
Setelah Naira keluar dari kamar mandi rumah sakit, ia merasa ada yang aneh dengan ibunya Azizah, ia merasa pernah melihat ibunya Azizah tapi dimana dan kapan ia pernah bertemu dengan ibunya Azizah. Ketika Naira berjalan sambil melamun menuju kamar rawat Azizah, hingga tak menyadari bahwa ia tidak sengaja menyenggol seorang dokter yang sedang keluar dari kamar pasiennya.
"Maaf, saya tidak sengaja"kata Naira sambil mengambil barang yang jatuh dari tangan dokter.
"Tidak apa-apa, saya yang terburu-buru jadi tidak melihat kamu,apa kamu terluka?"tanya dokter itu.
"Tidak ada"sahut Naira sambil menatap dokter itu.
"Kamu Naira kan,anak ibu Rahmawati?"tanya dokter itu.
"Iya,bagaimana dokter mengenali saya?"tanya Naira dengan bingung.
"Saya disini baru dua bulan,sebelumnya saya membuka praktek dirumah saja,ibumu sering memeriksa kandungannya ke tempat saya sampai kamu berusia 5 tahun"sahut dokter itu.
"Benarkah"sahut Naira.
"Apa kamu bisa melihat?"tanya dokter itu.
"Saya bisa melihat,memang kenapa?"tanya Naira dengan rasa penasaran.
"Saat kamu dilahirkan,kamu mengalami buta permanen sehingga tidak bisa melihat apapun"kata dokter itu.
"Apa!"sahut Naira dengan terkejutnya.
"Ya sudah,saya ke sana dulu mau periksa pasien"kata dokter itu sambil berjalan meninggalkan Naira yang berdiri mematung.
"Kenapa Ayah dan ibu menyembunyikan semua ini,siapa yang mendonorkan mata ini untukku?,apa anak pamanku?apa ini yang dimaksud paman dan bibi waktu itu?"tanya hati Naira.
"Naira,saya nyariin kamu ternyata kamu disini?"tanya Lusy yang baru datang itu.
"Lusy,yuk kita pulang"ajak Naira.
"Iya,tapi kita pamit dulu dengan Azizah"ucap Lusy.
"Yuk,ke ruang Azizah dulu"ajak Lusy.
Ketika Naira dan Lusy masuk ke dalam ruang Azizah,mereka melihat Azizah sedang makan disuapi ibunya.
"Azizah,kami pamit pulang dulu ya"kata Lusy.
"Iya,hati-hati dijalan"sahut Azizah.
"Assalamu'alaikum"ucap Naira dan Lusy.
"Waalaikumsalam"sahut Azizah.
Saat mereka mau keluar dari rumah sakit,Naira bertemu Fatimah yang baru masuk pintu rumah sakit.
"Naira,sedang apa kamu disini?"tanya Fatimah.
"Naira menjenguk Azizah yang sedang sakit"sahut Naira sambil menatap Lusy dan Fatimah.
"Cepat pulang"kata Fatimah.
__ADS_1
"Iya bibi"sahut Naira sambil berjalan diikuti Lusy.
"Siapa wanita itu?"tanya Lusy kepada Naira.
"Dia istri paman saya"sahut Naira.
"Naira,saya mau beli kue yang dijual ibu itu,apa kamu mau beli juga?"tanya Lusy.
"Tidak,uang saya hanya cukup untuk pulang"sahut Naira.
"Ya sudah,sebentar dulu ya"ucap Lusy sambil berjalan.
Didalam ruang rumah sakit,Fatimah sedang duduk di kursi untuk mengantri namanya disebut.
"Ibu Fatimah silahkan masuk"kata dokter Anita.
"Ada keluhan apa bu?"tanya dokter Anita kepada Fatimah.
"Saya kesini mau program hamil"kata Fatimah.
"Sudah berapa lama menikah?"tanya dokter Anita.
"Saya sudah menikah hampir 18 tahun,sebelumnya saya sudah mempunyai anak pertama tapi meninggal saat anak saya berusia lima tahun dan sudah 12 tahun perut saya kosong"sahut Fatimah.
"Apa menstruasi ibu ada bermasalah?atau menstruasi ibu tidak lancar?"tanya dokter Anita.
"Alhamdulillah setiap bulan haid saya selalu datang"kata Fatimah.
"Kalau begitu, silahkan ibu berbaring disana, saya akan periksa ibu"kata dokter Anita.
Diruang tengah,ibu Naira sedang menghitung uang dari hasil jualan kue yang dijualnya sore tadi.
"Alhamdulillah"kata ibu Naira sambil memasukkan uang kedalam dompetnya.
"Bu, berapa penghasilan jualan hari ini ?"tanya suaminya dari dalam kamar.
"Alhamdulillah,hari ini ibu jualan laku
Rp.300.000"kata istrinya.
"Ibu,Nita mau makan ayam goreng"kata Nita sambil membawa piring kosong ditangannya.
"Baiklah,ibu akan buatkan Nita ayam goreng Laos"sahut ibunya sambil berjalan ke arah dapur.
"Asyik,ibu buatkan Nita ayam goreng"teriak Nita kegirangan.
"Habiskan ya sayang,ayam gorengnya,biar Nita cepat besar seperti kakak Naira"kata ibunya.
"Iya Bu,biar Nita cepat besar seperti kakak,jadi Nita bisa berjualan seperti ibu"kata Nita.
"Kok,seperti ibu,memangnya Nita tidak ingin menjadi dokter atau perawat?"tanya ibunya sambil melihat Nita makan
"Nita ingin menjadi dokter"sahut Nita.
__ADS_1
"Benarkah,makan yang banyak dan rajin-rajinlah belajar agar Nita dapat meraih cita-cita Nita"kata ibunya sambil memandangi putrinya makan.
"Baik ibu"sahut Nita.
*********
Setibanya Naira dirumah Zainal dan Fatimah,ia segera menaiki tangga dan masuk ke kamarnya. Didalam kamar Naira menangis dengan kerasnya sambil memasukkan pakaiannya kedalam koper. Naira keluar kamar sambil membawa koper,ia akan pergi dari rumah pamannya.
Ketika Naira akan membuka pintu,Naira terkejut melihat Fatimah sudah berdiri didepan pintu.
"Naira,kamu mau kemana?"tanya Fatimah sambil melihat Naira membawa koper.
"Naira mau pergi ke kota untuk menemui ayah dan ibu"sahut Naira sambil keluar dari pintu.
"Naira,jangan pergi" teriak Fatimah sambil memegang tangan Naira.
"Kamu ada masalah apa?" tanya Fatimah.
"Naira,kamu mau kemana?"tanya Zainal yang baru memasuki halaman rumah.
"Apa yang membuat kamu ingin pergi dari rumah?"tanya Zainal sambil menghampiri Naira.
"Naira tidak bisa membalas kebaikan paman dan bibi"ucap Naira sambil menangis.
"Naira,maksud kamu apa?"tanya Zainal dengan perasaan heran.
"Naira sudah mengetahui semuanya, bahwa mata yang Naira gunakan untuk melihat adalah mata milik Anggun" ucap Naira sambil memandangi Zainal dan Fatimah.
"Kamu tahu dari mana?"tanya Zainal dengan rasa terkejut.
"Itu tidak penting Naira tahu dari mana,tapi benarkan paman,mata yang Naira gunakan adalah mata milik Anggun"kata Naira seraya menghapus air matanya.
"Naira,yuk kita masuk dulu,paman akan menceritakan semuanya,malu dilihat tetangga"sahut Zainal.
Diruang tamu,Naira duduk diseberang Zainal dan Fatimah.
"Naira,paman tidak tahu harus mulai dari mana menceritakan semuanya kepada kamu" kata Zainal sambil melihat Fatimah dan Naira.
"Naira,pada saat kamu dilahirkan,kamu mengalami buta permanen"kata Fatimah sambil menatap Naira.
"Ketika kami pulang dari kota, tiba-tiba mobil paman ditabrak oleh seseorang dari arah samping,sehingga membuat Anggun luka di kepalanya,sempat dirujuk ke rumah sakit namun belum sempat Anggun masuk ruangan rumah sakit Anggun sudah meninggal"kata Zainal sambil menangis teringat kejadian itu.
"Saat jenazah Anggun akan dipulangkan ke rumah,ayahmu datang bersama dengan kamu ke rumah sakit itu,ayahmu meminta pamanmu untuk mendonorkan mata milik Anggun kepada kamu"kata Fatimah sambil meneteskan air matanya.
"Kamipun menyetujuinya"sahut Zainal sambil menghapus air mata.
"Maafkan Naira paman,Naira tidak bisa membalas kebaikan paman dan bibi"sahut Naira sambil mendekati Zainal dan Fatimah.
"Naira,kamu tidak salah sayang" kata Fatimah sambil menghapus air mata Naira.
"Dan sampai sekarang paman belum bisa menemukan siapa orang yang menabrak mobil paman waktu itu"kata Zainal sambil menatap photo anaknya di atas meja.
"Insyaallah paman,kita akan menemukan orang itu"sahut Naira memeluk Fatimah.
__ADS_1
*Bersambung*