
Saat Ara sudah sampai disekolah,ia melihat Nita dan beberapa teman lainnya sudah datang. Ara menghampiri meja Jessica dan duduk disampingnya.
"Jessica, aku menerima tawaranmu"kaget Jessica mendengar perkataan Ara.
"Maaf Ara, jika kamu terpaksa, lebih baik kamu tidak perlu ikut"
"Tidak Jes, aku membutuhkan uang"jawab Ara.
"Baiklah, nanti jam 8 malam aku menjemputmu"
"Iya"Ara beranjak pergi dari samping Jessica.
"Ara, kamu kenapa melamun?"tanya Nita yang membuat Ara sadar dari lamunannya.
"Tidak apa-apa, aku cuma lelah saja karena kemarin mamaku masuk rumah sakit tapi Alhamdulillah hari ini mamaku pulang"
"Oh begitu"sahut Nita.
"Nita, apa aku boleh bertanya?"
"Boleh, tanya apa?"
"Apa kamu suka dengan Ilham?"
"Tidak"jawab singkat Nita.
"Lalu siapa yang kamu sukai dikelas ini?"tanya Ilham yang mendengarkan obrolan Ara dan Nita.
"Itu Privasi"sahutnya.
"Jadi selama ini, Nita tidak suka dengan aku. Padahal aku menyukainya"batin Ilham.
*******
Ketika ummi khasanah sudah sampai, ia meletakkan semua kantong belanjaannya di atas meja. Tiba-tiba Azizah datang sambil membawakan teh hangat untuk mertuanya.
"Ummi, ini saya bawakan teh hangat untuk ummi"Azizah menaruh nampan kecil diatas meja.
"Terimakasih, kebetulan ummi sedang haus. Dimana Abi kamu?"
"Abi berada di halaman belakang"
"Baiklah Azizah, tolong kamu keluarkan semua belanjaan ummi dan ikan ini tolong letakkan dalam kulkas"perintah ummi.
"Iya ummi"
Selama 4 tahun terakhir,ummi selalu bersikap dingin kepada Azizah. Karena Azizah tak kunjung hamil.
"Abi, lagi ngapain?"tanya Ummi yang baru datang dan menghampiri Abi.
"Abi sedang mencari angin"lirih Abi yang duduk di kursi taman.
"Abi, tadi ummi ketemu dengan anak kecil dipusat perbelanjaan. Anak itu telah membantu ummi mengambil buah yang jatuh dari keranjang ummi dan ternyata anak kecil itu adalah anaknya Naira"
"Anak Naira.."Abi terkejut mendengar perkataan ummi.
"Iya Abi, nama anak itu Amora Hanina dan Amora itu mirip sekali dengan Attar waktu kecil"
"Benarkah, kalau begitu malam ini kita kerumah bapak Zainal. Abi ingin melihat Anak Naira"
"Ummi mau ikut, tapi kita tidak boleh memberitahu Attar tentang Naira"
"Abi setuju".
Akhirnya setelah 3 hari Naira mencari pekerjaan ia pun diterima sebagai karyawan disalah satu perusahaan bintang. Naira pernah belajar bisnis saat ia berada diluar kota. Apalagi perusahaan yang menerima dirinya adalah perusahaan temannya yaitu Farrah.
Jika kalian masih ingat,Farrah adalah teman dan sahabat Naira ketika di bangku SMA.
__ADS_1
"Naira, kamu sedang apa?"Fatimah bertanya kepada keponakan yang melihat Naira sudah hampir dua jam duduk bersama laptopnya.
"Saya sedang membuat file karena besok ada presentasi sama perusahaan besar"yang masih asyik dengan laptopnya.
"Mommy, mommy.."teriak Amora yang berlari menyusul Naira dan Fatimah yang sedang duduk diruang tengah.
"Awas sayang jangan lari nanti jatuh"Naira segera merentangkan tangannya untuk menangkap putrinya yang berlari ke arahnya.
"Mommy"panggil Amora.
"Ada apa sayang?"
"Diruang tamu ada ibu pesantren yang datang"lirih putrinya.
"Ibu pesantren"
"Mungkin maksudnya adalah ummi khasanah. Saya akan menemuinya"Fatimah berjalan menuju ruang tamu.
"Yuk mommy, kita temui ibu itu"ajak Amora sambil menarik tangan Naira.
Naira datang bersama Amora dengan membawakan nampan besar yang berisi teh hangat dan beberapa kue kering.
"Silahkan diminum Abi, ummi"kata Naira dengan senyum.
"Bagaimana kabar kamu?"tanya Abi.
"Alhamdulillah, kabar saya baik-baik saja"
"Pergi kemana saja kamu selama ini?"
"Saya pergi keluar kota"
"Ada perlu apa Abi dan ummi kemari?"tanya Zainal yang menatap mereka berdua.
"Oh ini. Kami kangen dengan Naira, lama tidak bertemu. Mendengar ummi bahwa Naira sudah kembali. Makanya kami segera kemari"senyum Abi.
"Naira, apa dia putrimu?"tanya ummi dengan menyakinkan perasaannya.
"Apa ummi mulai curiga dengan anaknya Naira?"batin Fatimah.
"Dimana suami kamu?"
"Suami saya.."belum sempat meneruskan perkataannya tiba-tiba Fatimah menjawabnya langsung.
"Suami Naira sudah meninggal"Naira dan Zainal terkejut mendengar perkataan Fatimah.
Abi dan ummi memandangi Amora yang sedang duduk bersama Naira. Sedangkan Chadia sudah terlelap dalam tidurnya.
"Naira, apa boleh saya mengendong Amora?"permintaan Abi sambil melihat Amora sedang duduk di pangkuan Naira.
"Amora, kakek pesantren ingin berkenalan dengan Amora"Naira membujuk Putrinya agar mau terbiasa dengan orang baru yang dilihatnya.
"Baik mommy"Amora segera menghampiri Abi dan Ummi.
"Siapa nama kamu?"tanya Abi.
"Amora Hanina"jawabnya.
"Amora Hanina yang artinya anak perempuan penuh cinta dan kehadirannya selalu dirindukan"
"Iya"
Mereka asyik mengobrol satu sama lain ditambah hadirnya Amora yang mengemaskan dan super lucu.
*******
Ketika Anton dan Sisca sedang mengobrol diruang tengah, tiba-tiba Ara keluar dari kamarnya dan menghampiri kedua orangtuanya.
"Mama, papa, aku mau minta izin keluar sebentar ya"lirih Ara yang berdiri didepan Sisca dan Anton.
__ADS_1
"Mau kemana kamu?ini sudah jam 8 malam, tidak baik anak perempuan keluar malam"ketus sang papa.
"Aku mau mengerjakan tugas kelompok dirumah teman, dan tugasnya harus dikumpulkan besok"
"Semoga mama dan papa tidak curiga"batin Ara.
"Ya sudah, tapi jam 9 malam kamu sudah ada dirumah"tegas Sisca.
"Iya mama"
Tok..tok..tok..
"Itu pasti teman aku"Ara segera keluar rumah dan melihat Jessica mengendarai motornya.
"Yuk kita berangkat"ajak Jessica yang melihat Ara sudah siap.
"Mama,papa, aku berangkat dulu ya, Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"sahut Sisca.
Ara duduk dibelakang Jessica, mereka mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Karena sebentar lagi hujan akan turun. Lima belas menit kemudian mereka sampai disebuah clubs malam yang tidak jauh dari tempat tinggal Ara.
"Jes, aku takut"Ara bersembunyi dibelakang Jessica.
"Kalau kamu butuh uang, setidaknya jangan takut. Kalau kamu takut kamu pulang saja sana"tegur Jessica yang sudah memasuki dalam ruangan.
"Hai Jessica, siapa dia?"tanya salah seorang teman yang bekerja seperti Jessica.
"Dia temanku, namanya Ara. Dimana bos Agam?"tanya Jessica.
"Dia ada di ruangannya"
"Ara, yuk ikuti aku"ajak Jessica menarik tangan Ara.
"Ini kamar apa?"tanya Ara saat melewati kamar-kamar yang mengeluarkan bunyi *******.
"Kamu ikuti saja aku"bentak Jessica.
"Iya Jessica"Ara menutup telinganya saat ia mendengar suara ******* yang memenuhi setiap kamar.
"Kamu tunggu disini, aku menemui bos aku dulu"perintah Jessica yang segera masuk kedalam ruangan.
Setelah menunggu hampir lima menit akhirnya Jessica keluar dari ruangan itu.
"Kamu dipanggil bos, cepat kamu temui dia"
"Jes, aku takut"lirih Ara.
"Cepat masuk"perintah Jessica sambil mendorong Ara masuk kedalam ruangan itu.
Ara masuk kedalam ruangan dan melihat seorang pria yang sudah berumur.
"Siapa nama kamu?"tanya pria itu.
"Nama aku Ara Aura Ramadhani"jawab Ara dengan ketakutannya.
"Kenapa kamu mau bekerja disini?"
"Aku butuh uang untuk bayar sekolah dan memenuhi keperluan mama dan papa"
"Apa kamu masih perawan"senyum pria itu sambil melihat Ara dari atas sampai bawah.
"Iya pak, saya masih perawan"Ara tidak berani menatap mata pria itu.
"Jangan panggil saya pak, panggil saya Mas Agam"
"Iya pak,eh maksud aku mas Agam"
"Mulai sekarang kamu layani aku, sampai aku puas"senyum pria itu yang mulai menghampiri Ara.
__ADS_1
"Ini baju ganti buat kamu dan kamar mandinya disebelah sana"tunjuk pria itu.
*Bersambung*