azizah,kami bawakan buah-buahan untuk kamu"kata Lusy sambil meletakkan kantong plastik di dekat meja.
"Terimakasih,Naira,Lusy"sahut Azizah dengan senyum manis.
"saya mau ke kamar mandi dulu ya"sahut Naira sambil berjalan keluar kamar.
"Jangan lama-lama"sahut Lusy.
*Bersambung*
__ADS_1